NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Kaniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Tiga tahun telah berlalu sejak nisan kecil itu tertancap di tanah, namun bagi Sekar, luka itu tidak pernah benar-benar menutup; ia hanya belajar cara berjalan bersamanya. Kini, ia berdiri di koridor Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan seragam perawat yang rapi, mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan nyawa yang dulu tak sempat ia genggam erat.

Di ruangan dokter anak sore itu terasa sedikit tegang. Di atas tempat periksa bocah laki-laki berusia 4 tahun menangis ketika hendak di periksa dokter Rayyan. "Aris tidak mau!" Ucapnya di sela-sela isak tangis yang menggema di ruangan tersebut.

"Sayang... kasihan Pak dokter kalau begini," Kata ibu si anak membujuk Aris. Tetapi Aris justru menggenggam erat tangan ibunya. Matanya berkaca-kaca memandang waspada stetoskop yang menggantung di leher dokter Rayyan.

"Tidak apa-apa ganteng... jangan takut," dokter Rayyan hendak menempelkan stetoskop tapi Aris justru memberontak..

Sekar yang tengah membantu dokter Rayyan menyiapkan cacatan medis mendekati anak itu. "Wah, kaos Aris gambar mobil balap," ucap Sekar lembut. "Keren sekali, dokter Rayyan juga punya mainan mobilan loh," Spontan Sekar mengeluarkan mobil-mobilan kecil dari saku baju seragamnya.

Aris memelankan tangis memandangi mobilan di tangan Sekar dan akhirnya benar-benar diam setelah menerima benda tersebut.

"Terima kasih Suster..." Ucap ibu Aris mengajarkan kepada anaknya.

"Sama-sama," Jawab Sekar lalu membatu dokter Rayyan.

Perlahan dokter Rayyan melakukan serangkaian pemeriksaan, tapi Aris sudah tidak menangis lagi, hingga selesai dan keluar dalam gendongan ibunya setelah menerima resep.

"Kamu selalu saja bisa membuat anak-anak diam Sekar," ucap dokter Rayyan melirik Sekar yang tengah mengembalikan perlengkapan periksa ke tempat semula. Dokter Rayyan selalu dibuat tercengang oleh Sekar yang selalu bisa membuat pasien anak-anak tenang.

"Kebetulan saja, Dok," Sekar tersenyum.

"Oh iya, dari mana kamu dapat mobilan?" Tanya dokter Rayyan, tidak mungkin Sekar membawa mobil-mobilan padahal belum memiliki anak.

"Mobilan tadi sebenarnya milik pasien sebelumnya, Dok," Sekar menemukan mobilan salah satu pasien yang tertinggal. Rencananya akan mengembalikan kepada pemiliknya jika suatu saat kontrol lagi, tapi demi Aris, Sekar akan menggantinya.

"Oh iya, saya masih ada pasien tidak, Sekar?" Tanya dokter muda 30 tahun itu.

"Untuk sementara ini tidak ada, Dokter," jawab Sekar sembari merapikan meja Rayyan.

Dokter Rayyan pun keluar lebih dulu, setelah meninggalkan pesan kepada Sekar agar makan siang.

Sekar memandangi dokter Rayyan yang baik itu hingga menutup pintu. "Baik? Bukankah sikap Ilham dulu juga begitu," Sekar membantah pikirannya sendiri, lalu keluar ruangan.

"Sekar, kamu sudah makan belum?" Tanya Intan teman satu profesi yaitu perawat rumah sakit. Jika belum, Intan ingin minta tolong cleaning servis untuk membeli makan siang.

"Belum sih... kita ke pantri saja," Sekar memilih membuat minuman segar, karena makanan sudah disediakan oleh rumah sakit.

Intan mengangguk, keduanya berjalan ke pantri membuat minuman, lalu ambil makanan yang sudah disediakan.

"Sekar, aku perhatikan Dokter Rayyan suka sama kamu deh," kata Intan, gadis itu sering memperhatikan cara Rayyan menatap Sekar berbeda dengan Suster yang lain. Sekar memang selalu membatu dokter Rayyan, tampak kompak dan serasi.

