NovelToon NovelToon
Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: de banyantree

Ternyata di belahan dunia ini masih tersisa seorang pria berhati malaikat. Meski semua orang tak mempercayai itu. Sebab yang mencintaiku itu adalah seorang mafia jahat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de banyantree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi

Gion merasa seolah-olah oksigen di dalam ballroom mewah itu mendadak menipis. Setiap pasang mata yang tadinya memandang penuh hormat padanya, kini beralih menjadi tatapan mencemooh. Bisik-bisik di sekitarnya terdengar seperti dengungan lebah yang menyakitkan telinga.

​"Sialan!" umpat Gion rendah. Tangannya terkepal kuat hingga buku-bukunya memutih. "Bagaimana mungkin Laila... wanita yang tadi siang menangis di kakiku, sekarang berdiri di samping Zayn Malik?"

​Sarah, yang tidak peka dengan situasi yang kian genting, masih saja merajuk. Ia menarik-narik lengan jas Gion dengan manja, berusaha mengembalikan perhatian kekasihnya itu.

​"Sayang, abaikan saja mereka! Laila itu pasti cuma akting. Dia kan pintar drama," cetus Sarah dengan bibir mengerucut. "Lihat deh, antingku dibilang imitasi? Kurang ajar banget kan? Kamu harus belikan aku yang lebih mahal dari miliknya besok, ya?"

​Gion menoleh perlahan. Untuk pertama kalinya, wajah Sarah yang biasanya terlihat cantik dan menggoda, kini tampak begitu membosankan, bahkan menjengkelkan. Suara cemprengnya terdengar seperti kuku yang menggaruk papan tulis.

​"Bisa diam tidak, Sarah?" desis Gion tajam.

​Sarah terperanjat. "Loh, kok kamu bentak aku? Aku kan belain kamu!"

​"Belain aku?" Gion tertawa sinis, matanya menyala penuh amarah. "Gara-gara mulut besarmu itu, Zayn Malik makin tersinggung! Kamu dengar sendiri kan? Matahari Group bisa mencabut investasi mereka kapan saja. Kalau itu terjadi, aku bangkrut! Paham?!"

​Gion melepaskan kaitan tangan Sarah dengan kasar, membuat wanita itu nyaris terhuyung. Pandangan Gion kembali tertuju ke tengah lantai dansa. Di sana, di bawah lampu kristal yang megah, Zayn dan Laila bergerak seirama mengikuti alunan waltz yang elegan.

​Zayn meletakkan tangannya di pinggang Laila dengan posesif, sementara tangan Laila bersandar lembut di bahu kokoh pria itu. Jarak mereka begitu dekat, hingga Laila bisa mencium aroma parfum woody maskulin yang menenangkan dari tubuh Zayn.

​"Kau melakukannya dengan sangat baik, Queen," bisik Zayn, matanya menatap dalam ke netra Laila.

​Laila tersenyum tipis, kali ini bukan senyum palsu untuk membalas dendam, tapi senyum yang mengandung sedikit rasa lega. "Aku tidak menyangka melihat wajah Gion yang pucat bisa semenyenangkan ini. Terima kasih, Zayn."

​"Jangan berterima kasih padaku. Aku hanya menyediakan panggungnya, kau yang menari di atasnya," sahut Zayn santai. "Tapi jujur saja, riasan Latina ini... berbahaya untuk jantung pria-pria di ruangan ini. Termasuk aku."

​Laila terkekeh pelan. "Oh, Tuan Malik yang dingin bisa kena serangan jantung juga?"

​"Hanya jika kamu menatapku seperti itu," goda Zayn dengan kedipan mata yang membuat Laila sedikit tersipu. "Lihat ke arah jam sepuluh. Mantan suamimu itu sepertinya sedang menghitung sisa umurnya. Dia terus menatapmu seolah kau adalah harta karun yang baru saja ia buang ke tempat sampah, dan sekarang ia menyesal setengah mati."

​Laila melirik sekilas. Benar saja, Gion berdiri mematung di pinggir ruangan dengan wajah yang sulit diartikan—campuran antara amarah, nafsu, dan penyesalan. Di sampingnya, Sarah tampak sibuk membenahi riasannya sambil menggerutu sendirian karena diabaikan.

​"Dia tidak menyesal kehilangan aku, Zayn. Dia menyesal kehilangan 'aset' yang ternyata punya nilai tinggi," gumam Laila pahit.

​"Maka dari itu, kita buat dia makin merana," balas Zayn dengan nada dingin yang kembali muncul. "Setelah lagu ini selesai, aku akan membawamu keluar. Kita biarkan mereka penasaran kemana 'Dewa Bisnis' membawa permatanya pergi."

