NovelToon NovelToon
Anak Dari Pengkhianatan

Anak Dari Pengkhianatan

Status: tamat
Genre:Anak Haram Sang Istri / Tukar Pasangan / Selingkuh / Tamat
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Viera menikah dengan Damian selama bertahun-tahun dalam pernikahan yang terlihat sempurna. Hingga suatu hari, ia tahu suaminya berselingkuh.

Lebih kejam lagi, kehamilan yang ia perjuangkan lewat bayi tabung bukan berasal dari suaminya. Sp*rma itu milik Lucca, suami dari perempuan yang menjadi selingkuhan Damian.

Dalam kehancuran, Viera tidak memilih menangis... ia memilih berdiri tanpa goyah.

Ketika cinta baru datang tanpa paksaan, dan pembalasan berjalan tanpa teriakan... siapa yang benar-benar menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 18.

Lucca merasakan ada sesuatu yang tidak beres, seharian itu Viera tidak membalas pesannya. Tidak ada laporan kontrol kehamilan, dan Viera juga tidak meminta Lucca membawakan vitamin ke apartemen. Tidak ada kalimat singkat yang biasanya Viera kirim sekadar memberi tahu bahwa wanita itu dan janinnya baik-baik saja.

Dan yang paling mengganggu, para pengawal yang biasanya rutin melapor mendadak sunyi.

Lucca berdiri di depan meja kerjanya, jari-jarinya menekan layar ponsel berulang kali.

“Hubungi Viera,” perintahnya pada asistennya.

“Nomornya tidak aktif, Tuan.”

Lucca menutup mata sesaat, ia tahu ini bukan kebetulan. Tak lama, rekaman Cctv di sekitar apartemen Viera sampai di tangannya.

Ia bergegas pulang ke rumah ibunya malam itu tanpa pemberitahuan.

Nyonya Marrie sedang duduk di ruang tamu, membaca, seolah tak ada yang salah di dunia. Tatapannya terangkat perlahan ketika Lucca berdiri di hadapannya, wajahnya gelap, rahangnya mengeras.

“Apa yang Ibu lakukan pada Viera?”

Tidak ada sapaan hangat, tak ada basa-basi.

Ibunya menutup buku dengan tenang. “Aku melindungimu.”

“Dengan cara mengancam perempuan hamil?” suara Lucca rendah, berbahaya.

Nyonya Marrie berdiri. “Aku memberinya pilihan.”

“Ibu memaksanya!”

“Karena dia bagian dari keluarga yang membunuh ayahmu!” bentak ibunya, akhirnya kehilangan ketenangan. “Apa kau pikir aku bisa melupakan itu begitu saja?”

Lucca tertawa pendek, sangat pahit. “Jadi ini masih tetap soal dendam mu, bukan semata-mata ingin melindungiku.”

“Ini soal keadilan!” Elak ibunya.

“Tidak,” Lucca mendekat satu langkah, matanya memerah karena amarah yang tertahan. “Ini soal Ibu yang tidak bisa menerima bahwa aku memilih mencintai kembali Viera... bukan membencinya.”

Ibunya menatapnya dengan mata bergetar. “Ayahmu mati, Lucca! Mati di ruang gawat darurat karena satu panggilan keluarga perempuan itu.”

“Ayah tidak ingin aku hidup dalam dendam,” balas Lucca pelan. “Dan Ibu tahu itu.”

Nyonya Marrie terdiam.

“Ibu menemui Viera tanpa sepengetahuanku,” lanjut Lucca. “Kau menyuruh para pengawalku tutup mulut. Kau membuatnya merasa tidak pantas, kau membuatnya bersalah!”

Ibunya menggertakkan gigi. “Kalau dia benar-benar mencintaimu, dia akan pergi darimu karena dia turut andil dalam kehidupan menderita kita!”

Lucca menutup mata, napasnya berat.

