NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Yuxin kembali ke dalam lebih dulu, lalu duduk di kursi ruang keluarga. Xiao Yan yang sejak tadi bersamanya langsung protes pada Nonanya.

"Nona, kenapa Nona tidak protes! Pertunangan itu kan harusnya jadi milik Nona... kenapa Nona malah bersikap tenang begini?"

Yuxin menghela napas pelan, menyandarkan punggungnya ke kursi. "Xiao Yan, menurutmu, kalau aku marah-marah di depan mereka tadi, apa yang akan terjadi?"

Xiao Yan terdiam, mengerutkan kening. "Mungkin... Nyonya besar akan kasihan pada Nona?"

"Atau," Yuxin melanjutkan, suaranya rendah namun tajam, "Ruoxi akan punya alasan baru untuk bilang aku iri padanya. Bahwa aku menginginkan Yifan. Bahwa aku tidak bisa menerima kenyataan dengan lapang dada."

Dia menatap kedua tangannya sendiri, teringat betapa dulu tangan ini gemetar setiap kali mencoba membela diri. "Kemarahan yang meledak-ledak hanya akan jadi senjata di tangannya, Xiao Yan. Dia ingin aku terlihat seperti wanita yang tidak tahu diri, yang mengejar pria yang bukan milikku. Kalau aku menunjukkan itu sekarang, sama saja aku memberinya bukti untuk fitnah yang lebih besar nanti."

Xiao Yan menatap Nonanya dengan mata membulat, seolah baru pertama kali menyadari betapa dalam pikiran gadis di depannya ini. "Nona... Nona berpikir sejauh itu?"

"Tentu saja," jawab Yuxin singkat.

Dia menatap ke arah jendela, ke taman tempat Chen Ruoxi masih tertawa riang bersama Shen Yifan, suara mereka samar-samar terdengar dari kejauhan. Wajahnya tetap tenang, namun matanya menyimpan sesuatu yang jauh lebih dingin.

"Yifan bukan yang aku pedulikan, Xiao Yan," lanjutnya pelan. "Yang aku pedulikan adalah bagaimana Ruoxi bisa merasa begitu aman menyerangku di depan Ibu, tanpa takut sedikit pun. Itu artinya, dia sudah terlalu percaya diri dengan posisinya di rumah ini. Terlalu nyaman."

"Lalu, apa yang akan Nona lakukan?"

Yuxin tersenyum tipis, senyuman yang tidak pernah dilihat Xiao Yan sebelumnya, bukan senyuman ramah yang biasa dia tunjukkan di depan keluarga Lin, melainkan sesuatu yang lebih tajam, dan kadang membuatnya merinding.

"Untuk sekarang, tidak ada," jawabnya. "Aku akan membiarkan dia merasa menang. Membiarkan dia semakin yakin bahwa aku tidak berbahaya. Semakin dia meremehkanku, semakin banyak celah yang akan dia perlihatkan tanpa sadar."

Xiao Yan duduk di bangku kecil dekat kaki Yuxin, wajahnya masih diliputi kekhawatiran. "Tapi Nona, bagaimana kalau dia melakukan sesuatu yang lebih buruk? Bagaimana kalau dia mulai menyebar cerita yang tidak-tidak?"

Pertanyaan itu membuat dada Yuxin sedikit sesak. Xiao Yan tidak tahu, tidak akan pernah tahu, seberapa buruk hal itu bisa terjadi, kecuali kali ini, dia bertekad untuk tidak membiarkannya sampai sejauh itu.

"Kalau itu terjadi," Yuxin menjawab pelan, menggenggam tangan Xiao Yan yang duduk di sampingnya, "aku ingin kau selalu berhati-hati, Xiao Yan. Jangan pernah pergi sendirian ke tempat sepi. Jangan pernah menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak kau kenal betul. Dan yang terpenting, kalau kau melihat atau mendengar sesuatu yang mencurigakan tentang aku, ceritakan semuanya padaku, sekecil apapun itu."

Xiao Yan mengerjap, bingung dengan keseriusan yang tiba-tiba muncul di wajah Nonanya. "Nona... kenapa tiba-tiba bicara seperti ini? Apa Nona merasa ada yang mengancam?"

