*AREA MEMBUCIN!!
*TIDAK SUKA SKIIP! NO KOMENT SAMPAH!!
Terima Kasih!!
Squel dari cerita Anak Sultan Milik CEO.
🌺🌺🌺
Sifat dingin merupakan hal yang lumrah bagi setiap wanita. Bagaimana jika istilah beruang kutub dan singa betina dipadukan menjadi satu?
Gadis yang selalu mendapatkan pengawalan ketat dari sang abang, membuatnya awam tentang apa itu cinta. Namun seorang laki-laki berhasil meruntuhkan sifat dingin sang tuan putri, siapakah dia?
Ivanna Hanindya Dirgantara gadis dingin yang memiliki tatapan mata tajam, harus menggantikan sang ayah untuk mengelola Dirgantara CORP. Dengan berat hati, ia mengambil keputusan itu, karena kondisi Irfan yang sudah tidak memungkinkan untuk bekerja lagi.
Berjalan bersama Fajri, membuat Ivanna mampu mencapai puncak kesuksesannya.
Mengejar sang abang, dengan melebarkan sayapnya semakin jauh.
Dalam pencapaiannya, ada banyak pria mapan dan tampan yang mengejar Ivanna, siapakah yang akan ia pilih?
Pria baru yang hadir, atau masa lalu yang tiba-tiba saja datang kembali membawa sesuatu yang mampu mengubah sifat dingin Ivanna?
jangan lupa tinggalkan like nya gais 🤘🤘
Yuk simak terus!
ig : @bucin_nt.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bucin fi sabilillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Asisten Baru
Pagi menjelang, Ivanna sudah siap dengan setelan kerjanya, namun hari ini ia akan menggunakan motor sehingga, celana hitam panjang melekat pada tubuhnya yang indah.
Fajri semakin sewot ketika melihat pakaian Ivanna. Ingin rasanya ia menjual kembali motor itu, agar jantungnya bisa lebih sehat.
"Sudahlah, Bang. biarkan Dede menikmati masa mudanya! Jangan karena dia CEO, kita menentang semua keinginannya, sayang!" ucap Fajira.
"Abang khawatir, Bunda!" ucap Fajri menghela nafasnya.
"Bunda paham, sayang. Tapi Bukankah kemarin kamu sudah melihat bagaimana Ivanna mengendarai motornya?" tanya Fajira lembut
"Kemarin itu Dede bawa anak-anak, Bunda. Gak mungkin dede bawa motornya kencang!" keluh Fajri.
"Sudah, biarkan dia berekspresi, sayang. Bukannya kamu yang mengajarkan Dede otomotif dari kecil?" tanya Fajira.
Fajri hanya bisa menghela nafas. Bagaimana pun ia tetap mencemaskan adik kecilnya itu. Fajri melepas kepergian Ivanna, sambil memanjatkan do'a agar adik dan keluarga senantiasa di beri keselamatan.
Di atas motor, Ivanna bernyanyi sambil mengendarai kuda besi itu. Jalanan yang masih terlihat lengang karena ia datang cukup cepat pagi ini.
"Tolong! tolong! Jambret, pencuri, rampok! tolong!" teriak seorang ibu-ibu yang begitu nyaring di telinga Ivanna.
Ia segera mencari arah kemana larinya para jambret itu. Ivanna mengejar dua orang laki-laki berbaju hitam yang tengah berlarian sambil membawa sebuah tas.
Namun ia terkejut ketika melihat seorang gadis dengan berani menghadang mereka. Gadis itu mulai berkelahi untuk memperebutkan tas hasil jambretan itu.
Ivanna cukup kagum melihat kelincahannya. Lama mereka bertarung, gadis itu sudah terlihat kewalahan untuk menghajar mereka. Ivanna segera turun dari motornya dan membantu untuk melumpuhkan dua orang perampok itu.
Bugh,...
Bugh,...
Tendangan keras Ivanna yang menggunakan sepatu khusus yang di lengkapi besi di ujungnya, mendarat sempurna di kepala mereka masing-masing.
Para perampok itu langaung tersungkur dan pingsan. Ivanna segera menelfon bawahannya untuk membawa mereka ke kantor polisi.
Ia masih menggunakan helm sehingga tidak ada yang mengenali siapa dia. Gadis tadi segera mengambil tas berwarna putih itu dari tangan perampok
"Kamu gak papa?" tanya Ivanna.
