NovelToon NovelToon
Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Sadhana Abhiseva, seorang Jenderal muda yang mendapat misi atau tugas besar Negara yang sangat berbahaya begitu selesai melaksanakan proses pelantikannya. Hampir 4 tahun lamanya, ia menyamar sebagai salah satu anggota klan mafia tersebut. Akan tetapi, ia tidak pernah menggapai inti klan mafia tersebut.

Hingga akhirnya ia terpilih menjadi salah satu orang kepercayaan yang akan selalu berada di sisi Revaldo Arsenalio, sang pemimpin atau ketua klan mafia Black Gold. Namun, rupanya harga kepercayaan itu begitu mahal untuk ia bayar.

"Untuk menjadi salah satu tanganku. Aku ingin kau melaksanakan sebuah tugas khusus untukku."

"Saya siap."

"Aku ingin kau menghamili istriku."

“….”

Ya, ia diperintahkan untuk menghamili istri sah Reval, Jenara Elendria. Saat itulah, untuk pertama kalinya Dhana ragu untuk melanjutkan misinya atau memilih berhenti.

Akankah Dhana melaksanakan perintah Reval dan menyelesaikan misi Negaranya? Atau mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Wanita Yang Malang

Dhana berdiri di belakang Reval seperti biasa. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Reval tidak datang menemui pengusaha atau pemimpin kelompok kriminal. Ia datang menemui seseorang yang kedudukannya jauh lebih tinggi.

Ketika pintu terbuka, seorang pria berusia akhir lima puluhan masuk dengan langkah tenang. Setelan gelap, wajah tegas, rambut yang mulai memutih di pelipis yang membuat Dhana langsung mengenalinya. Adrian Elendria, benar-benar Kepala kementerian Koordinator bidang politik dan keamanan. Sekaligus… ayah kandung Jenara.

Dhana menahan napas tapi dalam hatinya berkata, “Jadi benar. Salah satu orang yang berada di lingkaran Reval adalah ayah Jenara sendiri.”

Adrian duduk berhadapan dengan Reval. Tidak ada basa-basi panjang. Tidak ada percakapan formal seperti yang seharusnya terjadi antara seorang pejabat negara dan seorang tokoh yang secara resmi tidak pernah memiliki hubungan dekat dengannya. Mereka berbicara seperti dua orang yang sudah terlalu lama saling mengenal.

"Bagaimana keadaan Jenara?" Pertanyaan Adrian terdengar datar.

Reval mengangkat cangkirnya. "Baik, begitu juga dengan calon cucumu?"

"Cucu?"

"Ya, Jenara tengah mengandung saat ini."

Adrian mengangguk. "Bagus! Meski kau tidak menyukainya, tapi setidaknya pernikahan kalian harus melahirkan seorang keturunan yang bisa mempererat hubungan kita di masa depan."

Hanya itu… tidak ada senyum bahagia, tidak ada kekhawatiran seorang ayah. Hanya sedikit kepuasaan dari ekspresi yang Adrian tunjukan saat mendengar kabar kehamilan putrinya sendiri. Tidak hanya Reval, tetapi keluarga Elendria rupanya juga hanya memanfaatkan keberadaan wanita itu.

Dhana menatap pria itu diam-diam. Dan tatapan itu jelas disadari oleh Reval. Dimana pria itu tersenyum puas melihat ekspresi tidak suka yang Dhana tunjukan kepada Adrian. Siapa sangka ide yang Loreana berikan padanya tidak hanya bermanfaat untuk membungkam Kakeknya sendiri, tetapi juga bisa mempermainkan seorang Adrian Elendria yang jelas mengira bahwa anak yang dikandung Jenara adalah anak dari benihnya. Tanpa diduga kehadiran itu membuat Reval mendapatkan empat tali kekang sekaligus, yaitu Dhana, Jenara, Adrian dan Kakek Algra.

Reval kemudian berkata, "Anak itu akan menjadi keuntungan besar bagi kedua keluarga."

Adrian mengangguk lagi. "Selama dia menjalankan fungsinya dengan baik."

Dhana merasakan sesuatu berdenyut keras di pelipisnya. “Fungsinya? Bukan putrinya seolah perempuan itu bukan manusia. Melainkan alat yang ditempatkan pada posisi tertentu untuk memenuhi kepentingan dua keluarga.”

Reval menyandarkan tubuhnya. "Kalau keadaan berubah, kita bisa mengubah kesepakatan."

"Tentu." Adrian menjawab tanpa ragu. "Selama kepentingan kita tetap aman."

