NovelToon NovelToon
Mr.Mafia And Tough Woman

Mr.Mafia And Tough Woman

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mafia / CEO / Action / Cintamanis / Romansa / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: hofi03

Daniella Dania wanita tangguh yg hidup sebatang kara harus mengalami peristiwa yang membuat dunianya runtuh kesucian nya di ambil oleh pria yg tidak dia kenal di malam kelulusan nya karna jebaka seseorang yg tidak menyukai nya di sebuah hotel nega A

Calix Matthew Batrix pria super tampan,cuek, dingin tak tersentuh orang paling berpengaruh baik di dunia atas atau bawah CEO BATRIX GRUP dan pemimpin mafia Eropa dan asia BLACK DRAGON.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MELAHIRKAN PART II

"CALIXX...!"

OEEK... OEEK...!

Tangisan nyaring memecah ketegangan. Bayi pertama, seorang putra yang sangat tampan, lahir ke dunia. Dokter meletakkan tubuh mungil yang kemerahan itu di atas dada Dania. Air mata Dania tumpah saat kulit lembut itu bersentuhan dengan kulitnya.

"Putra pertama, Nyonya. Dia sangat kuat," puji Dokter.

Namun, perjuangan belum usai. Sepuluh menit kemudian, gelombang sakit itu kembali menghujam. Perawat segera mengambil bayi pertama untuk dibersihkan, sementara Dania kembali bertaruh nyawa.

Proses lahir bayi kedua jauh lebih sulit. Dania harus membalikkan badannya ke samping, mengejan hingga urat lehernya menegang. Dua puluh lima menit berlalu penuh drama hingga akhirnya bayi kedua lahir. Ternyata, lehernya terlilit tali pusat, itulah yang membuatnya sulit keluar.

"Jagoan lagi, Nyonya! Selamat!" Dokter mengangkat bayi kedua yang langsung menangis keras begitu lilitannya dilepas.

Dania tersenyum lemah di balik masker oksigennya. Ia kelelahan, namun ia tahu, masih ada satu malaikat kecil yang tertinggal di dalam sana.

Proses lahir bayi terakhir adalah yang paling menguras energi. Bayi ini seolah ingin berlama-lama di dalam rahim hangat ibunya. Dania bahkan harus turun dari ranjang dan berjongkok dengan bantuan perawat karena kakinya sudah gemetar hebat.

"Ayo, sedikit lagi, Nyonya! Kepalanya sudah terlihat!"

Dengan sisa tenaga terakhir, Dania mengejan sekuat mungkin. Detik berikutnya, suara tangisan yang lebih melengking dan nyaring terdengar.

"Seorang putri! Baby girl, Nyonya! Dan lihatlah, dia yang paling besar di antara kakak-kakaknya!" seru para perawat heboh.

Dania jatuh terkulai di ranjang, air mata kebahagiaan mengalir deras. Kembar tiga. Dua putra dan satu putri. Sebuah keajaiban yang lahir dari satu malam yang tak terduga.

Tiga puluh menit kemudian, Dania sudah dipindahkan ke ruang rawat VVIP. Tiga boks bayi berjejer di samping tempat tidurnya. Rafael masuk dengan wajah yang berseri-seri, namun tiba-tiba ia berhenti dan mengernyitkan alis.

Ia menatap ketiga bayi itu bergantian, lalu menatap Dania. "Kak Nia..."

"Ada apa, Rafa?" tanya Dania lembut.

"Apa Kakak yakin mereka tidak tertukar di ruang persalinan?" tanya Rafael dengan wajah polos yang menyebalkan. "Lihat mereka! Tidak ada satu pun yang mirip dengan Kakak!"

Dania tertawa kecil meski perutnya masih nyeri. "Sembarangan kamu! Mana ada tertukar. Memang kenapa kalau tidak mirip denganku?"

"Mereka semua... wajahnya... benar-benar jiplakan pria itu, kan?" Rafael bertanya hati-hati.

Dania terdiam sejenak. Ia memandangi ketiga buah hatinya. Benar kata Rafael. Meski ada dua putra dan satu putri, wajah mereka adalah salinan sempurna dari Calix Matthew Batrix. Hanya bibir sang putri yang mirip dengannya, selebihnya? Mereka seolah hanya "menumpang lewat" di rahim Dania.

"Iya," lirih Dania sambil mengusap air matanya. "Mereka sangat mirip dengan Daddy-nya."

"Maaf, Kak... Rafa tidak bermaksud membuat Kakak sedih," Rafael langsung memeluk Dania, merasa bersalah karena telah memicu memori pahit itu.

Malam harinya, saat Rafael sudah tertidur di sofa, Dania meraih laptopnya. Jemarinya bergerak lincah di atas papan ketik. Dalam hitungan detik, ia berhasil menembus protokol keamanan tingkat tinggi dan masuk ke sistem CCTV ruang kerja Calix di Negara A.

Di layar, ia melihat Calix. Pria itu tampak berantakan, duduk sendirian dengan sebotol wiski di tangannya, menatap sebuah foto lama Dania yang berhasil ia dapatkan.

Dania menyentuh layar laptopnya, tepat di wajah Calix. "Lihatlah, Calix... mereka lahir dengan selamat. Mereka memiliki matamu dan garis rahangmu yang tegas."

Dania terisak. Ia melihat Calix yang tampak hancur, pria yang biasanya begitu berkuasa kini terlihat rapuh karena merindukannya.

