NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga Puluh Empat

"Mama....! " panggil Ares Laras dan Gibran datang ke rumah sakit dengan mata yang sudah sembab.

Bu Soraya lansung menolehkan kepalanya kearah suara yang memanggil namanya, lalu dia tersenyum hambar, mata sembab karena dari tadi tidak berhenti menangis.

Ares dengan langkah lebar lansung membawa sang ibu ke dalam pelukannya dia, anak laki laki itu sangat tau perasaan ibunya, apa lagi dia melihat ada keluarga dari sang ayah menatap tajam ke arah mereka.

Tak banyak kata, bu Soraya lansung membalas pelukan sang putra sulung, dan terisak pilu di dalam pelukan sang anak.

"Mama harus kuat, papa pasti akan baik baik saja." ucap Ares mengusap usap punggung sang ibu, agar ibunya bisa tenang.

Laras dam Gibran pun ikut memeluk sang ibu, air mata mereka pun tidak bisa di bendung lagi.

"Papa akan baik baik saja, papa laki laki kuat, papa tau kita sedang menunggunya di sini." ucap Gibran si anak bontot yang suka bikin ulah itu, bisa juga bersikap dewasa di situasi seperti saat ini.

"Cihhh..... Nggak usah sok sedih deh kalian, padahal kalian senang kan melihat anak saya menderita seperti ini." sinis bu Hindun tidak suka akan kehadiran cucu cucunya itu.

"Coba klau anak saya nggak kembali sama kalian pasti anak saya nggak akan celaka kaya gini, dasar pembawa sial.! " hina bu Hindun.

"Maaf ya nenek tua, kamu nggak di ajak." sewot Gibran tidak suka dengan sikap neneknya itu.

"Anak kurang ajar, begini didikan ibu mu! " sewot bu Hindun tidak Terima.

"Jangan tanyakan didikan ibu saya nenek tua, ibu saya sangat sangat pintar mendidik kami semua, klau kami bersikap tidak sopan atau kurang ajar sama anda, itu bukan karena didikan ibu saya, tapi karena sikap anda yang tidak sopan." lirik sinis Gibran memangku tangan di dadanya.

"Kau....!! " tunjuk bu Hindun menatap nyalang cucu bungsunya itu.

"Diam.... Ibu dari tadi biking ribut mulu ya, benar benar mau di seret keluar ya." bentak security menatap tajam ke arah bu Hindun.

Bu Hindun lansung menunduk diam, takut juga nanti jika benar benar di usir oleh security itu.

"Udah ma, diam aja, nanti mama benaran nggak di izinkan ketemu sama abang loh." bisik Ita yang juga takut klau di usir dari ruangan itu.

"Iya iya ibu diam." gumam bu Hindun kesal.

"Mama sudah makan? " tanya Ares penuh perhatian.

Bu Soraya hanya mengangguk lemah, tapi lansung di sela oleh pak Tono.

"Baru dia suap nak, tiba tiba ibu ibu itu datang trus menampar bu Soraya, sampai sampai kotak nasi yang di tangan bu Soraya jatuh." adu pak Toni yang juga masih kesal dengan kelakuan bu Hindun itu, tadi dia ingin membelikan makan lagi untuk bu Soraya hanya saja dia takut meninggalkan bu Soraya di sana sendirian, takut di marahi lagi oleh bu Hindun.

Ares mengeraskan rahangnya, bisa bisanya nenek itu menampar ibunya.

Ares memegang lembut pipi bu Soraya, melihat ada rona merah di pipi itu.

"Dasar brengsek." geram Ares dengan mata memerah.

"Nenek tua sialan! " Maki Gibran yang ingin sekali melabrak neneknya itu, namun di larang oleh Laras.

"Jangan bikin ribut lagi dek, nanti kita di usir dari sini, dan kasihan papa juga di dalam sana." bisik Laras kepada sang adik.

