NovelToon NovelToon
Mereka Kebahagiaanku

Mereka Kebahagiaanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Penyelamat / Keluarga / Teen School/College / Teen / Anak Yatim Piatu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: FZR

ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************

Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.

ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.

hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.

siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MK 18 |MURID BARU|

       Di sebuah mansion, seorang pria setengah baya sedang duduk di gazebo di belakang mansion sambil menikmati semilir angin pagi bersama putra sulung nya, tak lama kemudian istri nya datang memanggil mereka.

"papi Davin, ayo sarapan, sarapan nya udah siap" panggil Rea sang mami.

"baik mi" sahut Chandra sang papi dan Davin bersamaan.

    Mereka pun masuk dan pergi ke ruang makan bersama, namun sesampai nya di sana Davin tidak melihat kembaran nya.

"Devan mana mi?" tanya Davin.

"Devan udah berangkat tadi, buru buru kata nya jadi lupa yang mau pamit sama kamu dan papi" jawab Rea.

"tumben, kenapa?" tanya Chandra.

"gak tau, dia gak bilang apa apa sama mami"

     Akhir nya mereka pun sarapan bersama. Davin menyelesaikan sarapan nya lebih dulu kemudian segera berpamitan pada kedua orang tua nya untuk berangkat dan menjemput calon istri nya lebih dulu.

✴✴✴

     Devan telah sampai di rumah Eltav, ia pun di sambut oleh Eltav sendiri bersama duo kecil. Ya, Devan tadi di telpon oleh Eltav untuk segera datang ke rumah nya karna ada yang ingin ia bicarakan.

"ayo masuk, gue jelasin saat sarapan nanti" ucap Eltav datar seperti biasa.

"hm"

     Eltav dan kedua anak nya pun masuk di ikuti oleh Devan di belakang mereka. Di meja makan hanya ada Zufa dan Regan serta Roy karna yang lain nya sudah sarapan lebih dulu.

"kelas gue dan 11 b nanti ada murid baru" ucap Eltav memulai pembicaraan.

"di kelas 11 b murid baru nya adalah...Mifa dan....Abel" lanjut Eltav.

"Mifa, bukan nya dia udah di keluarin dari sekolah ya" ucap Devan

"kok gue gak tau kalo anabel itu pindah ke sana? Papi juga gak bilang" ujar Regan.

"papi lo di larang ngasih tau lo"

"cih" decih Regan.

"Mifa temenan sama Abel sekarang, tapi Mifa merubah wajah nya dan mungkin lebih cantik dari sebelum nya juga mengganti nama nya jadi Mafi"

"dia juga turun tangan sekarang karna beberapa anak buah nya yang berada di sekolah dan di luar sekolah sudah gue bunuh"

"yang waktu itu?" tanya Devan.

"hm"

"jadi kalian semua harus hati hati, terutama lo Roy, dia mantan tangan kanan lo jadi lo harus lebih hati hati"

"oke" jawab Roy singkat.

    Mereka tidak terkejut Eltav mengetahui semua nya bahkan sebelum mereka semua tau karna Eltav memiliki koneksi di mana mana, namun Eltav tidak pernah memberitahukan siapa yang memberikan informasi pada Eltav.

     Selesai sarapan, mereka pun berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, Devan dan Roy yang tidak biasa jalan saat berangkat sekolah kini mereka ingin mencoba nya bersama Eltav dan Zufa.

    Kedua anak Eltav di ajak Joy pergi ke perusahaan agar tidak bosan terus berada di rumah, Eltav pun sebelum nya sudah memperingatkan kedua anak nya untuk tidak merepotkan paman nya.

✴✴✴

     Di kelas 11 a....

"selamat pagi anak anak, hari ini kelas kita kedatangan murid baru" ucap bu Sea wali kelas 11 a.

"pagi bu"

"siapa bu?" tanya salah satu siswa.

"cowok apa cewek bu?" tanya siswa lain.

"kalian lihat sendiri aja, ayo masuk nak"

       Murid baru itu pun masuk dengan gaya cool nya dan wajah nya yang tertutup masker dan tudung hodie nya, saat ia berbalik menghadap ke teman sekelas baru nya, tatapan nya langsung tertuju pada seorang cowok di pojok jendela yang juga menatap nya dingin dengan mata tajam nya.

     Murid baru itu pun membuka tudung hodie dan masker nya, kemudian sekali lagi melihat ke arah cowok tadi namun tatapan tidak berubah dan tetap dingin bahkan sekarang tidak menghiraukan kehadiran nya dan memilih membaca buku pelajaran nya.

(oh, jadi dia adek nya kak Divya ya) batin nya.

"silahkan perkenalkan dirimu nak"

"baik bu. Perkenalkan nama saya Louis Adimaya Baxter, panggil saja Louis, semoga kita bisa berteman baik" ucap Louis.

"baiklah, silahkan duduk di bangku yang kosong ya"

"baik bu"

     Louis pun pergi ke tempat duduk nya yang berada di baris ke tiga di belakang sendiri, Regan, Roy dan Zufa menatap Eltav yang seakan tidak menghiraukan sekitar nya apalagi hanya mereka dan beberapa kakak kelas yang tau bahwa Eltav juga keluarga Baxter.

(apa El punya adek? Kok aku gak tau ya, terus yang ke rumah cuma papa, mommy dan kak Div) batin Zufa.

(ck sial, gue gak bisa tau gimana perasaan nya, sedih, marah atau kecewa?) batin Regan.

