Seorang gadis bernama Anantari yang bercita-cita dirinya menjadi seorang ratu istana kerajaan. Perjuangan menjadi ratu kerajaan tidaklah mudah. Ketika ia ingin mewujudkan mimpi sebagai seorang ratu—terlalu banyak sekali hal yang harus ia hadapi, halangan-demi halangan terus menghampiri.
Namun ia adalah seorang gadis yang hebat. Dan tidak pernah menyerah akan mimpinya. Itu semua ia jadikan petualangan, sebuah petulangan yang panjang yang penuh lika-liku, dan Anantari selalu menjalani petualangannya menjadi seorang ratu dengan sangat riang gembira. Walaupun tidak mudah Anantari mencoba tidak menyerah, sampai mimpi menjadi seorang ratu terwujud.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikhlas M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Dia adalah Azura (salah satu pengguna pedang terbaik) setelah Christoper sifatnya yang bengis terhadap musuhnya, membuat ia tidak pernah merasa kasihan akan musuhnya.
“Hahaha... Bagus sekali Azura. Kamu datang di saat yang tepat. Kamu urus bocah wanita itu. Sisanya aku akan mengurus bocah angin ini, dia sangat menyebalkan. Membuatku sangat kesal!” Seru Howard seraya menunjuk ke arah Wira.
Terlihat Azura mengangguk. “Baik tuan, aku akan mengalahkan wanita lemah ini.” Celetuk Azura. Anantari menatap tajam Azura.
Terlihat kekuatan dari Aetherlyn bertambah 2 kali lipat. Para bangsawan datang membantu. Semakin sulit untuk Anantari dan Wira untuk mengalahkan mereka.
Namun bala bantuan datang. Terlihat dari arah gerbang masuk istana Genta, raja dan para prajurit Arcania datang membantu. Sang raja tidak peduli jika dirinya harus mati di dalam pertempuran. Karena ia bersumpah untuk selalu mengabdi pada tanah kerajaannya (Kerajaan Arcania) dan akan selalu menjadi raja yang bijaksana.
Terlihat Anantari dan Wira begitu gembira karena bala bantuan datang. Lalu Anantari dan Wira mulai mempersiapkan diri kembali untuk bertarung.
“PARA PRAJURIT TEMBAK!” Seru raja Arcania memberi perintah. Seketika busur-busur panah yang jumlahnya ratusan melesat ke arah para prajurit dan orang-orang Aetherlyn. Kerajaan Arcania memulai serangan balik.
“SREK!” Terlihat beberapa prajurit Aetherlyn terkena serangan busur-busur panah prajurit Arcania. Terlihat Howard begitu kesal. “APA-APAAN INI? KENAPA PARA PRAJURITKU TUMBANG SEBAGIAN HANYA KARENA SERANGAN LEMAH SEPERTI ITU!” Seru Howard yang tidak mau menerima bahwa para prajuritnya terkena serangan. Lalu ia (Howard) menghilang.
“Ting!” Ia bertelepati terbang berada di atas para prajurit Arcania. Terlihat ia menghunuskan pedangnya ke arah para prajurit Arcania. “KOBARAN API, LENYAPKAN!” Seru Howard mencoba menyerang para prajurit Arcania.
“Wushhhh!” Seketika Kobaran Api melesat ke arah para prajurit serta Raja Arcania. Dengan cepat Anantari bertelepati menahan serangan. “Ting!” Anantari menghilang. “Musnahkan!” Kali ini serangannya efektif, bisa menahan serangan kobaran api yang di lontarkan oleh Howard.
“Ting!” Azura membantu Howard. Ia lalu menghunuskan pedangnya dengan cepat ke arah Anantari. “BRENGSEK! LAWANMU ADALAH AKU!” Terlihat Azura mengayunkan pedangnya (pedang melengkung beraliran listrik) ke wajah Anantari. Namun dengan cepat Anantari menghindari serangan. “Ting!” Anantari menghilang. Ia berada di belakang Wira.
“Hahaha... Rupanya kau takut juga dengan pedang ini (pedang melengkung beraliran listrik) wanita lemah!” Celetuk Azura melontarkan ejekan kepada Anantari.
Terlihat Anantari geram oleh celetukan yang di lontarkan Azura kepadanya. “Baiklah kau begitu arogan wahai bangsawan. Aku akan mulai serius dengan pertarungan ini. Untuk mempertahankan kerajaanku!” Seru Anantari.
“WAHAI DEWA-DEWI KEHIDUPAN BERIKANLAH AKU SELURUH KEKUATANMU UNTUK BERTARUNG!”
“Darr!” Petir menyambar. Hujan turun. Lalu segumpulan air berubah menjadi kekuatan. “KALIAN BEGITU AROGAN, MEMBUATKU SANGAT GERAM KEPADA KALIAN. AKU TAK PEDULI SEBERAPA BANYAK JUMLAH KALIAN. BERANI MERUSAK TANAH KERAJAAN ARCANIA, AKU TIDAK AKAN SEGAN MENGHANCURKAN KALIAN!” Dia menghela napasnya. Berhenti sejenak.
“WAHAI GUMPALAN AIR, BERUBAHLAH! MENGERASLAH BERUBAH MENJADI TOMBAK-TOMBAK ES!” Seru Anantari dengan lantang.
“Kresek, kresek!” Terlihat gumpalan-gumpalan air itu berubah menjadi tombak-tombak es yang siap menyerang ke arah musuh. Jumlahnya begitu banyak. Terlihat kali ini Anantari begitu serius akan serangannya.
“MUSNAHKAN!” Seru Anantari.
