Vina gadis cantik dan baik hati, anak dari Halwa dan Kevin, kehidupannya begitu sangat bahagia dengan pacarnya yang begitu sangat perhatian, tapi sebuah peristiwa terjadi dan membuat kehidupan Vina berubah, dia harus menikah dengan seseorang yang dendam dengan keluarganya dan ingin melampiaskan dendam itu kepada Vina.
Apa motif lelaki itu dan kenapa dia bisa begitu dendam dengan keluarga Vina?.
Yang penasaran langsung aja dibaca. Makasih.
Follow
Ig;Aininabila23
Fb;Aini Nabila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Setelah sarapan bersama, Vina pun pergi mengganti bajunya dengan baju yang sudah dibawa oleh asisten pribadi Rio, sedangkan Rio dia pergi menuju kantornya. Awalnya Halwa dan Kevin melarang Rio untuk pergi sebab Rio dan Vina baru saja menikah, tapi Rio memaksa dengan alasan banyak pekerjaan dan dia juga janji untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat supaya bisa pulang cepat.
Sedangkan Maya, dia pergi untuk reuni bersama teman-teman SMP-nya.
Setelah mengganti bajunya, Vina pun turun dan melihat papa dan mamanya sudah memakai pakaian rapih.
"Ayah sama bunda udah mau pulang?"tanya Vina karena dia mengira jika mama dan papanya akan pulang siang.
"Iya sayang, soalnya ayah dan bunda mau pergi dulu kerumah nenek, kan udah lama bunda dan ayah nggak kesana"ujar Halwa.
"Kok Vina nggak diajak"ujar Vina memonyongkan bibirnya.
"Kamu itu udah menikah, nggak usah kayak anak kecil gitu, nanti kamu bisa kerumah nenek bareng dengan Rio kan"ujar Kevin.
"Vina jika kamu tidak bahagia dengan pernikahan kamu, rumah bunda dan ayah akan selalu terbuka untuk kamu"ujar Halwa.
Aku nggak ngerti bun. Tapi mungkin suatu saat nanti aku akan kembali kerumah bunda dan ayah dengan situasi yang sudah berbeda, batin Vina.
"Iya bun, makasih ya"ujar Vina berusaha tersenyum.
"Sama-sama sayang, nanti sampaiin pamit bunda dan ayah sama Rio ya"jawab Halwa dan diangguki oleh Vina, setelah itu Halwa dan Kevin pun pergi.
Setelah kepergian Halwa dan Kevin, hp Vina pun berdering dan masuk sebuah sms.
Penjahat
Saya sudah membebaskan Arga dan sudah membuat perusahaannya seperti dulu lagi, sekarang kamu harus tepatin janji kamu untuk tidak ketemu lagi dengan Arga.
Kontak yang bernama penjahat didalam hp Vina itu tak lain adalah Rio, Vina sengaja menulis nama Rio di kontaknya dengan penjahat karena yang Rio lakukan saat ini memang sudah kelewatan.
Vina hanya membaca pesan itu tanpa berniat untuk membalasnya karena dia benar-benar malas dengan orang yang mengirimkan sms itu padanya.
"Baguslah kalau Arga sudah bebas dan perusahaannya juga sudah membaik"ujar Vina tersenyum walau air matanya mengalir di pipinya, tapi dia langsung menghapus dua tetes air mata yang keluar dari kedua matanya itu.
Seharian ini Vina hanya menonton dan memainkan hpnya karena dia tak tau harus melakukan apa lagi, sebenarnya dia sangat bosan dan tidak tau harus melakukan apa.
"Selamat sore kakak ipar!"teriak seseorang dan Vina yakin jika itu pasti Maya.
"May, kamu udah pulang?"tanya Vina bangkit dari sofa yang ia duduki lalu berjalan keraha Maya.
"Iya, tadi sih sebenarnya aku ingin pulang malam cuman karena kakak ipar ada dirumah jadi aku pulang cepat deh buat nemenin kakak"ujar Maya sambil tersenyum dan senyumannya dibalas oleh Vina.
"Kamu yakin kalau kamu dan Rio itu saudara kandung?"tanya Vina, sebab menurut Vina sikap Rio dan Maya itu sangat jauh berbeda bagaikan api dan air.
"Ya iyalah kak, emang kenapa?"ujar Maya dan hanya mendapat kan gelengan dari Vina.
"Ngapain kalian berdua disini?"ujar seseorang yang baru saja datang bersama asisten pribadinya, siapa lagi orang itu kalau bukan Rio.
"Kak Rio tumben cepat pulang"ujar Maya.
"Tadi kan kakak udah janji sama ayah dan bunda untuk cepat pulang jadi kakak tepatin"ujar Rio sambil matanya memandang kearah Vina.
"Kak yang bicara sama kakak itu aku bukan kak Vina, kok malah lihatnya kesana sih, emang ya dasar pengantin baru"ujar Maya.
"Anak kecil nggak usah banyak bicara, mending kamu masuk kekamar kamu, mandi gih kamu bau"ujar Rio.
