"Aku tak akan pernah menganggap mu istri apalagi menyentuh mu, karena ikatan ini ada semata- mata untuk menyelamatkan pernikahan kakak ku!"
Bagaimana rasanya harus menikah dengan seseorang yang tidak pernah kita duga sebelumnya? Itulah yang terjadi pada Indira zaraa Husain, laki-laki yang terlihat soleh dan mapan yang menjadi pilihan orang tuanya ternyata tidak sebaik kenyataan nya. Kebenaran yang baru terungkap ketika akad di langsung kan membuat nya mau tak mau harus terlibat pernikahan palsu dengan laki-laki berdarah dingin bernama Senopati trian Barata.
Seno memiliki dendam dan menjadikan Indira istrinya adalah rencana dari dendam nya itu.
Bagaimana pernikahan mereka yang didasarkan atas dendam dan benci itu? ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MDSC : 02
Bagi Indira ini bukan lagi sebuah pernikahan. Ini neraka versi baru-- dan dia adalah tawanan utamanya.
Tapi bagi ayahnya? tentu saja ini adalah sebuah kesempatan emas.
Pak Baskoro terlihat seperti orang yang baru saja memenangkan undian lotre. Matanya berbinar, bibirnya nyaris tak berhenti tersenyum.
"Ini namanya mati satu tumbuh seribu. Gagal nikah sama Ryan? tidak masalah! " pikirnya. "Dapet gantinya yang jauh lebih kaya! kolongmerat! CEO besar! ini jelas- jelas buang kerikil dapat berlian!"
Istrinya, Bu Rukmini juga tidak kalah sumringah. Bahkan adik Indira, Bayu, juga ikut- ikutan menatap Seno, seolah pria itu adalah tiket menuju kehidupan mewah.
Keluarga ini memang begitu. Sejak dulu, uang jadi segalanya. Nilai anak perempuan tidak diukur dari kebahagiaan nya, tapi dari berapa besar dompet suaminya.
Dan sayangnya, Indira sadar betul soal itu.
Pernikahannya dengan Ryan saja terjadi karena paksaan. Karena Ryan tampak 'mapan' dan ayahnya butuh itu. Indira cuma alat tawar- menawar.
Sekarang? ia akan di jadikan alat lagi. Tapi kali ini, alat untuk menebus 'malu' keluarga. Dan alat untuk memperkuat status sosial ayahnya.
Tak berapa lama, Baskoro maju, mengalihkan tatapan mata pada Seno dan putrinya secara bergantian. "Baiklah kalau begitu, demi menjaga citra keluarga dan martabat putri ku, jika memang tuan Seno bersedia bertanggung jawab, maka aku setuju. Pernikahan ini pun akan tetap dilanjutkan dengan nak Seno sebagai mempelai prianya. "
Secepat itu.
Tanpa meminta pendapat Indira. Tanpa rasa malu sedikitpun.
Tak berapa lama, para tamu sebagian langsung di bubarkan hanya tersisa beberapa kerabatnya saja yang menjadi saksi. Ryan yang masih terduduk lemas di pojok ruangan hanya bisa memandangi semuanya dengan tatapan kosong. Bibirnya robek, rahangnya nyeri, dan harga dirinya hancur. Tapi yang paling menyakitkan, dia gagal memiliki Indira,gadis yang sudah lama diincar nya untuk menjadi istri kedua.
Dan citra yang selama ini ia bangun rapi, suci dan penuh kharisma-- hancur seketika. Rahasia yang ia tutup rapat, terbongkar begitu saja. Dan kini ia di tinggalkan sendirian, babak belur-- dalam arti yang sebenarnya dan secara batin.
Tapi yang lebih sakit? ia kalah dari adik iparnya sendiri.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Semuanya kembali di persiapkan.
Make-up Indira kembali di rapikan. Mata sembabnya di tutupi concealer. Pipinya di pulas ulang, padahal hatinya masih ambruk. Gaun kebaya putih yang sebelumnya terlihat suci, sekarang terasa seperti kain penjara.
Seno pun di ganti jasnya. Di tata, di rapikan. Ia tampak tenang-- luar biasa tenang, untuk seseorang yang baru saja menghancurkan hidup dua orang sekaligus.
Namun di balik ketenangan nya, pikirannya kacau. Matanya sempat menatap wajah Indira, dan untuk seperkian detik ia terpaku.
Indira memang cantik, memiliki fitur wajah lembut yang di turunkan oleh almarhumah ibunya yang merupakan seorang dengan keturunan darah Pakistan, kulitnya sehalus sutra, berwarna putih ke pink- pinkan jika terkena cahaya matahari.
Matanya bulat dan jernih, di hiasi oleh bulu mata yang panjang alami, bibirnya mungil kemerahan seperti mawar yang baru mekar, hidungnya tinggi namun terlihat mungil, dan yang paling memikat adalah matanya yang berwarna hazelnut. Warna yang terbilang langka dan jarang dimiliki oleh ras Indonesia jika bukan karena campuran keturunan luar.