“Wushhh!” Dengan cepat tombak-tombak es itu melesat ke arah musuh. “SREK, SREK!” Terlihat para prajurit Aetherlyn terkena serangan tombak-tombak yang di lontarkan oleh Anantari. Namun Howard serta para bangsasannya, terlihat mereka menghindari serangan.
Di susul oleh Wira. “Angin lalu angin puyuh, aku berseru padamu! Dari timur kau datang, dari barat kau berhembus. Berikan aku sedikit kuasamu, untuk (tujuan) datanglah kini pergilah nanti!”
Terdengar suara gemuruh angin begitu kencang. Wira memanggil kekuatannya (kekuatan angin) yang sangat dahsyat. Terlihat Wira menggoyangkan lengannya kearah para musuh.
Dia mengepalkan lengannya. Lalu seketika ia membuka lebar jemarinya. Terlihat serangan angin dengan cepat melesat ke arah para musuh. “Wushhh!” Wira melesatkan kekuatan anginnya.
Lalu para prajurit Aetherlyn sebagian terkena serangan kedua kalinya setelah serangan yang di lontarkan oleh Anantari.
Terlihat Azura mulai kembali menyerang Anantari. “Ting!” Azura berteleportasi, seketika ia berada di hadapan Anantari. Lalu ia mencoba menghunuskan pedangnya ke arah wajah Anantari.
“Sing, sing, sing!”
Namun dengan cepat Anantari menghindari serangan demi serangan yang di lontarkan oleh Azura kepadanya.
“MUSNAHKAN!” Seru Anantari mencoba menyerang balik Azura. “Wushhh!” Tombak-tombak es melesat ke arah Azura. Namun ia berhasil menghindari serangan yang di lontarkan Anantari kepadanya.
“SERANGAN LISTRIK, HANCURKAN!” Seru Azura yang menyerang Anantari dengan kekuatan listriknya. Seketika listrik itu melesat dengan cepat ke arah Anantari.
“Zzzzt, zzzzt, zzzt!” Kilat itu menyambar cepat ke arah Anantari. Namun dengan gesit Anantari menghindari serangan yang di lontarkan oleh Azura kepadanya.
“Huft... Hampir saja aku terkena serangannya. Seperti jika aku tersengat oleh kekuatan listrik yang di lontarkan bangsawan itu. Aku akan tumbang seperti waktu itu ketika melawan Archeri.” Gumam Anantari.
Terlihat Azura menyeringai. Dia terlihat menemukan kelemahan Anantari. “Aku sepertinya harus menyerang lebih banyak dengan kekuatan listrikku!” Seru Azura.
...----------------...
Di bawah pohon rindang di dekat danau hijau seribu kenangan. Terlihat Esa dan Wiraguna masih berteduh (beristirahat memulihkan tubuh Esa). “Sahabatku, sepertinya kita telah lama beristirahat di sini. Aku hendak sangat mengkhawatirkan mereka (Teman-temanku).” Ucapnya kepada Wiraguna.
Wiraguna mengangguk. “Tapi temanku, bagaimana dengan kondisimu, aku tidak mau jika kamu hendak belum pulih dan memaksakan bertarung. Itu akan membahayakanmu.” Timpal Wiraguna.
Esa menggeleng. “Tidak apa sahabatku. Aku baik-baik saja. Jangan mengkhawatirkanku. Tenagaku sudah mulai pulih. Aku bisa leluasa bertarung sekarang.”
Esa tidak ingin berlama-lama di sana. Karena dia benar-benar sangat mengkhawatirkan Anantari juga teman-temannya yang bertarung. “Baiklah kita bergegas kesana sahabatku.” Ajak Esa kepada Wiraguna.
Wiraguna mengangguk. “Baiklah jika itu yang kamu ingin, aku akan pergi bersamamu, menghancurkan para musuh.” Timpal Wiraguna.
Lalu Esa dan Wiraguna mulai bergegas kembali ke kerajaan Arcania untuk membantu teman-teman mereka yang sedang bertarung.
...----------------...
“Ting!” Howard menghilang. Ia menyerang ke arah Wira.
“KOBARAN API, LENYAPKAN!” Seru Howard yang menghunuskan pedangnya ke arah Wira. “Wushhh!” Seketika kobaran api melesat cepat ke arah Wira.
Namun terlihat Wira begitu tenang menahan serangan yang di lontarkan oleh Howard. Terlihat Wira membalikan serangan api yang di lontarkan oleh Howard kepadanya.
“Wushhhh!” Seketika Wira mengayunkan kedua lengannya dan mengerahkan kekuatan anginnya kepada kobaran api. Dan terlihat kobaran api itu berbalik menyerang ke arah Howard.
Terlihat Howard menohok, dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Lalu dia menghilang, menghindari serangan kobaran api itu. Howard menggerutu kesal. Dia begitu geram kepada Wira. Wira menyeringai.
Dan Wira kembali menggunakan ke kuatannya. Namun salah seorang bangsawan dari kerajaan Arcania menyerang Wira. “Ting!” Dengan cepat seorang bangsawan itu berteleportasi ke arah Wira. Dan dia terlihat menggunakan sebuah cakar-cakar besi dari jemari-jemarinya.
Itu adalah bangsawan serigala. Dia bernama Rengo (sang manusia serigala) sesuai dengan julukannya. Ia adalah bangsawan Aetherlyn yang berkekuatan dari cakar-cakarnya. Ketika ia melontarkan serangan kepada musuh. Mungkin musuh-musuhnya akan terkoyak oleh cakar-cakar tajamnya. Partikel-partikel seperti batu dan besi pun bisa dengan mudah di hancurkan oleh cakar-cakarnya Rengo.
... ...
... ...