NovelToon NovelToon
Penyesalan Ayah Dari Anak-Anak Ku

Penyesalan Ayah Dari Anak-Anak Ku

Status: tamat
Genre:Tamat / Mafia / Lari Saat Hamil / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Inka

Karina Fransiska Arnold tidak pernah menyangka jika dirinya akan dijadikan kambing hitam atas meninggalnya Gloria calon tunangan adik iparnya oleh wanita yang dicintai suaminya. Masyarakat berlomba-lomba mengutuknya dan menghujaninya dengan kalimat-kalimat umpatan dan sumpah serapan. Hingga membuat hidup Karina tidak tenang. Ia meninggalkan kota kelahiran ibunya dan kembali menjadi wanita yang paling dihormati di negaranya.

Kepergian Karina membuat hidup Ocean Dirgantara Gultom berubah 160 derajat.

10 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali dalam keadaan tak terduga. Namun, kebencian dari putra-putrinya merupakan penyesalan terbesar kedua yang ia rasakan setelah kehilangan wanita yang selama ini menjadi istrinya.

"Mungkin caraku salah dalam melindungi mu. Tapi, aku sadar menyesal pun tak ada gunanya." Ocean Dirgantara Gultom

"Sejauh apa pun aku bersembunyi. Tapi, takdir justru selalu memihak pada mu." Karina Fransiska Arnold

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Beberapa puluh orang anggota Black Mamba mengepung sebuah rumah sudah tua jauh di dalam hutan. Mereka mengamati keadaan sekitar rumah itu dalam beberapa detik. Namun, mereka tidak menemukan pergerakan siapapun dari dalam rumah itu.

"Apa informasi yang kita dapatkan salah?" tanya salah satu anggota Black Mamba kepada rekannya.

"Tuan Daniel tidak mungkin mengkhianati ketua. Aku yakin informasi yang kita dapatkan sudah benar." sahut rekannya kembali mengamati keadaan sekitar rumah tua itu.

"Kita tidak bisa bergerak sebelum mendapatkan perintah dari ketua. Sebaiknya kita tunggu perintah dari tuan muda."

Dari kejauhan mereka melihat sebuah cahaya menyala kearah mereka.

"Sepertinya tuan muda sebentar lagi akan tiba di sini." kata rekan yang lain memperhatikan sekitar mereka.

Benar saja, tak beberapa lama sebuah mobil berwarna hitam berhenti tidak jauh dari lokasi mereka. Mereka melihat Ocean dan Karina turun dari dalam mobil dalam keadaan panik.

"Bagaimana. Apa kalian sudah memeriksa keadaan di dalam?" tanya Ocean menghampiri anak buahnya.

"Belum, Tuan muda. Kami belum bergerak sedari tadi. Karena kamu masih menunggu perintah dari Anda." jawab anak buah Ocean membuat Ocean geram.

"Mengapa kalian belum bergerak juga! apa kalian akan membiarkan anak-anak ku mati di dalam sana!"kata Ocean memuntahkan amarahnya.

Semua anggota Black Mamba langsung bergerak memeriksa keadaan di dalam bangunan tua itu. Mereka melangkah dengan tatapan waspada menatap sekitar mereka.

Karina melangkah kearah yang berlawanan dengan Ocean. Semakin lama anak-anaknya ditemukan. Maka Karina akan semakin mencemaskan anak-anaknya.

#

Disisi lain

Giselle melangkah masuk ke dalam kediamannya dengan wajah kesal. Sepanjang perjalanan ia terus menggerutu.

Giselle menghentikan langkahnya saat melihat dua orang yang cukup familiar diingatnya duduk sembari mengobrol dengan ayahnya. Disamping wanita itu duduk seorang pria setengah baya yang ia yakini sebagai suami wanita itu.

Disaat juga terlihat seorang laki-laki muda yang usianya kemungkinan hanya selisih beberapa tahun dari Giselle.

"Bibi!" panggil Giselle berlari mendekati wanita paruh baya yang masih cantik diusianya itu.

"Giselle! setelah 15 tahun tidak bertemu ternyata kamu tumbuh dengan dewasa dan memiliki wajah yang terlihat semakin cantik."celetuk wanita itu memeluk keponakannya.

