Kegelapan dan Cinta sangat cocok untuk menggambarkan cerita ini. Karakter utamanya adalah seorang pemuda bernama Hayakawa Yugioh.
Ia bertemu dengan tiga gadis cantik di tempat yang berbeda-beda. Kuroyuki Yukino (Stasiun Kereta), Minazuki Reina (Klub Voli), dan Hanamori Airi (Hujan Badai).
Yugioh membantu semuanya untuk menyelesaikan masalah hidup masing-masing. Seiring berjalannya waktu, ketiganya mulai jatuh cinta padanya.
Dimulai dengan mengancamnya menggunakan benda tajam, menguntitnya ke manapun ia pergi, dan paling parah mengajaknya mati bersama.
Diakhir... Mereka mengajukan pertanyaan yang intinya: 'Siapa yang akan ia pilih untuk menjadi istrinya?.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3.1: Pilihan
Di suatu negara, Amerika Serikat. Tepatnya, New York City, terdapat seorang pria bernama Alexander Ethan atau biasa dipanggil Ethan’s Choice.
Kenapa bisa mendapatkan julukan tersebut? Karena suatu alasan, dirinya selalu berada di jalanan sendirian dengan kameranya.
Kamera yang selalu terpasang di topinya. Mungkin banyak orang menganggapnya seorang content creator, namun nyatanya bukan.
“Ms, You choose money or handphone?”
Pria ini kelihatan berpenampilan jaket kulit tebal, agak gemuk, dan sangat bersahabat. Topinya memancarkan sedikit cahaya dari lensa kamera super kecilnya yang disembunyikan di situ.
“Eemm... Handphone please!”
“Okay.”
Ia mengeluarkan sesuatu dari kantong celana besarnya. “Which do you want to choose? Red or Ash?”
“Wow! Amazing! Can i take the ash color?”
“Sure. Here!”
Tanpa basa-basi, ia langsung memberikannya padanya. Nona itu terlihat bahagia serta langsung pergi menjauh, takut diambil kembali olehnya.
Pria ini hanya bisa tersenyum sambil berkata: “That is the right behavior. Great women really must be so.”
I almost forgot! Today there is a review of prizes held by good people at the bank for me. Instead of missing, i’d better end and have a arrive home.
Perjalanannya menuju rumah terhalang oleh seseorang yang tak ia mengerti ngomong apa.
Ia tercegat oleh sesosok bertopeng dan berjubah penyihir. Dirinya terlihat menyeramkan serta banyak sekali darah bercucuran dari wajahnya sampai ke bawah.
Bahasa yang digunakannya, pastinya bukan inggris, melainkan bahasa belanda. “Weet je wie ik ben?”
“Forgive me! Can you speak English, foreigner?”
“Ik denk dat ik de verkeerde vraag heb gesteld. Waar het op neerkomt is... die man moet gedood worden.”
Setelah mengatakannya, sosok ini langsung lari entah ke mana dan jalannya tak terhalangi lagi.
“...”
Die man?
Dua kata itu membuatnya bertanya-tanya. Terus berada di dalam pikirannya sampai melamun sepanjang perjalanan.
Ketika duduk di kereta, seorang wanita tua sedang membaca koran dan dia tak mengganggunya, hanya melirik berita korban hari ini.
Di situ terlihat ada seorang pria yang mati. Hal tersebut membuat wajahnya terlihat ketakutan.
Is the dead man in this newspaper the blood smeared from the body of that strange person? I-i think i’m overthinking too much. Maybe i just heard wrong.
For now, it’s better to focus on waiting for the train to arrive at where i live. Dad will be here soon.
Di koran itu tertulis banyak sekali kalimat aneh. Entah pembuatnya sedang malas, tapi isinya cukup tidak masuk akal.
Tak ada kesalahan kata dalam pembuatan, namun membuat siapapun yang membacanya akan bertanya-tanya atau mungkin ketakutan.
Hal tersebut kemungkinan besar hanya ada di koran halaman depan, karena belakangnya, wanita tua ini kelihatan santai membacanya, walau badannya masih agak sedikit gemetar.
Lalu, apa isi dari koran halaman depan tersebut?
