Kisah cinta pandangan pertama seorang pria dewasa kepada gadis muda, yang merupakan anak dari teman baiknya, dan berakhir menjadi obsesi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhahra Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Mengetahui Semuanya
Sejak pikirannya dipenuhi oleh prasangka buruk tentang statusnya, David menjadi tak fokus dalam segala hal. Dia lebih banyak melamun, ceroboh, dan bahkan tak jarang membahayakan nyawanya maupun orang lain.
David tidak bisa mengontrol dirinya, bahkan saat dia berada di jalanan sekalipun.
Sampai pada satu insiden yang membuatnya harus bersitegang dengan si pemilik mobil Mercedez yang di serempetnya. Karena sebelumnya dia tidak berhenti dan terus melaju sampai menerobos lampu merah.
Jadi dia bukan hanya menjadi sasaran si pemilik mobil, namun oleh pengemudi lain yang melintas di jalur lain yang terpotong olehnya.
Mereka terus memakinya, namun David tidak menanggapi. Sampai si pemilik mobil yang paling di rugikan secara materi kehilangan kesabaran, dan langsung memukulnya tanpa peringatan.
Keadaan semakin chaos. Orang orang mulai bergerak untuk menghentikan pengendara tersebut agar kejadian tidak kembali terulang. Sebagian lainnya mendekati David yang masih tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Sampai,,
"Berhenti! Berhenti! Minggir!" sebuah suara keras namun terdengar lembut milik seorang wanita terdengar, memecah situasi dan mengalihkan fokus semua orang. Termasuk David sendiri.
David semakin membisu dalam keheningan dengan tatapan terus tertuju pada perempuan yang cukup memberikan kesan mengesankan saat pertemuan pertama mereka. Dan kini, dalam pertemuan kedua, David lagi-lagi semakin dibuat terkesan oleh tindakannya.
"Kalian jangan main hakim sendiri lah. Bicarain baik-baik kan bisa" Keisya melirik David. Keadaan sebelah wajahnya hampir serupa dengan wajahnya. Memar kemerahan serta sudut bibirnya yang robek. "Kamu gapapa?"
David merespon dengan menggeleng pelan.
"Bicarain baik-baik gimana, anak ini ga ngomong apa-apa dari tadi. Lihat mobil saya, rusak gara-gara dia" ujar si bapak pemilik mobil. "Belum lagi hampir bikin orang celaka. Jelas lah kita marah"
"Sekarang cepet ganti rugi. 20 juta!" lanjutnya dengan nada menyentak pada David.
Keisya melotot.
Apa katanya, 20 juta?!
Gila!
Dia maju satu langkah, membuat posisinya berada di depan David.
"Apa maksud bapak 20 juta? Bapak mau ngerampok anak SMA?! Dia emang salah Pak, tapi bapak juga salah. Bapak sudah melakukan penganiayaan sama pemerasan juga Itu bisa di laporkan ke polisi, terus bapak di penjara. Bapak mau?!"
Keisya begitu menggebu. Dia tidak tahan melihat orang yang menindas, dan korban yang tertindas.
Seperti melihat dirinya sendiri saat kecil.
"Apalagi disini banyak saksi. Dan pasti ada yang merekam juga. Bapak mau viral?"
Bapak bapak itu tampak panik, lalu menatap sekitar. Dan yah, memang ada beberapa orang yang mengangkat ponsel mereka. Sudah pasti merekam kan, memangnya apa lagi?
Apalagi jaman sekarang semuanya serba di rekam diam diam dan serba viral. Bisa bahaya untuk reputasinya.
"Ya sudah, saya minta maaf. Tapi dia tetap harus ganti rugi buat kerusakan mobil saya, sama waktu saya"
"Berarti Bapak juga harus ganti rugi karena udah mukul dia. Gimana?" Jika semuanya harus di hitung, bukankah David juga harus mendapatkan itu atas pukulan yang dia terima?
Bapak itu tampak kesal, "Ya udah! Ganti rugi mobilnya aja!"
Keisya mengangguk puas. Lalu berbalik menatap David. Namun sebelum dia berbicara, pandangannya tertuju pada keberadaan Bastian yang tampak kesal saat melihatnya.
Ada apa lagi sekarang?
Namun itu tidak penting sekarang.
"Itu Ayahnya anak ini, dia yang akan ganti rugi kerusakan mobil bapak" ujar Keisya sambil menunjuk ke arah Bastian dengan santai.
