NovelToon NovelToon
Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:311
Nilai: 5
Nama Author: shkira

Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.


pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.

SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 17

Sejak kejadian itu Ana memutuskan kembali ke desa agar tidak pernah bertemu lagi dengan Hansen. Luka yang sulit sembuh masih membekas di hati nya. Namun meski begitu di lubuk hati nya yang paling dalam ia masih menyimpan perasaan nya terhadap Hansen dan mengubur nya dalam-dalam untuk melupakan nya.

Pagi itu setelah keluar dari mansion. Ana mengemas barang-barang nya yang ada di apartemen. Lalu pergi ke keluarga om satria.

Untuk mengatakan ia akan kembali ke desa.

Ana tidak memberi tahu alasan yang sebenar nya. Ia hanya mengatakan tidak cocok hidup di kota dan akan mengurus kebun dan sawah mendiang kedua orang tua nya.

Awalnya mereka tidak setuju karena khawatir ana tinggal sendiri di desa. Namun. Ana meyakinkan mereka jika ia akan baik-baik saja menjaga diri di desa dan akan selalu memberikan kabar agar mereka tidak khawatir.

Mereka akhirnya setuju. Dengan keputusan Ana.

Om satria mengambil kunci dan sertifikat apartemen juga kedai yang di kembalikan oleh Ana.

"Om akan menyimpan kunci apartemen ini, kembalilah jika kamu ingin kembali!" Ucap nya. Sedih.

Ana tersenyum kecil "Terimakasih Om, Tante dan juga kamu Risa!" Ia Memeluk mereka

" aku pergi pergi dulu!" Berjalan masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh om satria untuk mengantar Ana Kemabli ke desa.

Tante mei sejak tadi hanya terdiam menangis tidak tega melepas Ana kembali ke desa.

Perlahan mobil yang membawa Ana, pergi menjauh.

Risa memeluk ibu nya yang menangis "Sudah Bu, Ana akan baik-baik saja di sana. Nanti sesekali kita bisa pergi mengunjungi nya!" ucap nya menenangkan.

"Tapi, kenapa tiba-tiba sekali dia memutuskan. Apa terjadi sesuatu dengan nya!" Isak Tante mei, khawatir.

Risa bertukar pandang pada ayah nya, Mereka berpikir mungkin yang di katakan oleh ibu nya benar. Bahwa telah terjadi sesuatu terhadap Ana.

Risa membawa ibu nya masuk kedalam dan membujuk nya agar ia bisa merelakan Ana pergi.

Lalu Om satria meminta asisten nya untuk menyelidiki Ana beberpa hari terakhir sebelum nya.

Tidak lama ia mendapat telpon dari asisten nya yang sudah menyelidiki aktivitas Ana belakangan ini.. ia hanya mendapati aktivitas yang biasa nya di lakukan oleh Ana sehari-hari.

Dan tidak menemukan sesuatu yang janggal dari itu.

Om satria sedikit lega dan membuang kecurigaan nya yang membuat Ana tiba-tiba kembali ke desa. "Mungkin dia, memang tidak bisa beradaptasi di kota, haiss.. biarlah asal dia baik-baik saja di sana itu tidak masalah!" Gumam nya.

Om satria mengatakan semua nya pada Risa agar ia juga tidak perlu mencemaskan kondisi Ana.

Mereka cukup tenang saat mengetahui Ana baik-baik saja.

Di sisi lain..

Hansen yang saat itu hendak pergi ke perusahaan nya, untuk menghilangkan pikiran nya dari Ana. Tiba-tiba Ares datang membawa kabar tentang kepergian Ana ke desa.

tubuh Hansen terpaku diam raut wajah nya muram rahang nya mengeras, ia marah namun juga tidak bisa berbuat apa-apa. ia harus menepati ucapan nya ketika ia membiarkan Ana pergi menjauh dari nya.

Dalam sekejap expresi nya kembali datar. Ia mengabaikan kabar yang di berikan oleh Ares. " Apa kamu sudah menemukan, siapa dalang dari masalah 3 tahun lalu!" Tanya nya mengalihkan.

Ares melirik kecil Hansen yang terlihat tidak perduli pada kabar yang ia bawa tentang Ana. "Uhuk.. aku belum menemukan nya bos, informasi nya tertutup sangat rapat. Aku sedikit kesulitan untuk membobol nya!" Jelas Ares,

Hansen masuk kedalam mobil di ikuti Ares "Terus usahakan cari orang itu!"

"Baik bos!" Ares menutup pintu, lalu menyalakan mesin mobil bergegas mengantar Hansen, ke perusahaan nya.

Sepanjang jalan hansen terus menatap keluar jendela, ketika di pertigaan jalan. Ia meminta Ares memotong jalan melewati kedai tempat Ana dulu menjual manisan.

Ares tau kalau bos nya masih tidak rela membiarkan Ana pergi.

Saat melewati kedai, pandangan nya menatap kosong dengan senyum pahit di bibir nya.

Ia tidak kuat mengingat sosok Ana yang telah ia sakiti. Hansen memaling kan wajah menahan sakit di dada seakan seperti di pukul ribuan kali.

.

.

.

Bersambung..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!