NovelToon NovelToon
Emily Rose

Emily Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana kimtae

Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumit

Emily memamerkan jari manisnya di sosial media. Dengan caption finally,foto itu banjir ribuan komentar dari para netizen. Ada yang senang ada juga yang mencibir foto yang di unggah oleh Emily.Gadis itu sengaja membiarkan sosial medianya dilihat oleh publik.

Kalau bisa dia ingin segera memamerkan foto pernikahan mereka jika nanti mereka sudah sah menikah.

Emily tidak perduli saat beberapa komentar menghujatnya dengan sebutan pelakor rendahan.Bahagia di atas penderitaan orang lain dan lebih parahnya ada yang mendoakan dia tidak menikah dengan Jeon.

Gadis itu tidak perduli bahkan hanya tertawa saat membaca kolom komentar.Tangannya terus menscrol sosial media hanya untuk mencari akun mantan istri Jeon.Dia hanya ingin wanita tua itu tau kalau dia adalah pemenangnya.

Walaupun berkali-kali Emily merasa wanita itu sengaja menabuh genderang perang padanya tapi itu tidak menyurutkan keinginan Emily untuk membuat wanita itu tau dan sadar posisinya sekarang.

Media sosial bernama Namira Jeon tersaji di depan mata.Dengan rasa kesal dia mengklik dan melihat isi beranda akun itu karena media sosial milik Namira pun tidak terkunci.Beberapa foto terpampang disana yang paling membuat muak adalah foto terakhir yang di unggah adalah saat Evan dalam gendongan Jeon Respati.Dengan caption Daddy my Hero, foto itu dipenuhi doa dan harapan semoga Evan cepat sembuh dan mereka menjadi keluarga bahagia.

"Norak.."desis Emily.

Gadis itu berpikir sejenak memikirkan apa yang harus dia lakukan pada wanita caper itu.Jika mengirimkan pesan olehnya sendiri itu akan membuat dirinya seolah takut posisinya akan tersingkir kembali oleh mantan istri Jeon.

Emily mendial nomer Jeon dengan tidak sabar menunggu panggilannya dijawab.

"Sayangku...ada apa..? butuh sesuatu?"

"Huum...aku mau ke kantor"

"Oke... kemarilah,nanti sopir menjemput ya"

"Tidak..aku akan kesana sendiri"

Lama tak terdengar apapun dari seberang sana, sampai terdengar hembusan nafas berat Jeon.

"Jangan ngebut ya..nanti kita makan siang diluar"

"Iya..aku tutup dulu ya.."

"Oke honey,love you"

"Hmmm"

Emily mematikan ponselnya dan segera bergegas untuk bersiap menemui kekasihnya.Dia memang harus segera memberikan batasan dan peringatan untuk calon suaminya ketika berinteraksi dengan mantan istrinya.

Gadis itu memasuki kantor Jeon dengan penuh percaya diri.Dengan balutan busana yang soft dia terlihat semakin cantik dan terlihat berkelas.Para karyawan diam-diam menatap kagum pada kekasih pimpinan mereka.Memang semua orang tau siapa Emily tapi pada akhirnya tak ada yang bisa menyangkal gadis itu memang punya pesona yang luar biasa.

Daniel menunduk hormat pada Emily dan segera membukakan pintu ruangan Jeon.Pria berhidung mancung itu tersenyum dan merentangkan tangan saat melihat Emily masuk.Raut wajah gadis itu terlihat sedikit tidak enak di lihat.

"Apa kamu berkendara dengan aman..?"

"huum..apa kamu sibuk.?

"Tidak... kekasihku tetap nomer satu dari apapun.Ada apa sayang..?"

"Aku gak suka Namira masih memakai nama kamu dibelakang namanya "ucap Emily tanpa basa-basi.

Jeon mengerutkan keningnya tak mengerti dengan ucapan kekasihnya.Bukankah urusannya dengan Namira sudah selesai, kenapa Emily masih tidak menyukai mantan istrinya itu.

"Coba jelaskan..aku tak akan mengerti kalau kamu tidak bicara dengan jelas, sayang.."

"Namira Jeon masih menjadi nama mantan istrimu di sosial media,apa kamu merasa tidak terganggu"

"Sayang...Namira mungkin lupa belum mengganti nama di sosial medianya.. maklum dia sangat sibuk mengurus Evan"

"Iya..dia begitu sibuk sampai harus memasukkan foto kamu di sosial medianya,untuk apa..?cari perhatian"ujarnya semakin kesal.

"Sayang...aku janji nanti akan membicarakan ini dengan Namira,saat waktunya tepat ya.Oke"

"Kamu janji tidak akan bertemu dengannya lagi.. apalagi sampai harus berfoto dan masuk sosial media"

"Iya sayang iyaaa.."

Jeon mencium bibir Emily dengan lembut,dia sangat mencintai gadis itu.Hatinya menghangat saat Emily datang padanya untuk mengadu apapun tentang dirinya dan sesuatu yang tidak dia suka.

Baru kali inilah dia merasakan begitu hebatnya rasa cinta yang dia miliki.Setiap harinya dia merasa seperti sedang di atas rolling coaster.Ada rasa cemburu,takut kehilangan juga rasa cinta yang Emily tumpahkan di bejana hatinya.

"Jangan pernah meragukan cintaku...Aku sangat mencintaimu sayang.."

"Aku lapar..ayo makan siang"

"Baiklah...apa yang sayangku ingin makan?"

"Mmm..."Emily sedikit berpikir karena dia tidak tau apa yang ingin dia makan.

"Makan sushi mau..?"

