Bahaya!
Seorang gadis manis menjual dirinya sendiri pada kakak iparnya. Kirana namanya dia mendapat perlakuan sadis dari sang suami yang menyuruhnya menjadi wanita malam.
Kirana tidak pernah di sentuh oleh suaminya, sehingga hubungan terlarang antara dirinya dan kakak iparnya perlahan menjadi sebuah kerangka cinta.
Mampukah cinta mereka meruntuhkan norma, dan membebaskan Kirana dari cengkeraman suaminya?
Simak kisah lengkapnya dalam Novel Pelacur tapi Perawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan Keenan
"Dan ini." Alvin membuka buku kecil itu hingga membuat mata Kirana memerah dan air matanya jatuh seketika, tak ada yang mampu di ucapkan Kirana kala itu.
"Aku hanya ingin bersumpah di hadapan tuhan sekarang." Ucap Alvin mengelus pipi Kirana, Kirana menangis dan langsung memeluk Alvin, seperti mimpi rasanya bagi Kirana semua itu.
"Terimakasih kak." Lirih Kirana membuat dada Alvin berguncang hebat saat tubuh mereka saling bersentuhan.
"Ran, ini semua di lakukan Momy." Lirih Alvin mengusap punggung Kirana, Kirana kembali menatap di mana buku nikah yang memperlihatkan fotonya dan Alvin tertera.
"Apa aku sedang bermimpi?" Tanya Kirana tak percaya, Alvin juga tak menyangka ternyata Kirana tak marah sedikitpun padanya justru raut bahagia terpampang di sana.
"Tidak sayang." Lirih Alvin hingga kembali pelukan hangat yang di berikan Kirana pada Alvin mampu menghangatkan keduanya.
"Heh Alvin, aku beri tahu kepadamu. Kejantanan milik mu bahkan tidak bisa hidup, kamu pasti di jebak siluman itu! Aku yakin dia bermain serong dan meminta pertanggung jawaban dari mu kan?" Terdengar sayup sayup teriakan Violet dari halaman.
"Wanita itu benar benar." Ucap Alvin kesal dia kembali keluar dari kamarnya dengan wajah marah yang di ikuti oleh Kirana.
"Heh PEL4CUR! Aku tidak akan melepaskan mu, dan kau Alvin kau lebih baik mati!" Violet melepaskan diri dari cengkeraman para penjaga dan mengambil sebilah pisau dari sepatunya.
Violet yang merupakan seorang anak tentara memang selalu di bekali berbagai jenis senjata, mata Kirana membulat saat pisau itu menuju ke arah Alvin.
"TIIIDAAAAAK!!!" Teriak Kirana memeluk tubuh Alvin secepatnya, Alvin berusaha menahan tangan Violet hingga beberapa saat lengan Violet berhenti dan menatap Alvin.
"Lancang!" Pekik Alvin membanting lengan Violet, kali ini Alvin benar benar tidak akan melepaskan wanita itu sama sekali dia sudah murka dan bersumpah akan menghajar seluruh keluarga Violet.
"Bawa dia ke kantor polisi!" Perintah Alvin, dengan gemetar Kirana masih memeluk Alvin dan memendamkan wajahnya di dada bidang Alvin yang kini sudah menjadi suaminya secara hukum.
"Sayang.." Lirih Alvin mengangkat dagu Kirana dan tampaklah wajah ketakutan Kirana, memang sejak tadi Alvin bisa merasakan tangan Kirana yang bergetar hebat, Kirana masih belum bisa mengobati traumanya.
"Kak, aku.." Kirana tak sanggup membuka matanya dia juga tetap diam dalam posisi yang menurut Alvin enak baginya.
"Maaf." Lirih Alvin memeluk Kirana dan langsung menuntun Kirana masuk ke dalam istana megahnya, Alvin mendudukkan tubuh Kirana di sebuah sofa di ruang keluarga namun mata Kirana masih terpejam.
"Sayang, buka matanya ya?" Pinta Alvin memelas, Kirana perlahan membuka matanya dan melihat wajah khawatir Alvin yang terdiam menatapnya.
"Masih takut?" Tanya Alvin merentangkan tangannya dan langsung di sambut pelukan oleh Kirana. Kirana menyembunyikan wajahnya lagi di dada Alvin, dalam posisi itu Alvin dan Kirana memang sangat dekat.
"Kak, Kakak cinta sama aku gak?" Tanya Kirana ragu, dia ragu akan apa yang di berikan Alvin selama ini hanya bentuk pertanggung jawaban saja meski beberapa kali dirinya sendiri mendengar kata cinta dengan lantang dan jelas di katakan oleh Alvin.
