21+
[Penuh dengan adegan dewasa yang explicit (jelas), pertengkaran, kata-kata kasar, alkohol dan gaya hidup bebas]
Cassandra De Angelis seorang produser musik yang sangat sukses harus berakhir dalam kecelakaan maut yang hampir merenggut nyawanya. Namun, keberuntungan menyelamatkannya dari maut dan membuat dia bisa sembuh. Hanya saja, saat dia terbangun dia seolah melupakan sesuatu tentang kejadian yang menimpanya. Cassandra tidak ingat sedikit pun tentang kecelakaan itu dan keluarganya pun seolah menyembunyikan sesuatu darinya. Hingga akhirnya potongan ingatannya perlahan muncul, membentuk dan menyusun puzzel yang akan menjawab misteri di balik kecelakaannya. Misteri yang akan membawa dia pada sebuah kisah yang rumit. Kisah yang akan mengubah hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Second Meet
Happy Reading
***
"C'mon Nugget, Salmon..." kata Christov pada kedua anjingnya. Tangannya segera memegang tali anjing di tangan kanannya setelah memakai tas punggung berisi cemilan untuk kedua anjing itu.
Nugget dan Salmon dengan patuh melompat dari mobil SUV hitam milik Christov. Dengan celana olahraga abu-abu, kaos putih berkerah, topi, kacamata, dan sneakers, Christov berjalan melewati jalan raya menuju lahannya yang dipenuhi alang-alang. Ekor kedua anjing itu bergerak-gerak dengan senang saat akhirnya memasuki lahan alang-alang tadi. Bergerak penuh semangat dan antusiasme. Nugget dan Salmon memang suka aktivitas di luar ruangan.
Setelah kedatangan kedua anjing saudaranya, Christov memilih membawa mereka pergi ke pinggiran kota seperti sekarang. Daerah pertanian. Tempat di mana Christov bisa menikmati udara segera sendirian. Pilihan pantai tidak pernah menjadi pilihannya untuk melepas suntuk walau LA terkenal dengan berbagai pantainya karena alasan sederhana. Terlalu ramai. Dia benci keramaian.
Di tambah, mimpi Christov sejak dulu bisa tinggal di pedesaan yang tidak terlalu ramai dan begitu dekat dengan laut. Dia berharap bisa membangun sebuah rumah di pinggiran laut, dimana dia bisa menikmati udara laut berbaur dengan suara burung laut, bertani, berkebun, dan memelihara beberapa hewan ternak. Lalu bekerja sebagai freelancer.
Sayangnya, itu bukanlah mimpi yang sederhana. Maka dari itu sejak dulu Christov begitu bekerja keras untuk mengumpulkan uang. Uang yang dia miliki sekarang cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun rumah yang dia angankan, tapi uang untuk bertahan hidup belum tentu ada.
Uhm.. Dan yah, Christov berharap bisa bertemu seseorang yang memiliki mimpi seperti dia. Clara, wanita yang dijodohkan dengannya memiliki pola pikir dan mimpi yang berbeda dari Christov. Clara memiliki mimpi menghabiskan hidup di kota, menaikkan pangkat menjadi seorang professor untuk menaikkan jabatan dan kelas sosialnya. Tidak ada sedikit pun mimpi Clara yang sama dengan mimpi Christov.
Itu sulit... Cukup sulit. Kedua insan dalam sebuah hubungan bisa bertahan ketika memiliki mimpi, angan, dan tujuan yang mirip bahkan sama. Ketika berbeda, secara tidak langsung akan terbentuk dinding tak kasat mata di antara keduanya yang membuat mereka saling berjauhan hingga akhirnya berpisah karena perbedaan tujuan dan mimpi.
"Huff.." Christov menghembuskan napasnya. Kenapa dia tiba-tiba memikirkan hal berat seperti tadi?
Harusnya aku--
"Woah..." tidak sempat melanjutkan kata-kata dalam pikirannya, Christov diinterupsi oleh gerakan Nugget dan Salmon yang mendadak lari hingga membuat tali keduanya lepas dari genggaman Christov.
