Kisah cinta rumit terjalin di antara empat bersaudara, seorang wanita hadir menjadi rebutan.
Dialah Art Tara Biancasandra, seorang wanita cantik yang memiliki nasib buruk semenjak memiliki ibu tiri. Nasibnya berubah setelah mengenal seorang pria kaya yang memanfaatkan dirinya. Dari sanalah ia mendapatkan kisah asmaranya yang rumit, segala keluh kesah kehidupan di dapatinya mulai dari hal baik hingga hal buruk.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Apakah ia mampu menghadapi asmara jajar genjang itu?
Tidak ada permasalahan yang tidak mendapatkan jalan keluarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rha Setia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AJG 17
Pagi yang begitu gersang itu, menyambut kehadiran Sammuel yang sudah duduk di atas kursi kebangsaan. Tepat saat ia akan beranjak, Hanson datang menghampiri, dan langsung duduk di atas kursi besebrangan dengannya. Niat untuk meninggalkan tempat di urungkan untuk menyambut kehadiran kakaknya.
"Gue minta cuti seminggu,” pinta Hanson ragu-ragu, pasalnya ia tidak pernah melalaikan tugas barang sedetik pun.
Sammuel menghela napas rancunya, ia tau betul keluh kesah hidup sang kakak. Tanpa ragu ia memberikan kesempatan kepada kakaknya untuk menenangkan pikiran. "Boleh, lo izin juga sama si Jack."
"Udah!" Balas Hanson singkat kata, akan tetapi membuat sang adik menatapnya penuh lirihan.
"Tumben lo minta cuti, mau ke mana emangnya?" tanya Sammuel heran, begitulah sebiasanya si pekerja keras itu enggan sekali menggunakan waktunya untuk bersantai ria.
"Nyelidiki kasus kematian cewe gue,” jawab Hanson penuh keteguhan hati, ketika angannya telah memberi izin untuk melakukannya.
Akhirnya Sammuel merasa lega, sudah seharusnya kakaknya melakukan itu, lima bulan sudah berlalu menjadi waktu tak bermutu yang terbuang sia-sia lantaran sang kakak tidak pernah mencari tau hal itu. Namun tetap saja, ia merasa kegundahan kakaknya tidak akan sirna begitu saja. "Lo udah siap sama hasilnya?" tanyanya memastikan, namun membuatnya terkejut kala sang kakak membalasnya dengan dengusan kasar.
"Hmm,” balas Hanson hanya dengan dengungan, ketika mulutnya terbungkam puntung rokok berbara yang telah menjadi buruan mulutnya untuk menjadi bahan hisapan.
"Gue harap ga jadi beban lo apapun hasilnya,” seru Sammuel melirih dalam tatapan yang melekat pada wajah kakaknya, namun rupanya membuat sang kakak tertawa kecil menyikapinnya.
Tidak pernah sedikitpun Hanson berpikir untuk tega melakukan pembalasan dendam kepada ayahnya, jika saja sang ayah berkaitan dengan kasus kematian kekasihnya.
"Gue bukan lo atau si Jack yang kurang dewasa," sahut Hanson di sambut gelengan kepala pria yang kini tengah berhasil menyulut batang rokok di hadapannya.
Benar adanya, memang kakaknya inilah yang memiliki sikap paling dewasa di antara yang lain. "Gue ngaku lo emang paling dewasa di antara kita."
"Apaan sih, geli banget!" seru Hanson memekik geli, di sambut tawa kecil oleh adiknya di hadapannya.
Sejenak hening melanda, hanya suara dentingan kaca dari cangkir kopi yang mengisi suasana di sana.
"Gue denger perusahaan kehilangan satu pemegang saham,” seru Hanson memecah suasana hening seketika.
"Ya, tapi itu bukan urusan lo,” tepis Sammuel berkeras hati ingin membiarkan kakaknya melepas penat dari masalah pekerjaannya. Malah kini ia mengutuk kakak keduanya yang lagi dan lagi penyembunyian dirinya telah menjadi penyesalan untuk dirinya.
"Gue udah dapet penggantinya,” sahut Hanson melerai wajah yang mulai memaparkan aura sengit di hadapannya.
