hai ini karya baruku guys. aku pemula
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon upilBTS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran yang tersembunyi
Ahzel berdiri diam di tengah jalan, yangkini dipenuhi tubuh tubuh yang terkapar. baumesiu masih menggantung di udara bercampur dengan dinginya london. napasnya sedikit memburu bukan karna kelelahan, tetapikarena pikiranya yang berputar begitu cepat.
Matanya menatap maximilian, yang masih berdiri dengan pistol di tanganya, pria itu tetap tenang, seolah kekacawan ini hal biasa baginya. tatapan matanya dingin ekspresinya tak tergoyahkan sedikitpun bahkan ketika darah mengotori sebagian jas mahalnya.
Ahzel menalan ludah, jantungnya berdegup keras didadanya, "siapa kau sebenarnya,".suaranya lebih pelan dari biasanya nyaris berbisik.
Maximilian akhirnya menoleh ke arahnya, menatapnyadengan sorot mata yang sulit diartikan.
" atau kau..... "
"baru menyadarinya sekarang hmm".
Ahzel menggeleng pelan, langkahnya sedikit goyah saat ia mundur"aku tahu kau pria berbahaya, aku tahu kau punya kekuasaan besar. tapi aku tak pernah berpikir kalau kau_"ia terdiam tak sanggup menyelesaikan kalimatnya.
Maximilian memasukan pistolnya ke dalam sarung di balik jas nya, lalu berjalan mendekatinya dengan tenang
"dan apa itu mengubah sesuatu?".
Ahzel menatapnya tajam"tentu saja aku menikah dengan mafia max, aku bahkan tak tahu kenapa aku terjebak dalam situasi seperti ini."
Maximilian mengangkat alisnya "terjebak".
Ahzel mendengus"ya! aku pikir kau pria kaya mombosankan, tapi ternyata kau pria kaya yang membosanyak dan mafia, what! "
Maximilian menyeringai kecil"aku tidak mombosankan".
Ahzel berdecak kesal"itu bukan poin utamanya.
ia menghelan nafas panjang, mencoba meredakan emosinya, pandanganya telah menyapu keadaan di sekeliling sekali lagi mobil mobil yang berlubang karena peluru, para ptia bersenjata yang bergeletak tak bernyawa, dan anak buah maximilian yang terlihat biasa saja meskipun sebagianya terluka seolah semua ini rutinnitas mereka sehari hari.
Ahzel tahu ia bar bar, ia tidak takut dengan perkelahian dan pertempuran darah, tapi kali ini berbeda, ini bukan sekedar perkelahiyan kecil, ini dunia yang benar benar lain, dunia yang tak pernah ia bayangkan akan menjadi bagianya.
ia ahhirnya menarik napas dalam dan menatap maximilian dengan penuh tekad"fuck aku tak perduli apapun yang terjadi kita harus bercerai".
maximilian menatapnya sejenak"tidak akan".
ahzel melihat mobil mewah yang ia gunakan besama max, ia langsung menghampiri mobil itu tanpa ragu ahzel membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya,"aku butuh waktu sendiri jangan cari aku".ujar ahzel setelah itu langsung mengacungkan jari tengahnya
maximilian memperhatikanya dalam diam, ia tahu ahzel membutuhkan waktu untuk mencerna semuahnya. tapi satu hal yang pasti ia tidak akan membuat wanita itu pergi darinya.
mobil melaju meninggalkan tenpat kejadian, sementara maximilian berdiri di tempatnya, dikelilingi anak buahnya dan musuhnya yang tak bernyawa.
dengan tenang ia menarik napas dalam membiarkan udara dingin masuk ke paru parunya.
ia tahu pasti wanitanya mendatangi sahabatnya orang yang membuatnya berhasil mengikat ahzel dalam ikatan yang kuat meski dengan ancaman.
Ahzel mungkin ingin lari darinya, tapi maximilian tahu cepat atau lambat wanitanya akan kembali, ataujika tak kembali ia akan menjemputnya dengan paksa.
"urus semua" ujarnya pada salah satu anak buahnya. iamelihat lukas yang sudah dengan mobil baru menjempunya".
"akan kemana tuan"ujar lukas tanpa basa basi.
" pulang malam nanti kita pergi ke club"ujarnya tenang sambik menyeka darah di wajahnya
dan terus awasi istriku".
hi gyus.