"Boleh...ayo"

Mereka berdua beranjak dari sofa dan segera pergi untuk makan siang bersama.Setelah menempuh jarak dua puluh menit akhirnya mereka sampai di sebuah resto sushi terkenal.

Jeon menggandeng tangan Emily tanpa menutupi lagi hubungan mereka di tempat umum.Gadis itu tersenyum senang saat melihat sekilas mantan istri Jeon yang sudah lebih dulu duduk di sana.

Emily tidak tau jika akan bertemu dengan wanita pencari perhatian itu.

"Daddy..."

Jeon menghentikan langkahnya saat mendengar panggilan dari putranya.Bocah itu berlari dan memeluk kaki Jeon erat.

"Daddy.. makan disini juga..?ayo makan baleng Evan sama mommy "

"Wahh.. kebetulan sekali kita bertemu disini,apa Evan sudah makan?"

"Belum Daddy.. Evan balu pesan.Ayo kesana"Evan menarik tangan Jeon untuk mendekat ke arah Namira.Emily membiarkan kekasihnya mengikuti Evan karena tangannya tetap di genggam oleh Jeon ditangan satunya.

"Kalian makan disini juga?"

"Iya.."ucap Namira datar.

"Evan..biarkan Daddy makan dengan tenang, Evan tetap disini dengan mommy ya.."

"Evan mau disuapi Daddy.. Evan mau makan sama Daddy"rengek bocah itu masih memegang jemari Jeon.

Jeon melirik Emily yang masih diam tak bergeming.Sungguh pria itu bingung antara membiarkan putranya menangis atau membuat kekasihnya kecewa.Pria Jeon memejamkan matanya, sepertinya pilihan dirinya untuk membawa Emily makan sushi adalah pilihan yang buruk.

"Evan mau makan disana sama Daddy dan tante Emily??"

"Engga.. Evan mau makan sama mommy sama Daddy"

"Evan.. jangan begitu,ayo makan dulu kasian Daddy juga lapar"

"Daddy..."rengek bocah itu lagi.

"Gak apa-apa mas...kita makan disini saja"

"Sayang.."

Emily menggelengkan kepalanya dan tersenyum, sebenarnya dia sangat membenci keadaan ini tapi demi mendapatkan rasa bangga dari Jeon Emily akan mengalah.

Mereka berempat akhirnya makan di satu meja.Namira tidak berbicara satu katapun begitu juga dengan Emily.Yang terdengar hanya suara Jeon dan putranya yang saling menyuapi tanpa memikirkan perasaan kedua perempuan didepan mereka.

Emily hanya memakan beberapa potong sushi tanpa berniat untuk makan banyak.Walaupun dia begitu menyukai makanan khas Jepang itu tapi dia tidak berselera makan bersama wanita di sebrang mejanya.

"Sayang..makan yang banyak, bukankah kamu suka sushi.."

"Hmmm.."

Jeon menghentikan suapannya dan melihat Emily yang sudah meletakkan sumpit dan memainkan ponsel.

"Ada apa..?hmm"

Jeon mengusap belakang kepala Emily sembari menatap wajah kekasihnya.Emily hanya menggelengkan kepala masih fokus pada ponselnya.

"Sayang..ini di meja makan"

"Aku sudah selesai mas..kalau kamu masih mau disini gak apa-apa"bisik Emily sembari tersenyum samar.

"Oke..kita pulang"

Jeon berpamitan pada putranya walaupun di iringi rengekan dari Evan tetapi Jeon tetap meninggalkan Evan dan Namira.Jeon tau kekasihnya mungkin kesal padanya karena makan siang mereka harus terganggu oleh keberadaan putranya.

"Maaf ya sayang.."

"Hmm.."

Emily kesal karena Jeon sama sekali tidak menepati ucapannya untuk meminta Namira menghapus nama Jeon dari media sosialnya.Bahkan pria itu seakan lupa apa yang menjadi ganjalan di hati Emily.

Jeon mengemudi sedikit santai sembari tangannya mengelus punggung tangan Emily.

"Aku bisa pulang sendiri, nanti sampai kantor aku langsung pulang"

"Kita gak ke kantor,kita langsung pulang "

Emily hanya melirik sekilas pada kekasihnya, sungguh dia pun tak ingin bersikap kekanakan tapi keadaan selalu membuat dia ingin memarahi Jeon Respati sialan ini.

Sedangkan Jeon hanya merasa Emily sedikit kesal padanya karena makan siang yang harusnya di isi oleh mereka berdua malah harus ditemani Evan dan Namira.

________________________________

"Evan... sudah ya jangan menangis terus, nanti kita beli es krim "

Namira memeluk putranya yang masih menangis karena ayahnya pergi begitu saja. Wanita itu tidak ingin menyalahkan siapapun karena pertemuan mereka juga tidak disengaja.

"Kenapa Daddy lebih dulu pulang,kita kan masih makan mommy "

"Karena Daddy banyak kerjaan sayang"

Suara tangis Evan tak terdengar lagi,hanya beberapa kali cegukan terdengar dari mulut mungil bocah itu.

"Mommy..apa Daddy tidak sayang kita lagi?"

"Daddy sayang sama Evan.. tapi Daddy memang harus balik lagi ke kantor sayang.."

Evan mengangguk berusaha mengerti dengan ucapan ibunya.

"Mommy...apa Daddy lebih sayang pada tante Emily..?"

"Sayang...tante Emily akan menjadi pasangan Daddy dan itu berarti Evan juga akan mendapatkan kasih sayang yang lebih banyak lagi"

"Tapi Evan maunya Daddy sama mommy baleng-baleng lagi"

"Udah sekarang terusin makannya, nanti kita beli es krim..oke"

"Oke.. mommy "

1
Ana Dinozzo
yuk baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!