DI LARANG KERAS BOOM LIKE🔪🔪
Happy Reading♥️♥️
Emilia berlianti wirayudo, Seorang gadis yang mempunyai paras cantik harus menjadi Single mamy di usianya yang masih sangat belia.
Emilia harus mengandung anak dari laki-laki yang tak pernah dia kenal sebelumnya. semua terjadi bagaikan mimpi buruk yang singgah dalam tidurnya,
Hanya karena jebakan dari saudaranya sendiri. Emilia harus melewati hidupnya menjadi Single mamy di usianya yang masih 18thn,
Kira-kira bagaimana Emilia menjalani hari-harinya tanpa adanya sosok ayah dari anakny?
ikuti kelanjutannya hanya di SINGLE MAMY.
Jangan lupa like, komen,vote sama favorit ya🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Emilia
"Semoga aku bisa secepatnya menemukan kamu Emil" Ucap William sendu
Setelah itu, William kembali melajukan motornya menjauh dari butik milik Widi.
Sedangkan Emilia. Wanita itu masih terus terbayang tato kepala serigala yang baru saja dia lihat di punggung kanan driver ojol itu "Kenapa tato itu mirip dengan tato pria ayah dari anakku. tapi tidak mungkin itu dia" Ucap Emilia pada dirinya sendiri.
Emilia meletakkan tasnya di atas meja di ruangannya. Wanita itu mengambil ponselnya yang ada beberapa notif masuk. Mata Emilia membulat saat ada beberapa orang yang memesan desain baju darinya. Terutama dari akun yang bernama 'Liana Bagaskara' Wanita itu memesan 5 desain sekaligus.
"Allahuakbar, Apa aku salah liat. Akun ini pesan 5 desain sekaligus. Mimpi apa aku semalam ya allah" Ucap Emilia sambil menutup mulutnya tidak percaya
Kling...
Ada pesan masuk dari akun yang bernama 'Liana Bagaskar'
[ Kirim nomor rekeningnya ya, saya mau kasih DP atas desain yang saya pesan ]
"Alhamdulilah ya allah" Ucap Emilia lagi setelah membaca pesan masuk itu.
[ Baik bu, Akan saya kirim ] Send
Di kediaman Bagaskara
Bagaskara yang melihat istrinya senyum-senyum sendiri langsung memicingkan kedua matanya. "Mama kenapa kok senyum-senyum sendiri?"Tanya Bagaskara pada Liana
Mendengar itu membuat Liana mendekat ke arah suaminya dan memperlihatkan gambar Desain yang baru dia temukan di media sosial.
"Mama lagi bahagia tau pa. Coba liat deh pa, mama baru menemukan desainer yang pas buat mama. Gambar-gambarnya itu bagus-bagus pa, Elegan gitu"
"Memangnya selama ini mama gak pernah pas dengan desainer langganan mama?"
"Ya pas sih pa. tapi yang ini lebih pas buat mama. Elegan banget semua baju rancangan dia"
"Ya asal mama bahagia. jadikan dia desainer langganan mama saja"
"Tentu dong pa. mama sudah pesan 5 desain baju dari dia"
"Mama gak minta dia datang kesini?"
"Jauh pa, dia tinggal di bogor"
"Nanti kalau kita ke Villa. Undang dia datang ke Villa kita"
"Oke pa. makasih ya papa sayang, papa memang the best deh"Ujar Liana sambil memeluk tuan Bagaskara
"Memangnya mama baru sadar" Balas Bagaskara pada Liana
"Ih papa, Tapi desainer ini bener-bener bikin mama jatuh hati pada setiap baju rancangannya"
Di kediaman Wirayudo
"Ma, mama makan dulu ya ma. Sudah berapa hari mama gak mau makan" Bujuk Wirayudo pada Melinda
Melinda masih diam tak menjawab sepatah katapun. Wanita paruh baya itu hanya melihat foto Emilia dengan tatapan kosong dan air mata yang terurai.
"Ayolah ma, makan sedikit saja ya ma. Papa cuma gak mau mama kenapa-napa"
Sejak mendengar cerita dari pak Diki. Melinda memang sering memperhatikan foto Emilia sambil menangis. Sudah beberapa hari ini wanita paruh baya itu tidak mau berbicara sepatah katapun pada Wirayudo.
Melihat istrinya seperti itu membuat Wirayudo merasakan sakit yang amat dalam. "Maafkan papa ma" Ucapnya sendu
"Papa janji akan membawa Emilia kembali ke rumah ini lagi" Ucap Wirayudo sambil membawa Melinda dalam dekapannya.
Setelah itu, Wirayudo mendapatkan sebuah kabar tentang tempat tinggal Emilia. Namun, ternyata itu adalah tempat di mana Emilia sebelum pindah ke bogor
📞: Halo tuan
📞: Ada apa?