"Gak papa, kak. Terima kasih sudah membantu!" ucap gadis itu.
"Kamu mau kemana?" tanya Ivanna.
"Saya, sedang mencari pekerjaan, kak. Sudah lama saya menganggur, tetapi tidak ada satupun perusahaan yang mau menerima!" ucap gadis itu lirih.
"Nama kamu siapa?" tanya Ivanna.
"Felicia, Felicia Andini!" ucap Felicia.
"Kamu mau ikut ke tempat kerja saya?" ucap Ivanna.
"Kakak serius? Tapi di mana kak?" tanya gadis itu berbinar.
"Saya bekerja diperusahaan properti!" ucap Ivanna
"Baiklah, kak. Aku ikut!" ucap Felicia sedikit curiga.
"Iya, lebih baik kita berikan tas itu terlebih dahulu!" ucap Ivanna.
Mereka segera menaiki motor, hendak berputar arah, namun ibu-ibu tadi sudah lebih dulu datang bersama dengan beberapa orang warga.
Mereka segera memegang tangan Ivanna dan Felicia, karena tertuduh telah menjambret. Ivanna hanya terdiam sambil mendengar ocehan mereka.
"Lepas!" bentak Ivanna yang sudah jengah.
"Ah, dasar kau perempuan? apa tidak cukup uang yang kau miliki, motor kau bagus, apa itu hasil rampasan juga?" bentak warga.
Ivanna menatap geram semua orang yang ada di sana. Sementara Felicia sudah berkoar-koar untuk membela diri.
"Lepas!" bentak Ivanna sambil menghempaskan tangannya yang sudah di cengkeram oleh bapak-bapak tadi hingga terlepas.
Mereka terkejut karena Ivanna cukup kuat untuk melepaskan cengkeraman tangan mereka
Gadis cantik itu segera merogoh ponsel dan memanggil kembali pada bawahannya.
"Sekarang ikut kami ke kantor polisi!" ucap mereka menarik Ivanna, namun gadis itu hanya diam saja.
Tak lama datanglah sebuah mobil yang membawa perampok tadi. Mereka segera menyingkirkan semua orang dan mengamankan Ivanna.
"Hei kalian siapa? Apa kalian ingin mengamankan pencuri ini?" bentak bapak-bapak di sana.
"Tutup mulut kau setan! lihat siapa yang tengah kau tuduh! Perampok yang kalian maksud ada di dalam mobil. Dan Nona kami beserta gadis itu telah membantu untuk mengambil tas Ibu itu!" ucap Joe berteriak.
Badannya yang besar dan tegap membuat semua orang terdiam dan melepaskan Ivanna dan Felicia. Hingga datang beberapa mobil lagi dan mengamankan orang-orang yang sudah berani berbuat kurang ajar kepada Ivanna.
Semua orang terbirit ketakutan seketika, melihat siapa yang tengah mereka hadapi. Tim keamanan dengan logo Dirgantara CORP berjejer rapi mengawal Ivanna. Barulah mereka menyadari, jika perempuan yang mereka bentak-bentak itu adalah Ivanna sang Putri kerajaan.
Sementara ibu tadi hanya terdiam setelah menerima tasnya.
"Harusnya Ibu mengatakan bagaimana bentuk pelakunya! kenapa ini malah diam saja, kalau seperti ini, saya menyesal telah membantu Ibu!" bentak Felicia geram.
Ia segera pergi dari sana tanpa menghiraukan orang lain. Sementara Ivanna hanya tersenyum di balik helmnya sambil menatap kepergian gadis itu.
"Bawa gadis itu kepadaku, Joe!" ucap Ivanna sambil menaiki motornya.
"Baik, Nona!" ucap Joe patuh.
Ivanna meninggalkan lokasi itu di ikuti oleh beberapa pengawal lainnya menuju perusahaan. Sementara, Joe mencari cara untuk menculik Felicia, seperti keinginan Ivanna.
🌺🌺
Semua mata tertuju kepada gadis cantik yang baru saja turun dari motor sambil membuka helm. Rambut panjangnya terurai dengan indah, dan membuat semua orang mengagumi kecantikannya.
"Tolong parkiran motor, saya, Pak!" ucap Ivanna sambil menyerahkan kunci motornya.
"Baik, Nona!" ucap salah satu tim keamanan.
Ia berjalan masuk ke dalam gedung itu dengan wajah dinginnya. Ivanna melangkah dengan anggun menuju ruangan yang ada di lantai 7.
