NovelToon NovelToon
Dinikahi Sahabat Ayah

Dinikahi Sahabat Ayah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Katya dan Donny dipertemukan bukan oleh cinta, melainkan oleh keputusan orang dewasa, norma, dan takdir yang berjalan terlalu cepat. Mereka datang dari dua dunia berbeda—usia, cara pandang, dan luka—namun dipaksa berbagi ruang paling intim: pernikahan.

Novel ini bukan sekadar kisah beda usia.
Ia adalah cerita tentang pertumbuhan, batas, rasa bersalah, dan kemungkinan cinta yang datang paling tidak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Antara Dua Garis Biru dan Aroma Hospital

Pagi itu, dunia seolah berhenti berputar bagi Katyamarsha. Di dalam kamar mandi yang sunyi, ia menatap benda kecil di tangannya dengan napas tertahan. Dua garis merah muda yang tegas terpampang di sana. Sebuah simbol sederhana yang mengubah seluruh narasi hidupnya. Ia hamil.

Katya melangkah keluar dengan air mata yang mengalir tanpa suara, namun bibirnya melengkung membentuk senyuman paling lebar yang pernah ia miliki. Ia menemukan Donny di meja makan, sedang menyesap kopi hitamnya sambil membaca laporan keuangan.

"Mas..." panggil Katya lirih.

Donny menoleh, meletakkan tabletnya. Wajahnya yang tampak lelah seketika berubah cemas melihat istrinya menangis. "Kenapa, Sayang? Kamu mual lagi? Kita ke dokter sekarang?"

Tanpa kata, Katya meletakkan test pack itu di atas meja, tepat di samping cangkir kopi Donny.

Donny terdiam. Pria yang biasanya sangat cepat mengambil keputusan itu kini tampak mematung. Ia mengambil benda itu, menatapnya dengan sangat teliti seolah itu adalah dokumen kontrak senilai triliunan rupiah. Perlahan, tangannya yang kekar mulai bergetar.

"Ini... ini beneran, Katya?" suaranya pecah, serak oleh emosi yang membuncah.

Katya mengangguk mantap. Donny segera berdiri, menarik Katya ke dalam pelukannya yang sangat erat—namun kali ini dengan kehati-hatian yang luar biasa, seolah-olah tubuh Katya kini terbuat dari kristal paling rapuh di dunia.

"Terima kasih... terima kasih, Sayang," bisik Donny di telinga Katya. Ia mencium kening istrinya berkali-kali, matanya basah oleh air mata syukur. "Nama itu... Katyamarsha. Kamu benar-benar membawa kemurnian dan kehidupan baru ke dalam hidup saya yang sempat mati."

Namun, di tengah euforia itu, Katya menyadari sesuatu. Wajah Donny tampak jauh lebih pucat dari biasanya. Kantung matanya hitam pekat, dan saat ia melepaskan pelukan, Donny sedikit goyah hingga harus bertumpu pada meja.

"Mas, kamu nggak apa-apa?" tanya Katya cemas.

"Hanya sedikit pusing, Sayang. Mungkin karena terlalu senang," jawab Donny sambil mencoba tersenyum. "Ayo, kita beritahu Ayah dan Ibu."

---

Kabar kehamilan Katya disambut dengan pesta kecil di rumah Arman. Namun, kegembiraan itu hanya bertahan sebentar. Saat mereka sedang makan malam, Donny tiba-tiba meletakkan sendoknya. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya.

"Don? Kamu kenapa?" tanya Arman, suaranya penuh kekhawatiran seorang sahabat sekaligus mertua.

Donny mencoba berdiri, namun dunia di matanya berputar hebat. "Saya... saya hanya..." Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, tubuh tegap itu luruh dan jatuh ke lantai.

"Mas Donny!" teriak Katya histeris.

Suasana berubah mencekam. Donny segera dilarikan ke rumah sakit yang sama tempat ia pernah merawat Arman dulu. Kini, peran itu bertukar. Katya berdiri di koridor rumah sakit dengan tangan mengelus perutnya yang masih rata, sementara suaminya berjuang di dalam ruang perawatan.

Dokter keluar dengan wajah serius. "Nyonya Katya, Pak Donny mengalami kelelahan kronis yang sangat ekstrem. Stres berkepanjangan dari kasus hukum kemarin, ditambah beban kerja yang ia ambil alih sepenuhnya untuk menutupi waktu yang hilang, membuat sistem imunnya drop total. Ada indikasi gangguan pada fungsi hatinya akibat kurang istirahat."

Katya terduduk lemas. Ia menyadari satu hal: Donny telah bekerja mati-matian belakangan ini. Ia ingin memastikan bahwa ketika anak mereka lahir, segalanya sudah stabil dan ia bisa mengambil cuti panjang. Donny mencoba melawan usianya dengan bekerja dua kali lebih keras dari anak muda, demi membuktikan ia masih sanggup menjadi tiang yang kokoh.