"Mana ada begitu," bantah Sekar menggeleng cepat. Seandainya yang dikatakan Intan benar, ia sama sekali belum berpikir untuk membuka hati untuk pria manapun. Luka yang digoreskan Ilham masih menganga. Tiga tahun bukan waktu yang singkat, tapi perlakuan Ilham menyebabkan trauma yang berkepanjangan bagi Sekar.

"Sekar, coba deh, buka hati kamu untuk pria lain," tegas Intan. Ia memang tidak tahu seperti apa luka Sekar, karena sahabatnya itu tidak pernah bercerita, tapi Sekar selalu bersikap dingin pada pria yang menyukainya.

"Kamu tidak akan tahu bagaimana rasanya disakiti, dikecewakan pria yang kamu sukai," jawab Sekar berkaca-kaca.

"Duh, jangan sampai Sekar," Intan yang memang lebih muda tiga tahun dari Sekar belum menikah. Sekar dua puluh lima tahun, sementara Intan dua puluh dua tahun.

"Lalu mantan suami kamu itu kemana Sekar?" Tanya Intan penasaran. Pria seperti apa yang sudah membuat luka hati Sekar separah itu.

"Aku nggak tahu, dan tidak mau tahu!" Sekar mengepal. Lebih baik tidak bertemu lagi daripada dendamnya yang sudah mulai padam berkobar kembali. Bertemu dengan pria kejam itu hanya akan memupuk dosa. Sebelum bekerja di rumah sakit ini Sekar pernah juga mencari tahu, tapi niatnya hanya untuk balas dendam. Namun, ia tidak mau mengotori hatinya hanya untuk pria seperti Ilham.

Setelah keluar dari rumah besar milik Ilham tiga tahun yang lalu, Sekar memilih tinggal di rumah kost kecil. Dengan ijazah perawat yang ia punya, ia diterima kerja di rumah sakit yang sekarang. Sambil berjalan, Sekar mulai perawatan wajah. Awalnya hanya karena untuk ajang balas, tapi untuk apa? Toh anaknya tidak akan kembali.

Intan merasa bersalah telah mengingatkan Sekar pada mantan suaminya hingga sesedih itu. "Maaf Sekar, sebaiknya kita makan."

Sekar mengangguk, tetapi baru saja menyuap satu wortel, suara sirine ambulans yang meraung memecah keheningan shift siangnya. Pintu otomatis terbuka lebar, dan sebuah brangkar didorong masuk dengan tergesa-gesa. Sekar meninggalkan makanan menghampiri brangkar. Atasnya, seorang anak laki-laki berusia sekitar tiga tahun bersimbah darah.

"Tolong cucu saya..." ucap nenek yang berjalan tertatih-tatih di pinggir brangkar menangis tergugu.

"Tenang, Nyonya..." Sekar menatap wajah anak itu seketika pikirannya teringat pada bayinya yang telah tiada. Seandainya masih hidup tentu sudah sebesar itu. Sekar berjalan cepat masuk ke ruang periksa. Anak laki-laki itu segera ditangani dokter Rayyan.

"Anak ini trauma kepala dan fraktur terbuka di kaki kiri!" seru dokter setelah memeriksa.

Jantung Sekar berdegup kencang. Untuk sesaat, wajah anak itu seolah tumpang tindih dengan bayangan bayi yang pernah ia lahirkan tiga tahun lalu. Namun, profesionalismenya segera mengambil alih. Ia menarik napas dalam, menekan rasa sesak di dadanya, dan langsung bergerak cepat.

"Siapkan monitor! Cek jalan napas!" perintah Sekar dengan suara tenang namun tegas kepada Intan rekan perawat lainnya.

