Lelaki yang hidup berkecukupan, dan sudah dipastikan akan menjadi pewaris tunggal kekayaan orang tuanya. sudah pasti di minati para wanita, banyak wanita yang ingin menjadi pacarnya namun ia selalu menolaknya karena seseorang.
Setelah menunggu sekian lamanya, seseorang itu datang. namun, diwaktu yang tidak tepat.
Ia sudah memiliki seorang istri, yang bahkan belum ia cintai.
"Menikahi wanita usia tiga puluh tahun itu bukan keinginan ku" ucap gatra dengan tegas
Apakah seorang gatra bisa mencintai istrinya? atau malah terjadi perselingkuhan? atau perceraian?
Yuk baca, kita intip rumah tangga gatra.
ig ; diah.ifro dan ruangg rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 17
"Oh marisa, oh iya kenapa kamu ujan ujannan?" tanya bu tania menatap marisa yang juga merasa aneh, karena jelas ia memakai payung dan berteduh tapi hampir seluruh pakaiannya basah kuyup, seharusnya hanya basah di beberapa bagian.
"Ini semua gara-gara gatra, calon suami ibu!!!" gumamnya kesal di dalam hati "saya tadi ada urusan bu, jadi saya minta pak gatra pergi duluan. eh malah ujan, untung aja pak gatra sempet ngasih saran buat bawa payung" jawab marisa ramah
"Aku gak yangka gatra baik juga" pikir bu tania
"Ibu dari mana?" tanya marisa bingung
"Saya dari proy..."bu tania segera menghentikan ucapannya "gak mungkin aku bilang aku dari proyek pembangunan jalan itu" pikir bu tania
"Saya dari proses izin cuti di kampus, kebetulan rumah pimpinan kampus deket sini" jawab bu tania sambil tersenyum
"Bukannya pak dario bilang bu tania dosen pembimbing gatra, dan gatra juga bilang bu tania orang miskin dan punya rumah kecil. kok dia punya mobil bagus kaya gini, ada supir lagi" pikirnya bingung
"Kenapa marisa?" tanya bu tania ketika wajah wajah berpikir terlihat jelas
"Mohon maaf bu sebelumnya, ini mobil ibu?" tanya marisa yang benar-benar penasaran
"Gatra kan taunya aku gak punya mobil, cuma punya motor butut. jangan-jangan marisa juga taunya kaya gitu" pikir bu tania "tapi buat apa aku bohong, tapi kan buat apa aku harus bilang ini itu" sambungnya
"Bu?" marisa mengelus paha bu tania
"Eh, iya ini mobil saya" jawab bi tania "oh iya ngomong-ngomong saya harus antar kamu kemana?"
"Ke perempatan didepan aja bu, saya mau pulang mau ganti baju" jawab marisa
"Yaudah saya anterin, tunjukkin aja jalannya" jawab tania ramah
"Terimakasih bu" ucap marisa sambil tersenyum lebar
Setelah perjalanan yang cukup memakan waktu akhirnya mereka sampai di sebuah rumah berwarna putih yang tak terlalu besar, memang sejak kejadian beberapa tahun yang lalu ia merubah semuanya ia menjual berbagai barang yang ia punya dari hasil hubungan gelapnya.
"Ini rumah kamu?" tanya tania menatap rumah yang berdekatan dengan rumah lain
"Iya bu, mau mampir?" tanya marisa ramah
Namun, bu tania menolak nya dengan lembut. ia bilang lain kali saya mampir, marisa sempat menatap aneh saat bu tania pergi. karena, mobil hitam di belakang mobil bu tania benar-benar mengikutinya, bahkan sampai rumahnya.
"Apa bu tania punya bodyguard?" pikirnya bingung
Cuaca kini sudah mulai cerah, tidak lagi terlihat mendung. gatra membunyikan klakson mobilnya setelah sampai di sebuah bengkel mobil.
"Siang den gatra" sapa seorang montir yang melihat gatra turun dari mobil setelah mobilnya terparkir.
"Siang apa sore ini?" tanya gatra tersenyum lebar
"Siang lah den kan baru jam dua" jawabnya sambil cekikikan
Gatra tersenyum sambil terus melangkahkan kakinya masuk ke sebuah ruangan dan "hayoh" gatra tertawa terbahak-bahak ketika seseorang dikursi itu meloncat kaget "anji*g!!! gue kira siapa" ucapan kesal
"Raka..raka.." gatra menggelengkan kepalanya sambil duduk di kursi pimpinan "udah tua masih aja nonton kaya gitu" ledeknya sambil tersenyum lebar
Raka menutup laptopnya sambil tersenyum malu "namanya juga cowok, makannya lo cobain. dijamin nagih" jawab raka cekikikan tak jelas
"Cobain apa sih ka, oh iya bokap mana?" tanya gatra karena biasanya papahnya raka ada di ruangan ini.
