NovelToon NovelToon
Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:126.7k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.

Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.

Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang yang Ditunggu

Dahulu, nama itu menurutnya sudah cukup gagah. Dua pedang melambangkan ilmu pedang yang menjadi dasar sekte, sedangkan petir menggambarkan kecepatan dan kekuatan serangan mereka.

Namun, sekarang sektenya telah menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di Kekaisaran Qin. Bahkan, pemimpin Aliansi Pendekar Aliran Putih Netral berasal dari sekte tersebut. Dengan kedudukan seperti itu, Wang Zhou merasa nama sektenya seharusnya terdengar jauh lebih megah.

"Ah, sudahlah. Terlanjur memakai nama ini selama bertahun-tahun. Mengubahnya sekarang hanya akan merepotkan."

Ia menggelengkan kepala, lalu kembali meminum tehnya. Tepat pada saat itulah, sebuah suara tiba-tiba terdengar dari belakangnya.

"Patriak, semua persiapan untuk besok sudah selesai."

Wang Zhou langsung menyemburkan teh yang baru saja masuk ke mulutnya.

"Puffftttttt....!"

Ia terbatuk beberapa kali, kemudian buru-buru meletakkan cangkirnya. Setelah mengusap mulut, ia menoleh dengan wajah kesal. Namun setelah melihat ke belakang, kekesalannya langsung hilang.

Di belakangnya berdiri seorang pria yang mengenakan jubah sederhana. Penampilannya tidak terlalu mencolok, tetapi sorot matanya tenang dan sikapnya menunjukkan bahwa ia bukan orang sembarangan.

Pria itu bernama Wu Xing, salah satu tetua tamu Sekte Dua Pedang Petir. Ia tidak terikat pada urusan internal sekte seperti para tetua lainnya. Kedatangannya ke tempat ini justru atas pengaturan Tetua Keempat, Boqin Changing, yang sengaja menempatkannya untuk membantu Wang Zhou mengurus berbagai urusan sekte. Sejak Wu Xing bergabung, banyak persoalan yang sebelumnya membuat Wang Zhou pusing akhirnya dapat diselesaikan dengan lebih mudah.

Pada awalnya, Wang Zhou mengira Wu Xing hanyalah seorang pria berpengalaman yang ahli dalam mengelola urusan sekte. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa kemampuan pria tersebut jauh melampaui perkiraannya.

Wu Xing bukan hanya cakap dalam mengatur sumber daya, mengelola para murid, dan menyusun berbagai urusan administrasi. Kekuatan pribadinya juga sangat mengesankan. Wang Zhou bahkan tidak berani menganggapnya sebagai pendekar biasa. Orang ini jelas pendekar yang hebat.

"Maaf, Patriak Zhou. Aku tidak bermaksud mengejutkanmu."

Wu Xing tersenyum tipis. Dari ekspresinya, ia tampak berusaha menahan tawa melihat keadaan Wang Zhou yang masih terbatuk-batuk.

Wang Zhou melotot kepadanya.

"Kau tahu aku sedang minum teh, bukan? Setidaknya, berikan sedikit tanda sebelum datang!"

Wu Xing tertawa melihat reaksi patriak sekte ini. Hubungan mereka memang akrab belakangan ini jadi tidak ada rasa sungkan lagi diantara keduanya.

“Hahaha...”

"Baiklah. Lain kali aku akan mengingatnya."

Wu Xing mengangguk dengan sikap tenang, seolah-olah tidak ada sesuatu yang perlu dipermasalahkan.

Wang Zhou menarik napas panjang, lalu mengambil kain untuk membersihkan sisa teh di meja.

"Lupakan saja. Apa yang ingin kau sampaikan?"

Wu Xing menjelaskan maksud kedatangannya.

"Semua persiapan untuk penerimaan murid baru besok sudah selesai. Tempat pendaftaran, halaman pengujian, serta kediaman sementara bagi para calon murid telah diperiksa. Para murid yang bertugas juga sudah mendapatkan arahan."