Semuanya mengalihkan pandangan pada orang yang Keisya tunjuk, membuat beberapa dari mereka tampak terkejut melihat keberadaan Bastian.
Termasuk David dan si pemilik mobil.
"Pak, Bastian?" bapak tersebut bergumam, suaranya terdengar bergetar.
Keisya mendengar itu. Saat melihat ekspresi bapak tersebut, dia menebak jika bapak ini mengenal Bastian.
Reaksinya sama seperti para pria dewasa yang dia temui di pesta perusahaan Bastian.
Ternyata Bastian seberpengaruh itu. Sampai orang dari kalangan atas seperti bapak ini saja, menunjukan sikap segan di hadapannya.
Sedangkan Keisya justru sering memukuli dan mencubiti pria itu saat dirinya sedang sebal padanya. Apa dia sudah keterlaluan yah? Atau yang lebih parah, bagaimana jika Bastian akan tersinggung suatu saat, dan membalas dendam padanya?
Sangat berbahaya.
Ingatkan dia untuk tidak melakukan hal itu lagi di masa depan.
\=\=\=\=\=
Pagar kediaman mewah Bastian langsung terbuka mobil mobil si pemilik tiba. Seperti biasa, Bastian yang tidak pernah menggunakan jasa supir pribadi itu langsung menuruni mobil setelah berhenti sepenuhnya di area carport.
Sebelumnya dia mengatakan tidak membawa kendaraan pada Keisya, tentu saja dia berbohong. Memanfaatkan waktu berduaan dengan gadisnya, tidak akan dia lewatkan.
Meskipun sempat kepanasan karena terbakar cemburu melihat perhatian gadisnya pada David, namun itu tidak berlangsung lama setelah mereka sempat berbincang selama perjalanan pulang tadi.
Bastian justru semakin ingin membahagiakan gadisnya.
"Ayah"
Begitu memasuki rumah, Bastian langsung menemukan keberadaan David. Hal ini sudah dia duga sebelumnya, bahkan kalimat apa yang akan terlontar pun sudah dia perkirakan.
"Apa perempuan yang ibu maksud itu Keisya?"
Dan benar saja, pertanyaan itu benar-benar David ajukan. Mungkin dia tidak bisa menahan rasa penasarannya, dengan situasi yang dilihatnya sebelumnya.
"Dia anak temen Ayah kan?"
Seperti hari itu, saat dia mengajukan pertanyaan pada Ibunya, kali ini pun dia melakukan hal serupa pada Bastian. Dia memberanikan diri karena kejadiannya dilihat langsung olehnya.
Rasa penasarannya, serta berbagai hal yang baru terpikirkan olehnya, memenuhi pikirannya.
Pantas Ayahnya terlihat berbeda hari itu, saat dia terlibat masalah di sekolah. Ayahnya bukan hanya tidak memarahinya, namun tidak menghukumnya seperti biasanya. Entah itu berupa menyitaan barang, atau berupa kurungan di dalam rumah.
Ternyata karena Keisya.
"Kamu tidak lupa sama ucapan kamu saat itu kan, David?" Alih-alih memberikan jawaban, Bastian justru mengingatkan tentang ucapan yang tidak akan mencampuri apapun urusan pribadinya.
"Aku ingat, tapi kenapa harus dia?" yang dia maksud adalah tentang usia Ayahnya dan Keisya yang terpaut jauh.
Namun Bastian menangkap hal lain dari ucapan tersebut. Matanya langsung memicing penuh selidik. "Kamu juga menyukai Keisya seperti Haikal?"
Tunggu, apa maksudnya?
Apa perempuan yang disukai kakaknya juga Keisya? Apa karena ini juga alasan kepergian kakaknya yang begitu mendadak? Karena Ayah dan kakaknya menyukai wanita yang sama?
"Aku ga punya perasaan seperti itu sama dia Ayah. Tapi hubungan kalian pasti di tentang sama keluarga Keisya. Aku cuma ga mau kalau Ayah sampai kerepotan gara-gara masalah ini"
"Itu urusan Ayah. Urus saja urusan kamu sendiri."
Selalu seperti itu. Bastian tidak pernah tersentuh oleh apapun perhatian yang ditunjukan oleh David maupun Haikal. Jadi sangat wajar jika David mulai ragu dengan statusnya bukan?
hehe besok kamu ga akan bisa ngelak lg kei kalo liat bukti dr Sisi 🤣🤣