Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keresahan Hati Hang Xue
Qian Ling masih memandang ke arah pintu kedai setelah Boqin Changing pergi. Setelah memastikan sosok pria itu benar-benar sudah menghilang di tengah keramaian pasar malam, ia perlahan memalingkan wajahnya kepada Hang Xue.
Senyum aneh muncul di wajahnya. Hang Xue yang menyadarinya langsung merasa tidak nyaman.
"Apa?"
Qian Ling menopang dagunya dengan satu tangan.
"Tidak apa-apa."
Hang Xue nampak tidak percaya.
"Kalau tidak apa-apa, kenapa kau melihatku seperti itu?"
Qian Ling justru tertawa kecil.
"Saudari Xue, apakah tadi Tuan Muda Chang baru saja menyatakan perasaannya kepadamu?"
Wajah Hang Xue langsung berubah.
"Apa?"
Ia buru-buru menggeleng.
"Tidak seperti itu."
"Benarkah?"
"Tentu saja."
Hang Xue menjawab terlalu cepat.
Qian Ling semakin tertawa melihat reaksinya.
"Kalau bukan begitu, lalu apa maksudnya ketika dia mengatakan kau harus berani memilih kehidupanmu sendiri?"
"Dia hanya memberikan nasihat."
"Nasihat?"
Qian Ling mengangkat alis.
"Dia bahkan mengatakan kalau kau memiliki masalah yang tidak bisa diselesaikan keluargamu, kau boleh mencarinya."
Hang Xue terdiam.
Qian Ling semakin mendekat.
"Menurutku, pria itu jelas tertarik kepadamu."
Hang Xue langsung memanggil namanya dengan sedikit malu.
"Qian Ling!"
Namun Qian Ling tidak berhenti.
"Memangnya aku salah?"
Ia menghitung dengan jarinya.
"Dia tampan, tenang, memiliki pengetahuan yang luas, sopan, tidak terlihat seperti pemuda bangsawan yang hanya tahu menghabiskan kekayaan keluarganya, dan yang paling penting..."
Qian Ling sengaja berhenti.
Hang Xue menatapnya.
"Apa?"
"Dia jauh lebih menarik daripada tunanganmu."
Hang Xue langsung terdiam.
Qian Ling tertawa.
"Jangan marah. Aku hanya mengatakan apa yang kulihat."
Hang Xue tidak menjawab.
Qian Ling melanjutkan,
"Fei Yuan mungkin berasal dari keluarga terkaya di Kota Chiyou, tetapi selain itu, apa yang benar-benar bisa dibanggakan darinya?"
Hang Xue tetap diam.
"Tuan Muda Chang bahkan bisa menjawab semua pertanyaanku mengenai perdagangan. Pengetahuannya tentang berbagai wilayah juga sangat luas. Bahkan cara bicaranya terasa seperti seseorang yang telah melihat dunia lebih banyak daripada orang-orang seusianya."
Qian Ling tersenyum.
"Kalau dibandingkan dengan Fei Yuan..."
Ia mengangkat bahu.
"Jaraknya terlalu jauh."
Hang Xue masih tidak mengatakan apa-apa.
Biasanya, ia akan segera membela tunangannya atau meminta Qian Ling berhenti membicarakan masalah tersebut. Namun kali ini berbeda.
Ia hanya menundukkan pandangan. Tidak membantah.
Qian Ling yang melihat perubahan itu perlahan menghentikan tawanya. Ia mengenal Hang Xue terlalu baik. Sahabatnya memang tidak pernah menyukai pertunangan tersebut. Namun selama bertahun-tahun, Hang Xue selalu menerimanya tanpa pernah mengeluh.
Qian Ling akhirnya menghela napas.
"Saudari Xue..."
Hang Xue tersenyum.
"Aku baik-baik saja."
Qian Ling tidak menjawab. Ia hanya memandang sahabatnya beberapa saat. Kali ini, ia tidak lagi menggoda.
...******...
Malam semakin larut. Pasar malam perlahan mulai sepi. Lampion-lampion masih menyala, tetapi jumlah pengunjung sudah jauh berkurang dibandingkan beberapa jam sebelumnya.
Hang Xue akhirnya kembali ke kediamannya. Setelah berganti pakaian, ia duduk di atas tempat tidurnya.
Ruangan itu sunyi. Hang Xue bersandar pada kepala ranjang sambil menatap kosong ke depan. Pikirannya kembali kepada percakapan malam ini. Terutama kepada satu orang, Chang.
Pria bernama Chang itu seakan-akan mampu melihat sesuatu yang selama ini ia sembunyikan dari semua orang.
"Kau sungguh pintar memainkan peran."
Hang Xue mengingat kembali perkataan tersebut. Ia tersenyum tipis.
Orang itu benar-benar aneh. Bagaimana mungkin seseorang yang baru dikenalnya beberapa hari bisa mengatakan sesuatu yang begitu tepat?
Selama ini, Hang Xue memang selalu terlihat baik-baik saja. Ia tersenyum ketika bertemu orang lain. Ia berbicara dengan sopan kepada para tetua keluarga.
Ia jmembantu ayahnya mengurus perdagangan. Ia menerima berbagai keputusan keluarganya tanpa banyak bertanya. Bahkan ketika keluarganya mengatakan bahwa dirinya akan dijodohkan dengan Tuan Muda Keluarga Fei, Hang Xue tidak menolaknya.
Ia tahu alasan di balik keputusan tersebut. Keluarga Fei adalah keluarga bangsawan terkaya di Kota Chiyou. Keluarga Hang berada di peringkat kelima dalam kekayaan dan pengaruh.