"Beliau harus dirawat inap setidaknya dua minggu ke depan. Total istirahat," lanjut dokter.

---

Malam-malam berikutnya menjadi ujian nyata bagi Katya. Ia yang sedang mengalami morning sickness luar biasa, harus tetap terjaga di samping ranjang Donny. Ia seringkali merasa mual yang hebat saat mencium aroma disinfektan rumah sakit, namun ia menolak untuk pulang.

"Pulanglah, Sayang. Kasihan janinnya," bujuk Donny saat ia sudah sadar, suaranya sangat lemah. Ia merasa sangat bersalah melihat istrinya yang sedang hamil harus mengurusnya.

"Enggak, Mas. Kita itu satu paket. Di sini ada anak kita, di sini ada istrimu," Katya membelai tangan Donny yang terpasang infus. "Mas harus sembuh. Mas ingat kan janji Mas di panti asuhan? Mas harus panjang umur buat lihat dia lahir."

Donny tersenyum sedih. "Maafkan saya, Katya. Saya ingin menjadi pahlawanmu, tapi saya justru jadi bebanmu."

"Mas bukan beban. Mas itu fondasi. Kalau fondasinya sedang diperbaiki, rumahnya harus sabar menunggu," Katya mencium tangan Donny.

Selama di rumah sakit, Katya mulai menunjukkan kedewasaannya yang luar biasa. Sambil membawa laptop, ia memimpin beberapa rapat penting dari ruang perawatan Donny melalui panggilan video. Ia memastikan perusahaan tetap berjalan tanpa membuat Donny khawatir. Ia juga harus menghadapi komentar-komentar dari keluarga besar yang menganggap ia terlalu memaksakan diri.

Suatu sore, Sandra yang statusnya masih dalam pengawasan hukum namun mendapat izin khusus untuk urusan keluarga, sempat mengirimkan pesan singkat: "Lihat kan? Perbedaan usia itu bukan cuma soal selera, tapi soal biologis. Kamu akan jadi janda muda sebelum anakmu bisa berjalan."

Katya hanya menghapus pesan itu tanpa membalas. Ia tidak lagi mempan oleh provokasi murahan. Ia tahu, kekuatannya adalah obat bagi Donny.

---

Dua minggu berlalu. Kondisi Donny mulai membaik, meski ia belum sepenuhnya pulih. Ia diizinkan pulang dengan syarat ketat.

Hari pertama di rumah, Donny duduk di kursi roda yang didorong oleh Katya menuju taman belakang. Udara segar menyambut mereka. Donny menghirup napas dalam-dalam.

"Katya, sini duduk dekat saya," ujar Donny.

Katya duduk di kursi sebelah suaminya. Donny meraih tangan Katya dan meletakkannya di perut istrinya. "Saya sadar sekarang. Saya tidak perlu menjadi superman untukmu. Saya hanya perlu menjadi pria yang sehat agar bisa mendampingimu. Saya tidak akan memaksakan diri lagi."

"Nah, gitu dong," Katya tersenyum cerah. "Kita jalani ini pelan-pelan ya, Mas. Aku nggak butuh rumah yang lebih besar atau harta yang lebih banyak. Aku cuma butuh Mas ada di sini."

Tiba-tiba, Katya merasakan sesuatu yang aneh. "Mas... rasanya ada yang bergerak."

Donny terbelalak. "Mana mungkin? Masih terlalu dini, kan?"

"Iya sih, secara medis mungkin belum terasa. Tapi aku merasakannya, Mas. Dia seperti sedang menyapa Ayahnya."

Donny menempelkan telinganya di perut Katya. Di sana, di tengah kesunyian taman, ia merasakan kedamaian yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Ketakutannya akan usia, kematian, dan kegagalan perlahan menguap, digantikan oleh semangat baru untuk bertahan hidup.

"Hai, Nak," bisik Donny pada perut Katya. "Maafkan Ayah yang sempat lemah. Ayah janji, mulai hari ini Ayah akan menjaga kesehatan Ayah sebaik mungkin, supaya Ayah bisa menemanimu belajar naik sepeda, mengantarmu ke sekolah, dan menjagamu sampai kamu menemukan kebahagiaanmu sendiri."

Katya membelai rambut Donny yang mulai memutih di beberapa bagian. Ia menyadari bahwa cinta mereka memang tidak konvensional, penuh dengan jarak usia dan luka masa lalu. Namun, di antara dua garis biru dan aroma rumah sakit yang melelahkan ini, mereka menemukan makna sejati dari kata "murni" dan "kuat".

1
awesome moment
sll bgitu kn?
awesome moment
g salah koq. p lg tanpa ikatan darah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!