NovelToon NovelToon
SUAMI PILIHAN PAPA

SUAMI PILIHAN PAPA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rahmania Hasan

Naura adalah putri semata wayang pak Malik, memiliki paras yang cantik, dia tumbuh tampa merasakan kasih sayang seorang ibu. Pak Malik yang khawatir dengan hidup putrinya kelak ketika dia sudah tiada lagi dunia ini, meminta teman lamanya ketika mereka menuntut ilmu di pesantren dulu.
Pilihannya jatuh pada sosok pria sederhana, namanya Hasan. Pria itu sebenarnya tidak pendiam tapi dunia mereka yang berbeda membuat mereka tidak mudah untuk saling dekat.
Perasaan itu mulai tumbuh diantara keduanya tapi tidak ada yang berani memulai. Sampai akhirnya Naura tak bisa lagi menahan perasaannya, dia mencoba mengambil inisiatif dan terus berupaya memberikan signal - signal cinta. Namun Hasan yang ragu dan takut salah mengartikan isyarat itu justru menghindar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmania Hasan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

CAPTER 17

MENGIKUTI ALUR PERMAINAN KELINCI KECILKU

Begitu mau menaiki sepeda motornya telepon genggam Hasan berbunyi, ada satu notifikasi yaitu dari Ilham

yang mengajaknya makan malam diluar bersama dengan kedua temannya yang lain. Hasan pun langsung membalas chat itu dan menerima ajakan mereka. Hitung – hitung untuk membuang penat dikepalanya karena memikirkan kelakuan konyol istrinya sendiri.

Setelah disepakati untuk bertemu di kafe x Hasan segera tancap gas menuju tempat itu. Sekitar setengah jam

berkendara dia akhirnya tiba, disana tiga kunyuk sudah menunggu kedatangannya.

“Kenapa ngajak makannya jam segini...emang kalian lagi pada mau buka puasa?” tanya Hasan begitu tiba.

“Heee...cuma kangen aja kita sama mas”

“Kangen apanya!”

“Mas pesen apa?” tanya Andik

“Jangan mie ayam lho mas...nggak ada disini soalnya!”

“Emang lidahnya mas ini cuma lidah mie ayam?” jawab Hasan

“Ya kan secara mas yang dimakan seumur hidup cuma mie ayam!” ujar Ilyas.

“Iya...hidup mati mie ayam” imbuh Ilham dan tertawa.

“Coba sini menunya...”

Ilham langsung menyerahkan daftar menu yang sedari tadi dia pegang, Hasan melihat beberapa daftar menu dan

pilihannya jatuh pada nasi goreng.

“Yah...masih saudaraan sama mie ayam” ujar Andik.

“Yang penting bukan mie ayam” sambil menyerahkan kembali daftar menu.

Sambil menunggu makanan yang mereka pesan, mereka terlibat obrolan yang hangat. Bercerita dan mengingat

kembali kebersamaan mereka sebelum Hasan menikah.

“Mas kenapa nggak tinggal disana sama kita?!” tiba-tiba Ilham mengajukan pertanyaan yang emosional banget.

Bahkan kedua rekannya sontak terdiam dan terhipnotis oleh emosional yang teman mereka tebarkan.

“Pengennya sih gitu tapi” tidak melanjutkan malah tertenduk sedih.

“Tapi kenapa mas?!” Ilham melanjutkan pertanyaannya.

“Mertua mas nggak ngijinin....” suara datar

“Kenapa mas...takut anaknya godekan kalo tinggal dirumah yang nggak mewah?” sambung Andik .

“Nggak gitulah...beliau mertua paling baik sedunia” ucap Hasan.

“Terus kalo istrinya mas...apa istri terbaik sedunia?!” timpal Ilham.

“Kalian belum mengenalnya saja...jadi punya sentimen negatif ke dia” membela Naura.

“Ada pepatah gini mas...istri cantik itu dikantong” ucap Ilyas.

“Astagfirullah...dia nggak kayak gitu!”

“La terus yang difoto itu siapa?” tanya Ilham cepat.

“Sudahlah bahas yang lainnya” enggan menjawab.

“Kasian dirimu mas” guman Ilham.

Tidak seberapa lama pelayan kafe datang dengan membawa makanan yang telah dipesan oleh mereka berempat.

Setelah menatanya dimeja pria muda itu segera balik. Mereka pun mulai menikmati makanan mereka sambil terus berbincang dan bercanda. Tidak disengaja Ilham yang menghadap keluar cendela kaca kafe melihat Naura tengah keluar dari sebuah tempat karaoke bersama dengan Andy dan berjalan menuju tempat parkir kendaraan.