Tangan Sekar yang dulu gemetar saat kehilangan bayinya, kini bergerak dengan presisi yang luar biasa. Ia memasang infus, membersihkan luka, dan membantu dokter melakukan intubasi. Ketika tangan kecil anak itu tanpa sengaja menggenggam ujung seragamnya dalam keadaan setengah sadar, Sekar seperti merasakan sengatan yang hebat.

"Sstt... kamu kuat, Sayang. Suster di sini," bisiknya lembut di telinga anak itu, bukan hanya sebagai perawat, tapi sebagai seorang ibu yang memberikan seluruh cintanya yang sempat tak tersalurkan.

Malam itu, di bawah lampu operasi yang benderang, Sekar menyadari bahwa meskipun ia tidak bisa mengubah masa lalunya, Tuhan memberikannya kesempatan untuk mengubah masa depan anak-anak lain. Setiap detak jantung yang ia selamatkan adalah caranya berdamai dengan takdir.

Namun, untuk pasien yang satu ini tidak juga sadar padahal sudah tiga jam lalu mengalami masa kritis setelah operasi.

"Bagaimana ini Dok?" Panik Sekar, karena monitor jantung anak yang bernama Arka itu melemah.

Dokter Rayyan secepatnya mengambil tindakan untuk menyelamatkan anak korban tabrak lari ketika sedang main sepeda di jalan depan rumah keluarganya. Pengendara sepeda motor ngebut menurut cerita nenek Arka.

Wajah dokter Rayyan tampak panik membuat Sekar semakin tidak bisa menahan tangis. Walaupun seringkali menjadi perantara untuk menyembuhkan pasien, tetapi yang namanya usaha kadang gagal juga. Tentu saja rasa khawatir terselip di hati dokter Rayyan.

Tit tiit titiiiiii....

"Dokter!" Pekik Sekar, ketika monitor garis lurus.

...~Bersambung-...

1
Sunaryati
Syukurlah Arka belum sampai diajak pergi Luna, Nak Sekar jika dr Ilham mempersulit ancam dengan ingin melaporkan tindakannya dulu.
Teh Yen
Ilham yah ,, dia kmn tadi tau engg kalau arka mau d bawa ke luar negri sama Luna ???
Rina
Semoga semuanya akan baik” saja dan hidup dengan bahagia 🫢🫢🫢
Dew666
💎🌹
Asyatun 1
lanjut
Lia siti marlia
siapa tuh yang nanya apa mungkin nyonya pratiwi
Eka ELissa
spa tuhhh Ilham apa Mak Lampir yaaaaa entahlah hy emak yg tau 🫣🫣🫣
@Mita🥰
ilham
Fitriah Fitri
ilham ni yg bertanya, pasti
Eka ELissa
aduh jgn2 di bawa minggat ma Luna lgi...😡😡😡😡
Eka ELissa
knpa....pnsrn yeee...
dia ada di dekat mu tau...bhkn sbntr lgi bikin idup mu jungkir balik Luna.....
Eka ELissa
sudah ku duga...Luna GK sebaik yg kmu lihat ilham....ksian bgt kmu...😡😡😡😄😄😄😄🫣slma ini di tipu ma Luna....😄😄😄🫣
Rina
Waduh Arka kemana ya 🫢🫢🫢
Teh Yen
apa Luna yg membawa arka pergi trus c ilham diam saja kah kurang ajar
Ariany Sudjana
kenapa Luna harus sewot? kan arka bukan anak kandungnya Luna, tapi anak kandungnya Sekar
@Mita🥰
arka di bawa pergi
Lia siti marlia
lucu kamu luna sok perhatian sama arkan .....aduh itu arkan kemana yah ...
Yanti Gunawan
Dsar Ilham bodoh lelaki terbodoh iiiiih jijik kali lah 😫😫😫
Bu Kus
harus cari bukti lg Sekar kalo Luna bukan ibu yang baik kasihan arka yang jadi korban luna
Ita rahmawati
bodoh kalo kamu mau arka,,tinggal SM mamamu aja anakmu masih di gituin apa lgi tinggal terpisah GK ada keluarga lain yg mengawasi pasti makin menjadi itu si Luna 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!