Wu Xing berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Apakah Patriak Zhou ingin memeriksanya terlebih dahulu?"

Wang Zhou menggelengkan kepala.

"Tidak perlu. Aku percaya padamu. Jika kau mengatakan semuanya sudah siap, berarti tidak ada masalah."

Wu Xing membungkukkan badan sedikit.

"Kalau begitu, aku akan pergi terlebih dahulu."

Ia berbalik dan baru saja hendak melangkah meninggalkan teras ketika suara Wang Zhou kembali terdengar.

"Tunggu sebentar. Tetua Xing."

Wu Xing menghentikan langkahnya, lalu menoleh.

"Apakah ada hal lain, Patriak?"

Wang Zhou terdiam sejenak sebelum akhirnya bertanya.

"Apa ada kabar mengenai Tetua Chang?"

Yang ia maksud tentu saja Boqin Changing, Tetua Keempat sekte mereka.

Wu Xing segera memahami maksud pertanyaan itu. Senyum tipis muncul di wajahnya sebelum ia menggelengkan kepala.

"Belum ada kabar dari Tuan."

Wu Xing menyebut Boqin Changing dengan panggilan Tuan karena memang merupakan pengikut pemuda tersebut. Bagi Wu Xing, kedudukan Boqin Changing bukan sekadar seorang tetua sekte. Kesetiaannya kepada pemuda itu jauh melampaui hubungan antara seorang bawahan dan atasannya.

Wang Zhou menghela napas.

"Begitu, ya..."

Ia kembali memandang taman di hadapannya. Meski wajahnya terlihat tenang, ada sedikit harapan yang terpancar dari matanya.

"Aku berharap dia bisa datang besok."

Wang Zhou mengangkat cangkir tehnya, tetapi kali ini ia tidak langsung meminumnya.

"Perkembangan Sekte Dua Pedang Petir hingga menjadi seperti sekarang ini sebagian besar berkat jasanya. Tanpa bantuannya, aku tidak tahu berapa lama lagi kami harus berjuang untuk mencapai kedudukan seperti sekarang."

Ia tersenyum kecil.

"Kalau dia datang, setidaknya aku bisa mengucapkan terima kasih secara langsung."

Mendengar perkataan tersebut, Wu Xing ikut tersenyum. Ia tentu mengetahui betapa besar jasa Boqin Changing terhadap sekte ini. Bahkan, tanpa perlu mendengar penjelasan Wang Zhou, Wu Xing bisa melihat sendiri perubahan yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.

Namun, ada satu hal yang tidak ia katakan. Bagi Boqin Changing, semua bantuan yang telah diberikan kepada Sekte Dua Pedang Petir mungkin bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan. Ia melakukan apa yang menurutnya perlu dilakukan, lalu membiarkan orang lain mengurus sisanya.

Wu Xing menundukkan kepala sedikit.

"Semoga Tuan bisa datang, Patriak."

Setelah mengucapkan kalimat itu, ia kembali berpamitan dan meninggalkan halaman.

Wang Zhou tetap duduk di teras, memandang taman yang mulai diselimuti bayangan senja. Besok merupakan hari penting bagi Sekte Dua Pedang Petir. Ribuan calon murid akan berkumpul di gerbang sekte, berharap bisa menjadi bagian dari kekuatan yang kini semakin disegani di dunia persilatan.

“Chang’er... semoga kau bisa segera pulang..”

...******...

Jauh dari Sekte Dua Pedang Petir, di sebuah tempat tersembunyi dari alam ini, seorang pemuda tampak duduk bersila. Pemuda itu tidak lain adalah Boqin Changing.

Kedua matanya terpejam. Tubuhnya tidak bergerak sedikit pun, sementara napasnya begitu teratur hingga hampir tidak terdengar.

Sesekali, cahaya berwarna-warni memancar dari tubuh Boqin Changing. Cahaya keemasan, merah, biru, hingga ungu saling berkelindan, membentuk pusaran energi yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Pemandangan itu terlihat begitu indah sekaligus mengandung tekanan yang mengerikan.

