NovelToon NovelToon
After The Last Goodbye

After The Last Goodbye

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Di balik gemerlap kariernya sebagai aktor papan atas, Ethan Voss menyimpan rahasia besar: pernikahan tanpa cinta bersama Mia Taylor. Pernikahan yang lahir dari utang budi itu terikat perjanjian ketat—dirahasiakan dari publik, tanpa keterikatan emosional, dan wajib berakhir dalam empat tahun.

Selama empat tahun, Mia bertahan hidup bagai bayangan. Ia menelan dinginnya sikap Ethan dan rasa sakit saat melihat pria itu memamerkan kemesraan bersama kekasihnya di media. Saat masa perjanjian usai, Mia pergi dengan tenang, meninggalkan Ethan yang mengira dirinya telah bebas.

Namun, kepergian Mia justru menyisakan kehampaan mendalam. Setelah menemukan rahasia pengorbanan tulus sang mantan istri, Ethan sadar ia telah membuang cinta sejatinya.

Situasi makin rumit dengan hadirnya Liam, investor besar yang selalu ada untuk Mia setelah perceraian. Dengan ketulusannya, Liam siap melindungi Mia dan menjadi saingan berat Ethan yang ingin merebut kembali hati sang mantan istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Garis Batas Yang Terkikis

Lantai semen tempat Ethan berdiri seakan merendah. Rasa tertekan yang dipancarkan Liam Vance bukan sekadar aura seorang investor besar, melainkan dominasi mutlak dari pria yang tahu persis apa yang dia inginkan dan bagaimana cara mendapatkannya.

“Tentu saja, Tuan Vance. Kami menjamin kualitas visual dan performa seluruh kru. Ethan di sini adalah aktor utama kita yang paling berdedikasi,” jawab Sutradara Aries cepat seraya membungkuk sedikit penuh hormat.

Liam mengalihkan pandangannya pada Ethan. Ada jeda sekian detik yang terasa begitu menyiksa. Sepasang mata elang itu tidak sekadar melihat seorang aktor, melainkan meneliti saingannya.

“Bagus kalau begitu,” ujar Liam datar, bibirnya mengukir senyum tipis yang tak sampai ke mata.

“Karena saya tidak suka membuang aset pada hal yang memiliki cacat. Terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan... perhiasan dan keamanannya,” imbuh Liam.

“Saya selalu profesional dalam pekerjaan saya, Tuan Vance. Anda tidak perlu cemas soal dedikasi saya,” potong Ethan dengan suara berat.

Liam hanya menaikkan satu alisnya tipis, tidak terpengaruh oleh nada defensif Ethan.

“Kita lihat saja nanti di lapangan, Tuan  Ethan.” Pria itu lalu berbalik, berjalan menuju area VIP monitoring didampingi oleh Sutradara Aries yang terus membicarakan teknis pengambilan gambar.

Sementara itu, di toko perhiasan, aroma mawar putih yang segar kini memenuhi ruangan konter. Buket raksasa itu berdiri anggun di sebelah cangkir kopi Mia yang sudah dingin.

“Mia... ini mawar putih dari toko bunga paling eksklusif di kota,” bisik Ivy, jemarinya memegang amplop tanpa nama yang terletak di sela-sela tangkai mawar.

“Dan lihat amplop ini. Tidak ada nama pengirimnya, tapi aku tahu persis kertas ini,” imbuh Ivy.

Mia menatap buket mawar itu dengan perasaan campur aduk. Berbeda dengan kotak perhiasan dari Liam yang mewah dan penuh penekanan status, mawar putih itu memancarkan rasa bersalah yang teramat sangat. Bunga kesukaannya. Warna kesukaannya. Dan cara penulisan di amplop tersebut... Mia mengenali goresan tangan itu.

Ethan.

Dengan jemari yang sedikit gemetar, Mia membuka amplop tersebut dan menarik selembar kertas di dalamnya. Hanya ada satu kalimat yang ditulis dengan tinta hitam:

Aku tahu maaf saja tidak akan pernah cukup untuk memulihkan luka yang kubuat. Tapi izinkan aku memulainya dari awal, Mia. Tolong beri aku satu kesempatan untuk bicara.

Mia memejamkan mata rapat-rapat, menghembuskan napas berat. Dadanya terasa nyeri.

Dulu, ia akan melompat gembira hanya dengan menerima setangkai bunga dari Ethan.

Dulu, ia mendambakan pria itu mengingat hal-hal kecil tentang dirinya.

Namun sekarang, ketika pengakuan dan permintaan maaf itu datang, rasanya sudah terlampau lambat. Luka akibat diabaikan selama bertahun-tahun tidak bisa sembuh hanya dalam semalam dengan seikat mawar.

