Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 Om Andreas, aku??
Luna naik lalu loncat keluar dari jendela begitu juga dengan Vendra. Vendra mengajak Luna melangkah cepat menghampiri motor yang terparkir di sisi jalan sana. sesampainya di motor Vendra bergegas memakai helm naik ke atas jok motor, Luna pun pegang pundaknya Vendra, ia takut jatuh lalu naik ke atas jok motor duduk di belakang nya. Luna pun peluk Vendra, motor yang mereka kendaraanin pun jalan pergi meninggalkan gedung yang sudah terbakar.
*****
*****
*****
Matahari muncul naik dengan sinar yang sejuk hangat menyoroti sebuah kaca jendela di hotel. Terlihat Rajab berlahan terbangun dari atas ranjang kasur, ia bangkit dengan posisi duduk, sambil pegang leher bagian belakang yang sakit, ia teringat waktu malam tadi dirinya di pukul oleh seseorang dari belakang. Rajab melihat tubuh nya yang sudah tidak pakai baju, dengan keadaan telanjang, Rajab kaget melihat ke samping.
"ELISA!! ". Ngegas Rajab melihat Elisa tertidur di samping dirinya
Elisa terbangun mendengar namanya terpanggil, lalu melihat Rajab ekpresi Elisa berubah senang langsung bangkit peluk tubuh kekar Rajab dari samping.
" Rajab sayang! terimakasih untuk semalam aku bahagia banget!! ". Ucap Elisa peluk manja
Rajab hempaskan peluk kan Elisa dari tubuh nya dengan kasar.
" KITA!! TAK PERNAH BERSENTUHAN!! JANGAN NGADA-NGADA! DAN JANGAN PERNAH SENTUH SAYA!! PAHAM!! ". Sentak Rajab tunjuk jari pada Elisa mengingat kan pada Elisa dengan tegas.
Rajab turun dari atas ranjang kasur bergegas memakai baju kemeja nya, tampaknya hanya setengah telanjang saja bagian bawah masih pakai celana hitam jins.
Ekpresi cemberut Elisa merasa kesel di abaikan begitu saja. Elisa bergegas mendekat pada Rajab.
"Rajab, Rajab, kamu harus menikah dengan ku jangan sama dia!! nikah sama aku iya!! iya sama aku!! ". Elisa berkata sambil peluk tubuh Rajab dari punggung belakang nya.
" LEPASKAN!! ELISA!! ". Sentak Rajab melepaskan tangan Elisa yang sudah melingkar di perut dirinya. Setelah di paksa melepaskan Rajab melangkah pergi begitu saja tidak menghiraukan Elisa.
Elisa yang di abaikan hanya terdiam kesel. " AA ARRRGGGHHH!!". tampaknya Elisa cukup marah prilaku Rajab terhadap nya
Rajab melangkah di lorong hotel dengan Raut wajah kesel terlihat marah dan kecewa.
*******
Di rumah sakit terlihat Luna terbaring di atas ranjang dengan tangan kanan sudah di impus selang, dia sudah bangun menoleh ke kanan, melihat Vendra tertidur di atas sofa dengan jaket menutupi tubuh nya yang kedinginan. Setelah melihat Vendra melirik ke atas langit-langit atas lampu berfikir sejenak.
Luna memutuskan ke rumah sakit karena dirinya harus mengikuti prosedur dari pihak perusahaan, selain dirinya CEO mengurus kantor dia juga berperan sebagai Model. Takut nya Luna mengalami depresi atau stress karena kejadian penculikan, hanya untuk memastikan kesehatan mental. dari pihak dokter kesehatan psikolog atau Piskiater harus pastikan dengan keadaan baik-baik saja.
"selamat pagi". Sahut seorang suster membawakan makanan untuk Luna.
Vendra yang mendengar langsung terbangun dari tidur nya melirik ke arah Luna.
" selamat pagi juga Sus! ". Jawab Luna senyum
Makanan di letakan di atas meja samping Luna
Vendra bangkit sambil membawa jaket melangkah mendekat. terdiam memperhatikan
Johan datang dengan panik melangkah menghampiri sang anak perempuan yang tengah berbaring
Seorang suster melangkah pergi setelah makanan Luna di letakan di atas meja
" Luna!! sayang!! Kenapa kamu seperti ini?? apa yang terjadi? ". Tanya johan panik khawatir sambil menyentuh kepala dengan lembut pada anak perempuan nya yang terbaring.
