NovelToon NovelToon
The Punchline

The Punchline

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cintapertama
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Sepuluh tahun lalu, Victor menyebut cinta Achell sebagai 'lelucon'. Sekarang, Achell kembali untuk memastikan Victor merasakan betapa pahitnya akhir dari lelucon itu. Sebuah kisah tentang penyesalan yang terlambat, cinta yang mati rasa, dan harga mahal dari sebuah keangkuhan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Harapan di Atas Kertas Kado

Mansion Edward kembali ke ritme lamanya yang sunyi dan mekanis. Setelah kepulangan Achell dari apartemen Jake, Victor benar-benar kembali menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh. Pria itu tenggelam dalam tumpukan dokumen di ruang kerjanya, seolah-olah Achell hanyalah pajangan lain di rumah besar tersebut. Victor tidak datang ke kamar Achell untuk menanyakan kabarnya, tidak pula mengajak makan malam bersama. Ia hanya membiarkan gadis itu terkurung dalam kesunyian kamarnya sendiri.

​Achell duduk meringkuk di atas sofa beludru di dekat jendela kamarnya. Sejak pagi, ia hanya menatap layar ponselnya tanpa minat. Sesekali ia menggulir beranda media sosial, namun pikirannya melayang jauh. Ia merasa seperti hantu yang menghuni rumah ini—ada, namun tak terlihat.

​"Apa aku benar-benar tidak ada artinya bagimu, Uncle?" bisiknya pada pantulan dirinya di jendela yang mulai berembun karena udara London yang mendingin.

​Tiba-tiba, mata cokelatnya terpaku pada angka digital di sudut kanan atas ponselnya. 12 Januari. Jantung Achell berdegup kencang secara spontan. Ia baru menyadari bahwa dua hari lagi adalah hari ulang tahun Victor yang ke-26.

​Seketika, rasa sedih dan kecewa yang sejak kemarin mengepung hatinya perlahan memudar, digantikan oleh percikan semangat yang naif. Sisi "bodoh" Achell kembali bangkit. Ia segera berdiri, berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya dengan jemari yang saling bertautan.

​"Ulang tahun," gumamnya dengan binar mata yang kembali muncul. "Mungkin ini kesempatanku. Mungkin jika aku memberikan sesuatu yang tulus, Uncle Victor akan menyadari bahwa aku bukan lagi anak kecil yang hanya bisa menjadi beban. Mungkin dia akan membuka hatinya sedikit saja."

​Harapan itu tumbuh dengan liarnya, menutupi kenyataan pahit tentang insiden kalung kemarin. Achell mulai merencanakan sebuah kejutan kecil. Ia tahu Victor membenci keramaian dan pesta yang dangkal, jadi ia memutuskan untuk membuat sesuatu yang lebih personal.

​Ia memutuskan untuk membuatkan kue kesukaan Victor—Dark Chocolate Sacher Torte—dan memberikan sebuah hadiah yang sangat bermakna. Achell teringat Victor pernah bercerita tentang sebuah pena vintage keluaran tahun 1950-an yang sangat langka, yang dulu pernah dimiliki oleh kakek Victor namun hilang saat pindah rumah.

​Achell segera menghubungi kolektor barang antik melalui ponselnya. Ia rela menguras seluruh uang tabungan yang ia kumpulkan dari pemberian orang tuanya selama bertahun-tahun demi mendapatkan pena tersebut.

​"Dua hari lagi," bisik Achell sambil mengepalkan tangannya. "Aku harus memastikan semuanya sempurna."

​Esok harinya, Achell menyelinap ke dapur saat Victor sudah berangkat ke kantor. Ia meminta Bibi Martha untuk tidak memberitahu Victor tentang aktivitasnya. Dengan gaun katun yang kini berlumuran tepung, Achell bekerja keras di dapur. Ia mencoba membuat kue itu berkali-kali sampai tekstur cokelatnya benar-benar pas. Tangannya sempat teriris pisau saat memotong cokelat batangan, namun ia hanya meringis kecil dan menutupinya dengan plester. Baginya, rasa sakit di jarinya tidak sebanding dengan kemungkinan melihat senyum Victor nanti.