"Bibi. Giselle begitu merindukan Bibi. Kenapa Bibi lama sekali kembali dari luar negeri. Apa Bibi sedang bertapa disana." celetuk Giselle dengan wajah polosnya.

Wanita itu tertawa lepas mendengar penuturan keponakannya.

"Bibi memiliki tugas yang tidak bisa Bibi tinggalkan disana. Bagaimana dengan mu? Apa kau belum mau menikah juga? Bibi rasa kecantikan mu mampu menghipnotis para pria diluar sana." jawab wanita itu tersenyum hangat menatap wajah mengemaskan keponakannya.

Giselle menghela napas mendengar perkataan wanita itu.

"Ocean belum ada niat menikah lagi dalam waktu dekat, Bibi. Aku sudah menunggunya selama sepuluh tahun ini." jawab wanita itu dengan wajah sendu.

Wanita itu tentu saja iba melihat kesedihan keponakannya. "Cinta tidak bisa dipaksakan, Nak. Kalau memang Ocean adalah pria yang baik dan laki-laki yang ditakdirkan untukmu. Maka kalian pasti memiliki jalan untuk bersama. Jangan bersedih. Bibi akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mu."

"Tapi, Giselle hanya mencintai Ocean Bibi!" tegas Giselle merengek di pelukan wanita itu.

Pria muda yang duduk di seberang wanita paruh baya itu mendengus dingin mendengar rengekan manja Giselle.

"Dasar manja!" ejeknya membuat Giselle menatap sinis kearahnya.

"Dasar bocah!" balas Giselle membuang wajahnya kesamping.

Ketiga pria paruh baya yang duduk disana tersenyum tipis melihat tingkah keduanya. Mereka sudah lama tidak bertemu. Tapi, sekali bertemu malah bertengkar.

Kali ini ayah Giselle menatap wajah adik iparnya dengan wajah serius.

"Bagaimana? Apa kamu sudah menemukan keberadaan saudari kembarmu?" tanya ayah Giselle kepada pria yang duduk di samping wanita paruh baya itu.

"Belum, Han. Andaikan saat itu aku tidak mengikuti keinginan ayahku. Aku tidak akan kehilangan keluargaku dan kedua saudari kembarku." jawab pria itu dengan wajah sendu.

"Sudah 47 tahun berlalu. Namun, aku tak kunjung menemukan keberadaan mereka. Aku sudah membayar beberapa agen rahasia menemukan keberadaan mereka. Namun, identitas mereka seakan hilang ditelan bumi."

Wanita yang duduk di samping pria itu mengelus lembut bahu suaminya. Ia tahu bagaimana perjuangan suaminya menemukan keberadaan kedua saudari kembarnya. Hanya saja takdir belum mendukung usahanya.

"Apa kau memiliki sebuah foto atau identitas lainnya yang bisa dijadikan sebagai petunjuk menemukan keberadaan mereka." celetuk ayah Giselle bernama Gerald Burhanuddin.

Pria yang bernama Jordana Alexius itu mengeluarkan selembar foto. Di dalam foto itu terlihat tiga anak kembar berusia 3 tahun berdiri sembari tersenyum lepas menatap kearah kamera.

"Kedua perempuan ini adalah saudari kembar ku." ucap Dana menatap sendu kearah selembar foto tersebut.

Giselle yang penasaran langsung menegakkan tubuhnya dan menatap kearah selembar foto itu.

"Mengapa wajah itu terasa sangat mirip dengan seseorang." gumam Giselle dalam hati mengamati wajah kedua anak perempuan yang ada di foto itu.

"Akan sangat sulit menemukan keberadaan mereka. Apa lagi kejadian itu sudah sangat lama." kata Gerald menghela napas panjang.

"Tapi, kecanggihan teknologi di zaman sekarang ini akan memudahkan segalanya." lanjut Gerald menatap adik iparnya.

"Kau bisa meminta bantuan mafia Black Mamba menemukan keberadaan mereka. Aku dengar mafia tersebut memiliki seorang hacker tersembunyi yang sangat ditakuti para mafia di dunia bawah." kata Gerald lagi dengan wajah serius.