"Mama makan dulu ya, tadi tante Rini bawain bekal untuk kita, nanti setelah di Catering sama warung beres, baru tante ke sini." ucap Ares lembut, sungguh dia tidak tega melihat wajah sang mama.

Dengan sigap Laras menyiapkan makan untuk sang ibu, dan juga untuk pak Tono yang sudah mau menemani sang ibu di rumah sakit.

"Mama makan dulu ya, biar di suapin sama abang." ucap Laras memberikan satu box nasi beserta lauk ke tangan Ares.

"Bapak juga makan ya, dari tadi sudah membantu mama kami di sini, maaf dan terimakasih sudah membuat bapak repot." ucap Laras dengan begitu dewasa.

"Ehhh.... Nggak usah nak, bapak tadi sudah makan kok di luar." tolak pak Tono tidak enak hati.

"Itu tadi pak, beda lagi sekarang, kami yakin tenaga bapak pasti sudah terkuras menghadapi nenek lampir itu." bisik Gibran yang membuat pak Tono terkekeh geli.

"Kamu ini bisa aja." kekeh pak Tono.

"Ayo makan pak, nanti dingin loh." ucap Gibran menyodorkan satu box nasi.

"Baiklah, terimakasih ya, udah repot repot bawain bapak makan." ucap pak Tono tidak enak hati.

"Nggak repot kok pak, apa yang bapak lakukan untuk kami, ini belum ada apa apanya." jawab Gibran.

Ares dengan telaten menyuapi sang mama, walau sedikit lama, tapi dengan perlahan nasi box itu berpindah kedalam lambung bu Soraya.

"Ini enak banget loh masakannya." puji pak Tono yang tadinya menolak makanan itu, tapi sekarang dia menikmati dengan lahap.

Gibran terkekeh melihat pak Tono makan. "Pasti dong pak, itu kan masakan dari catering Soraya, udah jelas enak." ucap Gibran membanggakan catering sang ibu.

"Wajar ya, catering itu maju pesat, masakannya itu seenak ini." ucap pak Tono ikut memuji Catering bu Soraya.

Bu Hindun melirik sinis ke arah keluarga bu Soraya itu, sungguh dia sangat kesal melihat ke tiga cucu yang tidak pernah dia suka itu memberi makanan kepada orang lain, sementara dia yang nenek kandungnya dibiarkan kelaparan.

"Dasar tidak tau diri, orang lain di kasih makan, di sini ada neneknya di cuekin, dasar cucu durhaka." geram bu Hindun tidak terima, namun kata kata itu hanya mampu dia ucapkan dalam hati, takut klau dia bikin ulah, bakal benar benar di usir dari ruangan itu, dan melawan cucunya yang bermulut pedas itu dia yakin tidak akan bisa menang.

"Wangi banget masakannya." gumam Tia perutnya ikut keroncongan mencium aroma nasi box yang di bawa oleh anak anak abangnya itu.

"Ibu lapar?" tanya Tia.

"Hmmmm.... " angguk bu Hindun namun matanya tetap melirik ke arah cucu cucunya berharap cucunya itu melihat dirinya dan membari makanan.

"Klau gitu ayo kita makan dulu di kantin." ajak Tia.

"Ck.... Ngapain ke kantin segala, minta sama mereka aja, kayanya mereka bawa banyak makanan." tunjuk bu Hindun tidak tau diri.

"Nggak usah cari masalah deh bu, mereka tidak akan mau ngasih kita, lebih baik kita makan ke kantin aja." ajak Tia.

"Tapi abang kamu? " ucap bu Hindun tidak rela meninggalkan ruang tunggu.

"Masih lama bu, kan katanya tadi masih butuh waktu lama." ucap Tia, tadi kakaknya sempat kekurangan darah.

"Baiklah.... Dasar cucu cucu sialan, nggak mau berbagi sama neneknya." geram bu Hindun melangkahkan kakinya menuju lift.