📞: Ini soal nona Emilia
📞: Saya sempat mendapat kabar jika ada yang melihat nona emilia di kampung sejahtera
📞: Lalu
📞: Saya mendatangi kampung itu tuan. Tapi ternyata nona Emilia sudah pindah sejak beberapa hari yang lalu
Mendengar itu membuat Wirayudo memutuskan sambungan telponnya secara sepihak.
"Kemana kamu nak. Harus kemana lagi papa mencari kamu. Maafkan papa Emil. Papa menyesal" Ucapnya yang terdengar begitu lirih
Tak lama kemudian. Ada tamu yang datang pada kediaman Wirayudo. mendengar ada suara bel berbunyi. Wirayudo turun dan membuka pintu rumahnya.
"Akhirnya kalian datang juga, Ayo silahkan masuk" Ucap Wirayudo setelah membuka pintunya.
Kedua paruh baya itu masuk dan mengekor di belakang Wirayudo. "Bagaimana keadaan Melinda Wira?" Tanya wanita paruh baya pada Wirayudo
"Kamu bisa langsung menemuinya Li, Siapa tau kalau kamu yang membujuk melinda mau makan"
"Baiklah, Aku ke sana ya" Balas Liana pada Wirayudo dan langsung bangkit dari duduknya
"Sebenarnya ada masalah apa Wira. kenapa Melinda sampai tidak mau makan seperti itu?"
Mendengar pertanyaan dari Bagaskara membuat Wirayudo mengambil nafas berat."Ini semua salahku Gas. aku sudah salah mengambil keputusan" Lirihnya
"Apa maksud kamu Wira? Aku tidak paham"
"Iya, semua ini karna aku. Beberapa bulan yang lalu, Aku sudah mengusir Emilia dari rumah ini"
"Mengusir Emilia. Bukankah Emilia ikut ke rumah suaminya?"
"Sebenarnya yang menikah dengan David bukan Emilia Gas, tapi Siren. Putri keduaku"
"Apa! Memangnya ada hal apa sampai kamu memgusir Emilia?"
"Entahlah Gas. tapi yang pasti kala itu aku sangat merasa kecewa terhadap Emilia"
"Merasa kecewa. Memangnya apa yang sudah Emilia lakukan sampai membuat kamu kecewa seperti itu Wir?"
"Dia hamil Gas. Dan saat aku tanya siapa ayahnya. Emilia malah mengatakan tidak tau. padahal selama ini aku tidak pernah salah dalam mendidik anak" Ucapnya yang terdengar begitu lirih
"Astagfirullah. gara-gara hal itu kamu tega mengusir anakmu sendiri Wir, dia butuh dukungan Wir. Tapi kamu kok malah mengusirnya, Astaga Wira"
"Aku terlalu kecewa Gas. sekarang aku menyesal. benar-benar menyesal"
Dia Adalah Bagaskara. Wirayudo dengan Bagaskara memang sudah bersahabat sejak masih kuliah. oleh karena itu, Wirayudo menjadi pengacara pribadi keluarga Bagaskara.
Namun, Di antara Bagaskara dan Wirayudo tidak pernah tau anak mereka masing-masing. karna setiap Wirayudo kerumah Bagaskara. William tidak pernah ada di rumah. Begitu pula sebaliknya. setiap Bagaskara ke rumah Wirayudo. Emilia tidak pernah keluar dari dalam kamarnya.
Liana mendekat ke arah Melinda yang masih terus melamun di dalam kamarnya. "Mel, kamu di sini?"
"Mel, kamu mau gak ikut ke Villa. sudah lama kan kita gak pergi ke puncak"
Melinda masih tidak menjawab. wanita paruh baya itu masih menatap kosong ke arah jendela.
"Mel, kamu makan ya. Katanya mau mencari Emilia, kalau kami gak mau makan, Bagaimana kamu bisa mencari Emilia dengan keadaan kamu yang seperti ini"
Mendengar nama Emilia berhasil membuat Melinda menoleh ke arah Liana. "Kamu bantu aku cari Emilia ya Li" Suara pertama yang keluar dari Melinda setelah beberapa jari lebih memilih diam
"Iya. Kamu tenang saja ya, Aku akan bantu kamu sampai Emilia ketemu"
"Terimakasih Li, kamu memang sahabat terbaik ku" Melinda mendekat dan memeluk Liana
Meninggalkan Melinda dan Liana. Saat ini William sedang berhenti di sebuah halte. Entah kenapa pria itu terus terngiang semua percakapan dengan penumpang yang dia antarkan tadi pagi.
"Kenapa suaranya begitu mirip dengan suara Emilia"