Untuk sesaat itulah yang dapat Seno tangkap saat memperhatikan wanita itu, tidak hanya cantik, Indira juga memiliki bentuk tubuh bak jam pasir dengan pinggang yang ramping namun pinggul yang besar, bagian depannya pun terlihat begitu sempurna. Pantaslah si bereng*sek itu sampai berselingkuh hingga sejauh ini dan nekat untuk menikahinya sampai- sampai membuat kakaknya Rania rela begitu saja agar si breng*sek itu menikah lagi dengan selingkuhan nya ini.
Tertegun, Seno segera menutup matanya dan menggeleng, baru tersadar jika ia terus memperhatikan gadis itu sejak tadi.
"Ck, sadarlah Sen, dia memang seorang wanita penggoda sudah sepantasnya dia memiliki paras dan bentuk tubuh yang bagus untuk memikat kaum adam. Benar- benar penggoda ulung. " Dengan cepat tatapan kekaguman kini berganti sebagai tatapan seseorang yang penuh dendam kesumat.
"Jadi, apa mahar yang akan nak Seno berikan? "
Pertanyaan dari Baskoro segera menarik Seno dari lamunannya. Seno menatap pria paruh baya itu, dari raut wajahnya saja ia sudah mengetahui jika Baskoro adalah seorang mata duitan. Sebelum ini pun dia sudah mencari tahu dulu soal Indira yang sebagai selingkuhan kakak iparnya itu hingga ke seluk-beluk nya, jadi tak begitu kaget dengan sikap Baskoro yang seperti ini.
"Dua milyar, itu adalah mahar yang akan ku berikan. Sama seperti jumlah yang anda minta tadi, sebagai ganti rugi. "
Memberikan mahar yang sebelumnya di mintai sebagai ganti rugi jelas itu adalah penghinaan, itu sebabnya Seno mengatakan nya dengan begitu lantang agar orang lain ikut mendengar.
Ia melirik Indira, gadis itu menundukkan wajahnya yang muram, sedangkan Baskoro? jangan di tanya, dia seperti seseorang yang tidak punya urat malu lagi, terus saja memasang senyum ramah padahal jelas- jelas tengah di sarkas oleh calon menantunya sendiri.
"Wah, nak Seno ini benar- benar pengertian, " katanya, menjilat dalam senyum munafik. "Tentu saja, berapa pun yang nak Seno anggap layak, kami terima dengan senang hati. "
"Tentu, " pikir Seno, dingin. "Karena uang kau bahkan tega menjual anakmu sendiri. "
Dia pun menghubungi asisten nya, meminta dana itu segera di siapkan secara tunai. Tak sulit baginya, dua milyar? uang receh untuk seorang Senopati trian Barata.
Tapi bagi keluarga ini? Nilai yang bisa menghapus malu, membungkam mulut tetangga, dan membeli martabat.
Sementara itu di sudut lain, Rania berdiri dengan air matanya yang mengalir diam- diam. Hatinya seperti di cabik. Seno yang sejak kecil selalu melindungi nya, kini harus terlibat sejauh ini... Demi dirinya.
"Maafkan kakak, Sen... " bisiknya dalam hati. "kalau saja kakak lebih kuat..."
Di pojok lain, Ryan mengerang pelan. Sakit dan malu membuat tubuhnya kaku. Dia menatap nanar Indira yang kini akan menjadi milik orang lain-- milik adik iparnya sendiri
"Sialan... " gumamnya dalam hati. "kenapa dia harus datang sekarang?! "
"Kenapa semuanya harus berakhir kaya gini?! "
"""
Saat semuanya sudah siap, penghulu kembali duduk di tempat. Indira duduk di samping Seno, tapi rasanya seperti duduk di samping eksekutor.
Ia ingin menjerit. Ingin kabur, tapi tak bisa. Tak lama suara penghulu terdengar menggema di seluruh ruangan.
"Saya nikahkan saudara Senopati trian Barata bin Abian aji Barata dengan saudari Indira zaara Husain yudharta binti Baskoro Husain dengan maskawin uang senilai dua milyar rupiah di bayar tunai. "
Hening.
Semuanya menunggu.
Seno menatap Indira sekilas, gadis itu menunduk dalam. Tangan di pangkuannya gemetar.
Ia kembali menatap lurus ke depan, tak ada kegugupan di wajahnya yang keras. Seno mengeratkan jabat tangannya pada penghulu sebelum menyaut ijab kabul itu. "Saya terima nikah dan kawinnya Indira zaara Husain binti Baskoro Husain dengan maskawin tersebut di bayar tunai! "
Bagaimana para saksi, sah? "
"SAH! "
Dan dengan itu... segalanya berubah.
Resmi sudah. Indira bukan lagi gadis bebas sekarang, ia adalah istri dari seorang pria yang membencinya.
Dan Seno? ia baru saja menikahi wanita yang ia anggap adalah sumber luka untuk kakaknya.
Pernikahan ini... tidak di awali cinta, tapi dendam. Dan mereka berdua tahu, tak ada bahagia dalam cerita ini.
*****
ga tegas ulet bulu nempel pun diem" Bae rasa"kamu kurang 12/ons
tinggalkan aja gak ada tanggung jawabnya buat pembaca
aduh ran ran laki laki kaya gitu di pertahankan cinta buta kamu
sen kamu ga tau kelakuan iparmu bantai lah dari pada nyakitin istri
aduh situ lagi apa di dada remas" ga yah