 Tidak yakin dengan pandangannya dia mengucek matanya dan menatap serius keluar. Melihat ada sesuatu yang menyita perhatian temannya, mata Andik mengikuti pandangan Ilham. Tidak disangka dia melihat

Naura sedang berjalan bersama dengan pria yang mereka lihat di mall. Mulutnya terbuka dan matanya terkaget, Hasan dan  Andik yang penasaran segera mengikuti pandangan mereka berdua. Dan alhasil Hasan mendapati istrinya sedang bersama dengan Andy.

“Bener kata Papa..mereka emang lengket kayak lem”

Tangannya dengan segera meraih telepon genggam yang disimpan disaku celananya dan mencoba menelfon

Naura. Butuh waktu agak lama sebelum Naura megangkatnya.

“Iya hallo...” jawab Naura.

“Ada dimana mba?!” tanya Hasan santai.

Tiga kunyuk yang mendengar Hasan memanggil istrinya dengan panggilan mba bukannya dengan panggilan

lazimnya suami istri terbelalak.

“Mas!!’ seru Ilham

Hasan memintanya untuk diam dengan memberi isyarat melalui tangan telunjukknya yang ditempel kebibir.

Segera Ilham terdiam begitu juga dengan Andik dan Ilyas. Mereka menjadi pendengar yang baik sesuai instruksi Hasan.

“Diluar...habis ketemuan sama temen-temen, emang kenapa?” jawab Naura.

“Sama Temen apa berdua sama si mata sipit Andy itu?” tanya balik

“Ada masalah buatmu aku bareng sama dia?”

Sebelum menjawab perkataan istrinya Hasan meminta Ilham untuk memotret mereka berdua. Untuk mendapatkan

hasil yang lebih jelas, Ilham keluar dari kafe dan memotret mereka berdua layaknya seorang paparazzi. Dan langsung mengirim hasil jebretannya ke Hasan.

“Tentu jadi masalah buatku!”

“Tapi kamu udah setuju sama perjanjian yang aku buat so nggak ada lagi yang perlu dibahas.”

“Ok kalo gitu aku bahasnya nanti dikamar...gimana apa mba nya siap?!” ucap Hasan mengancam istrinya.

Naura yang tidak ingin kejadian kemaren malam terulag lagi nantinya, segera menjawab perkataaan Hasan.

“Iya iya aku bareng sama dia, tapi juga bareng sama temenku yang lain...apa masih kurang?!” ucap Naura.

“Hmmm...untuk saat ini sudah cukup tapi nanti masih...,” terpotong.

“Nggak aku nggak mau...awas kamu!” balik mengancam.

Hasan yang mengerti maksud dari perkataan Naura tersenyum puas dan juga menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Sudah dikirim fotonya?!” tanya Hasan.

“Udah dari tadi mas” jawab Ilham.

Sambil membuka caht itu Hasan tersenyum sehingga membuat heran tiga kunyuk. Sikapnya yang ceria bukannya

marah membuat tiga kunyuk bingung dan bertanya-tanya.

“Mas istrinya ketahuan selingkuh kok malah senyum-senyum!” ujar Ilham yang tidak tahan melihatnya.

Hasan tidak menjawab dia tengah sibuk mengirim foto itu ke Naura dan juga mengancam Naura yang mencoba

berbohong padanya dengan mengatakan bersama teman lainnya.

“Mas!” sentak Ilyas.

“Hmmm....” guman Hasan.

“Pean kesurupan ah mas?” tanya Andik.

“Ya nggak lah” jawab Hasan.

“Laa kok senyum-senyum ngelihat istrinya selingkuh?” ujar Andik.

“Selingkuh dari mana?”

“Laa tadi itu?!”

“Cowok itu sepupunya namanya Andy dia menetap di Hongkong” jawab Hasan santai.

“Laa terus tadi ngapain nyuruh aku motret mereka kalo udah tahu sepupu?” protes Ilham.

“Jadi gini...kelinci kecilku itu dari kemaren ngajak main aku...”

“Kelinci kecil?!” tiga kunyuk kompak bersuara lalu tertawa.

“Iya dia kalo tidur kayak kelinci kecil” ucap Hasan keceplosan.

Tiga kunyuk yang mendengar ucapan Hasan langsung menggodanya, pikiran mereka sudah pada ngeres karena

ucapan itu.

“Mau lanjut nggak ceritanya?” Hasan mengalihkan

“Iya mas lanjut dong” ujar Andik.

“Mas kan nggak tahu kalo pria itu sepupunya tambah lagi mereka berdua ngaku pacaran buat bikin mas marah...untungnya Papa ngasih tahu mas” Hasan menjelaskan.

“Kalo beneran pacaran gimana mas?” ucap Ilyas.

“Ya nggak lah” jawab Hasan.

“Bisa jadi mas apalagi mereka tinggalnya jauhan...pas ketemu udah pada dewasa” ucap Andik.