"Bokap ke luar kota sama nyokap, nanti malem dia cuma nitip ucapan selamat buat lo sekeluarga" jawab raka sambil menunjuk sebuah kado yang ada di sebuah meja yang agak berjarak dari keduanya
Gatra hanya tersenyum tipis sambil mengeluarkan handphonenya, ia tak bisa membohongi perasaannya bahwa ia sangat ingin menghapus nama maudy dihatinya namun itu bukan perkara mudah.
"Maudy?" tanya raka saat ia menoleh ke handphone gatra, gatra tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Gue bingung ka, makin kesini gue makin sadar kalo maudy gak mungkin balik. tapi, gue yakin maudy akan balik dan nemuin gue" kata gatra sambil mengusap kepala tanda pusing
"Keyakinan emang kadang buat kita bego, padahal jelas-jelas keadaan yang harusnya kita terima" jawab raka sambil menggupaikan tangannya ke arah pintu, di mana seorang perempuan sedang menyapu
"Ada apa den?" tanyanya sopan "tolong buat jus jeruk buat gatra bi"
Bibi itu mengangguk-kan kepalanya dan pergi, gatra menundukkan kepalanya sambil berusaha tersenyum menahan rasa sakit di dadanya.
"Mencintai itu gak mudah tra, tapi kalo lo udah yakin mau nikahin bu tania. lo harus belajar mencintai dia gimana pun caranya" ucap raka seolah jadi sahabat yang baik ketika gatra membutuhkan sebuah pendengar dan penasihat.
"Serius? lo pikir yang mau menikah sama bu tania siapa!!" teriak nya murka, sampai raka mengerutkan keningnya bingung "kan lo nanti malem nikah, gimana si?"
"Udah ah gak jelas, gue mau balik" gatra bangun dari duduknya "si bibi lagi bikin minum" teriak raka menghentikan langkah kaki gatra
"Gue kan gak minta" jawabnya acuh "lo yakin balik jam segini gak bakal di marahin bokap lo?" tanya lagi raka meyakinkan
"Gue mau ke rumah haris aja deh" jawab gatra sambil membuka pintu mobil nya, karena raka sedari tadi mengikuti gatra ia segera berlari mendekati gatra "ikut, mumpung bokap gak tau" saut raka tersenyum lebar langsung masuk ke dalam mobil sahabat nya
Bu tania berhenti di sebuah rumah yang cukup mewah dan besar, tentunya ini rumah nya juga.
"Pak rusdi tolong motor aku bawa kesini dong" pinta tania saat dirinya berdiri dekat gerbang
Pak rusdi pun menyuruh anak buahnya untuk mengambilnya di garasi "nona yakin di acara pernikahan gak mau kita jaga?" tanya pak rusdi sopan
"Bapak, di acara pernikahan tania itu hanya akad sama makan makan bareng keluarga sama sahabat doang" perjelas bu tania
"Saya akan tetap menjaga disekitaran rumah nona" tangkisnya cepat
Bu tania hanya memberikan ibu jarinya sambil tersenyum, ia tau pak rusdi tidak akan ceroboh dan akan menjaga dengan aman dirinya.
Tentunya, pak rusdi ingin keselamatan tania selalu di awasi dirinya. tania pun tau dia tak mungkin membeberkan siapa dirinya pada orang lain, apalagi bisnis orangtuanya mempunyai lawan bisnis dimana mana.
Niat hati, ingin bercerita tentang kehidupannya pada gatra setelah ia menikah. karena, bagaimanapun setelah ia menikah gatra menjadi bagian terpenting di hidupnya.
Tania pun mengendarai motor matic miliknya, dan pergi menjauh dari rumah yang besar itu. diikuti beberapa orang dari belakang tanpa sepengetahuan dirinya juga, karena pak rusdi tau tania tak akan suka jika tau dirinya terlalu diawasi.
-hati yang tersakiti' konflik rumah tangga
'-pemikat sukma" mistis, romansa
-kuntilanak pemakan janin" horor
karya siti H
semalu malunya dia sebagai wanita kan karakter dasar yg kuat krn srbagai dosen lalu juga bantu urus segala perusahaan walau lewat tangan kanan, kan pastinya dah siap mental kl ada hal yg buruk gitu loh ko ini mewek banget bin lembek