Menyesal?
Itulah yang dirasakan oleh Denis Arkana pria berumur 27 tahun yang menjabat sebagai CEO di perusahaan nomor 1 di Asia.
Tapi itu semua hanya tinggal nama saja karena baru saja dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya sendiri. Apa lagi ia dituduh sebagai tersangka pembunuh ibu kandungnya sendiri dan dijatuhi hukuman mati.
Denis sangat menyesal saat akan menjalani hukuman mati mengingat kelakuannya selama ini karena sudah durhaka kepads ibunya. Jika saja ia diberi kesempatan kedua maka ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatam itu.
Apakah ia akan diberi kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya?? Ikuti kisah penuh konfliknya disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeavenGirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAD | BAB 18
Arsen yang baru pertama kali mendengar nama tersebut, menatap Sandro dengan kening berkerut meminta Sandro untuk memberitahunya siapa itu Riski Akbar yang sedang mereka bicarakan.
Sandro menatap Arsen memberi isyarat kalau sebentar baru ia jelaskan siapa itu Riski Akbar.
"Mau apa dia hubungi aku lagi?" tanya Denis dengan suara dingin.
"Aku juga tidak tahu bos" jawab Sandro mengangkat kedua bahunya tak tahu.
Denis bersedekap tangan di dada sambil menatap Sandro dengan tajam, membuat Sandro menelan salivanya dengan susah karena aura yang keluar dari tubuh Denis sangat mengerikan.
Sedangkan Denis pikirannya melayang mengingat kejadian yang ia alami saat di kehidupan sebelumnya.
#Flashback On
"Malam ini kita minum sampai puas" ucap Denis menggelegar didalam club Zeus merayakan kemenangan mereka yang baru saja mengalahkan geng Harimau Putih.
Dengan hancurnya geng Harimau Putih membuat geng Ular Cobra semakin terkenal, karena menjadi geng nomor satu di seluruh Jakarta hingga ke Bandung.
Hal itu membuat geng-geng lain tidak berani mencari masalah dengan geng mereka apa lagi sampai menganggu mereka.
"HIDUP BOS DENIS" teriak semua anak buahnya menggelegar didalam club Zeus yang ia sewa untuk malam ini.
"Bersulang untuk kemenangan kita" ucap Kenzo sambil mengangkat gelasnya ke atas.
Semua anggota geng Ular Cobra mengangkat gelas mereka ke atas merayakan kemenangan mereka tadi dan Kenzo yang melihat Denis sedari tadi dibanggakan menatapnya dengan senyum smirk.
Denis lalu mendekati sahabatnya dan memeluk dia di pundak sambil tertawa bahagia.
"Apa yang kamu pikirkan dude?" tanya Denis dengan suara kencang karena bunyi musik DJ yang sangat keras.
"Ada yang mau ketemu sama kamu dude" ucap Kenzo dengan suara kencang.
"Siapa?" tanya Denis sambil mengangkat alisnya sebelah.
"Ikut aku" ajak Kenzo sambil berjalan menuju lantai dua.
Keduanya berlalu menuju lantai dua dan saat masuk ke dalam ruang VIP yang biasa mereka tempati mereka langsung di sambut oleh Riski Akbar, ketua geng Kalajengking yang terkenal dengan kelicikannya mengadu domba musuhnya bahkan orang terdekatnya sekali pun.
"Apa maksudnya ini Kenzo?" tanya Denis dengan suara dingin.
"Tenang bro! Riski datang kesini dengan damai hanya ingin mengucap selamat atas kemenangan kita hari ini" ucap Kenzo dengan meyakinkan.
"Kamu tahu siapa dia dan bagaimana licik dia dude" bisik Denis dengan kesal.
"Ya aku tahu dude, jadi kamu jangan khawatir"
"Tidak baik jika tuan rumah berbisik di depan tamunya. Aku bisa saja tersinggung Denis Arkana" ucap Riski dengan suara lantang sambil tersenyum menyeringai.
"Jika kamu tersinggung pintu keluarnya berada di belakangku" balas Denis sambil tersenyum smirk.
Riski tersenyum menatap Denis seolah mereka itu teman dekat, tapi Denis bukanlah orang yang gampang tertipu dengan wajah palsu Riski.
Ia tahu jika kedatangan Riski malam ini bukan hanya untuk memberi ucapan selamat tapi ada tujuan lain.
"Jadi apa tujuanmu yang sebenarnya datang malam ini" ucap Denis to the point sambil berpangku kaki di sofa seberang yang berhadapan langsung dengan Riski.
Prok...........prok...........prok.............
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Ternyata rumor tentang ketua geng Ular Cobra yang bisa menebak apa dipikirkan lawan bicaranya bukan rumor semata ya" ucap Riski sambil bertepuk tangan.
"Ckk!!" decak Denis dengan kesal.
"Langsung saja kalau begitu. Aku ingin kamu bergabung denganku melawan tuan besar Regans" ucap Riski to the point.
Hahahahaha................
Tawa Denis seketika pecah didalam sana saat mendengar permintaan Riski barusan yang tak masuk akal, karena ia tahu jika tuan besar Regans bukanlah orang sembarang yang bisa mereka usik.
Karena dia memiliki kekuasaan yang tidak bisa mereka tanding dibelakangnya, apa lagi ia adalah seorang mantan jendral angkatan laut yang terkenal dengan kekejamannya.
"Aku menolak" ucap Denis dengan suara dingin dan tegas.
"Berengsek! Beraninya kamu menolak permintaanku bangsat" hardik Riski dengan suara menggelegar tak terima permintaannya ditolak.