​"Nona Achell, Anda sungguh gigih," puji Bibi Martha sambil membantu merapikan sisa bahan kue. "Tuan Victor pasti akan sangat menghargai ini."

​Achell tersenyum malu-malu. "Aku hanya ingin dia tahu kalau aku selalu mengingatnya, Bi."

​Malam sebelum hari ulang tahun itu tiba, Achell hampir tidak bisa tidur. Ia sudah menyiapkan kado tersebut, dibungkus dengan kertas kado berwarna biru tua—warna favorit Victor—dan diikat dengan pita satin perak yang elegan. Di sampingnya, kue cokelat yang mengkilap sudah siap di dalam lemari es.

​Achell kembali menatap foto Victor yang ia simpan di ponselnya. Foto yang ia ambil secara diam-diam saat Victor sedang membaca buku di taman musim panas lalu. Pria itu tampak begitu tenang, begitu maskulin, dan begitu jauh.

​"Besok, Uncle. Besok aku akan membuktikan padamu bahwa aku mencintaimu lebih dari siapa pun di dunia ini," ucap Achell sebelum akhirnya memejamkan mata.

​Ia sangat berharap, di usianya yang baru, Victor akan menatapnya dengan tatapan yang berbeda. Bukan lagi sebagai "gadis kecil berbau susu", melainkan sebagai wanita yang pantas berdiri di sampingnya. Sayangnya, Achell terlalu buta oleh cintanya sendiri hingga ia tidak menyadari bahwa semakin tinggi ia membangun harapan, semakin sakit pula saat harapan itu nantinya dijatuhkan dari puncak tertinggi.

1
shabiru Al
akhirnya ngaku juga achell cinta sama victor
shabiru Al
sama sama keras kepala angkuh dan berego tinggi,,, kapan bisa bersama keburu victornya makin tua 🤭
shabiru Al
eleehhh sanksi saja terus,, dan akan berubah sesuai keadaan.. klo begini kapan selesainya....
shabiru Al
siapa marco,, kenapa begitu detail tahu kisah victor dan achell ?
panjul man09
/Cry//Cry//Cry//Cry/
Hanja
🤍🫶🏻
panjul man09
author memang 👍 diawal ,pemeran victor kami benci, tapi saat ini victor bisa menarik simpatik dan dukungan untuk mendapatkan achell 😄
christian Defit Karamoy
mantap thor👍
panjul man09
sosok victor yg dulu dan yg sekarang sangat kontras
panjul man09
untuk bisa sepenuhnya lepas dari victor ,achell harus menikah dgn orang lain .
panjul man09
untuk laki2 usia 32 bukan tua tapi matang , kenapa di cerita ini victor selalu disebut tua.
Anny
jgn kau hukum Victor begitu keras Gabriel aku merasa kau terlalu kejam dan tidak punya hati untuk seukuran perempuan yg pernah mencintai dan memujanya dahulu
Anny
Menurut aku yaa disini tg paling tersiksa adalah Victor karena kesalahan dia yg tidak terlalu berat dimasa lalu harus menerima hukuman yg berkali kali lipat GK adil bgt bagi dia
panjul man09
di awal cerita disebut usia victor 25 dan memasukkan achel ke asrama selama 3 tahun ,saat achel lulus usia victor 28 ditambah achel kuliah 4 tahun berarti usia victor sudah 32 tahun ,iya kan thor ???
panjul man09
sangat puitis dan/Cry//Cry//Cry//Cry/
panjul man09
alur ceritanya sangat menarik ,terlihat sangat berbeda dari novel2 yg lain , sangat menyentuh hati , ada pelajaran yg bisa diambil , tata bahasanya sangat bagus ,saat membaca novel ini seolah olah kita menonton film barat romance di layar tv .
panjul man09
hanyut terbawa cerita ....lanjut
panjul man09
semoga achell mau membuka hatinya
shabiru Al
semangat up nya ya thor,, ntar senin ta kasih vote.. besok ta kasih bunga sampe abis tuh poin 😄🤭
panjul man09
jangan pernah mengingatnya lagi achell !!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!