"No!" teriak Christov melihat Nugget dan Salmon menghilang di balik rumput alang-alang yang tinggi.
Sial. Dia tidak boleh kehilangan anjing-anjing itu atau saudarinya tidak akan segan-segan membawa dia kembali ke rumah sakit.
Christov segera berlari mengejar mereka. Matanya tidak lepas dari bagian atas alang-alang yang bergerak sebagai penuntut arahnya. Telinga pun ikut bekerja mencari keberadaan anjing-anjing itu melalui suara. Semakin jauh dia berlari, Christov bisa melihat pucuk kepala seseorang yang ditutupi topi. Apakah Salmon dan Nugget hendak menggigit orang asing itu?
"Nugget!Salmon!" teriak Christov dan detik dia menyibak alang-alang, matanya melihat seorang wanita yang terjatuh di atas tanah dengan kedua anjingnya menjilat-jilat wanita asing itu.
"Nugget! Salmon!" bentak Christov dan berusaha menarik tali kedua anjingnya untuk menjauh dari wanita asing itu.
Sementara berusaha menarik Nugget dan Salmon menjauh darinya yang entah mengapa terasa sulit, Christov menfokuskan pandangannya pada wanita tadi, "Maafkan saya..."
Salmon dan Nugget tetap melawan dan dengan terpaksa Christov bersimpuh di tanah dan mengalungkan tangannya di kedua leher mereka.
"Salmon! Nugget! Stop!"
Salmon dan Nugget mendadak berhenti meronta dan menatap Christov dengan tatpa sendu. Keduanya cukup syok mendengar bentakan Christov. Sialan.
"Maafkan aku, Nona," Christov mengalihkan tatapannya pada wanita yang masih duduk di atas tanah itu, "Anjing-anjingku kadang tidak terkenda--" dia berhenti berbicara ketika melihat siapa yang ada di depannya.
Ah.. Uhm.. Christov mengenalnya! Wanita yang dirawat di te rumah sakit yang sama dengannya.. Calline? Celine? Cassandra?!
"Kau pria yang kutemui di rumah sakit, bukan?" tanya Cassie akhirnya ketika mereka menghabiskan momen sepersekian detik untuk bertatapan.
Christov tersenyum canggung, "Ah.. Cassandra, bukan?"
Cassie mengangguk, "Panggil aku Cassie saja, Christover."
Christov tersenyum kecil namanya diucapkan, "Kalau begitu, panggil aku Christov..."
Percakapan singkat itu mengalir begitu saja bagaikan alir. Bertukar nama singkat setelah dua kali pertemuan yang tidak disengaja.
Christov bangkit dari posisinya dan memegang tali anjing di satu tangan. Ditawarkannya tangan kanannya pada Cassie untuk membantu wanita itu.
"Thank you," ucap Cassie.
"Maafkan anjing-anjingku..." ulang Christov dengan nada penyesalan.
Cassie tersenyum kecil seraya membersihkan bagian belakang tubuhnya dengan tangan.
"Apa anjing-anjingku melukaimu?"
"No," Cassie menggeleng, "Hanya saja mereka membuatku terkejut karena kupikir mereka akan mengigitiku. Namun, untungnya mereka hanya menjilatiku."
"Salmon dan Nugget tidak biasanya seperti itu pada orang yang baru mereka temui..."
"Salmon dan Nugget! Nama yang unik," dia tersenyum tulus pada Christov, "Mungkin mereka tahu bahwa aku adalah pecinta hewan," Cassie menatap Christov. Jantungnya masih berdetak kencang karena adrenalin yang dia rasakan tadi.
"Aku tidak menyangka bertemu denganmu lagi di tempat seperti ini..." kata Cassie sebagai pembuka basa-basi yang lain. Matanya sesekali melirik ke arah anjing yang menatapnya penuh antusias. Kenapa mereka sesenang itu bertemu Cassie?