“Selamat, Ibu berhasil. Dia benar-benar pergi dariku,” katanya lirih.

Ibunya membeku. “Apa maksudmu?”

Lucca membuka ponselnya, meletakkannya di atas meja. Sebuah laporan masuk beberapa waktu lalu setelah dia mendapatkan rekaman Cctv, akses apartemen Viera dinonaktifkan. Barang-barang pribadi sudah diambil, tidak ada alamat baru tercatat.

“Dia pergi,” ulang Lucca. “Karena Ibu.”

Keheningan jatuh berat di antara mereka.

“Aku tidak akan memaafkan semua ini,” ucap Lucca akhirnya.

“Lucca—”

“Ayah akan malu melihatmu seperti ini, apalagi Viera sedang mengandung cucumu!” Katanya, lalu Lucca berbalik pergi.

Di tempat lain, Viera duduk di kursi belakang mobil yang melaju keluar kota.

Jendela gelap, hujan tipis turun memburamkan cahaya lampu jalan. Tangannya memeluk perutnya, tubuhnya terasa lelah. Bukan hanya fisik, tapi juga jiwa.

Ia tidak berpamitan pada Lucca, bukan karena benci. Melainkan karena ia tidak tahu bagaimana menjelaskan bahwa mencintai Lucca kini terasa seperti mengkhianati kematian seseorang.

Ia teringat tatapan Nyonya Marrie, bukan sekadar ancaman tapi luka yang belum pernah sembuh.

Ayah David mati karena keluargaku.

Kalimat itu terus berputar di kepalanya.

Dan tiba-tiba, semua kebahagiaan yang sempat tumbuh terasa seperti sesuatu yang tidak pantas ia miliki.

“Aku tidak ingin anakku tumbuh di antara dendam,” bisiknya pelan.

Ia menutup mata. “Aku juga tidak ingin David harus memilih antara ibunya… dan aku.”

Sementara itu, Lucca jungkir balik mencari keberadaan Viera. Ia mendatangi rumah sakit, berharap menemukan jejak pemeriksaan lanjutan kehamilan—namun tak ada satu pun catatan atas nama Viera. Tak berhenti di sana, Lucca bahkan mendatangi keluarga Viera. Pertemuan itu justru berakhir ricuh, berubah menjadi perdebatan sengit antara dirinya dan kedua orang tua Viera.

Hari keempat, Lucca akhirnya menemukan sesuatu.

Sebuah surat.

Ditinggalkan rapi di apartemen lama Viera, di laci meja yang dulu sering ia buka untuk mengambil vitamin. Tangannya bergetar saat membuka amplop itu.

Teruntuk David.

Jika kau membaca ini, berarti aku sudah cukup jauh untuk tidak kembali.

Aku pergi bukan karena aku tidak mencintaimu, justru karena itu alasannya.

Aku baru tahu seluruh kebenaran, tentang ayahmu. Tentang keputusan yang dibuat keluargaku tanpa sepengetahuanku, tanpa persetujuanku. Tapi tetap saja… dalam tubuhku mengalir darah orang-orang yang menyakitimu dan ibumu.

Aku tidak tahu bagaimana caranya mencintaimu, tanpa membawa luka itu di antara kita.

Aku juga tidak tahu bagaimana membesarkan anak kita, tanpa suatu hari ia bertanya mengapa neneknya membenci ibunya.

Aku lelah hidup dalam permainan orang dewasa yang kejam.

Aku hanya ingin melindungi anakku. Dan mungkin… juga dirimu.

Jangan mencariku.

Jika suatu hari aku kembali, itu harus karena dunia kita sudah cukup sunyi dari dendam.

—Viera.

Lucca menjatuhkan diri ke kursi, dadanya terasa kosong. Ia membaca surat itu berulang kali, seolah berharap ada kalimat tersembunyi yang mengatakan aku akan kembali.

Tapi... tidak ada.