"Tunangan sama si Triana?" Sammuel menerka, ia tersenyum sarkas di akhir kalimatnya jika dirinya tidak terima dengan keputusan itu.
"Dia mah bukan mau ngasih saham, yang ada bokapnya pengen saham kita. Lagian di jodohinnya juga sama lo bukan sama gue,” sahut Hanson di sambut tawa geli oleh adiknya.
“Terus siapa yang mau lo kawinin?"
"Fiona,” jawab Hanson singkat, namun berhasil membuat kelopak mata adiknya terbuka lebar.
"Assistant lo?" Sammuel menyahut dengan pekikan nada suaranya, ia tidak percaya jika wanita yang selalu di hindari kakaknya kini mendapat sambutan akan hubungannya. Ia tau betul jika kakaknya yang duduk besebrangan dengannya ini sangat membenci orang yang di sebutkan itu.
"Ga ada jalan lain." Hanson mulai merancu hingga ia menatap kosong arah depannya. Sesungguhnya, ia berat hati mengambil keputusan itu. "Lagian ga ada ruginya juga, yang penting dapet saham dulu lah."
Sammuel menggeleng, ia mencoba melerai aksi kakaknya yang akan mengorbankan hatinya dengan mengingat bahwa Jackson lah yang akan mampu membantunya. "Lo lupa saham si Jack atas nama mantan bininya?" Jika memang masih ada, ia yakin Hanson tidak perlu bersusah payah menerima wanita itu untuk menjadi tunangannya.
"Udah dia cabut,” ucap Hanson berhasil menyulut rasa frustasi Sammuel hingga ia mendengus begitu kerasnya.
"B*ngke juga tuh orang." Sammuel menundukan wajahnya, menahan rasa kesal pada kakak keduanya yang selalu saja bertindak semaunya.
Hanson menyodokkan rokoknya di atas asbak, ia ingin segera mengakhiri pertemuan yang sudah mulai membuatnya tidak enak hati dengan bahasannya. "Soal saham, lo ga usah pikirin lagi, gue juga mau nyelidiki kasus mantan gue di bantuin si Fiona, makanya gue terima dia jadi tunangan gue,” tuturnya di balas anggukan paham oleh adiknya.
“Dia tulus sama lo ya?" Sammuel menghibur dalam leluconnya, akan tetapi membuat sang kakak menyeringai miris membalasnya.
"Persetan tulus punggung lu bolong,” sahut Hanson penuh emosi, membuatnya kian enggan melanjutkan perbincangannya. Lantas, tanpa ragu ia bangkit berdiri di hadapan adiknya, membuat sang adik turut berdiri menyambut gerakannya.
"Ya udah cuma lo yang tau, lo atur aja sendiri." Kemudian, Sammuel melangkahkan kakinya hingga berhadapan dengan kakaknya. Tubuhnya tersandar pada meja kebangsaannya, kedua tangan merogoh saku kiri kanan celananya seolah menahan kakaknya untuk tidak pergi begitu saja.
"Besok lo urus invest aja biar ga anjlok, buat akomodasi dana tender platinum biar gue semua yang urus,” seru Hanson bertegas hati, tidak ingin mendapat penolakan dari si keras kepala itu.
Sammuel menatap lirih wajah kakaknya, selalu saja sang kakak yang masih berdiri di hadapannya yang bertanggung jawab untuk urusan perusahaannya. Seharusnya, semua itu adalah pekerjaan kakak keduanya. Namun, mau bagaimana ia merundingkan dengannya jika hingga kini ia masih kesulitan untuk menemui kakak keduanya itu?
"Ini bukan bagean lo Hans, lo pengacara di sini mending lo urusin kasus korupsi aja,” ujarnya di sela bayangan menuju pencarian cara agar kakak keduanya segera kembali. Seringai kemenangan tersirat di balik wajahnya, ketika ia memantapkan hati untuk mengambil keputusannya. Yakni, membawa wanita penghibur itu ke dalam perusahaan. "Lo serahin sisanya sama gue, sama abang sialan lo juga si Jack."
"Anehnya gue ga mau bebas dari urusan itu." Hanson menolak tak bersarat, saat tawanya tersirat di akhir kalimatnya. Namun, kembali membuat adiknya menatap lirih wajah tampannya.