Gibran melirik sang nenek, dan mencibir kan bibirnya, "Dih... Berharap di kasih makanan sama kita, jangan harap nenek lampir." cibir Gibran sinis.

"Nak, berhubung kalian sudah ada, bapak izin pulang dulu ya." ucap pak Tono sopan.

"Baik pak, terimakasih banyak ya pak, sudah menemani mama kami." ucap Ares menyelipkan beberapa kertas berwarna merah di tangan pak Tono.

"Ehhh... Apa apaan ini, nggak usah begini loh nak." kaget pak Tono dan mendorong tangan Ares, dia tidak ingin mengambil uang dari keluarga pak Galih itu, mereka saja sedang dalam kesusahan, niatnya hanya ingin membantu.

"Nggak apa apa pak, ini sebagai ucapan terimakasih dari kami, hari ini bapak sudah nggak kerja." ucap Ares tetap memeberikan uang itu kepada pak Tono, Ares tau klau pak Tono tukang ojek di pertigaan jalan rumah mereka.

"Tapi...."

"Nggak usah tapi tapian pak, ambil saja, nggak usah sungkan." ucap Ares tersenyum lembut.

"Baiklah, bapak terima klau gitu." ucap pak Tono dengan berat hati.

Bersambung......

1
ryuka
dasar nenek gila si hindun ini
Muft Smoker
giliran lapar aj ngarepin cucu ny kasih mkn ,, dasar nenek akhlak less ,,
Shee_👚
semoga pak galih gpp, pliss jangan bikin pak galih amnesia atau meninggal kayanya gak seru jadinya😩
Shee_👚
dih gak tau malu, tadi menghina sekarang mau minta makan😏
Shee_👚
dih sirik aja, bilang aja kamu lapar😂
sana beli sendiri🤣
Shee_👚
lope lope sama gibran, walau masih kecil dia bisa menempatkan diri dengan baik🥰
Shee_👚
ini yang bener toni atau tono kak🤔
Shee_👚
bagus gibran, kasih paham Nenek peot satu itu. dia gak tau cara mendidik anak yang bener malah sok banget😏
Shee_👚
bukan nenek tua gib, tapi nenek peot🤣
Shee_👚
gibran yang suka bermulut pedas bisa bersikap dewasa di situasi seperti sekarang😩
Ariany Sudjana
dasar nenek lampir kamu Hindun, kamu berharap kamu dikasih makan sama cucu kamu, tapi kan kamu sudah bilang Soraya dan anak-anaknya itu pembawa sial, jadi jangan harap yah kamu dikasih makan 😂😂🤣🤣 kenapa bukan kamu yang kecelakaan yah Hindun? supaya kamu cepat mati 😂😂🤣🤣
Azda Syafril
sabar eaa bu Soraya..... ibu mertuMu takut ATM brjln ny macet Krn pa galih kecelakaan dn TDK bisa bkrj mncri nafkah ge....
Erna Fkpg
lihat saja si Hindun anaknya kecelakaan palingan GK mau ngerawat soalnya hanya butuh uang anaknya saja
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
baru saja hidup Bu Soraya & pak galih membaik, eh malah dapat musibah...
Erna Fkpg
Alhamdulillah kehidupan Bu Soraya sukses
Muft Smoker
sumpah serapah mak2 satu ini boleh gx sih ,,
geraam banget liatny ,,
Ariany Sudjana
kenapa bukannya Hindun yang kecelakaan, biar cepat mati? sudah bau tanah, masih juga jahat sama menantu
Naning Naning: iyah betol itu harusnya hindun yang dibuat kecelakaan biar bungkam tu mulut
total 1 replies
Shee_👚
udah berapa hari gak up, eh pas up berasa baru baca dah abis🤭
Shee_👚
usir aja pak, kalau perlu seret aja keluar
Shee_👚
nenek peot gak ada otaknya, dah tau bu Soraya kerjaan cuma dirumah ya otomatis lakinya kerja y bu soraya dirumah aneh nenek satu ini🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!