NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Mafia

Dinikahi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alif Irma

Andreas, sosok mafia berdarah dingin yang bergelar duda tampan dan kaya raya. Dia sudah bercerai sebanyak tiga kali karena ulah putra semata wayangnya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang penari striptis di sebuah club malam. Andreas pun memutuskan untuk menikahinya secara kontrak.

Di satu sisi, Sophia juga sosok single mom yang pekerja keras. Sophia bekerja sebagai penari striptis di sebuah club malam. Pertemuannya dengan Andreas mendatangkan masalah baginya, hingga Sophia memilih menerima segala skenario yang dijalankan oleh Andreas dengan menjadi istri kontraknya.

Lantas apa yang membuat Andreas ingin menikah kontrak dengan Sophia, sosok penari striptis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Ap-apa yang terjadi kepadanya??..." tanya Sophia dengan mata membulat sempurna. "Kenapa dia sampai di....." Sophia benar-benar shock melihat Andreas terbaring di atas tempat tidur dengan banyaknya alat medis melekat di tubuhnya.

"Tuan Andreas sedang koma, kami tidak tahu kapan tuan Andreas akan siuman." ucap Daniel dengan pandangan tertunduk dan hati yang hancur melihat tuannya terluka.

"Bagaimana bisa dia... Eemm tolong ceritakan kronologisnya, bukannya kalian pergi untuk bekerja?" tanya Sophia sambil mendekat kearah tempat tidur lalu duduk di kursi samping tempat tidur dengan raut wajah tampak cemas.

"Ceritanya begitu panjang nyonya,... tuan terkena tembakan dan....terkontaminasi racun mematikan menjalar di seluruh tubuhnya." ucap Daniel sambil menghela nafas panjang.

Sophia hanya mampu menutup mulutnya dan tidak bisa berkata-kata mendengar ucapan Daniel. Dipandanginya wajah pria yang dibencinya itu dengan perasaan campur aduk. Sebenci-bencinya Sophia kepada Andreas, tapi dia tidak tega melihat pria itu terluka bahkan sampai koma seperti ini.

"Apa Kenzo sudah bertemu dengan Daddy nya?" tanya Sophia sambil mengangkat sebelah tangannya untuk menyentuh tangan Andreas, namun dia pun memilih mengurungkan niatnya.

"Belum nyonya, justru itulah saya membawa nyonya ke sini. Hanya saya dan Mr Ben yang tahu masalah ini, termasuk Nyonya Sophia. Saya mohon kepada nyonya untuk merahasiakan kondisi tuan Andreas kepada tuan muda Kenzo dan para pelayan di rumah ini." ucap Daniel dengan penuh harap.

"Kenapa harus merahasiakannya dari Kenzo. Saya rasa Kenzo harus tahu kondisi ayahnya, bagaimana pun Kenzo adalah putranya." ucap Sophia dengan mata berkaca-kaca.

"Tidak nyonya, tolong bekerjasama lah, semua itu demi kebaikan tuan muda Kenzo. Karena tuan Andreas tidak ingin putranya bersedih. Berjanjilah bahwa nyonya tidak akan memberitahu tuan muda Kenzo." ucap Daniel dengan pandangan tertunduk.

"Ba-baiklah, aku janji akan merahasiakan masalah ini." ucap Sophia pada akhirnya sambil menghembuskan nafas kasar.

"Terima kasih, nyonya. Satu lagi, saya memohon kepada nyonya Sophia untuk merawat tuan Andreas, hanya nyonya Sophia yang dapat saya percaya bisa merawat tuan Andreas." ucap Daniel sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.

"Aku tidak bisa melakukannya, aku bukan dokter ataupun perawat." timpal Sophia sambil memijit keningnya.

"Tapi nyonya Sophia istri tuan Andreas. Saya sebagai tangan kanan tuan Andreas akan melakukan berbagai cara, salah satunya mengancam nyonya beserta orang-orang disekitar Nyonya Sophia, jika nyonya tidak bersedia merawat tuan Andreas." ucap Daniel dengan serius.

"Jadi kamu ingin mengancam ku?" tanya Sophia sambil menoleh kearah Daniel.

"Karena tak ada cara lain lagi untuk membujuk Nyonya. Apapun akan saya lakukan demi kesembuhan tuan Andreas." ucap Daniel dengan tatapan dingin.

"Hufff,,,aku akan merawatnya, tapi dengan satu syarat...." ucap Sophia sambil menjeda ucapannya.

"Syarat? Baiklah silahkan anda sebutkan syaratnya nyonya." timpal Daniel dengan raut wajah lebih serius.

"Aku bersedia merawat tuan Andreas dengan syarat, bebaskan aku untuk melihat putraku setiap harinya di rumah sakit." ucap Sophia dengan entengnya. Pasalnya selama beberapa hari ini dia tidak diperbolehkan keluar rumah untuk menjenguk putranya.

Sementara Daniel tampak terdiam mendengar ucapannya, namun terlihat pria itu sedang memikirkan sesuatu. Hingga akhirnya pria itu buka suara.

"Baik Nyonya, selama tuan Andreas koma, anda diberikan kebebasan hanya untuk melihat putra anda, namun anda tetap mendapatkan pengawalan setiap harinya, karena itu semua demi keselamatan Nyonya sendiri." jelas Daniel memberitahu.

"Ya, tidak masalah yang jelasnya aku bisa melihat putraku setiap harinya." ucap Sophia bersemangat. Tak ada hal yang bisa membuatnya bahagia selain putranya.

"Karena nyonya sudah setuju. Kalau begitu, saya akan mengirimkan list pekerjaan yang harus anda kerjakan selama merawat tuan Andreas. Tolong di pelajari dengan baik, satu lagi anda harus jaga rahasia ini dengan baik, jangan sampai pekerja termasuk pelayan mengetahui masalah ini, karena itu bisa memperburuk kondisi tuan Andreas." jelas Daniel panjang lebar.