Pernikahan antara kedua keluarga tentu akan memperkuat hubungan mereka. Dengan adanya hubungan tersebut, jalur perdagangan Keluarga Hang dapat berkembang lebih luas dan pengaruh keluarga mereka juga akan semakin kuat.
Bagi keluarga bangsawan, pernikahan seperti itu bukan sesuatu yang aneh. Hang Xue memahami semuanya. Karena itu, ia menerima keputusan keluarganya. Setidaknya, itulah yang selama ini ia pikirkan.
Namun beberapa waktu terakhir, Hang Xue diam-diam menemukan sesuatu yang membuat pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Ia menemukan bahwa pertunangan tersebut ternyata bukan semata-mata keinginan keluarganya untuk memperluas pengaruh. Ada sesuatu yang jauh lebih besar di baliknya.
Hang Xue menghela napas panjang. Ia masih ingat ketika secara tidak sengaja mengetahui percakapan antara beberapa orang tua keluarganya. Saat itu, ia baru mengetahui bahwa kakeknya sebenarnya tidak benar-benar menginginkan pertunangan tersebut.
Kakeknya menerima tawaran Keluarga Fei karena takut. Takut Keluarga Hang akan mendapatkan masalah besar jika mereka menolak.
Karena di balik kekuatan Keluarga Fei ternyata terdapat dukungan dari sebuah kekuatan aliran hitam, Sekte Darah Bulan Hitam. Sebuah sekte aliran hitam yang cukup kuat di Kekaisaran Houran.
Keluarga Fei memiliki hubungan dengan mereka. Selama bertahun-tahun, sekte tersebut memberikan perlindungan kepada Keluarga Fei sekaligus menjadi kekuatan yang membuat banyak pihak tidak berani berhadapan langsung dengan keluarga tersebut.
Kakeknya khawatir. Jika Keluarga Hang menolak perjodohan itu, Keluarga Fei mungkin akan menganggap mereka sebagai musuh. Jika itu terjadi, Keluarga Hang mungkin harus menghadapi bukan hanya keluarga bangsawan terkaya di Kota Chiyou, tetapi juga sekte aliran hitam yang jauh lebih berbahaya.
Hang Xue memejamkan matanya. Ia menghela napas berat.
Selama ini, ia selalu berpikir bahwa dirinya hanya perlu menerima keadaan. Ia selalu mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa selama keluarganya memperlakukannya dengan baik, ia tidak memiliki alasan untuk mengeluh. Namun sekarang kata-kata Boqin Changing kembali muncul di benaknya.
"Diperlakukan dengan baik dan memiliki kebebasan untuk memilih adalah dua hal yang berbeda."
Hang Xue membuka matanya. Tatapannya perlahan berubah. Ia kembali memikirkan pemuda tersebut.
Chang, orang itu jelas bukan orang biasa. Dari pakaian, sikap, cara berbicara, hingga auranya, semuanya menunjukkan bahwa dirinya memiliki latar belakang yang sangat luar biasa.
Wajahnya tampan, sikapnya tenang, pengetahuannya sangat luas, dan yang paling aneh, ia seakan-akan sudah mengenal dirinya.
Hang Xue mengerutkan kening.
"Apakah dia menyukaiku?"
Pertanyaan itu muncul begitu saja di dalam pikirannya. Wajahnya kembali terasa sedikit panas ketika mengingat bagaimana Boqin Changing memandangnya.
Namun Hang Xue segera menggeleng.
"Tidak mungkin."
Mereka baru bertemu beberapa hari. Bagaimana mungkin seseorang bisa memiliki perasaan kepadanya dalam waktu sesingkat itu?
Namun jika bukan karena menyukainya, lalu mengapa Boqin Changing begitu memperhatikannya? Mengapa ia mengetahui bahwa dirinya menyembunyikan keresahan?
Mengapa ia mengatakan bahwa dirinya harus berani memilih jalan hidup sendiri? Lalu mengapa ia mengatakan bahwa dirinya bisa mencarinya jika suatu hari mengalami masalah? Semakin dipikirkan, semakin banyak pertanyaan muncul di dalam benaknya.
Hang Xue akhirnya menarik selimut dan duduk lebih nyaman di atas tempat tidur. Tatapannya menjadi semakin serius.
"Mungkin..."
"Mungkin dia sedang mencoba mencari tahu tentang masa laluku."
Ia mulai memikirkan kemungkinan lain.
Mungkin Boqin Changing memang tertarik kepadanya. Mungkin karena itu ia berusaha mendekatinya secara perlahan. Mungkin ia sedang mencari tahu bagaimana kehidupannya, siapa keluarganya, dan masalah apa yang sedang dihadapinya.
Hang Xue terdiam. Namun ada satu hal yang tidak dapat ia pahami. Jika pria itu benar-benar hanya tertarik kepadanya, mengapa ia tidak pernah sekalipun bersikap memaksa?
Bahkan ketika mereka berdua terpisah dari Qian Ling, Boqin Changing tidak melakukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.
Ia hanya berbicara, mendengarkan, memberikan nasihat, dan kemudian pergi.
Hang Xue memandang ke arah jendela. Cahaya bulan masuk melalui celah tirai dan jatuh ke lantai kamarnya.
Entah mengapa, kini ia mulai memikirkan sesuatu yang selama ini selalu ia hindari. Jika dirinya benar-benar memiliki piliha, apa yang sebenarnya ingin ia lakukan?
Hang Xue tidak menemukan jawabannya. Namun malam itu, sebuah benih kecil telah ditanam di dalam hatinya. Benih untuk mempertanyakan takdir yang selama ini hanya ia terima.
Tanpa disadarinya, semua itu bermula dari seorang pemuda bernama Chang yang baru dikenalnya beberapa hari terakhir.