NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: En zz

Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.

Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.

Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.

Salah satunya adalah kakek Shen yifan.

Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Belajar bersama membuat pil Part 3

Orang-orang yang ada di sekitar mulai melihat ke arah tempat itu dengan bingung bercampur kaget.

​"Ada apa ini?" Tiba-tiba seorang penjaga kota berlari menghampiri sambil memakai zirah lengkap.

​"Tidak ada apa-apa, kami hanya sedang latihan!" sahut Bingxue buru-buru menghadap penjaga kota.

​"Seperti ada ledakan besar tadi!"

​"Iya, memang ada. Kami cuma latihan membuat pil, tidak ada apa-apa, serius!" Bingxue meyakinkannya.

​Lalu penjaga kota melihat tungku pil yang sudah gosong. Ia langsung menatap ke arah Bingxue.

​"Lain kali hati-hati, jangan sampai merusak properti atau rumah orang, Nona," sahut penjaga itu.

​"Kami minta maaf. Kami akan lebih hati-hati!" Bingxue langsung menunduk meminta maaf.

​Setelah itu, penjaga kota membubarkan orang-orang di sekitar setelah memastikan tidak ada bahaya dan hanya latihan biasa.

​"Terima kasih, Kak Bing," Shen Yifan menunduk.

​"Sama-sama. Aku lupa belum memasang array di sekitar tempat ini, haha," Bingxue malah tertawa kecil.

​"Jian Chen, keluarkan tiga Batu Abadi. Aku tiga sisanya."

​Tanpa banyak bicara, keduanya mengeluarkan enam Batu Abadi yang memancarkan cahaya putih kebiruan. Batu-batu itu melayang perlahan, lalu terbang menuju enam sudut bangunan, membentuk pola segi enam yang sempurna.

​Setelah masing-masing batu tertanam di tanah, Bingxue dan Jian Chen mengangkat tangan mereka bersamaan. Jari-jari mereka bergerak cepat membentuk segel tangan yang rumit, sementara aliran Qi spiritual menghubungkan keenam Batu Abadi menjadi garis-garis cahaya yang saling terjalin.

​"Array Tiga Lapis: Buka!"

​Keenam Batu Abadi bergetar bersamaan. Dari masing-masing batu memancar pilar cahaya biru ke langit, lalu saling terhubung membentuk kubah raksasa yang menyelimuti seluruh tempat latihan Shen Yifan dan Nangong Yue.

​Tidak berhenti di situ, sebuah lingkaran rune kuno berwarna keemasan perlahan muncul di permukaan kubah. Rune-rune itu berputar perlahan mengikuti arah jarum jam, memancarkan cahaya lembut yang membuat udara di sekitarnya beriak halus.

​Beberapa saat kemudian, lapisan kedua terbentuk. Kubah transparan lain muncul di bagian dalam, jauh lebih tipis namun dipenuhi ribuan simbol kuno yang terus berkedip, seolah memperkuat struktur ruang di dalamnya.

​Lapisan terakhir muncul tanpa suara. Seluruh ruang di dalam area latihan bergetar sesaat sebelum kembali tenang. Cahaya dari ketiga lapisan itu perlahan memudar hingga nyaris tak terlihat, hanya menyisakan riak tipis di udara jika diamati dengan saksama.

​Jian Chen mengembuskan napas lega sambil menepuk-nepuk tangannya.

​"Sekarang kalau mereka mau meledakkan tungku sepuluh kali pun, ledakannya tidak akan keluar dari area ini."

​Bingxue tersenyum tipis sambil menatap bangunan yang telah diselimuti array.

​"Kalau melihat cara mereka belajar... kurasa memasang array ini memang keputusan yang tepat."

​Setelah melihat penghalang telah dipasang, Shen Yifan dan Nangong Yue tersenyum, lalu langsung masuk ke dalam lagi.

​"Nah, Yi Fan. Di sinilah masalahku." Nangong Yue menghela napas. "Pada tahap penyulingan, aku masih bisa mengendalikan Flame Devouring-ku dengan baik. Tapi, saat memasuki tahap peleburan, semua esensi tanaman mulai saling bertabrakan dan membutuhkan tekanan api yang stabil. Sedikit saja tekanan berubah, maka semuanya akan meledak hancur, seperti tadi," Nangong Yue memperjelas masalahnya.

​"Ranah Fondasi membuat energi spiritualku jauh lebih besar daripada sebelumnya," lanjut Yue. "Seharusnya itu menjadi keuntungan. Namun justru energiku terlalu kuat, Flame Devouring ikut menjadi lebih ganas. Saat aku mencoba menahannya agar tetap stabil, Flame Devouring itu malah terus berusaha kembali ke kekuatan aslinya."

​Sebenarnya Shen Yifan juga mengalami hal serupa saat membuat pil di turnamen. Namun untungnya saat itu ada energi spiritual murni dari gerbang misterius. Shen Yifan sendiri tidak tahu, tetapi tiba-tiba energi spiritual murni itu mengalir.

​"Yue, apakah kamu punya atau merasakan energi spiritual murni di dalam dantianmu?" tanya Shen Yifan untuk memastikan.

​"Hmmm... Apa itu energi spiritual murni?" sahut Nangong Yue bingung.

