Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter ten
An dan Bai terkekeh geli melihat ekspresi wajah sang ayah. sedangkan Huwa Ming menunduk melipatkan bibirnya
"Hihihi.... wajah ayah memelah" ucap An. dan membuat Bao-yo semakin memerah
Annchi tersenyum kecil. andai Bao-yo sudah bisa melihat mungkin dia ingin menyembunyikan wajahnya di dalam sumur, dia merasa anak-anak nya kali ini tidak mendukung dia
"Sudah-sudah ayo habiskan makan malam nya besok kita banyak pekerjaan" ucap Annchi. dan semua nya makan dengan lahap Huwa Ming yang tak pernah makan yang di buat Annchi pun begitu lahap
"Suami, nanti malam jangan dulu tidur ya.... kau harus meminum ramuan terakhir, besok tinggal ganti perban saja setelah itu besok sore baru aku membuka perban mu" ucap Annchi. Bao-yo pun langsung menegang, bukan hanya Bao-yo tapi kedua anaknya pun langsung menatap Annchi
"Ibu apa ayah bisa melihat lagi?" tanya Bai. Annchi tersenyum lembut pada putra sambung nya itu
"Kalian doakan saja ya agar Ayah kalian bisa melihat kembali, Ibu sudah berusaha untuk mengobati Ayah kalian tapi kalau obat yang Ibu berikan kepadanya belum ada perubahan, besoknya kita akan membawa Ayah ke tabib yang berada di kota bukankah kita juga sudah memiliki uang untuk membawa Ayah ke tabib" ucap Annchi
"Lao po.... aku percaya padamu, jadi tak perlu pergi ke tabib" ucap lirih Bao-yo. An sekarang berteriak senang
"Oh... Olang tua Atu lomantic cetali" ucap An sambil memeluk erat Gege nya. Bai hanya mengangguk tanpa menjawab, sedangkan Annchi terkekeh geli mendengar jawaban sang nya itu
"Aku kan berjaga Lao gong, kalau tidak ada perubahan kita harus ke tabib" jawab Annchi
"Ah.... berhenti manis-manis nya di depan kami, kami sudah meleleh seperti es" ucap histeris Huwa Ming. akhirnya mereka semua tertawa dengan candaan para anak-anak yang iseng ini
"Ayo waktunya istirahat... Untuk tiga bocah tengil" ucap Annchi sambil menaruh kedua tangan di pinggang nya itu
"Oh... tidak ibu akan berubah menjadi Sriyanto" ucap Bai sambil berlari. Annchi melotot mendengar ucapan Bai, sekali nya jawab dia sungguh luar biasa
"Ya... kalau ibu berubah menjadi Sriyanto, kalian punya ayah dua orang" teriak Annchi. tapi hatinya hangat melihat mereka, ketiga bocah itu sudah pergi meninggalkan Bao-yo dan Annchi
"Hohoho... sekarang kau tertawa ha! sini kau" ucap Annchi. sambil menggelitik pinggang Bao-yo
"Hahahaha.... ampun Lao po, aduh aduh berhenti aku tidak tahan lagi" teriak Bao-yo yang merasa kegelian
Karena Annchi terus menggelitik nya membuat Bao-yo tak tahan dan
BRUUTT
"Eh...." Annchi. wajah Bao-yo benar-benar memerah dan Annchi pun tertawa terbahak bahak. Bao-yo pun akhirnya ikut tertawa
Kegilaan ini membuat Bao-yo tak bisa berkata-kata, dia malu dengan istrinya. tapi dia juga ikut tertawa karena mendengar tawa renyah Annchi
...----------------...
Waktu ayam berkokok Annchi sudah berada di dapur membuat bakpao dan beberapa makanan modern, dia akan membuat kedai kecil di dunia kuno ini
"Ibu... ada telinci yang macut te tamal Tu, lihat dia" ucap An. membawa kelinci, Annchi pun langsung mendongak
"Itu kelinci yang ibu temukan di hutan, dia mengikuti ibu seperti nya" jawab Annchi
"Benaltah? jadi ini telinci yang itut ibu? temalen, telinci ini macut dan nait te tempat tidul Tu ibu" ucap An
"Mungkin dia menyukai putri cantik ibu, jadi dia masuk ke kamar mu.... Oya apa jie jie Huwa sudah bangun?" ucap Annchi
"Jie jie cedang membelectan tempat tidul nya ibu" ucap An. sambil mendekati Annchi dan melihat makanan apa yang akan di jual Annchi hari ini
"Ibu hali ini tita jual apa?" tanya nya sambil melihat bahan yang di buat Annchi
"Ibu akan buat bakpao, dan risoles mayonaise... Ibu yakin makanan itu belum ada yang menjual nya, jadi ibu akan menjual itu" ucap Annchi
"Licol? matanan apa itu ibu?" tanya An dengan mata yang berbicara. dia tidak sabar untuk melihat makanan yang ibunya buat itu
"Pagi jie jie.... pagi An'er" ucap Huwa Ming. sambil mengelus rambut An
"Pagi Huwa'er/ jie jie
Bersambung......