​Saat musik berakhir, Zayn tidak membiarkan siapapun mendekati Laila untuk sekadar berkenalan. Ia segera menuntun Laila menuju pintu keluar ballroom. Langkah mereka yang penuh wibawa membuat kerumunan kembali terbelah.

​Gion yang melihat itu langsung panik. Ego dan rasa ingin tahunya memuncak. Ia tidak bisa membiarkan Laila pergi begitu saja tanpa penjelasan. Ia harus tahu bagaimana Laila bisa bersama Zayn. Apakah mereka sudah berhubungan lama? Apakah Laila mengkhianatinya lebih dulu? Pikiran-pikiran negatif itu meracuni otaknya.

​"Laila! Tunggu!" teriak Gion, mengabaikan tatapan aneh tamu-tamu lain.

​"Gion! Kamu mau kemana? Tunggu aku!" Sarah mencoba mengejar dengan sepatu hak tingginya, namun Gion berlari lebih cepat.

​Gion berhasil menyusul mereka tepat di depan lift khusus VIP yang sedang terbuka.

​"Laila, berhenti!" Gion mengatur napasnya yang tersengal.

​Zayn dan Laila berbalik serempak. Zayn berdiri sedikit di depan Laila, melindungi wanita itu secara insting.

​"Ada apa lagi, Tuan Gion? Sepertinya surat perceraian itu tidak perlu menunggu besok kalau Anda masih mau mengganggu kami di sini," ucap Zayn dingin, tangannya masuk ke saku celana dengan gaya angkuh.

​Gion tidak mempedulikan Zayn. Matanya menatap tajam ke arah Laila. "Laila, jelaskan padaku! Sejak kapan kamu kenal pria ini? Apa ini alasanmu setuju diceraikan dengan mudah tadi siang? Kamu sudah punya simpanan yang lebih kaya, hah?!"

​PLAK!

​Satu tamparan keras mendarat di pipi Gion. Bukan dari Zayn, melainkan dari Laila. Ruangan lobby yang sepi itu seketika gema oleh suara tamparan tersebut.

​Laila maju selangkah, menatap Gion dengan kebencian yang murni. "Jangan samakan aku dengan dirimu atau wanita murahan yang bersamamu itu, Gion. Aku mengenal Zayn karena takdir ingin menunjukkan padaku betapa menjijikkannya pria yang selama ini aku layani dengan tulus."

​"Tapi Laila, penampilanmu... uang dari mana semua ini? Kamu tidak punya apa-apa!" seru Gion frustrasi.

​"Dia punya aku, Gion," sela Zayn dengan nada meremehkan. "Dan semua yang dia kenakan, dari ujung rambut sampai ujung kaki, hanyalah uang receh bagiku. Kamu menyebutnya simpanan? Lucu sekali. Di mataku, Laila adalah investasi terbaik yang pernah kutemui. Sesuatu yang terlalu berharga untuk pria kerdil sepertimu."

​Zayn melirik jam tangannya yang mewah. "Waktumu habis. Lift sudah menunggu."

​"Tunggu! Laila, soal surat itu... kita bisa bicarakan baik-baik. Aku... aku mungkin bisa memaafkanmu dan kita bisa mulai lagi, asal kau tinggalkan pria ini," ucap Gion kalap. Ia mulai sadar bahwa kehilangan Laila berarti kehilangan akses ke lingkaran elit Zayn Malik.

​Laila tertawa, sebuah tawa yang terdengar hambar. "Memaafkanku? Gion, kau benar-benar tidak tahu malu. Simpan kata-katamu itu untuk membujuk bank saat mereka menyita asetmu minggu depan."

​Laila berbalik dan masuk ke dalam lift bersama Zayn.

​"Laila! Jangan pergi! Laila!" Gion mencoba menahan pintu lift, namun ajudan Zayn yang bertubuh besar tiba-tiba muncul entah dari mana dan menghadang Gion dengan tatapan mengancam.

​Pintu lift tertutup perlahan. Bayangan terakhir yang dilihat Gion adalah Laila yang berdiri tegak di samping Zayn, menatapnya dengan pandangan seolah Gion hanyalah serangga kecil yang baru saja ia injak.

​Gion jatuh terduduk di lantai lobby yang dingin. Di saat yang sama, Sarah sampai dengan napas memburu dan wajah berantakan.

​"Gion! Kamu keterlaluan meninggalkanku! Lihat, sepatuku patah!" keluh Sarah sambil mengangkat kakinya.

​"Diam kau, wanita sialan!" bentak Gion dengan suara menggelegar. "Gara-gara kau, aku kehilangan segalanya! Pergi dari hadapanku sekarang juga!"

​Sarah terpaku, air matanya mulai tumpah karena kaget dan malu. Namun Gion tidak peduli lagi. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan, menyadari bahwa malam ini adalah awal dari kehancurannya, sementara bagi Laila, ini adalah awal dari kekuasaannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!