“Dari siapa, Mia? Dari pria tampan semalam, atau...” Ivy menggantung kalimatnya saat melihat perubahan raut wajah Mia yang mendadak rapuh.

Perlahan Mia meletakkan surat itu di meja, persis di samping kartu nama hitam bersepuh emas milik Liam Vance.

Dua hal yang berseberangan kini berada di hadapannya. Kartu nama hitam itu menawarkan masa depan yang berkilau, penghargaan atas dirinya, dan pelarian dari masa lalu yang menyakitkan.

Sementara mawar putih itu menawarkan penyesalan, kenangan manis yang telah retak, dan kesempatan untuk memperbaiki apa yang telah hancur.

Ponsel Mia di atas konter mendadak bergetar, memecah keheningan. Sebuah pesan singkat masuk dari nomor yang tidak dikenal:

Saya harap antingnya pas untuk Anda, Mia. Saya sudah mengatur jadwal untuk pertemuan proyek privat kita besok sore di Restoran Horizon. Saya akan sangat terhormat jika Anda berkenan hadir.

- Liam Vance.

Mia menatap layar ponselnya dengan dahi berkerut. Liam bahkan sudah tahu nomor ponselnya. Entah bagaimana cara pria itu mendapatkannya.

****

Sinar lampu sorot menembus asap buatan yang mengambang lunak di udara lokasi syuting, memantulkan kilau dramatis di wajah Ethan.

Di hadapannya, Sarah Parker berdiri dengan anggun, memainkan perannya sebagai seorang wanita bangsawan yang memegang rahasia besar.

“Action!” teriak Sutradara Aries dari balik meja monitor.

Setitik fokus Ethan langsung terkunci. Semua keraguan dan gejolak emosi tentang Mia seketika menguap, digantikan oleh naluri seorang aktor profesional.

Ia melangkah mendekati Sarah, menatap tepat ke manik mata lawan mainnya dengan intensitas yang luar biasa.

“Kamu menyembunyikan sesuatu dariku, Seraphina. Dan kamu tahu betul aku tidak suka bermain-main dengan waktu," ucap Ethan dengan suara berat dan berwibawa.

Setiap gestur, jeda napas, hingga tatapan matanya begitu presisi, memperlihatkan kelasnya sebagai aktor papan atas.

“Luar biasa...” bisik Sutradara Aries pelan, tidak berani merusak momen yang sedang tercipta di layar monitor.

Sementara dari area VIP monitoring yang terletak beberapa meter di belakang sutradara, Liam Vance berdiri bersedekap.

Mata elangnya tidak berkedip  memperhatikan setiap gerak-gerik Ethan di depan kamera. Ada kilat kepuasan dingin di wajah Liam, ia harus mengakui bahwa pria di depan sana memang memiliki bakat yang mengagumkan. Tidak salah ia memilih berinvestasi pada proyek ini.

“Cut! Perfect! Itu shot yang luar biasa, Ethan!” seru Sutradara Aries sambil bertepuk tangan bangga.

Asisten sutradara segera berlari menghampiri Ethan untuk merapikan riasannya, namun Ethan hanya mengibaskan tangannya pelan.

Pandangannya secara refleks bergulir ke arah area VIP. Di sana, Liam Vance masih menatapnya dengan senyum tipis yang penuh teka-teki, sebelum akhirnya berbalik dan melangkah pergi tanpa mengucap sepatah kata pun.

Suasana lokasi syuting perlahan mereda begitu Sutradara Aries mengumumkan jeda istirahat. Para kru mulai berlarian memindahkan peralatan, sementara Sarah Parker melangkah mendekati Ethan sambil menyodorkan botol air mineral.

“Akting yang luar biasa, Ethan. Intensitasmu benar-benar mengintimidasi tadi,” puji Sarah dengan senyum tipis.

Ethan menerima botol itu dan mengangguk singkat. “Terima kasih, Sarah. Kamu juga bermain sangat baik.”

Sarah mengamati perubahan raut wajah Ethan yang sempat tertuju ke arah area VIP. Sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi lipat di dekat meja properti, wanita itu mengulas senyum tipis, seolah bisa membaca pikiran lawan mainnya.

“Dia memancarkan aura yang cukup kuat, bukan?” ujar Sarah pelan, pandangannya turut menyapu area VIP yang kini sudah kosong.

Ethan meneguk air mineralnya sebelum menyahut singkat, “Dia hanya seorang investor yang terlalu suka mencampuri urusan teknis.”

Sarah terkekeh pelan, mengibaskan tangannya santai.

“Jangan remehkan dia, Ethan. Koneksinya di industri perhiasan dan media luar biasa luas. Aku pernah tidak sengaja berada di satu acara jamuan makan malam yang sama dengannya beberapa bulan lalu. Dia pria yang sangat pragmatis.”