“Mereka dibesarkan bersama dulu sebelum pindah...lagian mas ngerti mana yang hubungan beneran mana yang nggak”

“Emang cara ngertinya gimana mas?” tanya Ilham.

“Insting sebagai suami” jawab Hasan yang sontak mendapat sorakan dari tiga kunyuk.

“Terus mas apa mereka tahu kalo mas udah tahu yang sebenarnya?!” Ilham kembali bertanya.

“Jangan sampek tahu...biar mas bisa ngerjain dia balik” ucap Hasan dan tertawa.

“Ohhh...jadi ini ceritanya mengaitkan kail tapi terjerat sendiri” seru Andik.

“Sip anda betul!” ucap Hasan sambil mengacungkan jempol.

“Apa butuh bantuan kita mas?” usul Ilham.

“Untuk saat ini mas masih belum punya ide buat ngelibatin kalian bertiga” ucapnya sambil tersenyum.

Jam sudah mengarah pada angka 18.21WIB sehingga Hasan segera undur diri dari tiga kunyuk yang masih belum mau beranjak dari kursi mereka. Dengan kecepatan normal Hasan mengendarai sepeda motornya untuk pulang, berharap pak Malik tidak tersinggung karena terlambat pulang rumah dan tidak mengabari beliau sebelumnya.

Setelah memarkir sepeda motor Hasan langsung masuk rumah dan disambut oleh pak Malik yang sedang duduk

diruang keluarga sambil menonton televisi. Sepertinya dia sengaja berada disana untuk menunggu kedatangan Hasan.

“Lho sudah datang Nak?” sapa pak Malik begitu melihat Hasan.

“Iya Pa...maaf Pa tadi masih ada janji sama anak-anak diluar” Hasan mencoba menjelaskan.

“Ohh..iya nggak apa-apa” ujar pak Malik.

“Maaf Pa saya tadi lupa mau ngabari kalau pulangnya telat.”

“Iya nggak apa-apa papa ngerti...Nana juga baru ja nyampek” ucap pak Malik.

“Ohhh...”

“Dia dan Andy habis ketemuan sama temen-temennya...” mengecilkan suara.

Hasan tersenyum lembut tapi tidak menjawab ucapan pak Malik, sebaliknya dia pamit untuk segera naik keatas.

Hasan tidak mendapati Naura dikasur atau pun meja rias, spontan dia mulai mengecek ke kamar mandi tapi tidak ada suara dari dalam. Langkahnya pun berlanjut ke ruang pakaian dan benar dia mendapati Naura tengah berpakaian disana.

Sambil menelan ludah dia melihat istrinya yang setengah telanjang dan memperlihatkan kulitnya yang putih

mulus. Tidak ingin ketahuan kalau dia mengamatinya Hasan dengan hati-hati menjauh dari ruangan itu. Tapi tubuh Naura terus membayanginya. Tak lama setelah itu Naura keluar dengan pakaian lengkap. Baju tidur berwarna hitam terlihat sangat kontras dengan kulitnya tapi membuatnya terlihat cantik dan menggairahkan. Hasan terus mengalihkan pandangannya agar tidak terlalu menatap Naura.

“Dari mana kok baru dateng?” tanya Naura dengan nada seperti biasanya.

“Mba nya yang dari mana?” tanya balik.

“Habis keluar sama Andy...kamu ngikutin aku ya?”

“Ngapain...kayak nggak ada kerjaan aja!”

“Terus foto itu?”

“Hmmm...anak buahku banyak mba”

“Idihhhh...udah kayak mafia aja”

Hasan membalikkan badannya dan berjalan kearah Naura namun melewatinya, langkahnya lurus kedepan menuju

tempat tidur Naura dan secepatnya mengambil telepon genggam Naura yang tergeletak diatas kasur.

“Mari kita bikin kesepakatan?” ucapnya mendekati Naura.

“Terus ngapain pakek ngambil hpku...cepat balikin!”

“Kita lakukan kesepakatan dulu baru aku balikin”

“Nggak mau!” sentak Naura.

“Ya udah...jangan ngarep aku balikin hpnya dan juga aku bakal ngelanggar perjanjiannya mulai dari poin satu sampai yang terakhir”

“Apa...jadi kamu mau ngancam aku?!”

“Yup itu tepatnya!”

“Terserah...lagian cuma hp doang!” sambil naik ketempat tidur dan menarik selimut.

“Yakin?!” menegaskan.

“Yakin pakek banget!” jawabnya angkuh

“Termasuk aku deket sama wanita lain dan bahkan poligami”

Naura terdiam sejenak dan menjawab ancaman Hasan dengan angkuhnya bahkan menantang Hasan untuk dekat

dengan wanita lain.

“Emang ada yang mau sama kamu?”

“Ya banyak lah...jangan nyesel lho ya” ucap Hasan santai.

