NovelToon NovelToon
MATA TEMBUSH PANDANG

MATA TEMBUSH PANDANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Melalui dinding yang seolah lenyap itu, Chen bisa melihat dengan sangat jelas interior kamar Mei. Dan yang membuat jantungnya hampir melompat keluar dari dada adalah, ia bisa melihat area kamar mandi kecil di dalam sana. Pintu kamar mandinya pun tembus pandang.
Di dalam sana, Mei sedang berdiri di bawah kucuran air shower. Tanpa sehelai pakaian pun.
Chen terpaku di tempatnya, tenggorokannya mendadak kering. Setiap lekuk tubuh tetangganya itu, bulir-bulir air yang mengalir di kulitnya, bahkan warna rambutnya yang basah terlihat dengan detail yang luar biasa jernih. Kemampuan matanya seolah menembus batas ruang dan privasi yang ada.
Chen buru-buru menutup kedua matanya dengan telapak tangan, napasnya memburu, dan wajahnya memerah padam sampai ke telinga.
“A-apa yang terjadi dengan mataku?!” batin Chen menjerit panik sekaligus tidak percaya. “Apakah kakek semalam… benar-benar nyata?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Kejutan di Ruang Lelang

Di bawah kendali penuh Liu, proses lelang berjalan sesuai rencana. Dengan kekuatan finansialnya yang tak terbatas, Liu berhasil memenangkan Patung Buddha Perunggu dengan harga tiga juta yuan, sekaligus membeli batu hitam legam di sudut panggung yang dianggap sampah oleh panitia hanya dengan tambahan beberapa puluh ribu yuan.

Banyak taipan di ruangan itu berbisik-bisik, mengira Liu sedang membuang-buang uang demi barang pajangan tak berguna. Namun, Liu tidak peduli. Atas instruksi Chen, kedua barang tersebut langsung dibawa ke area pembongkaran di depan aula agar bisa disaksikan oleh semua orang.

Chen melangkah maju dengan tenang. Ia meminta petugas untuk mengambil alat pahat kecil. "Ketuk bagian dasar patung ini perlahan, lalu buka rongga di dalamnya," ujar Chen lantang.

Prak!

Begitu bagian bawah patung terbuka, sebuah kompartemen rahasia tersingkap. Petugas menarik keluar sebuah gulungan kain sutra kuno yang memancarkan aura keemasan yang begitu pekat. Ketika kurator lelang memeriksa tulisan di atasnya dengan kaca pembesar, tangannya mendadak gemetar hebat.

"Ini... Ini Kitab Pengobatan Rahasia Kaisar yang hilang dari Dinasti Tang! Astaga, nilai sejarahnya tidak ternilai harganya!" teriak sang kurator dengan suara bergetar.

Seluruh aula lelang langsung gempar. Para taipan yang tadinya mencibir kini melotot tak percaya. Namun, kejutan Chen belum selesai. Ia berjalan mendekati batu hitam besar yang dibeli murah oleh Liu.

"Potong tepat di bagian tengah," perintah Chen kepada operator mesin.

Zzzzzzt!

Mata pisau membelah batu hitam itu. Begitu air disiramkan untuk menyapu debu, kilauan merah darah yang sangat pekat dan berkilau langsung memancar, memantulkan cahaya lampu kristal aula.

"Giok Darah Naga!"

"Itu batuan mistis yang legendaris! Bagaimana pemuda itu bisa tahu?!"

Ruangan itu seketika dipenuhi suara hiruk-pikuk kekaguman. Semua mata tertuju pada Chen dengan tatapan penuh rasa hormat dan ngeri. Kemampuan pemuda itu dalam melihat harta karun sungguh di luar akal sehat.

Ketulusan yang Mengagumkan

Melihat reaksi semua orang dan keuntungan luar biasa yang baru saja didapatnya, Liu tertawa lepas. Rasa kagumnya pada Chen sudah mencapai puncaknya.