"Yah.. Begitulah," Christov menarik kedua anjingnya menjauh dari Cassie.
"Anjingmu lucu.." Cassie bersimpuh di depan Salmon dan Nugget. Keduanya segera menggesek-gesek badannya pada Cassie.
"Sebenarnya ini anjing saudariku," Christov melihat kedua anjing yang tampak begitu akrab dengan Cassie. Well.. Dia tahu jelas kedua anjing ini begitu tidak ramah pada orang baru. Mereka tidak segan-segan menggigit seseorang yang baru mereka temui. Hanya saja, itu tidak berlaku pada Cassie. Bagaimana mungkin?
"Ah.. Aku berharap bisa memelihara anjing juga. Sayangnya aku hanya bisa bisa memelihara ikan untuk saat ini..." Cassie mendongkakkan kepalanya untuk menatap Christov untuk memeriksa apakah dia terlalu banyak berbicara.
"Nama ikanku tidak seunik nama Nugget dan Salmon," Cassie bangkit dari posisinya dan menatap Christov yang menatapinya dalam diam. Dia sangat pendiam. Pikir Cassie. Apakah aku terlalu bersikap ramah? Terlalu sok kenal?
"Siapa nama ikan-ikanmu?" tanya Christov dengan nada kaku yang terdengar terpaksa bagi Cassie
Mungkinkah dia bertanya kembali agar terdengar sopan? Well.. Cassie tidak tahu. Dia bukanlah cenayang yang bisa membaca pikiran seseorang.
"Milo, Mili, Milo."
"Milo."
Saat Cassie mengucapkan nama Milo, secara mendadak Christov mengucapkannya pelan secara bersamaan dengan Cassie.
"Apa?" tanya Cassie penuh keheranan.
Christov tersadar dan terkejut dengan ucapannya sendiri. Kenapa tiba-tiba dia mengucapkan itu? Itu muncul begitu saja di otaknya dan mengucapkannya bagaikan refleks.
"Aku mendengarmu mengucapkan nama Milo atau aku salah dengar?"
Christov berdehem kecil karena tenggorokannya tiba-tiba terasa kering.
"Yah.. Entah mengapa itu keluar dari mulut begitu saja..."
Cassie mengangguk, "Mungkin karena kemiripan nama ikan-ikanku. Beberapa orang juga mengalami hal yang sama..
"Okay.. Baiklah.."
Keduanya terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
Apa dia mempunyai pacar?
Itu adalah pertanyaan yang ditanyakan dalam pikiran mereka masing-masing. Cassie ingin berbasa-basi, tapi Christov adalah orang pendiam. Hal itu membuat Cassie ragu melanjutkan pembicaraan ini. Di sisi lain, Christov sedang berpikir topik macam apa lagi yang harus dia bicarakan dengan wanita di hadapannya ini.
Cassie menarik napas, "Kalau begitu, aku pergi.." kata dia akhirnya untuk menyelesaikan keheningan yang mencekiknya di antara keduanya. Mungkin dia sudah punya pacar. Pikir Cassie lagi karena Christov tak berusaha mengajaknya berbicara. Padahal, pria-pria selalu berusaha mengajak Cassie berbincang, tapi tidak dengan Christov.
"Ah.. Okay," ucap Christov dengan nada ragu.
No! Teriak Christov dalam otaknya saat melihat Cassie membalikkan badan dan pergi meninggalkannya. Tubuh Cassie perlahan hilang di antara alang-alang. Hati dan pikiran Christov tidak bekerja secara sinkron, tapi pada akhirnya, dia memutar tubuhnya dan berjalan dengan mengambil arah yang berbeda dengan Cassie.
"Dia hanya akan menjadi orang asing.."
****
Miss Foxxy
mash blm paham niiii
bukany terpeleset yaaa
terlalu aneh bisa sama-sama amnesia dan melupakan waktu 6 bukan
curiga deh ikke
dunia fantasi, untuk melepaskan penat 😁