"Aku tidak membencimu, Calix. Aku tahu malam itu kita berdua adalah korban," bisiknya pada layar. "Aku berjanji, suatu hari nanti aku akan mengenalkan mu pada mereka. Tapi tidak sekarang. Aku belum siap kembali ke duniamu yang penuh badai."

Dania menutup laptopnya, lalu beralih menatap ketiga bayinya yang tertidur lelap. Ia tidak lagi sendiri. Ia memiliki Rafael, dan sekarang ia memiliki Triple, tiga alasan baru untuk terus bertahan hidup di persembunyiannya yang indah.

Tiga hari telah berlalu. Aroma obat-obatan rumah sakit yang menyesakkan kini berganti dengan aroma bayi yang menenangkan. Hari ini, Dania resmi diperbolehkan pulang. Rafael, sang "Uncle Kesayangan", tampak lebih sibuk dari siapapun. Ia bolak-balik memeriksa tas perlengkapan, memastikan tidak ada satu pun popok yang tertinggal.

"Kak, apa Kakak sudah menyiapkan nama untuk tiga malaikat kecil ini?" tanya Rafael tanpa mengalihkan pandangannya dari boks bayi. Ia dengan gemas menekan-nekan pipi gembil bayi-bayi itu.

Dania tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca penuh haru. "Tentu saja sudah."

"Siapa kak? Cepat beri tahu aku!" desak Rafael tak sabaran.

Dania berjalan mendekat, jemarinya mengusap lembut dahi putra pertamanya yang sedang terlelap. "Si Sulung... Arkanza Matthew Batrix." Ia mengecup kening bayi itu dengan takzim.

Pandangannya beralih ke bayi kedua yang tampak tenang. "Arfathan Matthew Batrix."

Terakhir, ia menggendong putri kecilnya, satu-satunya bunga di antara para pelindung. Suara Dania sedikit bergetar saat menyebutkan namanya. "Azura Daniella Batrix."

Dania terdiam sejenak, membelai pipi Azura yang sangat mirip dengan ayahnya. Ia sengaja menyematkan nama Matthew Batrix pada putra-putranya dan Batrix pada putrinya. Walau Calix tidak ada di sini, darah pria itu mengalir deras di nadi mereka.

"Sayang... tumbuhlah menjadi anak yang hebat. Kalian adalah duniaku, alasan jantungku tetap berdetak," batin Dania sambil menyeka air mata yang jatuh di pipinya.

"Wah, nama yang luar biasa! Triple A!" seru Rafael bersemangat, lalu memeluk Dania erat. "Tenang saja Kak, selama ada Uncle Rafa, mereka akan tumbuh menjadi ksatria."

Tok! Tok! Tok!

Pintu kamar rawat terbuka. Mang Asep masuk dengan wajah berseri-seri. "Maaf Tuan Muda Rafael, mobil sudah siap di lobi."

"Oh, Mang Asep! Tolong bawakan tas besar ini ke bagasi ya, Mang," perintah Rafael sopan.

"Baik, Tuan Muda." Mang Asep segera mengangkat tas berat itu. Meski ia hanya seorang supir, Dania dan Rafael selalu memperlakukannya dengan hormat, sebuah kemanusiaan yang jarang ditemukan di kalangan orang kaya.

Mereka pun melangkah keluar. Ketiga bayi itu ditempatkan di sebuah stroller khusus pesanan Dania. Rafael dengan bangga mendorong kereta bayi itu, sementara Dania berjalan di sampingnya. Mereka tampak seperti keluarga kecil yang bahagia, meskipun ada satu kepingan yang hilang: sang ayah.

Di Negara A, suasana di gedung Batrix Group sangat mencekam. Calix Matthew Batrix duduk di kegelapan ruang kerjanya, hanya ditemani cahaya rembulan yang masuk melalui jendela besar. Di tangannya, ia memegang selembar foto Dania yang sudah mulai lusuh karena terlalu sering disentuh.

1
Lily Formosa Lily
egois bnget ibu nya
Lily Formosa Lily
egois bnget dania memisahkan ank dngn bpak nya
Maa Yanti Maa Yanti
runtuh sudah harga diri calik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
ngidam anak calik mh sllu diluar angkasaaa 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
seruuu thoorr klau azura dijodohin ama caisar 😍🫶 tpi calik g setuju 🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
tanda" adek tuk baby triple 😍🥰
Maa Yanti Maa Yanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
om sam oh om Sam blum tahu kasiat obt itu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
ngakaaakkkk s bnget s centil azura 😘🤣🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
ikut sediih 😭😭😭😭
Maa Yanti Maa Yanti
ngaaaakaaaaqkkkk bngett thotrrr 😘🥰🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
lucuuu bngetttt ih 😍😘 dasaaarr bocil 4 literrrr bikin heboooh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
butan denduttt abang " dn jula tpi gemoyyy unyuuuu 😘🤣🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
masyaa Allah tabarakallah lucuuu ganteng dn cantik anak " nya 😍🥰 comeeelllll bngetttt geeemeesss 😘
Deasy Megaputri
awalnya ngga tau, ntar lama2 malah sering modus kayak calix 😂
Ningsih Gedeona
kadang bingung baca crrita inikatanya uda tau ada pengkianat tapi ga mau suru anak. buah jaga, masa tunggu hilangbdulu.....
ulfa lingga
pasti obat aneh2 ya 🤣🤣🤣
Warni: Hahahahaha😱
total 1 replies
Gani Bambang
kasian xalik
Las3_@ina
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!