​(Seperti dugaanku, para kultivator lain tidak mempunyai energi murni ini,) batin Shen Yifan sambil memegang dahinya.

​"Yi Fan?" Nangong Yue heran melihat Yifan terdiam.

​"Ah, iya. Maaf, aku sedang memikirkan sesuatu!" Shen Yifan tersadarkan oleh suara indah Yue.

​"Memikirkan sesuatu?" Nangong Yue memiringkan kepalanya.

​"Tidak apa-apa, ayo satu kali lagi. Sekarang pasti berhasil!" Sorot mata Shen Yifan mulai berkobar serius.

​Ia menggulung lengan bajunya sambil tersenyum penuh percaya diri.

​Melihat sorot mata Shen Yifan yang penuh keyakinan, Nangong Yue ikut tersenyum. Entah mengapa, setiap kali pemuda itu mengatakan sesuatu dengan ekspresi seperti itu, ia selalu merasa tenang. Seolah kegagalan yang baru saja mereka alami bukanlah akhir, melainkan satu langkah lagi menuju keberhasilan.

​"Satu hal lagi, Yue," sahut Shen Yifan.

​"Apa itu?"

​"Di saat kamu melakukan peleburan, coba fokus pada dantianmu dan paksa Flame Devouring-mu supaya stabil dalam peleburan. Apakah Yue bisa?" tanya Shen Yifan.

​"Akan kuusahakan!" sahut Nangong Yue. Sekarang ia mulai lebih percaya diri melihat semangat Shen Yifan.

​"Baguslah, kalau begitu kita mulai!"

​Nangong Yue mulai memasukkan tanaman-tanaman herbal ke dalam tungku.

​Pertama, tahap penyulingan tanaman herbal. Yue masih bisa mengendalikan Flame Devouring-nya untuk membakar tanaman herbal demi mengambil esensi dari bahan-bahan yang sudah dimasukkan.

​Beberapa menit kemudian, proses penyulingan sudah hampir selesai karena beberapa tanaman herbal mulai mencair di dalam tungku. Shen Yifan terus memantau pergerakan tangan Nangong Yue, sesekali melihat ke dalam tungku dengan matanya yang sudah dialiri oleh energi spiritual.

​Kedua, tahap peleburan. Karena semua tanaman di dalam tungku sudah mencair, sekarang mereka memasuki tahap peleburan. Di bawah kendali energi spiritual Nangong Yue, tetes esensi dari tanaman herbal mulai berputar perlahan di dalam tungku. Masing-masing memancarkan cahaya berbeda, namun belum saling bersentuhan.

​"Yue, fokus!" Shen Yifan mulai melihat tangan Yue bergetar hebat. "Tutup matamu dan paksa Flame Devouring-mu untuk menstabilkan api yang dihasilkannya!"

​Nangong Yue mengangguk pelan. Butiran keringat mulai membasahi pelipisnya, sementara kedua tangannya terus mempertahankan segel tangan di depan tungku. Di dalam tungku, lima tetes esensi tanaman herbal berputar semakin cepat. Cahaya yang semula bergerak teratur mulai berguncang tidak menentu. Kobaran Flame Devouring beberapa kali membesar, lalu mengecil secara tiba-tiba, membuat esensi-esensi itu nyaris saling bertabrakan.

​Shen Yifan yang berdiri di sampingnya mulai mengernyit. Penglihatannya yang dialiri energi spiritual mampu melihat perubahan sekecil apa pun di dalam tungku.

​(Tidak bagus. Tekanan apinya mulai berubah lagi.)

​"Yue, rasakan alirannya, lalu arahkan Flame Devouring perlahan," ucap Shen Yifan dengan suara tenang.

​Nangong Yue berusaha mengikuti perkataannya. Ia menarik napas panjang, memusatkan seluruh kesadarannya ke dalam dantian. Meski begitu, Flame Devouring masih terus bergejolak, seolah memiliki kemauan sendiri yang sulit dijinakkan.

​Tangan Yue mulai bergetar semakin hebat.

​Melihat keadaan itu, Shen Yifan sedikit mengalirkan energi murninya. Energi itu menyusup ke dalam kobaran Flame Devouring tanpa menimbulkan riak sedikit pun.

​Seketika, api yang semula bergejolak perlahan menjadi tenang. Kobaran merah menyala itu tidak lagi melonjak liar, melainkan berayun lembut mengikuti irama yang stabil. Putaran satu tetes esensi tanaman yang hampir kehilangan keseimbangan pun kembali teratur, seolah ada tangan tak kasatmata yang menenangkan seluruh isi tungku.

​Nangong Yue sedikit terkejut.

​"Apinya..."

1
obeng min
lanjut ketua
obeng min
mantap
sitanggang
hadeuhhh lemah bgt🙄
obeng min
lanjut💪💪💪💪💪
obeng min
💪💪💪👍👍👍👍
obeng min
upnya lama
obeng min
👍👍👍👍💪
obeng min
lanjut 💪💪💪💪💪
obeng min
manatap perbanyak upnya 🤣🤣💪💪👍👍👍
Jhon Saanz
up bang
obeng min
josss👍👍👍👍👍
Andi Akhasay: Liat ceritaku kak
total 1 replies
obeng min
lanjut👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!