Raya Adha gadis manis berambut panjang dan hidup sebatang kara karena orang tua dan adiknya meninggal karena kecelakaan. Raya kemudian terusir dari rumahnya sendiri oleh adik tiri ayahnya.
Tak ingin terpuruk raya memilih pergi ke Jakarta menyusul temannya untuk melanjutkan hidup dan bekerja.Namun karena sebuah kejadian raya harus terikat sebuah pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia cintai bahkan tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18.kembali ke Jakarta
Pagi ini Raya di sibukan berkemas barang-barang nya karena hari ini ia akan ikut Rendy kembali ke Jakarta. Rasa bahagia sudah pasti menyelimuti hati nya pernikahan yang tidak pernah mereka inginkan akhirnya bisa bersatu karena sebuah kebenaran meski pada awalnya sangat menyakitkan.
Saat sedang asik menata pakaian ke dalam koper Raya di kejutkan dengan ketukan pintu kontrakannya Raya hanya berpikir itu adalah Rendy yang datang menjemputnya.
Tok....tok....tok....
"Tian...."Ujar Raya terkejut "Ada apa?"Tanya nya.
"Ray...ku mohon pertimbangkan lagi." Yang tiba-tiba memegang tangan Raya.
"Lepaskan Tian ...."Pinta Raya "Kamu tahu aku sudah menikah seharusnya kamu bisa mencari perempuan yang jauh lebih baik dari aku." ucap Raya.
"Tidak Ray...bukankah selama ini dia telah mengabaikan dan menyakiti kamu?Apa kamu tidak takut dia kembali menyakiti kamu?"
"Tian...ku mohon berhenti mencampuri urusan rumah tangga ku seharusnya kamu bisa mengerti dalam membangun hubungan rumah tangga pasti ada saja rintangan nya."
"Tapi Ray...kalian menikah karena terpaksa pasti tidak ada cinta di antara kamu dan dia."
"Maaf kan aku Tian...meski kami menikah karena ketidaksengajaan tapi aku telah mencintai suami ku sejak dia mengucapkan ijab qobul saat kami menikah."Ujar Raya.
"Lepaskan tangan istri ku."Ucap Rendy yang tiba-tiba datang "Bukankah kamu manager di hotel milik ku ada hubungan apa dengan istri ku?"Tanya Rendy dengan wajah geram.
"Mas..."Ucap Raya "Sejak kapan mas berada di situ?"Tanya nya.
"Sejak dia menggenggam tangan mu."Jawab Rendy kesal.
"Maafkan aku mas...Tian adalah sahabat ku kami tumbuh besar bersama sejak kecil."Jelas Raya.
"Tapi aku mencintai nya."Ucap Tian datar.
"Jauhi istri ku.."Pinta Rendy sambil mencengkram kerah baju Bian "kamu hanya sahabat tapi aku suami nya."
"Huuh...istri...kalau dia istri mu kenapa kamu menyakiti nya membuangnya seperti sampah."
"Cukup Tian." Teriak Raya "Kamu tidak pernah tahu apa yang kami alami asal kamu tahu dalang dari semua ini adalah perbuatan Irma mantan kamu."
Deg....Tian terdiam apa maksud dari ucapan Raya bahwa Irma adalah dalang dari semua nya.
"Ooooh...ternyata perempuan rubah itu mantan kekasih mu?"Tanya Rendy tidak percaya
"Maksud kamu apa Ray..?Tanya Tian "Apa hubungan semua yang terjadi dengan Irma?Dengan wajah penasaran.
"Hahaha...asal kamu tahu Irma menjual Raya kepada mamah tiri ku, mereka bersekongkol untuk menguasai harta papah ku dan menyingkirkan diri ku dan perlu kamu ketahui Irma menyimpan dendam kepada Raya sebab kamu memutuskan Irma hanya karena kamu lebih mencintai Raya."Jelas Rendy dengan kesal.
"Tidak mungkin ...Irma orang yang baik bahkan kami bertiga sama-sama bersahabat sejak kecil." Ujar Bian tidak percaya.