"Isss aku nggak bau ya kak, kakak aja tu yang bau, kak Vina jangan mau seranjang sama kak Rio apalagi berhubungan badan sama dia soalnya dia bau"ujar Maya lalu langsung berlari kekamarnya sebelum mendapatkan amukan dari kakaknya itu, sedangkan Vina dia terdiam tidak tau mau bicara apa.
"Kamu bisa pulang sekarang, nanti malam kita Gmail aja soal pekerjaan tadi"ujar Rio dan diangguki oleh asisten pribadinya itu, Vina yang melihat Rio sedang bicara dengan asistennya itu memilih memasuki kamarnya saja.
Belum lama Vina dikamarnya itu, Rio pun masuk dan memandang Vina yang tengah main hp di atas ranjang.
"Siapkan baju saya"ujar Rio, Vina hanya meliriknya sekilas lalu pergi mengambilkan Rio baju. Setelah mengambilkan Rio baju, Vina meletakkan baju itu diatas ranjang karena Rio sedang mandi di kamar mandi.
Rio pun keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk sepinggang, Vina yang melihat itu bergegas keluar, tapi Rio langsung menarik tangannya.
"Kamu mau kemana?"ujar Rio.
"Keluar"jawab Vina singkat.
"Apa ada yang salah?, kenapa kamu bicara sesingkat itu"ujar Rio yang sudah mulai kesal.
"Tidak ada yang salah, saya lagi sariawan malas bicara panjang"ujar Vina lalu menarik tangannya dari genggaman Rio, tapi Rio langsung menarik tangan Vina dengan lebih kencang lagi sehingga mereka berdua terlempar keranjang dengan posisi Rio dibawah dan Vina diatas.
"Lepasin saya"ujar Vina karena dia sedikit risih dengan Rio yang hanya menggunakan handuk sepinggang.
"Kalau kamu bicara sesingkat tadi lagi ke saya, saya tidak tau apa yang akan saya lakukan pada kamu malam ini"ujar Rio tepat ditelinga Vina membuat gadis itu merinding.
"Maksud kamu?"tanya Vina.
"Saya adalah pria dewasa dan kita sudah menikah, jadi kalau kita melakukan,,,"ucapan Rio langsung dipotong oleh Vina sebab Vina tidak ingin mendengar kata selanjutnya lagi.
"Ok maafkan saya, kata-kata kamu tidak perlu dilanjutkan, saya janji tidak akan bicara sesingkat tadi"ujar Vina.
"Bagus"jawab Rio.
"Lepasin saya"ujar Vina.
"Kamu yang ada diatas saya, seharusnya saya yang bilang 'lepasin saya' bukannya kamu"ujar Rio yang membuat Vina tidak habis pikir dengan suaminya itu, tidak kata suami untuk Rio itu terlalu berlebihan yang pas untuknya adalah kata seorang bos yang semua perintahnya harua dituruti.
"Tapi kan tangan kamu yang memegang lengan saya membuat saya tidak bisa berdiri"ujar Vina selembut mungkin, lalu Rio langsung melepaskan pegangannya dari tangan Vina.
"Sudah saya lepas tapi kamu masih tetap diatas saya, kenapa?,suka ya?"ujar Rio sambil tersenyum penuh arti kearah Vina membuat gadis itu merinding dan langsung berdiri.
"Ini saya sudah berdiri"ujar Vina.
"Kamu berani membantah saya?!"ujar Rio.
"Tidak"
"Makanya kamu itu diam saja, anggap saya selalu benar, karena satu yang harus kamu tau saya tidak pernah salah, kalau saya salah kembali ke ucapan saya tadi kalau saya tidak pernah salah"ujar Rio membuat Vina geram kepadanya, tapi Vina tidak bisa melawan Rio sebab jika itu terjadi mungkin kehidupannya akan terancam.
"Sekarang kamu keluarlah. Owh saya tau kamu ingin berlama-lama disini karena ingin melihat saya ganti baju kan, dasar wanita mesum"ujar Rio, Vina pun langsung keluar dari kamar Rio itu sebelum dia tidak bisa mengendalikan emosinya dan malah mengeluarkan seluruh unek-unek nya terhadap Rio seperti apa yang dia lakukan pada malam pengantinnya.
Ya Allah apa dosaku sampai aku harus bertemu dengan lelaki seperti itu, lelaki brengsek, lelaki terjahat, lelaki terburuk yang pernah ada, sumpah aku membencinya, batin Vina.
**Author; Jangan benci banget sama orang Vina nanti jadi cinta lo.
Vina;Nggak akan terjadi Thor.
Author;Kalau gue bikin lo jatuh cinta sama Rio pasti bisa.
Vina;jangan dong Thor, nanti saya kemakan kata-kata sendiri**.
Jangan lupa like dan komen yah guys gimana perasaan kalian pada saat part ini.
A. kesel
B.Senang
C.Sedih
D.Ketawa
Salam hangat Author.
sukses
semangat
mksh
Jadi suka bacanya kalo jalan ceritanya rapi.
Ada juga novel yang pernah di baca judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, rapi juga terus seru lagi