Hai semua !!
Ini adalah series ke-II dari menikahi bos dingin ya.. kali ini nggak hanya menceritakan percintaan antara pasangan karena akan ada juga tentang kasih sayang adik-kakak.
Untuk lanjutnya mohon dukungannya ya semua, selalu beri kami perhatiannya ya😄
Happy reading guys ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Listiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Pagi hari Arga dikejutkan dengan suara berisik dari dalam kamar mandi. Dengan malasnya ia pun beranjak dari ranjangnya.
"Astaga Letta .. " paniknya saat dilihatnya Arletta tengah terduduk dilantai kamar mandi.
"Hei, bangun. Arletta bangun .. " mengusap pelan kedua sisi wajah istrinya.
"Pak, kepala saya pusing sekali perut saya mual" keluhnya dengan sangat lemas.
Tanpa aba-aba Arga segera membopong tubuh Arletta ke ranjangnya. Diletakannya perlahan tubuh lemas istrinya itu dan berlari keluar kamar mencari mamanya.
"Astaga Arga, jangan lari-lari" tegur Joy saat akan tertabrak Arga.
"Tante, ikut Arga sebentar" Argapun menarik tangan Joy menuju kamarnya.
"Astaga Letta, kamu kenapa sayang ??" tanya Joy saat melihat kondisinya.
"Astaga, kenapa dengan Letta ??" tanya Elena saat baru memasuki kamar.
"Apa yang kamu rasain nak ?? bilang sama mamah" mengusap rambutnya dengan lembut.
"Perut aku gak enak rasanya mah, kepala aku juga pusing" keluhnya dengan mata yang mulai berair.
Arga yang sedari tadi hanya sebagai penonton begitu khawatir dengan keadaan Arletta saat ini. Dengan cekatan ia pun membereskan semua barang-barangnya dan meminta pulang sekarang juga.
-
-
-
-
-
Suasana sunyi menyelimuti ruang kerja Cally. Sudah 2 hari ini dirinya menjadi uring-uringan. Hal yang membuatnya sangat kesal adalah ia tak mendapat kabar tentang Arga barang secuilpun.
"Akkkkhhhhh .. bisa gila gue kalo gini!!" teriaknya menghancurkan isi meja kerjanya.
"Apa yang kamu lakukan nak ?? " tanya Alfon saat melihat kondisi ruangan anaknga.
"Aku sama sekali nggak tahu kabar Arga !! dimana dia, sedang apa dan dengan siapa !! Aku ingin informasi itu !! " marahnya sejadinya.
"Hussshh ,, tenanglah nak. Daddy janji akan segera membawa Arga untuk menjadi suamimu" ucap Alfon memeluk tubuh anak gadisnya.
"Daddy sudah berjanji padaku, jangan ingkari janji itu" ucap Cally.
Sedang didalam mobil, Arletta hanya diam sambil terus memegangi perutnya yang terasa sangat mual itu.
"Apa mau berhenti dulu ??" tanya Arga yang sedari tadi memperhatikan Letta dari spion depan.
Saat Arga menghentikan mobilnya, Letta dengan tergesa-gesa keluar dan memuntahkan semua isi perutnya. Arga yang melihat segera mengejar dan memijit tengkuk lehernya.
"Sampai Jakarta kita cek up kondisi kamu sama baby ya.." ucapnya sambil menuntun tubuh Letta.
.
.
.
.
Sesampainya di Jakarta,Arletta segera dilarikan ke rumah sakit. Saat ditengah perjalanan tadi, tiba-tiba saja Arletta kehilangan kesadarannya. Elena yang mengetahui itu segera berteriak memanggil putranya.
"Tenanglah nak, istrimu akan baik-baik saja" ucap Reno menenangkan Arga yang sedari tadi mondar-mandir gak jelas.
Tak lama keluarlah seorang dokter perempuan dari dalam IGD. Segera saja Arga, Elena beserta Reno menghampirinya.
"Gimana keadaan istri saya dok??" panik Arga.
"Tenang saja pak, istri bapak baik-baik saja hanya perlu iatirahat aja" jelas dokter.
"Tapi kenapa anak saya sampai pingsan ya dok.." tanya Elena.
"Itu dikarenakan kondisi pasien yang sangat lemah. Saran saya jangan biarkan istri anda kelelahan"
"Baik dok, terima kasih" tulus semuanya.
Dengan kepala yang teramat pusing Letta dengan perlahan beranjak dari ranjangnga. Dilihatnya sekeliling namun tak ada orang.
Dengan perlahan Arletta melangkahkan kakinya menuju toilet kamar. Belum juga sampai tiba-tiba saja rasa pusing menyerangnga . Berpegang pada tembok ia mencoba menguatkan diri dan kembali berjalan lagi.
"Harus kuat, harus bisa. Gak neh cengeng" ucap Letta menyemangati dirinya ..
"Akkkhhhh .. " terdengar pekikan Letta yang memekakan gendang telinga.