WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
enam belas
...Jeff mengajak Sabrina ke sebuah tempat makan yang Sabrina katakan. Karena gadis itu bilang jika dia yang akan memilihkan tempatnya. Ke duanya kini sudah berada di salah satu kursi pengunjung. Tempat itu tidak terlalu ramai, tempatnya pun tidak terlalu besar....
..."Kau sering datang ke sini?" tanya Jeff setelah pelayan selesai mencatat pesanan mereka....
...Sabrina mengangguk. "Ya, aku sering datang ke sini bersama temanku."...
...Jeff mengerutkan keningnya. "Teman? Apa dia seorang pria?"...
..."Ya, itu benar. Aku sering makan di sini bersama dua temanku, Thea dan Max. Kami sudah biasa makan bersama."...
...Jeff memutar bola matanya. Dia tahu siapa orang yang Sabrina sebutkan tadi karena Max adalah pria yang memiliki perasaan pada Sabrina. Jeff tidak habis pikir karena Sabrina masih berteman akrab dengan Max, padahal dia tahu jika pria itu memiliki perasaan padanya....
..."Jika tahu begitu maka aku tidak mau makan di tempat ini." gumam Jeff....
..."Kamu mengatakan sesuatu?" Sabrina menaikkan sebelah alisnya....
...Jeff menggeleng. "Tidak ada. Lupakan saja."...
...Sabrina mengangguk mengerti. Dia mengeluarkan ponselnya karena tidak tahu harus mengobrol apa lagi dengan Jeff. Ada satu pesan dari Thea yang belum Sabrina baca. Sabrina pun akhirnya memilih untuk membuka pesan itu karena dia lihat Jeff juga sedang bermain ponsel....
...Sabrina membulatkan matanya karena Thea...
...mengirimkan sebuah berita tentang korban pembunuhan....
...Dan pelakunya adalah Jeff Maverick. Terlihat jelas bagaimana keadaan korban yang di bungkus ke dalam koper dan katanya di kirimkan ke orang tua korban....
..."Astaga, dia kejam sekali." Sabrina membekap mulutnya tak percaya....
..."Ada apa?" tanya Jeff penasaran karena Sabrina seperti sangat serius....
...Sabrina dengan spontan memperlihatkan layar ponselnya dan Jeff pun juga dapat melihat apa yang Sabrina baca....
..."Dia sangat mengerikan, bukan?"...
...Jeff terdiam mendengar itu. Kemarin dia melihat Sabrina mencari tahu tentang dirinya dan sekarang Sabrina juga melihat apa yang Jeff lakukan itu....
..."Kenapa kau mencari tahu tentangnya? Apa kau tahu sesuatu?" Jeff sangat penasaran apa yang membuat Sabrina ingin tahu tentang Jeff Maverick....
..."Ah, tidak. Aku hanya mendengar rumor tentangnya yang banyak mengatakan jika dia sangat misterius....
...Kebetulan aku dan temanku ingin mencari tahu tentangnya untuk-" Sabrina menimbang jawaban yang tepat agar Jeff tidak berpikir jika mereka sudah gila....
..."Untuk apa?" Jeff semakin penasaran....
...Sabrina tak dapat melanjutkan perkataannya sebab makanan mereka sudah datang....
...Sebenarnya Sabrina bernafas lega karena dia tidak perlu menjelaskannya pada Jeff. Dan akhirnya mereka mulai menikmati makanan mereka....
...Jeff sejak tadi melirik Sabrina yang begitu menikmati makanannya....
...Bahkan gadis itu sangat nyaman di posisinya. Mereka duduk berhadapan, dan sejak tadi Jeff terus saja menatap Sabrina....
..."Setelah ini kau akan kemana?" Jeff tidak ingin langsung mengantarkan Sabrina pulang....
...Dia sudah susah payah mencari alasan agar bisa bertemu dengan gadis itu dan kebetulan Sabrina malah mengajaknya makan siang. Jeff tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu....
...Sabrina mengelap sudut bibirnya. "Em, aku tidak tahu. Mungkin pulang saja karena tidak ada tempat yang mau aku kunjungi."...
...Jeff sedikit kecewa karena Sabrina ingin langsung pulang....
...Namun, bukan Jeff namanya jika tidak berusaha....