Begitu mereka kembali ke ruangan VIP, Liu langsung menatap Chen dengan serius. "Chen, kamu benar-benar monster! Kemampuanmu ini terlalu mengerikan. Di kota ini, aku punya beberapa apartemen mewah di kawasan elite. Pilih saja mana yang kamu suka, aku akan membalik nama apartemen itu menjadi milikmu hari ini juga!"

Mendengar tawaran fantastis itu, Chen hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya secara halus. "Terima kasih banyak atas kebaikanmu, Liu. Tapi untuk saat ini, aku masih nyaman tinggal di tempat kosku yang sekarang. Aku belum butuh apartemen mewah."

Jawaban santai dari Chen membuat Liu terpaku sejenak, sebelum akhirnya matanya berbinar penuh rasa kagum yang semakin mendalam. Di dunia Liu yang dipenuhi orang-orang serakah, Chen adalah pengecualian yang sangat langka.

"Hahaha! Aku memang tidak salah memilihmu menjadi sahabatku, Chen!" ujar Liu sambil menepuk pundak Chen dengan bangga. Namun, Liu tidak mau menyerah begitu saja. Ia merogoh sakunya dan melemparkan sebuah kunci mobil berlogo mewah ke tangan Chen.

"Tapi kumohon Chen, anggap saja ini sebagai ucapan terima kasihku. Jangan ditolak lagi, terimalah mobil ini untuk memudahkan transportasimu."

Melihat kesungguhan di mata Liu yang tidak menerima penolakan kali ini, Chen akhirnya mengalah. "Baiklah, kalau begitu terima kasih, Liu."

Kejutan di Dalam Kabin

Sore harinya, gang sempit di daerah kos Chen kembali dihebohkan dengan kedatangan Chen yang mengendarai sendiri sebuah mobil sport mewah baru yang mengkilap. Chen memarkirkan mobil tersebut di halaman kos dengan rapi.

Namun, saat ia hendak membuka pintu dan keluar dari kabin mobil yang nyaman, ponsel di sakunya tiba-tiba berdering. Layarnya menampilkan nama Liu.

"Halo, Liu?" sapa Chen begitu mengangkat telepon.

"Sahabatku Chen! Ada koper uang di dalam mobil, uang itu untukmu," suara Liu terdengar renyah di seberang sana. "Karena aku tahu kalau aku memberikannya langsung tadi, sudah pasti kau akan menolaknya. Anggap saja itu bagian keuntunganmu hari ini!"

Klik.

Sama seperti sebelum-sebelumnya, tanpa menunggu jawaban atau ucapan terima kasih dari Chen, Liu langsung mematikan panggilan teleponnya begitu saja.

Chen hanya bisa melongo menatap ponselnya. "Dasar orang ini... bertingkah seenaknya saja. Tapi, ya sudahlah," gumam Chen sambil tersenyum menggeleng-gelengkan kepala.

Ia menoleh ke bangku penumpang di sampingnya. Benar saja, sebuah koper kulit hitam berukuran sedang terletak di sana. Ketika Chen membukanya sedikit, deretan uang tunai lembaran ratusan yuan tertata sangat rapi dan padat di dalamnya. Jumlahnya jelas sangat banyak.

Dengan membawa koper uang tersebut di tangan kanannya, Chen keluar dari mobil, siap untuk menghadapi babak baru dalam hidupnya yang kini telah berubah total.

1
Markario Putra
ok siap bang
👍😁
indrawanto djiwanto
konflik kurang banyak min. kalopun lanjut, ceritanya terus jangan berubah jadi kultivator plus nanti lawan alien atau mkahluk dunia ata dst.
Agus Suciyadi
lumayan bagus sih thor...ceritanya nyambung terus, Mcnya bagus dlm sifat dan sikapnya tidak menye2 yg nafsuan. semangat thor lanjut terus/Good//Good//Good/
Markario Putra: Bantu share yah gan 👍
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!