Singkatnya: [A man was found dead, stabbed in the stomach with a kitchen knife. Police identified no evidence of the perpetrator. There were no fingerprints on the knife. The question is: ‘Why did this happen?’ The reason is uncertain. What is clear is that this is most likely a murder, not a suicide. There were some bloodstains on the floor by the victim. The perpetrator may have instructed him to write these before his death. The language used was Dutch. It read: ‘Die man moet gedood worden’. What does it mean? The investigation is still ongoing.]
“Attention please! The train will soon arrive at the first stop.”
“Please exit one at time! Ah... Don’t forget to take your belongings! We are not responsible for any items left behind.”
The announcements here are always a bit strange, so don’t think too much about it. Alright, it’s time to get off.
Begitu sampai di tujuannya, Ethan memutuskan langsung berjalan keluar. Banyak orang juga keluar lewat pintu yang sama dengannya.
Agak berdesakan, tapi tak menimbulkan kecelakaan yang tak diinginkan, seperti jatuh tersungkur, dan lainnya.
Begitu melewati garis kuning, itu adalah tanda bahwa dirinya termasuk urutan terakhir. Pintu kereta tertutup otomatis serta lanjut pergi menuju pemberhentian selanjutnya.
“This place never changes.”
Ada banyak coretan aneh di tembok. ‘Abandoned City’ ‘Stranger Creatures’ dan ‘C***** M**’. Entah apa kata-kata yang ada di tulisan ke tiga.
Semua coretan ini berwarna merah. Kemungkinan oleh cat biasa, spray, atau mungkin darah.
Merahnya sangat pekat dan berbau tidak enak, namun orang-orang mengabaikannya karena sudah terbiasa, begitupun dengannya.
Beberapa kursi besi tumpuan untuk berdiri patah bahkan sampai tersungkur dan sisanya masih dalam kondisi layak diduduki.
Sampah penuh lalat dan tikus bergerombolan ada di beberapa sisi tertentu. Lantai dan atap cukup mengerikan.
Banyak tempat yang rusak serta bisa membuat siapapun jatuh ke dalamnya atau tertimpa beberapa reruntuhan kecil.
Kemungkinan besar, bagi mereka yang baru saja memasuki stasiun ini, pastinya takkan bisa beradaptasi dengan cepat.
Apalagi, ada banyak sekali orang-orang gila berpesta. Kumpulannya selalu mengelilingi bagian tengah dengan api unggun besar yang membuat asap bersebaran ke segala penjuru stasiun.
Walau asap-asap itu keluar dari ruangan atau menuju langit-langit atas sana, tetap saja pengap saking banyaknya serta membuat yang belum terbiasa atau orang baru marah-marah.
“Alright. Let’s go home!”
Saking terbiasa dengan keadaan sekitar, dia berjalan santai menuju tangga keluar dari stasiun bawah tanah.
Beberapa perkataan kasar terdengar di kumpulan orang gila yang sedang berpesta judi. “Damn!!! Lost again.” Pria berbaju biru melempar semua kartunya sampai terbakar oleh api hingga hanya menyisakan abunya saja.
Yang di sebelah kanannya, seorang pria lagi dengan kumis tebalnya mengolok-oloknya. “Hahaha, feel it empty brain! Learn again from Chris!”
Chris mendengar hal tersebut langsung menatap tajam pria berbaju biru dengan mata merah penuh bekas cakaran. “He’s right Berlin. However, for now we’d better end this dog game. My idiot wife told me to go home soon.”
Amarah Berlin menghilang dan tersentuh dengan alasan mau pergi dari tempatnya saat ini. “The wife is frightening, Chris! Take care of her as good as possible!”
“Thank you for the advice, empty brain!”
Ethan kelihatan bahagia mendengar orang-orang gila itu saling berkata keren walau dicampuri bahasa kasar. “I like man like that. Looks like a crazy person, but far at the end, they are good people.”
Setiap langkah menuju atas ia tempuh dengan kebahagiannya terus. Orang-orang yang mengikutinya baik dari belakang maupun depan kebanyakan sibuk di telepon genggam masing-masing.