"Jaga ucapanmu bangsat! Kalau aku mau malam ini juga aku bisa menghancurkan gengmu itu hingga hilang dari muka bumi ini!" bentak Denis dengan tatapan membunuh.
"Kamu" tunjuk Riski dengan wajah merah padam menandakan ia sangat emosi.
"Kenzo tunjukkan jalan keluar ke tamu kita" perintah Denis dengan suara dingin.
"Dude kamu tenang jangan pakai emosi. Biar aku yang hendel masalah ini" bujuk Kenzo.
"Heemmmm"
Denis memilih pergi dari sana tak ingin emosi didalam sana membiarkan Kenzo yang mengurus Riski.
Tapi karena kebodohannya ia harus kehilangan separuh anak buahnya, karena Kenzo menerima permintaan Riski untuk bergabung dengannya melawan tuan besar Regans.
Mengetahui anak buahnya mati sia-sia membuat Denis menaruh dendam kepada Riski Akbar, karena dialah anak buahnya mati percuma saat mereka menyerang markas tuan besar Regans.
Denis juga baru tahu jika dalam pertempuran itu tidak ada satu pun anak buah geng Kalajengking.
Seolah-olah Riski sudah mengatur semuanya agar ia bisa menikmati hasil dari penyerangan tersebut jika Denis berhasil, tetapi jika tidak ia akan lepas tangan dan tidak mengaku jika kelompoknya terlibat dalam penyerangan itu.
#Flashback Off
"Bangsat" maki Denis mengingat semua itu di kehidupan sebelumnya hingga mengagetkan Sandro dan Arsen yang sedari tadi diam.
"Bos are you okay?" (bos kamu baik-baik saja kan) tanya Sandro.
"Tolak semua ajakan dari orang-orang geng di masa lalu" titah Denis dengan tatapan tajam.
"Baik bos" ucap Sandro dengan suara dingin.
"Arsen berapa kas dana perusahaan kita?" tanya Denis dengan tatapan tajam.
"Untuk saat ini kas kita sudah mencapai 2 miliar bos" ucap Arsen mengingat laporan keuangan yang tadi sempat ia baca sebelum datang kesini.
"Kamu beli semua saham yang tersisa di NukaTech"
"Bos apa anda yakin? Bukannya perusahaan itu sudah mau gulung tikar?" tanya Arsen dengan cepat.
"100% yakin" jawab Denis dengan suara tegas.
"Tapi bos bukannya kita akan mengalami kerugian karena membeli saham dari perusahaan yang hampir gulung tikar" jelas Sandro dengan keberatan.
"Karena mau gulung tikar makanya aku ingin membeli semua saham yang masih tersisa" ucap Denis sambil tersenyum penuh arti.
"Bos apa kita akan beralih profesi?" tanya Arsen karena tahu jika perusahaan mereka tidak bergerak di bidang yang sama.
"Boleh juga" balas Denis dengan santai.
"Tapi bos" ucap Sandro yang langsung di hadiahi tatapan tajam dan dingin membuatnya tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Arsen yang melihat tatapan mata sang bos dengan cepat melakukan perintah Denis barusan untuk membeli semua saham yang tersisa di NukaTech , perusahaan itu hampir gulung tikar karena mereka gagal dalam proyek mereka selama 1 tahun terakhir.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
4 Hari kemudian
Saat ini Sandro, Arsen, dan tante Amira sedang deg-degan menunggu Denis sedang sidang hasil skripsi di ruang ujian, sambil menonton jalannya sidang dari luar ruang ujian yang tersambung ke layar tv di depan sana yang disediakan oleh pihak kampus.
"Yeayyy! Bos berhasil" teriak Sandro sambil melompat saat mendengar hasil ujian sidang Denis.
"Akhirnya perjuangan bos selama 4 tahun tak sia-sia" teriak Arsen dengan bahagia sambil memeluk Sandro yang juga sangat bahagia.
Sedangkan Amira air matanya sedari tadi menetes tak kuasa menahan rasa bahagianya, melihat sang anak yang berhasil melakukan sidang hasil skripsinya dengan hasil yang sangat memuaskan.
Tak berselang lama Denis keluar dari ruang ujian yang langsung disambut pelukan dari Sandro dan Arsen.
"Bos kamu berhasil" ucap Sandro dengan histeris.
"Bos selamat, perjuangan bos selama 4 tahun akhirnya terbayar sudah" ucap Arsen.
"Lepas" ketus Denis dengan suara dingin.
Keduanya lalu melepaskan pelukan mereka dan tertawa sambil menggaruk kepala mereka yang tak gatal sama sekali. Denis lalu berjalan menuju mamanya yang sedang menatapnya dengan linang air mata.
"Hiks hiks hiks..........mama bangga sama kamu nak.........hiks hiks hiks" ucap Amira sambil menangis.
Grep..........
Denis memeluk mamanya dengan erat membiarkannya menangis dalam pelukannya, karena ia tahu tangisan mamanya kali ini adalah tangisan bahagia.
Sandro dan Arsen yang melihat keduanya juga ikut meneteskan air mata merasa sangat terharu.
"Terima kasih atas doa mama selama ini. Tanpa doa mama Denis tidak bisa menyelesaikan ujian Denis hari ini ma" lirih Denis dengan suara pelan.
"Ini semua karena kerja kerasmu juga nak"
"Heeemmm"
Tanpa mereka semua sadari ternyata ada orang yang menatap mereka dari jauh, sambil mengepal kedua tangannya merasa sangat emosi melihat Denis yang sudah berhasil dengan ujian akhirnya lebih dulu dari dia.
"Berengsek! Lagi-lagi kamu satu langkah di depanku anak tukang sapu" umpat Kenzo dengan emosi.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue.............