Mungkin bagi sebagian orang hal ini aneh, namun bagiku ini memang nyata. Aku anak ketiga dari empat bersaudara. Entah itu keberuntungan atau kesialan. Sejak dari kecil mama selalu melarang dan menyuruh aku ini itu. Ketika aku memprotes perintah mama, ia selalu bilang "Lakukan saja perintah mama kalau kamu tidak mau terkena musibah,".
Awalnya aku tak percaya dengan kata mama, namun semakin aku beranjak dewasa aku mulai paham dengan kata-kata mama. Aku menyesal, kenapa aku baru sadar akan kata-kata mama disaat musibah itu datang. Ya aku tidak melakukan perintah mama ketika aku telah menyelesaikan studi ku. Seharusnya aku ikut mama dan papa pulang, namun aku membantah perintah itu.
Hingga suatu hari, keputusan ku itu menyebabkan mama jatuh sakit. Sebelum mama pergi untuk selama-lamanya, ia berwasiat kepada ku untuk menikahi perempuan pilihannya sesegera mungkin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defani Zulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C-17
Ponorogo
Nabila
Kini aku telah menduduki kelas 12. Dimana setahun lagi aku akan meninggalkan tempat ini. Walau aku tak tahu setelah ini aku hendak kemana. Dan melanjutkan sekolah lagi atau tidak, aku juga tak tahu.
Aku sangat menikmati hari-hari ku disini. Terlalu banyak kenangan dan kebahagiaan yang tak bisa kudapatkan dari tempat manapun.
Disini aku mulai hidup mandiri. Belajar hidup bermasyarakat tanpa kedua orang tua ku. Walau disini aku di temani mbakku. Aku dan dia jarang bertemu. Jadi aku tetaplah merasa tidak punya siapa-siapa ketika masih baru disini. Namun sekarang aku telah memiliki sahabat yang baik pada ku. Bahkan seperti saudara kandung ku sendiri.
Banyak hal yang telah ku pelajari selama dipondok. Banyak orang yang kukenal. Mereka juga dari berbagai kota sehingga tak heran jika logat bahasa kita berbeda. Meskipun demikian kami tetaplah menghargai satu dan yang lain. Permusuhan, mungkin pernah terjadi di antara para santri. Namun tak berjalan lama. Karena jika permasalahan dengan sahabat tidak segera diselesaikan. Maka kita seakan hidup sendiri.
Aku juga tak menyangka jika aku bisa berhubungan baik dengan keluarga dalem. Karena Rosyid beberapa tahun yang lalu. Dia yang tak mau diajak siapa pun dan ingin ikut dengan diriku. Al hasil, aku selalu mengajaknya sekolah dan pengajian. Dan ketika aku libur, aku akan mengajarinya dan bermain dengan dirinya. Dia seperti adik ku sendiri. Satu hal yang aku takutkan. Bagaimana keadaannya Rosyid nanti jika tiba saatnya aku boyong.
Aku berusaha membuat dia dekat dengan siapa pun. Tapi usahaku sia-sia. Bahkan saat libur panjang, seperti libur hari raya idul fitri. Selalu saja dia dan qodam ( santri yang membantu di dalem ) kerumah. Terkadang hanya mampir sebentar. Terkadang juga menginap.
Di taman
aku bersama ke -3 sahabat ku dan juga Rosyid
(dibuat dialog dulu ya)
Nurma: main apa syid
Rosyid: mobil-mobilan, MB bila ayo
ajarin aku belajar menghitung lagi
( mendekati Nabila dan duduk dalam
pangkuannya)
Nabila: ok, coba kamu hitung ada berapa
bunga di sini
Rosyid: ehmmmmm, bentar aku hitung dulu
( beranjak dari pangkuan dan berjalan berkeliling taman)
Hasna: itu anak Abah bil, kok Lo suruh hitung
bunga di taman seluas ini.
Nabila: emang. Tapi kalian belum tahu kalau
Rosyid itu cerdas banget. Bahkan dia
lebih pintar dari pada kita.
Dina: Iya has, Rosyid itu udah biasa kayak gitu
malah dia sendiri yang minta. Kalau
dikasih soal gampang dia gak mau. Tapi
kalau soal yang seperti ini dia akan
langsung mencari jawaban nya.
Hasna: terserah kalian deh
Nurma: eh ngomong-ngomong kalian ada
rencana apa setelah lulus nanti
Hasna: kalau gue mau ke Jogja. Kuliah di
UGM, dan ngambil jurusan Hukum
Keluarga Islam
Dina: kalau gue mau ke Surabaya. Kuliah di
Universitas Erlangga dengan prodi ahli
gizi. Minta doanya ya, mudah- mudahan
gue diterima disana.
Hasna, Nurma dan Nabila: amin.....
Nurma: kalau gue mau tetap disini. Dan lanjut
di IAIN Ponorogo ngambil prodi
Bimbingan Penyuluhan Islam.
Dina: kalau Lo bil
Nabila: belum tau gue. Lihat tar deh, ortu gue
nyuruh gue gimana.
Nurma: semoga Lo tetep disini sama gue
Nabila: gak janji ya....😀😀
Rosyid: MB Nabila, tadi aku udah keliling dan
hitung semua bunga yang ada di
taman ini dan hasilnya ada 250 bunga,
50 jenis, 125 warna
Hasna: wah..... kamu pintar banget bisa hitung
bunga yang ada di taman
Rosyid: iyalah, aku gitu lohhh. Karena aku
punya guru yangpaling baik dan sabar
Nurma: siapa???
Rosyid: MB Nabila yang paling cantik rupa dan
hatinya yang bentar lagi mau nikah
Nabila: baru di puji kok terus di jatuhin sih syid
Rosyid: aku serius MB. Bentar lagi bakal ada
yang mau ngelamar MB. Dan tidak ada
yang menolaknya sama sekali.
Termasuk mb, keluarga MB bahkan
Abah sendiri akan setuju.
Dina: serius kamu dek
Rosyid: iya, tunggu aja
Hasna: jangan lupa bil, tar kalau Lo nikah
beneran Lo undang kita-kita.
Nabila: iya, lagian gue masih pengingin
sekolah. Kalau sudah jodoh gak
kemana.
Nurma: kayaknya Lo udah siap nih
Nabila: gak juga, Lo tahukan gue aja gak
pernah berinteraksi dengan cowok,
cuma beberapa doang. Udah ah gak
usah di bahas lagi. Dek mau pulang
atau tetap disini.
Rosyid: ikut MB bila
Nabila: kita pulang yuk
Aku pun mengantarkan Rosyid pulang untuk tidur siang. Sedangkan sahabatku sudah kekamar duluan.
Karena Rosyid tidak mau ditinggal. Akupun menemani dia tidur.
Sudah berkali-kali aku coba untuk tidur tapi aku masih kepikiran dengan ucapan Rosyid tadi.
Apa yang dikatakan benar
Jika memang benar
Apa yang harus aku lakukan
Aku belum siap kalau hidup berumah tangga
Belum lagi
Jika aku menikah, aku tak bisa seperti teman-temanku
Ya Allah....
Bantu Hambamu ini.....
Aku tahu Engkau adalah sutradara terbaik
Semoga Engkau juga memberikan aku naskah yang baik untuk diriku sendiri dan orang lain
Amin.....
Amin.....
Ya Rabbal Al-Amin......
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
makasih 🙏🙏