Hari-hari berikutnya berlalu seperti kabut. Lucca tetap bekerja, tetap menghadiri rapat dan tetap menjalankan hidupnya. Tapi ada bagian dari dirinya yang tertinggal bersama Viera, dan anak yang bahkan belum sempat ia panggil dengan suara lantang.

Ia juga berhenti menghubungi ibunya.

Sementara Nyonya Marrie duduk sendirian di rumah besarnya, menatap foto lama suaminya.

“Apa aku salah? Aku hanya tak bisa melepaskan rasa sakit ku...” bisiknya pada foto itu.

Namun untuk pertama kalinya, tidak ada kepastian dalam suaranya.

Di kota kecil lain, jauh dari hiruk-pikuk, Viera menjalani hari-harinya dengan tenang. Ia menyewa rumah sederhana, dekat klinik kecil. Tidak ada pengawal, tidak ada kemewahan. Hanya rutinitas sederhana. Kontrol kandungan, makan teratur, tidur yang cukup.

Dan setiap malam, ia berbicara pada perutnya. “Ayahmu orang baik, Nak. Dan suatu hari… jika waktunya sudah tepat, kau akan tahu itu.”

Ia tidak tahu berapa lama ia akan pergi. Namun satu hal ia yakini, kepergiannya bukan pelarian. Itu adalah pilihan paling dewasa yang bisa ia ambil.

Karena terkadang, mencintai seseorang… berarti berani menjauh, demi melindungi semua yang tersisa.

1
Tiara Bella
wow mantap Viera....arka Lucca....
Aditya hp/ bunda Lia
tamat ....makasih Thor meski retensi jelek tapi lanjut sampe tamat gak digantung 🙏🙏❤️
Aditya hp/ bunda Lia: sami -sami 🙏
total 2 replies
Tiara Bella
ceritanya bagus..
Tiara Bella
ehhh udh tamat aja....dan happy ending ...
Rere💫: Yeaayyy 🤏😍
total 1 replies
rayy syiiruup
menarik
Mundri Astuti
kasihan Vierra di satu sisi dia juga mau ngalahin egonya dng menerima lucca, di satu sisi ada ibunya lucca yg masih dendam.
Tiara Bella
udh sh nikah ada Viera JD km pnya status dan ada yg lindungin km....
rayy syiiruup
kok gk bs like ya
rayy syiiruup: cek lg deh... aku cb
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
padahal laporin ajah tuman wae ah ... gereget 😬
Nie
Yeeyyy akhirnya papa Lucca datang 😊😊ayo kalian bersatulah,tidak usah peduli dgn mereka2 yg tdk merestui,bangun keluarga sendiri dan berbahagialah...
Tiara Bella
wow Lucca dtng disaat yg tepat....kynya dia memantau trs keadaan anaknya buktinya dtng pas ada masalah ya kan
susilawatiAce
hhaai thor
Rere💫: Hai kak, makasih ratingnya😍
total 1 replies
Tiara Bella
kasian mereka hrs berpisah....mungkin nnti akan bertemu kembali ya
Aditya hp/ bunda Lia
jadi seperti itu kebenaran nya kasian Viera dan David adalah korban keegoisan orang tuanya Viera sih .... karena status
Tiara Bella
oh begitu ceritanya.....
Dian Rahmawati
Rasain kamu Calista
Aditya hp/ bunda Lia
puas akhirnya si Calista di tangkap Damian pasti nyesel jadi cowok lemah mudah tergoda rayuan setan Calista nyeselkan kamu sekarang Viera lepas darimu ....
Tiara Bella
akhirnya Calista Ditangkap....dan Damian cerai sm Viera ....tinggal Viera sm David/Lucca aja....kapan resmiinnya
Aditya hp/ bunda Lia
Viera mulai sekarang jangan keras kepala lah David ingin melindungi kamu da terutama anaknya
Dian Rahmawati
calista jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!