"Hans, gue boleh prihatin ga sama lo?" ujar Sammuel sebagai penghibur diri kala sang hati sudah tidak mampu memendam rasa ibanya.
Hanson menyiratkan senyuman dalam kewibawaannya, sebagai penyenggal kekhawatiran yang terpampang dari wajah adiknya. "Gue ga butuh di kasihani." Lantas menepuk pundak adiknya dan berlalu begitu saja tanpa berpamit.
"Jangan sok kuat lo kunyuk,” seru Sammuel memekik nyaring di kala lawan bicaranya telah menjauh darinya.
Hanson hanya membalasnya dengan lambaian tangan.
Seperginya Hanson, Sammuel kembali mendaratkan tubuhnya pada kursi kebangsaannya. Kepalanya menyandar pada atas penyandar sofa, tatapannya kosong menatap langit-langit, ia merenungkan diri di sana.
Ia berpikir keras agar dapat membawa wanita penghibur itu ke dalam perusahaannya secepatnya, agar mampu menjadi penghibur hati kakaknya itu sesegera mungkin.
Akhirnya ia memanggil assistantnya melalui alat komunikasi. Sesaat kemudian, Nicky pun nampak di hadapannya.
"Nick lo bisa selidiki kehidupan orang?" ucap Sammuel sebagai sapaan, ketika Nicky berhasil mendaratkan tubuhnya pada kursi yang besebrangan dengannya.
"Apa yang gue ga bisa?" sahut Nicky dalam gurauan, ia tertawa kecil di akhir kalimatnya sebagai pelengkap candaannya. "Siapa yang mau lo selidiki?"
"Cewe, namanya Art Tara Biancasandra pegawe malem di The Views,” jawabnya santai, namun berhasil membuat kejutan bagi sahabatnya.
"Oke kasih waktu paling lama seminggu,” sahut Nicky membubuhkan keteguhan diri tidak akan menyenggal keinginan sang atasan. Enggan bertanya lebih meski hati meronta ingin menerima jawaban kejanggalannya atas sikap atasannya yang tidak seperti biasanya.
Sejak kepergian kekasih hatinya, sang atasan tidak pernah terlihat olehnya untuk kembali membawa seorang wanita ke dalam kehidupan pribadinya. Namun kali ini, permintaan itu membuat Nicky merasa lega di saat mengira sang atasan telah tersembuhkan dari penyakit batinnya.
"Ga kelamaan? Dia bukan keturunan ningrat," sahut Sammuel di sambut rasa kejut melebih oleh asistantnya.
"Tumben lo nyari__"
"Udah lo lakuin aja, ga usah banyak protes!" tepis Sammuel penuh ketegasan, sekeras hatinya membenarkan jika keputusannya tidak akan di sesali.
Kini Nicky tertawa lega menyikapi ucapan sahabat kecilnya yang telah menjadi atasannya itu. Keterpurukan yang membuahkan rasa trauma dari atasannya selama lima tahun ke belakang ini akhirnya terhempas sudah. Ia meyakininya jika sang sahabat telah kembali pada sikap semula, di mana ia terkenal sebagai lelaki paling setia.
Sejak saat ia mendapatkan pengkhianatan, sikap arogan, dingin serta gemar mempermainkan wanita menjadi kebiasaannya hingga menghancurkan reputasi diri yang selalu di sebut-sebut seorang playboy.
Itulah kisah awal mula Sammuel menjadi seperti sekarang ini. Untuk selanjutnya, Nicky menerka jika sikap rendah hati itu akan kembali.
•
•
•
Tbc
hmm...apakah jackson tahu bahwasanya dia telah jadi seorang ayah??
semoga segera dipertemukan oleh takdir.
dan perasaan mendalam antara kasihan sesal dan tumbuhnya cinta ...
mengapa pula sikap nya sungguh terlihat kejam ke tara,mungkinkah tara anak yg tdk di inginkan kelahirannya??
selamat berjuang tara,menata masa depan dengan peluh halalmu.
ujian terberat tara akan segera dimulai,kenapa kebablasan?kenapa tdk dengerin sahabat kamu tara
saya langsung cus ngingip visualnya mom😁