Dhana mengepalkan tangan di belakang punggung. Ia telah mendengar banyak hal sejak menyusup ke dalam Black Gold. Ancaman, pemerasan, korupsi, dan pengkhianatan. Tetapi mendengar seorang ayah berbicara mengenai putrinya seperti sebuah aset membuat sesuatu di dalam dirinya terasa jauh lebih sakit.

Reval kemudian menoleh kepadanya. "Adrian, kenalkan. Ini Dhana."

Adrian akhirnya memperhatikannya. Tatapan mereka bertemu. "Jadi, kau orang yang baru diangkat menantuku sebagai salah satu orang kepercayaannya?"

Dhana menundukkan kepala. "Benar, Tuan."

Adrian tersenyum tipis. "Bagus."

Kemudian pria itu berkata, "Reval, kau selalu mendapatkan orang menarik di sisimu."

"Ya, dia cukup berguna," kata Reval santai.

Adrian mengangguk. "Memang seharusnya begitu."

Reval tidak lagi menanggapi, ia menyesap kopi dihadapannya hingga beberapa detik berlalu tanpa suara. Reval kemudian meletakkan sebuah map hitam di atas meja. Dimana map tersebut langsung diraih dan dibaca oleh Adrian.

"Empat jalur distribusi kami diperiksa dalam dua minggu terakhir. Dua gudang transit disegel. Tiga orangku ditahan untuk pemeriksaan yang seharusnya tidak pernah terjadi."

Tatapan Adrian kembali turun pada map itu. "Pengetatan pengawasan."

"Lebih dari itu." Suara Reval tetap tenang, tetapi matanya mengeras.

"Mereka mengubah pola patroli. Pemeriksaan kendaraan dilakukan secara acak di titik-titik yang sebelumnya aman. Bahkan jalur laut yang selama ini tidak pernah disentuh mulai diawasi."

Adrian bersandar. "Situasi politik sedang berubah."

"Aku tahu."

"Dan aku tidak bisa mengendalikan semua orang."

Reval terkekeh pendek. "Itulah alasan aku datang kepadamu. Bukan kepada semua orang."

Senyum Adrian menghilang. Hubungan mereka sudah berlangsung jauh sebelum Reval menikahi putri Adrian. Pernikahan itu hanya membuat hubungan keduanya menjadi jauh lebih nyaman dan jauh lebih berbahaya.

Adrian selama ini menyediakan akses, informasi, perlindungan birokrasi, dan peringatan sebelum operasi pemerintah menyentuh wilayah Black Gold. Sebagai gantinya, Black Gold memastikan rekening-rekening tertentu selalu bertambah. Keduanya sama-sama tahu bahwa hubungan itu bukan persahabatan melainkan… transaksi.

"Aku sudah membantumu selama bertahun-tahun," kata Adrian akhirnya. "Jangan membuatnya terdengar seolah-olah aku meninggalkanmu begitu saja."

"Aku tidak mengatakan kau meninggalkanku."

Reval membuka map hitam tersebut. "Aku mengatakan harga kerja sama kita sedang berubah."

Adrian menatapnya tajam. "Kau mengancamku?"

"Kalau aku mengancammu, kita tidak akan duduk berdua di ruangan ini." Reval berhenti sejenak. "Aku sedang mengingatkanmu bahwa Black Gold masih merupakan aset yang sangat menguntungkan bagi orang-orang tertentu."

Adrian diam. Kemudian Reval memberi isyarat kecil kepada Dhana untuk mengambil barang pada anak buah lain yang berdiri di luar pintu. Sebuah kotak hitam dibawa masuk. Kotak itu tidak besar. Justru karena ukurannya yang sederhana, Adrian sempat mengernyit ketika benda itu diletakkan di hadapannya.

"Apa ini?"

"Hadiah."

"Aku tidak suka kejutan."

"Aku tahu."

Reval mendorong kotak itu perlahan ke arahnya. Adrian membuka penguncinya yang membuat wajahnya ketika berubah. Karena di dalamnya terdapat sebuah jam tangan edisi terbatas yang nilainya setara dengan harga sebuah rumah mewah. Di bawahnya, terselip sebuah kartu hitam tanpa nama, hanya berisi angka dan kode akses ke sebuah rekening luar negeri. Adrian menatap benda-benda itu cukup lama.

"Reval..."

"Anggap saja ucapan terima kasih."

"Ini terlalu besar."

"Untuk apa yang akan kau lakukan, belum tentu."

Adrian mengangkat pandangan. "Apa yang sebenarnya kau inginkan?"