" Ayah! aku Baik-baik saja". Jawabnya
"Lagi-lagi seperti ini, sepertinya ayah akan menghubungi Om Andreas, meminta dia menyelidiki lagi". Kata Johan pada anak perempuan nya.
Ekpresi kaget terlihat di wajah Vendra mendengar nama Omnya, yaitu Om Andreas, Rasa bingung dan heran bergejolak campur aduk tidak ia mengerti maksud Om Johan meminta menyelidiki pada Omnya hanya seorang militer bukan pada seorang polisi atau Detektif.
"Tapi ayah.. Om Andreas hanya seorang militer bukan polisi ini jalur berbeda, seharusnya minta bantuan pada aparat polisi. Apa tidak masalah? ". Tanya Luna pada ayah nya.
" Om Andreas teman baik ayah. kamu ingat kejadian satu tahu lalu. kamu juga pernah terjadi seperti ini tapi dapat di atasi oleh Om Andreas dengan mudah. ayah tidak yakin cara kerja posisi, terlalu lama dan hanya berbelit-belit". Ujar Johan
Terlihat Vendra menyimak pembicaraan anak dan ayah, soal Omnya sendiri yaitu Om Andreas. Vendra tidak menyangka kalau Om Andreas pernah menanangi masalah. tapi ini juga bahaya untuk dirinya sendiri kalau Om Andreas tahu dirinya berkerja di keluarga Om Johan bisa ketahuan dan pasti terbongkar tujuan nya. kini Vendra mulai panik
"Maaf.Om.. boleh saya tanya? ". Minta Vendra dengan nada bicara berat namun gugup
" iya... apa? ". Balas nya
" memang nya pernah terjadi seperti ini, memang nya berapa sering? ". Tanya Vendra
" Pernah... sekitar satu tahu lebih lalu.. sudah kedua kalinya, tambah sekarang mungkin sudah ke empat kalinya seperti ini". Jawabnya lantang
"Empat!?! artinya belum dapat menemukan pelaku dari satu tahu lebih itu... atau tahun sekarang orang jahat yang baru? ". Tanya Vendra ekpresi terkejut namun tegang
" Dapat... seorang tembak sniper dari jarak jauh. Om Andreas berhasil meringkus nya dan menebak balik dengan senjata sniper nya juga ". Jawabnya penjelasan yang cukup menegangkan
" lalu siapa yang melakukan itu. dapat jawaban nya? ". Tanya Vendra
" huffttt sayangnya... seorang sniper itu di bunuh oleh seseorang saat di ringkus. bisa di bilang lebih dari satu orang. Kami berusaha mencari satu orang lagi tapi sayang orang itu menghilang seperti ketelan bumi. jadi Om tidak dapat apa pun informasi sama sekali, sampai sekarang pun tidak dapat apa-apa". Ucap Johan
(suara hati) "kalau Om Andreas pernah menanangi,apa mungkin Om Andreas mengetahui kematian kak sofia, kalau iya... aku harus tanyakan, mungkin Om Andreas tahu..! ". Vendra sejenak terdiam berfikir
" Om..! pernah curiga pada seseorang? misalnya teman bisnis, kantor atau teman-teman Om sendiri. takutnya orang terdekat yang melakukan ini! ". Tanya Vendra ekpresi tegas namun datar
" Om, rasa tidak ada. Om tidak pernah merasa ada sesuatu yang aneh pada mereka. kalau pun mereka melakukan itu. Untuk apa!? ". Jawabnya
(suara hati) " bener juga. apa.... jangan-jangan.. Kak luna....? ". apa yang di katakan Om Johan agak bener nya, untuk apa mereka lakukan itu yang ada mereka akan ke jalur hukum dan akan merugikan mereka sendiri. Vendra berfikir mungkin orang-orang jahat itu mengincar Luna, entah untuk apa Sepertinya Vendra akan mencari tahu lebih dalam lagi.
Kemudian terlihat Vendra berjalan pelan sambil berfikir melamun setelah mendengar penjelasan Om Johan tadi di ruang rawat nya Luna. Dengan kedua tangan memeluk jaket hitam kulit nya, ia tidak memakai dirinya cukup gerah. dengan mengenakan pakaian tektop di tubuh nya.
(suara hati) "pasti ada kaitannya dengan Rajab". Vendra berfikir mungkin masalah ini berawal dari keluarga Ambarawa.