"Ya, baiklah, mulai hari ini saya akan lebih hati-hati kedepannya." ucap Sophia sambil memandangi wajah tenang Andreas.

"Kalau begitu saya keluar dulu nyonya." ucap Daniel pamit undur diri dan Sophia hanya mampu mengangguk menanggapi ucapannya.

Sophia kembali menghela nafas melihat pria kejam itu terbaring lemah di atas tempat tidur dengan mata tertutup seolah dunia sedang menghukum pria kejam itu.

"Aku tahu kamu pria kuat, namun jika kamu terus terbaring di atas tempat tidur dengan mata tertutup, aku pastikan kamu akan kalah dari ku." ucap Sophia tersenyum tipis, namun kedua matanya tampak berkaca-kaca.

"Jangan khawatir, selama aku berada di mansion mewah mu, aku janji pada diriku sendiri akan mematuhi segala aturan yang pernah kamu berikan kepadaku. Salah satunya menjadi nyonya di rumah mu dan menjadi ibu sambung yang baik bagi putra mu." ucap Sophia tersenyum dan seolah-olah sedang berbicara dengan Andreas.

Sementara di ruang tamu, Kenzo tampak mondar-mandir dengan wajah pias sambil menunggu kedatangan ibu sambungnya.

"Kenapa ya mommy belum pulang?" tanya Kenzo pada dirinya sendiri. Karena hari semakin senja dan sebentar lagi berganti malam, namun sampai sekarang ibu sambungnya belum juga tiba di rumah.

"Gawat, kalau mommy tidak kunjung pulang, bisa-bisa mommy dapat hukuman dari Mr Ben, karena berani kabur dari rumah. Sebaiknya aku hubungi mommy dulu, tapi.. kalau aku telpon mommy sekarang otomatis nomor ponsel ku langsung terlacak sama Daddy." gumam Kenzo sambil memegang kepalanya yang sedang berpikir keras.

Tapi sayangnya anak laki-laki itu tidak memiliki rencana brilian, Kenzo pun berlari kecil menuju pintu utama, namun sayangnya pintu tersebut terkunci dari luar sehingga dirinya tak bisa keluar rumah untuk mencari ibu sambungnya.

"Bagaimana ini, kalau Kenzo berkata sejujurnya sama Mr Ben bisa-bisa mommy dapat hukuman, tapi kalau tidak memberi tahu Mr Ben, Kenzo takut mommy kenapa-kenapa." ucap Kenzo sambil mengajak robot mainannya berbicara. Hingga robot canggih itu menimpali ucapannya dengan berkata 'LA-KU-KAN'.

"Baiklah Rebo, aku akan mencobanya." ucap Kenzo tersenyum.

Kemudian Kenzo bergegas mencari keberadaan Mr Ben. Hingga langkah kaki anak laki-laki itu terhenti saat mendengar suara seseorang sedang menelpon. Kenzo pun memilih untuk menguping pembicaraan mereka.

"Hemm, selidiki secepatnya, jangan sampai orang itu kembali membuat siasat licik." ucap seseorang yang sedang berdiri di sudut ruang tengah.

"Baik tuan, saya akan memeriksa terlebih dahulu cctv di lokasi kejadian, sebagai barang bukti atas kejahatan orang itu yang sudah berani mengusik tuan." ucap seseorang di ujung telepon.

"Ya, lakukan secepatnya. Selama bertahun-tahun, baru kali ini terjadi masalah sebesar ini pada ketua, aku rasa ada salah satu penghianat di anggota kita." ucap Pria tinggi berdiri di pojok ruangan.

"Siapa penghianat nya Om?" ucap Kenzo dan memilih keluar dari tempat persembunyiannya.

"Tuan muda Kenzo!" ujar pria tinggi itu yang tidak lain adalah Mr Ben.

"Mr Ben!" Ucap Kenzo dengan mata membulat sempurna.

"Sejak kapan tuan muda Kenzo berdiri di sana?" tanya Mr Ben.

"Barusan, saat Kenzo dengar Mr Ben berkata penghianat di telpon." ucap Kenzo cepat dan langsung berteriak dengan kerasnya saat melihat orang yang sangat dinantikan kedatangannya.

"Mommy!" ucap Kenzo lalu berhambur memeluk tubuh Sophia dan Sophia sendiri hanya mampu tersenyum hangat melihatnya.

"Akhirnya mommy pulang, Kenzo takut mommy kenapa-kenapa." ucapnya sambil meneteskan air matanya dan begitu khawatir kepada ibu sambungnya.

Sophia hanya mampu tersenyum lalu mengibaskan tangannya meminta Mr Ben untuk segera pergi dari hadapannya. Jangan sampai Kenzo mencurigainya.

1
ardiana dili
lanjut
indahlee
lanjutttt
indahlee
lanjutkan
Ade
next
Mita
lanjut thor
Valen Angelina
coba up sering2 thor...biar gak lupa jalan ceritanya 🤭😂😂
lala
lanjut up up up
lala
like
Mita
lanjut thor
ardiana dili
semangat kak
ardiana dili
lanjut
Mita
lanjut thor
indahlee
lanjutttt
lala
lanjut up
lala
ditunggu bucin nya andres
Ade
next
Mita
lanjut thor
Wulan Sari
ceritanya is the best banget semoga menjadi keluarga yang bahagia salam sukses selalu ya Thor semangat 💪👍 trimakasih 🙂❤️🙏
ardiana dili
lanjut
mama
gengsi mu stinggi langit Andres,yg ngerawat km selama ini tu istri km..bukan kaki tangan km..baik2 deh sm istri🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!