Perlahan, perubahan mulai terjadi pada langit. Sebelumnya, langit di wilayah tersebut tampak cerah tanpa sedikit pun awan gelap. Namun, dalam waktu singkat, cahaya matahari seolah-olah tertelan oleh kegelapan yang menyebar.

Awan-awan hitam berkumpul dari segala arah. Gemuruh terdengar dari kejauhan, disusul kilatan cahaya yang sesekali membelah langit. Tekanan yang berasal dari awan tersebut semakin kuat, seakan-akan seluruh langit sedang mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi sesuatu.

Di tengah perubahan itu, Boqin Changing tetap duduk bersila. Ia tidak menunjukkan sedikit pun kegelisahan.

Energi di dalam tubuhnya terus berputar, menerobos lapisan demi lapisan penghalang yang selama ini membatasi kekuatannya. Setiap kali energi tersebut melewati meridiannya, aura yang dipancarkannya menjadi semakin kuat.

Tiba-tiba, tubuh Boqin Changing bergetar ringan. Bersamaan dengan itu, seluruh energi yang berkumpul di sekelilingnya seolah-olah menemukan jalan masuk. Pusaran cahaya berwarna-warni langsung menyusut, kemudian menyatu ke dalam tubuhnya.

Sesaat kemudian, semuanya menjadi sunyi. Boqin Changing perlahan membuka matanya.

Boooommmmmm!

Petir raksasa tiba-tiba menyambar dari langit, menghantam tanah. Ledakan dahsyat mengguncang seluruh wilayah, membuat bebatuan terlempar dan tanah retak membentuk puluhan celah di luar sana.

Belum sempat gemuruh pertama menghilang, kilatan petir lainnya menyusul. Kali ini, beberapa sambaran menghujam tanah secara bersamaan. Cahaya putih kebiruan menerangi wilayah yang sebelumnya gelap, membuat pepohonan dan bebatuan tampak jelas selama sesaat sebelum kembali ditelan kegelapan.

Boqin Changing mengangkat kepalanya, menatap awan hitam yang bergulung-gulung di atas sana. Sudut bibirnya perlahan terangkat.

"Akhirnya..."

Suaranya terdengar tenang, seolah-olah petir yang terus menghujam dari langit bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

1
y@y@
⭐👍🏿👍🏼👍🏿⭐
Rinaldi Sigar
lnjut
yayat
wah lawan tangguh sudah mulai bergerak untung boqin ikut gurunya
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
Nanik S
Jika Luan Feng bisa melihat Wang Tian didepanya sebagai Tetua Agung dan Anak Muda didepanya adalah Raja Dunia lalu apa yang terjadi
Nanik S
Luan Feng... kenangan apa yang menyakitkan ...terluka karena pertarungan dengan siapa
Ipung Umam
lanjutkan
rangga f4f4n4nd4
mulai lagi bertemu pertarungan.... gassss
Akhmad Baihaki
💪💪💪💪💪💪😀
mbono keling
👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪👍💪💪💪💪💪👍💪
Eko🍤
hahahaha..dia belum tau anak muda yang duduk bersama adalah raja dunia🤣🤣👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Perlu bantuan segera🔥🌽
Sarip Hidayat
waah jadi ingat kembali😍
will
mungkin dianya msh lapar mo pesenn lg tp malu....🤭
Jeffie Firmansyah
ada apa gerangan yang telah menimpa Luan Feng....? ceritalah pendekar dunia dihadapan Mu pasti membantu nya tuk membalas dendam Luan Feng 🤣🤣🤣💪💪💪💪👍👍👍👍
Jeffie Firmansyah: tunggu lanjutannya dengan sabar ya 😅😍🤭
total 1 replies
meiii
sama guru Tian udah begitu hormat, apa lagi nanti tau kalau di sebelahnya ada Raja Dunia... wkwkwwk😄😄😄❤️❤️❤️❤️
y@y@
⭐👍🏾👍🏿👍🏾⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
Mahayabank: lanjuuut keenn
total 1 replies
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!