Jordana menghela napas lega mendengar perkataan Kakak iparnya. Setidaknya ada secercah harapan kecil untuknya berharap untuk menemukan keberadaan kedua saudari kembarnya.

"Bagaimana caranya bertemu dengan hacker tersebut?" tanya Dana dengan wajah serius membalas ucapan Kakak iparnya.

"Apa kau mengenal Jhonson Dirgantara? Hanya dia yang bisa membantu mu." balas Gerald membuat Dana terpaku.

"Apa tidak ada cara lain? Aku memiliki hubungan yang tidak baik dengan Jhonson beberapa tahun lalu. Aku merupakan salah satu saingan bisnisnya dalam memperebutkan beberapa tender besar dari inggris dan Amerika." kata Dana tiba-tiba pening saat mendengar nama pria yang dimaksud oleh Gerald.

"Atau kau bisa meminta bantuan FBI menemukan keberadaan saudari kembarmu." balas Gerald memberikan solusi lain.

"Aku sudah mencobanya selama beberapa tahun ini. Tapi, tetap saja pencarian mereka tidak membuahkan hasil. Aku merasa seseorang menyembunyikan keberadaan mereka." celetuk Jordana menduga-duga.

"Atau kedua saudarimu memiliki hubungan dekat dengan FBI atau mafia besar hingga keberadaan mereka susah ditemukan?" balas Gerald lagi. Ia pikir hanya itu yang bisa menjadi satu-satunya alasan dari semua kegagalan yang dialami oleh Jordana dalam mencari keberadaan saudari kembarnya.

Semua orang terdiam mendengar dugaan Gerald. Bisa saja dugaan itu benar adanya.

Suara kedatangan seseorang menghentikan obrolan mereka.

"Wah-wah. Setelah 15 tahun berlalu. Ternyata kalian masih ingat dengan suamiku adik ipar." sindir wanita itu menatap sinis kearah adik iparnya.

"Selena. Jaga bicaramu!" bentak Gerald menatap tajam istrinya.

"Cih! bukankah perkataan ku benar suamiku? saat kamu susah dulu siapa yang mendukung bisnis mu? bukankah saudariku yang membantu mu hingga membuat bisnis mu berkembang pesat seperti sekarang ini." celetuk Selena membuat Gerald terdiam.

"Tapi, kau tidak seharusnya berkata seperti itu kepada adikku." balas Gerald menatap istrinya penuh peringatan.

"Cih!" Selena mendengus dingin melihat tatapan peringatan dari suaminya.

Selena duduk di samping suaminya dan menatap sinis kearah keluarga adik suaminya.

"Ternyata kau memiliki suami yang cukup tampan, Gladys." celetuk Selena menatap suami adik iparnya dengan tatapan aneh.

"Cih! Berhenti bertingkah konyol!" ketus Gerald menatap tajam istrinya. Gerald sebenarnya sudah lelah melihat tingkah buruk istrinya. Hanya saja ia tidak mungkin meninggalkan wanita yang selama ini menemaninya berjuang dari nol.

Selena mengacuhkan perkataan suaminya. Ia lagi-lagi menatap suami adik iparnya dengan tatapan yang berbeda.

Jordana menyadari tatapan memuja wanita itu. Namun, ia malah menatap istrinya dengan penuh cinta hingga membuat wanita itu mendengus sinis.

"Sebaiknya kami kembali ke kediaman kami, Kak." kata Gladys menatap saudaranya dengan wajah memelas. Dari dulu sampai sekarang. Gladys tidak pernah bisa akur dengan istri Gerald. Sikap istri Gerald yang menyebalkan benar-benar menguji kesabaran wanita itu.

Gerald yang paham dengan tatapan adiknya langsung setuju permintaan adiknya itu.

"Baiklah. Aku tahu kalian juga pasti lelah seharian mengudara. Kakak akan menghubungi kalian dalam waktu dekat." balas Gerald menghela napas berat.

Jordana langsung berdiri dari duduknya dan memeluk pinggang istrinya dengan posesif. Sementara putra tunggalnya menatap wajah Selena dengan tatapan yang cukup tajam. "Dasar wanita gatal!" umpatnya dalam hati.