Naura bersikap cuek namun bayangan Hasan sedang berduaan dengan wanita lain dan bahkan mengabaikannya

membuat hatinya perih. Dengan cepat dia menghampiri Hasan yang sedang duduk disofa.

“Jadi kamu berniat buat cari yang lainnya?!” bertanya dengan ketus.

“Kenapa tidak...laki-laki kan punya kesempatan sampai empat!” jawab Hasan santai.

Naura menatap tajam Hasan, wajahnya memerah dan matanya berkaca – kaca, nafasnya juga mulai cepat namun

berat. Hasan tersentuh dibuatnya tapi dia berusaha menutupinya dengan berlagak santai dan sedikit cuek.

Dia ingin sekali melampiaskan kemarahannya pada Hasan tapi tubuhnya justru terasa kaku dan berat. Alih-alih

melampiaskan kemarahannya dia berlari ke kamar mandi, menutup pintu dengan kasar dan merendam dirinya di bathup warna kuning emas.

“Bodoh...dasar Naura bodoh ngapain kamu haru kepancing emosi” gumannya sambil terus memukul dirinya sendiri agar tersadar.

Namun upayanya sia-sia yang ada hatinya semakin sesak dan akhirnya dia menumpahkan air matanya, menangis

tersedu-sedu sampai membuatnya tertidur didalam bathup yang berisi air.

Lama tidak keluar juga Hasan mulai panik, niatnya yang hanya ingin membalas Naura malah membuatnya merasa

bersalah dan cemas. Dia melangkah dengan cepat ke kamar mandi dan mengetok pintu tapi tidak ada suara dari dalam. Mencoba menunggu beberapa menit lamanya diluar pintu tapi masih belum ada tanda pintu akan dibuka. Dengan cemas Hasan segera masuk kedalam dan mendapati istrinya tertidur didalam bathup dalam keadaan basah. Bekas air mata masih terlihat jelas dipipinya dan membuat hati Hasan tergores. Hasan segera mengangkat tubuh Naura dan menarik handuk tak jauh dari sana. Membawanya ke sofa lalu melilitkan handuk yang dia bawa ketubuh Naura, dengan pelan Hasan melepas satu persatu pakiannya dan hendak manggantinya dengan pakaian yang kering namun Naura keburu terbangun.

Naura kaget mendapati dirinya hanya mengenakan handuk dan Hasan berada dihadapannya. Spontan tangan Naura mendorong tubuh Hasan agar menjauh.

“Jangan pernah menyentuhku lagi...dasar cabul” ucapnya dingin.

Tanpa melihat Hasan dia bangkit dan berjalan menuju ruang pakian, Hasan hanya bisa menatap kepergian

istrinya dengan murung. Lalu mengambil pakaian basah Naura yang masih tergeletak dilantai dan menaruhnya dikeranjang pakaian kotor.

1
F2h 29
Lumayan
Bungatiem
aku baca udah ke 4x. tapi pas cerita nya udah mulai melintir ga karuan aku ga lanjutin lagi.
Triwoel Andari
Hasan ngasih mahar ke Naura d episod ke brapa yah.. apa aku yg kelewatan ngebaca nya atau gimana yah...???
Hani P Hani
soweet jadi penggen jadi naura😍😍😍
Hani P Hani
ahirnya mereka bersatu semoga ini menjadi awal yang baik
Hani P Hani
alhamdulilah
Myra Azmoro
Si naura kelewatan ,, Hadeeww episode ini banyak mengadung bawang bikin hati sesak
Yuni
i
나의 햇살
gimana cowok suka sama kamu, orang kamu aja calon pelakor karena kalah saing sama Naura
Jusmiati
enaknya Naura, masak suaminya terus yg berjuang, kalau sy jadi Hasan, sdh sy tinggalin tuh nauranya, cari wanita yg lebih berfikir dewasa....😔😔😔
Yeni Rubianti
berbagi ilmu
Linda Erma
Busyetttt dch nih novel bikin begadang,dtambah nangis lagi gue bacanya 😭😭😭
Linda Erma
Busyetttt dch nih novel bikin begadang,dtambah nangis lagi gue bacanya 😭😭😭
Linda Erma
Bagus bgt critanya,dr tadi bikin mewek mulu 😭😭😭
Linda Erma
Critanya bikin aku mewek bgt 😭😭😭
Linda Erma
Sedih bgt ya 😭😭😭
Linda Erma
Yahhh aku nangis,Naura harusnya bersyukur punya suami yg sabar kyk hasan
Muda MACMUDAH
bagus thor cm sayang kurang lengkap klo g ada ilham jg
Muda MACMUDAH
yg cewek kurang cantik kak soalnya yg cowok tampan abis🤭
Heny Purwati
naura knp egomu tinggi...sampai" tak menyakini ketulusan suami sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!