“Kamu sepertinya tahu banyak tentang dia,” balur Ethan, berusaha menjaga nadanya tetap acuh tak acuh meski rasa ingin tahu mulai mengusik pikirannya.

“Hanya rumor yang beredar di kalangan atas,” jawab Sarah seraya merapikan rambutnya.

“Pria setingkat Liam Vance tentu jadi buruan banyak wanita elite. Tapi kamu tahu apa yang menarik? Gosipnya, dia sama sekali tidak tertarik pada wanita-wanita sosialita yang mengejar status atau hartanya. Tipe wanita kesukaannya justru yang sangat spesifik, wanita yang sederhana, mandiri, dan tidak banyak menuntut.” Sarah tertawa kecil, menganggap hal itu sebagai preferensi unik seorang miliarder.

“Lucu, ya? Pria yang bergelimang kemewahan justru mencari kesederhanaan.”

Ethan terpaku sejenak. Kata-kata Sarah berputar di kepalanya. Sederhana. Tidak banyak menuntut. Deskripsi itu secara spontan memanggil satu nama di dalam benaknya.

Mia.

Namun, dengan cepat ia menepis pemikiran itu. Baginya, Liam adalah sosok asing dari dunia yang jauh berbeda. Tidak ada alasan bagi seorang investor kakap seperti Liam untuk bersinggungan dengan Mia, seorang staf toko perhiasan biasa yang selama ini hidup jauh dari kemewahan.

Ethan sama sekali tidak menyadari bahwa wanita sederhana yang sedang dibicarakan Sarah, dan wanita yang kini mengisi pikiran Liam Vance, adalah orang yang sama.

–tbc–

1
sunaryati jarum
Thank Thoor happy endingnya
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): sama²😊😊 thank you udah membersamai perjalanan cinta Liam dan Mia👌🏻😊
total 1 replies
sunaryati jarum
Nikmati kesombongan kamu Jane
sunaryati jarum
Tandingan di publik
sunaryati jarum
Benarkan Jane salah memilih lawan
Tiara Bella
otw thor hehehhe....
Tiara Bella
wow Liam aku padamu banget ini.....
Tiara Bella
penyesalan mu tak ada artinya lg Ethan.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): udah telat ya😊
total 1 replies
Tiara Bella
apakah mw mendekati tamat
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): seperti itu😊
total 1 replies
Tiara Bella
aneh si Jane ini kenapa ngerang Mia pdhal ada Liam ada dibelakang Mia....
Tiara Bella
bagus aku suka ceritanya....
Tiara Bella: sama² thor😍/Kiss/
total 2 replies
Tiara Bella
nh gitu cewek klu lg ngambek disun jg Bakalan lumer dia.......Pepet trs liam
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): 🤭🤭🤭 langsung melting
total 1 replies
Tiara Bella
wow Mia aku padamu...😍/Kiss/
Tiara Bella
aku Herman sm Jane Ethan yg salah kenapa yg diserang malah Mia ya.....
sunaryati jarum
Kamu yang akan hancur,Jane.Kau menyerang Mia, berarti menantang Liam.Kau terlalu sombong dan merasa lebih kuat Jane.Mia sekarang lebih kuat,dia juga banyak bukti apalagi dibantu Liam kamu sendiri yang gali lubang untuk kuburmu,ingat Mia itu korban ,selama empat tahun.Dii selama empat tahun mengalah, menerima,dan pasrah tanpa dendam,tapi kamu malah memojokkan Jane, saat ini kemenangan harus milik Mia
sunaryati jarum
Lawan pemberitaan yang dibuat Jane,itu hanya akan menghancurkanh karier Ethan Voss
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetep keluarkan pernyataan sesuk realita dengan kemampuan intelektual kamu ,Mia.Beliau hanya menguji nyalimu
sunaryati jarum
Penampilan tenang dan jawaban jujur.Sepertinya penilaian pertemuan pertama oleh Tuan dan Ny Vance positif
sunaryati jarum
Akhirnya keraguan Mia lenyap dan menerima lamaran ,Liam.Semoga acara pernikahan berjalan lancar
sunaryati jarum
Nah ,begitu Mia.Kena provokasi Jame bikin dia makin merasa di atas.Besok berjalan berdua dengan Liam,di depan Jane, untuk membungkam mulutnya yang julid.Mia, korban dari Ethan, yang perlu kau peringatkan itu , Ethan agar jangan mengganggu kehidupan Mia
sunaryati jarum
Jika kamu pergi Jane akan betepuk tangan kemenangan, dengarkan dulu penjelasan Liam,jangan merasa insecure karena provokasi Jane.Bicara dari hati ke hati Mia, orang tua Liam sudah member restu beliau tidak memandang status sosial kamu.Dinginkan kepalamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!