NovelToon NovelToon
Di Kira Mandul Ternyata ...

Di Kira Mandul Ternyata ...

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:929
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Menerima laki-laki yang di kenalkan oleh sosok yang bernama Ayah itu seperti membuka pintu derita bagi Maura. Apakah Maura menderita karena perlakuan sang laki-laki atau perasaan bersalah pada keluarganya....
Yuk lanjut episode baru cerita aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pingsan

Oma Mia, Maura dan Bunda Diana berbincang bersama di ruang keluarga yang tampak hangat dan nyaman. Namun, Maura masih terlihat kaku. Oma Mia dan Bunda Diana menyadari sikap Maura yang tak biasa. Karena Bunda Diana pernah bekerja sebagai psikiater Bunda Diana pun dapat membaca perubahan mimik muka Maura.

"Nak, apa kamu ngga nyaman Bunda di sini?" Tanya Bunda Diana seraya menggenggam tangan Maura.

"Hah! Ah, ngga Bu." Maura.

"Kenapa La? Kamu ngga seneng ya ketemu Oma?" Tanya Oma Mia.

"Bu.. bukan Oma. Lala senang kok bertemu dengan Oma. Maaf beberapa waktu terakhir Lala sibuk di kantor." Ucap Maura tulus.

"Tapi kenapa?" Oma Mia.

"Maaf Bu, Oma tadi Lala sebenernya mau pulang aja. Tapi, Lala ketemu sama Pak Radit di depan." Jelas Maura.

"Pak Radit?" Tanya Oma.

Maura hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Kamu kerja di perusahaan?" Bunda Diana.

"Iya Bu."

"Sayang,,, kamu jangan khawatir. Kami tidak seperti keluarga mantan suami kamu. Jangan samakan dengan mereka ya." Jelas Oma Mia mengerti ketakutan Maura.

Bunda Diana merentangkan tangannya meminta Maura masuk ke dalam pelukannya. Maura menatap Bunda Diana dan Oma Mia bergantian. Oma Mia menganggukkan kepalanya. Dengan ragu Maura menghambur kedalam pelukan Bunda Diana.

"Kamu cucu Oma. Maka, kamu putri Bunda sayang. Jangan pernah ragu mengungkapkan apapun isi hati kamu ya." Bunda Diana.

"Terima kasih Bu." Maura.

"Bunda sayang. Panggil Bunda ya." Bunda Diana.

"Bunda..."

"Iya sayang."

"Terima kasih.."

Kehangatan obrolan ketiganya seketika menjadi hening ketika Pak Rudi Mahendra datang. Maura kembali gugup menghadapi Pak Rudi. Bunda Diana merangkul pundak Maura memperkenalkannya pada Pak Rudi.

"Ayah,, kenalkan Bunda punya putri cantik. Namanya Maura." Bunda Diana.

"Maura cucu Ibu." Tambah Oma Mia.

"Salam kenal Maura.." Pak Rudi.

"Salam kenal Pak." Maura.

"Loh, kok Bapak?" Pak Rudi.

"Hah!"

"Ayah sayang... Panggil Ayah ya." Bunda Diana.

Maura hanya tersenyum. Belum selesai ketegangan menghadapi Pak Rudi datang keluarga kecil Raya di susul Marko adik Radit. Mereka semua tertegun melihat kehadiran Maura. Dari arah tangga tampak Radit menuruni anak tangga.

"Wow.... Hai Kakak ipar...." Ucap Marko tanpa basa basi.

"Eh,,, Ya ampun cantik nya... Pinter juga Radit pilih calon istri..." Susul Raya.

Maura tampak pucat sementara Radit berusaha tampak biasa saja dengan ocehan Kakak dan adiknya. Belum sempat Raya mendekat menyapa Maura, Maura sudah ambruk beruntung Bunda Diana berada di sampingnya sehingga bisa menahan Maura di bantu Pak Rudi. Radit yang melihatnya langsung berlari dan mengambil alih Maura.

"Bawa ke kamar tamu Nak." Bunda Diana.

Oma Mia tampak panik melihat Maura ambruk. Begitu juga dengan yang lainnya. Semua tak tau mengapa Maura tiba-tiba pingsan. Bunda Diana segera menghubungi dokter pribadi mereka untuk memeriksa Maura.

"Kalian ini sembarangan bicara. Maura bukan pacar Radit. Tapi kali Maura mau Bunda setuju." Omel Bunda Diana.

"Bunda.." Tegur Radit.

"Tapi kalo kamu macam-macam sama Maura Bunda yang lebih dulu pukul kamu." Bunda Diana.

"Sudah-sudah... Lala syok ini." Oma Mia.

"Sebentar, sepertinya abang kenal sama dia." Ucap Hendra suami Raya.

"Mas kenal dimana?" Raya.

"Dia mantan istri Aska." Hendra.

"Apa."

Semua tampak terkejut mendengar pengakuan Hendra.

"Kamu yakin?" Tanya Oma.

"Benar Oma."

"Ini loh sayang yang aku pernah bilang minta tolong kamu buat pisahin dia dari Aska." Hendra.

"Ya Tuhan.. Pantas dia langsung pingsan liat kamu Bang." Marko.

"Dia takut sama kamu Ko." Raya.

"Nyonya dokter Harun sudah datang." Ucap Bibi memberitahu.

"Run, tolong periksa Maura." Pak Rudi.

Tenaaaang... Lanjut nafas dulu bentar ya....

1
fenita
ingat doa orang yg di zalimi bakal kena azab .aska tunggu aja kehancuran usaha lu
disney
omongan tasya bisa jadi nyata hehehe
disney
aska tolol jgn menyesal suatu saat nanti
disney
pasti perbuatan aska nih
disney
adiknya maura pernah melihat aska dgn ceweknya..hufft
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!