Setibanya di sana, ia segera mengganti pakaiannya dan memeriksa beberapa berkas calon asisten barunya. Pandu juga sudah berada di dalam ruangan Ivanna dan melihat wajah kecewa dari Nona mudanya.
Ivanna berdecak kesal karena tidak ada yang membuatnya puas. Perempuan dengan kemampuan akademik yang bagus, namun tidak dengan ilmu bela diri yang mumpuni.
"Hanya sampai sabuk biru? Apa tidak ada satupun perempuan yang mendapatkan sabuk hitam dalam masa pelatihannya?" ucap Ivanna kesal.
"Maaf, Nona!" ucap Pandu lirih.
"Carikan saya beberapa orang lagi! Bapak tau, jika saya butuh perempuan yang sangat pandai dalam bidang bela diri!" ucap Ivanna garang.
"Maaf, Nona. Saya akan mencari beberapa orang lagi, hingga nanti siang!" ucap Pandu yang merasa begitu kecewa dengan dirinya.
Ivanna yang hendak berbicara kembali menurunkan niatnya karena mendengarkan kegaduhan dari arah luar.
Tok,... tok,... tok,....
Pandu segera membuka pintu dan melihat, Joe sedang menggotong seorang perempuan. Senyum Ivanna terbit ketika melihat wajah perempuan itu dan membuat Pandu mengernyit.
"Nona, ini gadis yang anda minta!" ucap Joe.
"Terima kasih, Joe.!" ucap Ivanna tersenyum tipis.
Gadis itu terdiam melihat Ivanna yang mulai berjalan ke arahnya. Ya hanya menunduk karena cukup tau bagaimana sifat garang Ivanna melalui media sosial.
"Apa kamu tidak mengenaliku?" tanya Ivanna.
"Sa-saya kenal, Nona. Maaf, kenapa Om itu menculik dan membawa saya hingga kesini?" tanya Felicia menatap Ivanna dengan mata yang berkaca-kaca.
"Bukankah, tadi kamu sedang mencari pekerjaan, aku menawarkannya untukmu, tapi kamu malah kabur begitu saja!" ucap Ivanna tersenyum tipis.
"Maaf, Nona. Kita belum pernah bertemu sebelumnya, bagaimana anda bisa tau?" ucap Felicia gugup.
"Kamu lihat helm itu!" perintah Ivanna.
Felicia menatap helm yang di maksud, ia kenal dengan benda itu. Matanya seketika membola, dengan tubuh yang perlahan gemetaran, karena menerka apa yang tengah di bicarakan oleh Nona muda ini.
"Itu saya! Mana CV kamu?" tanya Ivanna.
"Ini, Nona," ucap Joe menyerah map yang sudah ia pegang sedari tadi.
Ivanna melihat isi map itu, akademik yang bagus dengan banyak prestasi dan di sana juga tertulis, sabuk hitam Tae kwon do dan pencak silat.
"Kau di terima!" ucap Ivanna.
Deg,...
Felicia melotot, mendengar ucapan Ivanna yang begitu enteng menerima dirinya
"Pak Pandu, tolong beri tahu apa pekerjaannya setelah ini!" ucap Ivanna.
"Baik, Nona. Kalau begitu kami permisi terlebih dahulu!" ucap Pandu membawa Felicia keluar dari ruangan.
Ivanna tersenyum, akhirnya ia bisa memiiliki asisten perempuan yang lebih banyak membantunya nanti.
"Joe, Persiapkan tempat untuk melihatnya. Carikan tempat tinggalnya yang cukup dekat dengan rumah, pastikan latar belakangnya!" ucap Ivanna tegas.
"Baik. Nona. Malam ini akan saya serahkan langsung kepada anda!" ucap Joe.
"Terima kasih! Silahkan!" ucap Ivanna tersenyum manis.
Deg,...
Jos merasa begitu tersanjung dengan ucapan terima kasih dari Ivanna. Ini untuk pertama kalinya ia merasakan betapa hangatnya senyuman itu.
"Sama-sama, Nona. jangan sungkan. Kalau begitu saya permisi!" ucap Joe perlahan keluar dari ruangan itu.
Ivanna kembali menyelesaikan pekerjaannya pagi ini, sebelum mengikuti agenda rapat dengan rekan bisnisnya yang lai.
🌺🌺🌺
TO BE CONTINUE