Yuxin menatap mata Xiao Yan lekat-lekat, ingin sekali mengatakan semuanya, tentang panggung eksekusi, tentang salju yang berubah merah, tentang tubuh Xiao Yan yang melemas di tanah bersalju di kehidupan yang lain. Tapi dia tahu, tidak ada gunanya membebani gadis ini dengan ketakutan yang belum tentu bisa dia pahami.

"Bukan mengancam," Yuxin akhirnya menjawab, suaranya melembut. "Aku hanya... tidak ingin kehilangan orang-orang yang aku sayangi lagi. Rumah ini terlihat indah dari luar, Xiao Yan, tapi kau dan aku sama-sama tahu, tidak semua yang tersenyum di sini benar-benar tulus."

Di kejauhan, tawa Chen Ruoxi masih terdengar riang, membawa gema yang terasa semakin dingin di telinga Yuxin.

Tak lama kemudian, Chen Ruoxi masuk bersama dayang pribadinya. Yifan sudah pulang.

"Yuxin, kenapa wajahmu murung begitu?" tanya Ruoxi, matanya berkilat jenaka. "Apa kamu tidak suka melihatku dengan Yifan?"

Bai Hui, dayang pribadi Ruoxi, ikut menyahut, sengaja memprovokasi. "Sepertinya begitu, Nona. Aku tadi melihat Nona Yuxin terus melihat ke arah Nona dan Tuan Yifan."

Yuxin menoleh perlahan, wajahnya tetap tenang seperti permukaan air yang tak tergoyahkan. "Aku hanya kagum melihat betapa serasinya kalian berdua, Bai Hui. Apa itu salah?"

Bai Hui tersentak sedikit, tidak menyangka pertanyaannya akan dibalas langsung. "Aku... aku tidak bermaksud lancang, Nona."

"Tentu saja tidak," Yuxin tersenyum tipis, menatap Bai Hui lebih lama... cukup lama untuk membuat dayang itu merasa tidak nyaman. "Hanya saja, aku penasaran, sejak kapan seorang dayang berani menyimpulkan perasaan tuannya sendiri di depan orang lain?"

Ruoxi tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana yang mulai kaku. "Sudahlah, Bai Hui hanya bercanda, Yuxin. Jangan terlalu membesar-besarkan."

"Aku tidak membesar-besarkan," jawab Yuxin, suaranya ringan namun matanya tidak ikut tersenyum. "Aku hanya ingin memastikan, di rumah ini, semua orang tahu batasan mereka masing-masing."

Kalimat itu terdengar sopan, namun menusuk tepat sasarannya. Bai Hui menunduk, wajahnya sedikit memerah, sementara Ruoxi mengerutkan kening, tidak menyangka Yuxin akan membalas dengan cara sehalus itu, namun cukup tajam untuk membuat dayangnya sendiri diam.

"Yuxin," Ruoxi mencoba lagi, kali ini lebih hati-hati, "aku hanya bercanda tadi. Kamu tidak perlu marah."

"Aku tidak marah, Ruoxi," Yuxin menjawab, bangkit berdiri dengan anggun. "Aku hanya lelah kalau harus meladeni hal seperti ini. Kurasa aku akan kembali ke kamar dulu."

Xiao Yan segera berdiri mengikutinya, namun sebelum benar-benar melangkah pergi, Yuxin sempat menoleh sekali lagi ke arah Bai Hui.

"Oh, dan Bai Hui," ucapnya lembut, "lain kali, pikirkan baik-baik sebelum bicara. Aku tidak akan selalu semurah hati ini untuk memaafkan kelancangan."

Dia berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Ruoxi yang menatap kepergiannya dengan alis berkerut, dan Bai Hui yang masih berdiri kaku, tidak menyangka provokasi kecilnya berbalik menjadi peringatan yang jauh lebih dingin daripada yang dia bayangkan.

1
Adi Sudiro
lama" muak ama ni cerita drama yg di ulang ulang ujung " nya matanya pada picek menjijik kan wassalam lah ku kira cerita nya agak lain dari yg lain ternyata sama saja alurnya..
Dessy C: Maaf ya akak kalau tidak sesuai harapan 🙏... terimakasih atas masukannya nanti akan di perbaiki ke depan nya 🙏🥰
total 1 replies
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Dessy C: makasih akak masukan nya 🙏🥰
total 1 replies
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!