Gerald mengantar kepulangan adiknya hingga di depan kediamannya. Sementara Giselle menatap kepergian wanita itu dengan tatapan tidak rela. "Aunty akan menetap lama di Indonesia kan?" tanya Giselle dengan tatapan sendu. Sikap wanita itu terlihat seperti seorang wanita baik-baik.

"Iya. Aunty, Uncle dan Justin akan menetap beberapa minggu di Indonesia untuk mencari keberadaan saudari Uncle mu. Temui Aunty di kediaman Aunty saat kamu sedang tidak memiliki pekerjaan." kata wanita paruh baya itu dengan tatapan hangat.

Selena seakan tidak senang melihat kedekatan adik iparnya dan juga anaknya. Ia langsung membalikkan tubuhnya dan berlalu dari sana.

"Jangan pikirkan tentang sikap kakak iparmu. Karena dia memang selalu bertingkah seperti itu." kata Gerald menatap adik perempuannya yang bernama Gladys Burhanuddin.

Gladys menganggukkan kepalanya mendengar perkataan saudaranya. Mereka kemudian berpamitan dengan Gerald dan juga Giselle.

"Sayang, aku benar-benar tidak menyukai sikap istri Gerald." bisik Jordan setelah masuk ke dalam mobil.

Justin setuju dengan perkataan ayahnya.

"Mengapa paman harus mendapatkan istri yang bertingkah binal seperti itu, Mom."celetuk Justin menghela napas panjang.

"Terkadang cinta memang buta, Nak. Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita harus jatuh cinta." jawab Gladys tersenyum tipis menatap putranya.

Ya, pada kenyatannya kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta. Karena cinta itu terkadang bisa tumbuh dengan sendirinya tanpa kita sadari kemana hati itu akan berlabuh. Terkadang cinta juga bisa membuat seseorang terlena dengan semua hal yang bersifat manusiawi. Misalnya cinta terkadang bisa berubah menjadi sebuah dendam, iri dengki dan keserakahan. Hingga membuat seseorang melupakan jati dirinya yang sebenarnya.

1
Mice Maizarni
Luar biasa
salsalina2
sekian novel yg kubaca
ini yg paling sulit kupahami jalan critanya
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
ocean
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
siapa suaminya sih astagfirullah
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
Josephine ular dunk
Mina Iswati
Kecewa
Mina Iswati
Buruk
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
yg nyuruh si lukas ocean kahhhh
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
ocean ternyata diam diam memperhatikan mantan istri hhhhhhhh
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
nah lho siapa dia
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
nah lho kok bisa.... makin gak ngerti nih... author bikin pembaca mikir
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
why..... ?????
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚝𝚊𝚔𝚍𝚒𝚛 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚓𝚊𝚖.. 𝙸𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚑𝚊𝚍𝚎𝚑𝚑 𝚖𝚊𝚔𝚜𝚊𝚒𝚗 𝚋𝚐𝚝 𝚜𝚒𝚑𝚑𝚑.. 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚒𝚗𝚊
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚊𝚗𝚝𝚒 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕👥👥
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚠𝚘𝚘𝚘𝚘𝚘𝚘𝚠𝚠 𝙺𝚎𝚕𝚎𝚠𝚊𝚝𝚝𝚝𝚝 𝚂𝚊𝚍𝚒𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚘𝚌𝚎𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚑 𝚢𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚙𝚊 𝚔𝚊𝚛𝚒𝚗𝚊
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚊𝚒𝚑𝚑 𝚍𝚊𝚑 10 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊.. 𝚌𝚎𝚙𝚎𝚝 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚌𝚑
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚊𝚙𝚊𝚔𝚒 𝚋𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚔𝚎 𝚕𝚞𝚊𝚛 𝚔𝚊𝚗... 𝚋𝚊𝚕𝚒𝚔 𝚔𝚎 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚛𝚊- 𝚊𝚜𝚊𝚕𝚖𝚞
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚠𝚊𝚔𝚠𝚊𝚠 𝚗𝚐𝚒𝚍𝚊𝚖 😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!