"Pengetatan jalur distribusi dihentikan. Pemeriksaan yang tidak perlu dikurangi. Dan aku ingin tahu siapa yang memerintahkan perubahan pola pengawasan sebelum mereka bergerak lagi."

"Itu bukan sesuatu yang bisa selesai dalam sehari."

Reval tersenyum tipis. "Aku memberimu waktu tiga hari."

Adrian tertawa pelan, tetapi tidak terdengar seperti seseorang yang sedang bercanda. "Kau masih sama seperti dulu."

"Dan kau masih menerima hadiah dariku seperti dulu, bukan?"

Tatapan keduanya bertemu. Untuk beberapa detik, tidak ada yang berbicara. Seolah melalui tatapan itu sama-sama saling menegaskan bahwa keputusan hari ini akan menjadi penentu masa depan keduanya di masa depan.

“Sejak awal aku memang sudah tahu bahwa bekerjasama dengan binatang buas sepertinya akan memiliki resiko yang sangat berbahaya. Antara menjadi makanannya secara langsung atau dijadikan umpan untuk mendapatkan makanan yang lebih besar. Lagipula saat ini Jenara tengah mengandung pewaris keluarga Arsenalio dan juga klan Black Gold. Pada akhirnya kekuasaan besar ini akan menjadi keluarga Elendria,” batin Adrian penuh keyakinan.

Bersambung….

1
Sri Yatun
semoga bisa ngomong setelah ada pergerakan penyerangan atau sudah d mulai dan berakhir dia baru sadar bahwa teman teman nya sudah kalah dan Reval terluka parah kalah
Fahmi Ardiansyah
semoga yg lain gak mengetahuinya klu jenara masuk ke ruang kerja.
Fahmi Ardiansyah
jgn sampai reon di bawa ke markas bisa bahaya tu.semiga bian n Reno bisa atasi ni wanit
Sri Yatun
semoga kakek Arga tidak menaruh curiga y,, biar jenara lolos
Sri Yatun
aduh kalo sampai d bawa bakal celaka semuanya, semoga loren jg lengah biar bisa d pukul dri belakang biar pingsan barengan
Fahmi Ardiansyah
bagus jenara semoga kau bisa merahasiakan tentang dhana
Fahmi Ardiansyah
iya katakan iya tpi bilng sama jenara jgn sampai memberitahu reval
Fahmi Ardiansyah
iya karna bawaan bayinya jadi jenara sellu bertanya tentang dhana.coba klu kmu yg jdi ayahnya pasti jenara n bayinya tambah sayang sama kmu.
Fahmi Ardiansyah
Thor buat Dhana seakan 2 masih membela Reval supaya Dhana TDK di curigai n secara langsung bisa selamatin jenara n bayinya.
Fahmi Ardiansyah
Waaah mereka cepat sekali menyerang Reval apakah jenara bisa di selamatkan atau tidak ya semoga dhana bisa berakting untuk membawa jenara pergi.
Fahmi Ardiansyah
semua pasti berjln sesuai rencana.dhana pasti berhasil melindungi jenara n anaknya.
Sri Yatun
jangan sampai gagal kalo gagal kasian Dhana sudah berusaha 4 th g ada hasil syukur syukur Revan meninggal atau cacat lah klan nya berpecah belah
Fahmi Ardiansyah
ya Krn Dhana sangat mengkhawatirkan jenara n bayinya.krn jenara hanya di manfaatin aja
Fahmi Ardiansyah
oooh Dhana benar benar mau mengambil jenara dari tangan Reval Krn jenara pantas bersanding dgn dhana.
Fahmi Ardiansyah
mereka pasti bersiap akan menyerang org itu n aku kira org itu Erlangga yg ingin menangani langsung.
Fahmi Ardiansyah
asal kamu tau klu reon bisa juga tertangkap oleh zion teman Dhana Krn coba2 melaporkan Dhana tentang identitasnya.
Fahmi Ardiansyah
👍👍👍👍 benar benar thenest kak author yg bikin cerita bikin pembacanya dah Dig dug.aku kira mereka di suruh Reval untuk membunuhnya eee trnyata teman pembasmi n pemberantas jual barang elegal 💪💪💪 terus kalian pasti berhasil.
Sri Yatun
wah pasti si siapa y yg menyamar JD tukang kafe,yg sllu dana datangin lupa namanya pasti dia
Fahmi Ardiansyah
empat orang itu berarti org itu empat sekawan pengawal Reval tu pasti
Fahmi Ardiansyah
kira kira kejutan apa ya yg di maksud argan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!