"Sudahlah...buang perasaan mu jauh-jauh Raya istri ku meski pernikahan kami penuh dengan masalah awalnya tapi kini aku sangat mencintainya."
Raya yang mendengar ucapan Rendy hanya bisa terdiam sesekali matanya melirik laki-laki yang dulu pernah melukai batinnya itu.
"Ayo Ray... Ambil barang-barang mu sebentar lagi pesawat kita akan berangkat."
Tanpa menjawab Rendy, Raya bergegas masuk dan mengambil koper miliknya.
"Maafkan aky Tian." ucap Raya "Carilah perempuan yang mencintai kamu dan semoga kamu bahagia aku pergi dulu."
Akhir nya Raya dan Rendy pergi meninggalkan Tian yang sedari tadi terdiam membisu, tatapan matanya hanya memandang kepergian Raya hancur sudah cinta yang ia pendam sejak dulu.Sementara Bayu yang menunggu di mobil merasa kesal karena Raya dan Rendy belum datang.
"Ya...ampun lama banget nih berdua ngapain aja sih?"Tanya Bayu kesal.
"Ada masalah sedikit"Jawab Rendy singkat.
Mereka akhirnya pergi menuju bandara di sepanjang jalan Raya diam tak bersuara Rendy yang melihat istrinya itu mencoba bertanya.
"Kamu sepertinya sedih kenapa?"Tanya Rendy.
"Sedih aja..aku meninggalkan tempat ini lagi."Jawab Raya sambil menunduk.
"Kenapa..?Apa kamu masih merindukan tempat ini."
"Bukan begitu..semenjak aku di sini aku tidak pernah merasakan kembali kenangan tentang keluarga ku."Ucap Raya sedih.
"Apa kamu mau rumah itu kembali?" Tanya Rendy tiba-tiba.
"Ah...kamu tahu dari mana?"Tanya Raya kaget.
"Aku tahu segalanya..kalau kamu mau aku bisa mendapatkan nya kembali."
"Tidak perlulah...lagian kasian Om dan tante kalau rumah itu ku ambil mereka akan tinggal di mana."
"Kamu terlalu baik... itu wajar apa yang sudah menjadi hak mu seharusnya kembali pada mu."
"Biarkan saja...aku hanya tidak ingin mencari keributan."
Tak berapa lama akhirnya mereka telah tiba di bandara dan langsung naik pasawat setelah melakukan penerbangan beberapa saat pun sampai di Jakarta.
"Apa kamu lapar?Tanya Rendy.
"Tidak..aku hanya lelah."
"Tidurlah..perjalanan kita lumayan jauh sekitar satu jam."
Raya pun memilih merebahkan kepalanya di paha Rendy tak butuh waktu lama Raya sudah berada di alam mimpinya Rendy yang melihat Raya tidur pulas tersenyum-senyum sendiri sambil memainkan rambut Raya.
"Lo udah gila Rend..?"Tanya bayu yang melirik dari kaca mobil.
"Maksud lo?"
"Itu senyum-senyum sendiri."
"Sialan lo.."
"Dulu aja di kata-katain sekarang bucin dasar lo."
"Breng*ek lo..nyetir yang bener."Ucap Rendy kesal.
Setelah menempuh perjalanan satu jam akhirnya mereka tiba di rumah Papah Rendy yang melihat Raya sangat terkejut bagaimana bisa menantunya itu ikut kembali bersama anak nya.
"Loh...ini Raya kan kok bisa..?"Tanya pak Artha kaget.
"Iya ini Raya pah.."Sambil mencium punggung tangan mertua nya.
"Iya pah..Rendy ketemu Raya saat dia kerja di hotel kita."Jelas Rendy.
"Hah..!! Bukan nya kamu udah nyari kesana bagaimana bisa?"
"Cerita nya nanti aja pah Rendy dan Raya mau istirahat."
"Ya udah istirahat sana nanti jangan lupa cerita."
Akhirnya Rendy dan Raya pergi ke kamar untuk membersihkan diri kemudian istirahat mereka memilih tidur untuk melepaskan lelah.