(apa dia adek Rav? Tapi setau gue dia gak punya adek, terus dia siapa?) batin Roy

Di kelas 11 b....

"perkenalkan nama gue Mafi, semoga kita bisa berteman baik" ucap Mafi (Mifa)

"kalo gue Abel Florencia, panggil aja Abel dan gue tunangan nya Regan" ucap Abel dengan sombong nya.

"baiklah, kalian silahkan duduk di tempat kosong ya"

"baik bu"

Mereka pun duduk di tempat yang kosong dan saat melewati siswa siswi lain, mereka mendekar bisik bisik tentang Abel yang merupakan tunangan Regan, para siswi ada yang cemburu, patah hati, dan ada juga yang mendukung.

✴✴✴

Istirahat pun tiba, Eltav dan yang lain nya pun pergi ke kantin, namun di koridor mereka bertemu dengan Mafi dan Abel serta Louis yang berada di antara mereka.

"Regan" panggil Abel seraya berjalan mendekati Regan dan hendak memeluk nya.

Regan yang tak ingin di peluk pun langsung bersembunyi di belakang Eltav, al hasil kedua tangan Abel menggantung di udara kemudian mulut nya mengerucut kesal.

"kok menghindar sih, aku kangen loh sama kamu, lagian besok malam kita tunangan" ucap Abel.

"cih, gak sudi gue hiiii, yok lah El, kita ke kantin, dah lapar gue" ajak Regan sambil menarik tangan Eltav dan Eltav pun hanya mengikuti nya saja juga sambil menarik Zufa.

"iiih kok di tinggal sih"

"sudah, ayo kita juga ke kantin" ajak Mafi.

Mereka pun akhir nya juga pergi ke kantin karna perut mereka sudah lapar, namun tanpa kedua gadis itu sadari bahwa louis yang berada di antara mereka sedang tersenyum smirk.

(waktu nya membuat sandiwara, gak akan gue biarin lo mendapatkan kembali tempat lo sebagai putra bungsu keluarga Baxter karna gue yang akan tetap menempati nya selama nya) batin Louis.

Sesampai nya di kantin, Divya melambaikan tangan pada Eltav, Zufa dan Regan serta Roy, namun hanya Eltav yang tidak menghampiri kakak nya dan memilih duduk di tempat lain.

"ada apa dengan nya? Apa ada masalah di kelas?" tanya Divya.

"siapa Louis? El berubah karna kedatangan nya" ujar Regan dingin.

Belum sempat Divya menjawab, Louis dan kedua gadis di samping nya menghampiri nya.

"kakak, apa boleh kami ikut bergabung di sini?" tanya Louis dengan lembut.

"boleh dong, sini duduk samping kakak" jawab Divya dengan senyum lembut nya.

"terima kasih kak"

"sama sama. Oh ya, perkenalkan dia Louis, adek angkat gue dan dia baru aja kembali dari paris dua hari yang lalu" ucap Divya.

"oh ini adek yang kamu ceritain ya Vy" ucap Davin.

"iya Vin dan ini Mafi pacar nya"

"gue Davin, pacar nya Divya"

"terus dia siapa?" tanya Abigail sambil menunjuk gadis yang duduk di samping Zufa.

"gue Abel, tunangan nya Regan" ucap Abel.

"sampe kapan pun gue gak bakal nerima lo" ucap Regan dingin dan langsung pergi bergabung dengan Eltav.

"eh dia juga kenapa?" tanya Divya heran.

"maaf kak, aku mau sama Eltav" izin Zufa sopan.

"tunggu, bang Eltav siapa nya lo?" tanya Louis yang memang sedari tadi memperhatikan Zufa seakan ingin menerkam nya.

"suami saya, so jaga pandangan anda" ucap Zufa dingin.

"cih" decih Roy yang langsung pergi dan bergabung dengan Eltav dan Regan.

Abigail cs dan yang lain nya yang berada di meja tersebut terkejut karna Zufa yang mereka kenal sangat lembut dan terkesan pendiam kecuali bila di rumah, tak hanya mereka, Regan dan Eltav juga terkejut meski tetap memasang wajah datar.

Zufa pun pergi dan bergabung dengan Eltav dan Regan, begitu juga dengan Devan yang pergi tanpa mengucapkan apapun sedangkan yang lain nya hanya diam saja kecuali Louis yang tersenyum smirk tipis dan hal itu terlihat oleh Davin.

(seperti nya ada yang tidak beres dengan dia, gue harus cari tahu ini) batin Davin.

"kamu sekelas sama El kan Louis, apa ada masalah tadi di kelas?" tanya Divya.

"tidak ada kak, tapi seperti nya bang El tidak menyukaiku, aku akan minta maaf pada nya karna merebut tempat nya sebagai keluarga kandung" ucap Louis dengan wajah sedih dan merasa bersalah nya, tentu saja itu hanyalah sandiwara yang ia buat.

"tidak perlu, kamu gak salah kok, El memang tidak mengetahui kalo masih ada kamu sebagai saudara nya, kakak yakin dia bisa menerima nya, biar nanti kakak yang menjelaskan nya pada nya"

"baiklah, aku akan ikut bantu jelaskan nanti"

"boleh"

Sedangkan di meja Eltav, Eltav hanya diam menikmati makanan nya sambil memainkan ponsel nya tanpa menghiraukan empat orang yang bergabung dengan nya yang menatap nya dengan berbagai ekspresi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!