"Ya tentu saja, aku sering mengatakannya bukan? Seharusnya aku yang sekarang bertanya seperti itu pada mu kan?" Alvin mengelus rambut Kirana dengan penuh perasaan.
"Malu." Ucap Kirana seketika itu juga Alvin tertawa mendengar penuturan Kirana, Malu? benar benar pikir Alvin.
"Malu punya suami kaya aku ya?" Tanya Alvin dengan wajah yang pura pura masam, Kirana cepat menggeleng dan mengecup bibir Alvin sekilas, dia takut bila Alvin tiba tiba akan marah padanya.
"Tidak, bukan seperti itu. Aku malu pada diriku sendiri." Lirih Kirana Alvin tahu perasaan Kirana itu dan langsung membawa wanita itu untuk tidur di sofa di ruang keluarga yang semula hanya mereka duduki saja itu.
"Aku tidak perduli akan apapun, aku hanya cinta Kirana." Alvin berbisik manja, Kirana sudah tahu bila Alvin dalam mode seperti itu pasti ada maunya.
"Malu, jangan di sini." Bisik Kirana mencubit pinggang Alvin, Alvin tertawa terbahak bahak dan memanggil kepala pelayan.
"Bawa semua pelayan ke belakang, jangan ada yang mendekat ke tempat ini." Perintah Alvin, Kirana seketika terperanjat dan hendak berdiri.
"Mau kemana?" Tanya Alvin kembali menarik lengan Kirana pada pelukannya, Kirana tertegun dan kembali berusia berdiri, sedangkan kepala pelayan sudah mulai menjalankan perintah yang di katakan Alvin.
"Aku tidak pernah melakukan ini selain di kamar dan kamar mandi, sekali kali di sini kayanya asik." Alvin menyibakkan rambut dari leher jenjang Kirana.
"Ta..tapi ada cctv." Lirih Kirana sedikit merasa geli saat lidah Alvin mulai menjelajahi ujung telinganya.
"Itu aman sayang, aku tidak akan biarkan siapapun melihat tubuh mu selain aku." Alvin muali mengangkat baju Kirana dan memasukan tangan kanannya untuk bermain di sebuah puncak gunung.
"Aw..geli.." Kirana menggeliat saat tangan nakal Alvin mulai bermain main di tubuhnya, hingga akhirnya mereka melakukan itu di ruang keluarga.
Setelah beberapa kali dan beberapa lama akhirnya Kirana tertidur akibat kelelahan, Alvin benar benar merasa puas pada dirinya sendiri. Alvin mengelus kening Kirana yang kini tertidur lelap yang masih belum mengenakan apapun kecuali selimut yang baru di ambil Alvin dari kamarnya.
Alvin membersihkan diri dan masih membiarkan Kirana tertidur, dia memasak dan menyiapkan semua keperluan Kirana saat Kirana akan bangun.
Tok.. Tok.. Tok..
Alvin terkejut saat pintu depan di ketuk dan suara wanita terdengar menggerutu penuh amarah, Alvin membuka kunci dan tampaklah sang Momy yang berdiri dengan koper besarnya bersama Keenan.
"Dasar kau ini ya! Ka.." Alvin buru buru menutup mulut Momynya dan berbisik.
"Shuuyt.. Kirana baru tidur." Bisik Alvin dan buru buru mengambil baju baju Kirana yang tergeletak dan dengan secepat kilat Alvin mengangkat tubuh Kirana membawa wanitanya itu menuju kamarnya.
"Kalian melakukan itu di sini?" Momy menatap curiga ke arah Alvin, dia juga menatap box tisue yang kosong.
"Heheh.. udah udah, Keenan apa kabar?" Alvin menatap Keenan yang nampak lebih segar dengan penampilan memukaunya kini berkat Momy Alvin tentunya.
"Baik kak." Jawab Keenan malu malu, dia melirik Bunda yang nampak terkekeh saat beberapa kali bertemu wanita cantik di Bandara dan menanyakan tentang Keenan.
"Hei Vin, sepertinya kepopuleran mu akan segera berakhir." Momy menepuk pundak Alvin.
"Tidak apa apa, lagi pula aku akui memang Keenan sangat keren sekarang." Alvin mengangkat jempolnya.
"Ayo makan dulu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan terlebih dahulu." Alvin menatap Momy dan Keenan dengan wajah serius.
Bersambung...
Mbak baru mau maraton lagi dikarya kak Nuah yang sudah tamat
ceritanya bagus👍👍