Menceritakan tentang kesedihan seorang istri yang tidak pernah anggap ada. Dan selalu saja di salahkan
_Akankah, Safira mampu bertahan dengan pernikahan yang tanpa cinta ini....???
_Atau mampu kah, Arjuna mempertahankan Safira atau justru melepaskan nya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
"Sehari telah berlalu, namun hingga kini Safira belum juga menampakkan diri sejak kejadian semalam"... Bibi pun nampak gelisa, beberapa kali bibi mengetuk pintu kamar Safira tapi tidak mendengar sedikit pun jawaban dari dalam kamar".. Kemudian bibi berlarih ke arah kamar nya, meraih handpone dan menelpon Juna..
_Halo tuan.. Maaf bibi menggannggu tuan.. I_itu tuan... "Ucap bibi"..
_Ada apa bi...????
_Anu tuan, non Safira dari semalan sampai sekarang,. Bulum keluar kamar tuan..
_Terus apa hubunganku dengan nya.. Mungkin saja dia lagi tidur bi.."Ucap Juna".. Yah sudah bi, saya lagi sibu bekerja..(tut.tut.tut.)
"Bibi kembali berjalan ke arah kamar Safira.".. Non,, apa non Safira mendengar bibi..???? Tolong buka pintunya non...???
"Dengan lemah Safira berjalan ke arah pintu dan kemudian membuka nya".. Ada apa bi ucap Safira lesu...????
Yah' Allah, non Safira, untuk non Safira baik baik saja.. Bibi khawatir sama non.."Ucap bibi".. Non sakit yah' muka non Safira kok pucet...???
"Safira baik baik saja bi.. Safira hanya butuh istirahat.. "Bi, bisa minta tolong,..?? Buat kan Safira segelas susu, tapi tolong jangan susu yg mas Juna beri,. Susu Safira ada di lemari pendingin bi"..
Ia non tunggu sebentar.."Ucap bibi".. Dan dengan cepat nya bibi menyiapakn susu untuk Safira..
"Non ini susu nya, dan ini roti untuk non Safira makan...!!!.
"Makasih bi.. Tapi Safira hanya ingin minum susu ini bi.. Safira ngak butuh roti bi.."Ucap Safira"
"Bibi tau non Safira, pasti mengira roti ini dari hasil uang tuan..Jadi dia tidak ingin memakannya.."
"Tapi non, tolong rotinya di makan, kasihan anak non, yang di dalam kandungan.." Maaf non, tapi roti ini bibi beli pake uang pribadi bibi,.."Ucap bibi menunduk"..
Baiklah bi, rotinya Safira makan.. Terima kasih bi.."Ucap Safira", Ouh ya bi, apa Alira sudah pulang sekolah...???
Non, Alira belum pulang.. Mungkin sebentar lagi tuan Juna akan mengantar nya..!!! Kalau begity bibi pamit ke dapur dulu, kalau non Safira butuh apa apa panggil bibi saja...
Baik bi, terima kasih...
** Malam hari**
Ayah., Bisa bantu Alira mengerjakan tugas sekolah...???
Apakah Safira tidak membantu mu sayang...??? "Tanya Juna kembali"..
"Tante Safira tidur yah' .. Alira ngak tega buat ngebangunin tante..."
Beberapa saat kemudian,.. Juna menghampiri Safira yang berada di kamar di dekat dapur... "Berjalan mondar mandir di depan pintu Safira".. Ragu antara ingin mengetuk atau tidak.. Apakah dia sakit...??? Tidak seperti biasanya dia lalai dengan tugas nya.."Gumam Juna"..
Bibi yang melihat tuan nya mondar mandi di depan pintu kamar Safira, hanya tersenyu.."Bibi yakin jika saat ini tuan sangat menghawatirkan non Safira".. Batin bibi
Tuan...!!! "Sapa bibi".. Tuan lagi nyarin non Safira...?????
Hhmmmm i__ya bi..
Ouh tunggu, bibi panggilkan non Safira nya dulu..
"Tidak usah bi.. Biar saya saja yang akan memanggil nya..!! "Ucap Juna lalu mengetuk pintu kamar Safira".. Tanpa menunggu sahutan dari dalam sama sekali, Juna langsung membuka pintu kamar Safira yang memang tidak terkunci.."
Mas. "Ucap Safira terbata melihat Juna memasuki kamar nya"..
"Juna memandangi seisi ruangan kamar tempat Safira tidur.." Ada sedikit rasa bersalah di hati nya, karna melihat Safira tertidur di kasur kecil.