..."Kau tahu, aku memiliki seekor serigala, apa kau tertarik untuk melihatnya?" Jeff tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak....
...Sabrina mengunyah makanannya dengan pelan....
..."Serigala? Kamu serius memelihara seekor serigala?"...
...Sabrina tampak tak percaya....
...Jeff mengangguk dan segera membuka ponselnya. Dia menunjukkan foto dirinya dan Xander yang paling keren menurutnya....
..."Kau lihat ini, dia adalah Xander. Aku memeliharanya sejak dia kecil dan hingga sekarang kami berteman denganbaik."...
...Sabrina melihat layar ponselnya Jeff. Dia ternganga melihat seekor serigala sedang duduk bersama Jeff....
...Serigala itu berukuran cukup besar, dan Jeff seperti tidak takut berada di dekatnya....
..."Astaga! Kamu benar-benar memelihara serigala? Apa dia tidak menggigitmu?"...
...Jeff tertawa kecil. Lalu memperlihatkan beberapa goresan di tangannya....
..."Itu sudah biasa. Dia hanya bermain-main tapi tidak pernah serius melukaiku."...
...Sabrina melihat banyaknya luka cakaran di tangan Jeff....
..."Jeff, itu pasti sangat menyakitkan. Aku tidak mau, aku takut dia akan menggigitku." Sabrina mengerucutkan bibirnya....
...Jeff segera memalingkan wajahnya. Dia bahkan mengumpat dalam hatinya melihat wajah gemas Sabrina....
..."Mengapa dia sangat menggoda?" batin Jeff....
..."Kau tenang saja, akan aku pastikan jika dia tidak akan menyentuhmu atau bahkan melukaimu....
...Selagi kau berada di dekatku, maka kau akan selalu aman." Jeff tersenyum begitu tipis....
...Sabrina menyipitkan matanya. "Kata-kata itu, aku pernah mendengarnya di sebuah film. Ya, saat seorang pangeran mencoba meyakinkan seorang gadis desa jika dia mampu melindunginya."...
..."Benarkah? Lalu apa yang terjadi setelahnya?" Jeff menumpu dagunya menatap Sabrina dengan minat. Dia akan sangat senang jika Sabrina mau bercerita padanya tentang apapun itu....
...Sabrina meneguk minumannya. "Ya, akhirnya mereka saling jatuh cinta karena sang pangeran terus berjuang mendapatkan hati gadis desa itu."...
..."Itu akhir yang menyenangkan."...
...Sabrina menggelengkan kepalanya. "Tidak juga....
...Banyak rintangan yang mereka lalui agar bisa bersatu....
...Salah satunya karena perbedaan yang membuat gadis itu kesulitan mengimbangi sang pangeran....
...Apa lagi kasta mereka sangat jauh berbeda, gadis itu juga terus mendapatkan omongan tidak enak dari keluarga pangeran."...
..."Tapi menurutku, sebesar apapun perbedaannya jika mereka berjuang bersama maka tidak ada yang tidak mungkin."...
..."Ya, kamu benar. Kita memang harus memperjuangkan apa yang kita inginkan!"...
..."Jadi bagaimana? Apa kau mau melihat serigala peliharaanku?"...
...Sabrina terdiam memikirkan itu....
..."Karena kau diam, itu artinya kau setuju." Jeff meneguk minumannya hingga habis....
..."Mana bisa begitu, Jeff! Itu namanya pemaksaan!"...
...Jeff terkekeh. "Aku tidak memaksamu, aku hanya ingin kau tidak menolak ajakan ku."...
..."Itu sama saja!" Sabrina melipat ke dua tangannya di depan dada. Jeff hanya bisa geleng-geleng kepala....
...***...
...Jeff benar-benar membawa Sabrina untuk bertemu dengan Xander....
...Sejak di perjalanan tadi, Sabrina terus menanyakan apakah Xander selalu bermain-main dengan melukai Jeff atau tidak....
...Dia hanya takut jika Xander akan melukai dirinya juga....
...Jeff membawa Sabrina ke sebuah taman yang ternyata berada di area Mansion Jeff....
...Bahkan Sabrina tidak menyangka jika di Mansion Jeff begitu luas....
..."Kamu yakin dia tidak akan menyakitiku'kan?" Sudah sepuluh kali Sabrina menanyakan hal yang sama....
...Jeff tersenyum dan menoleh ke arah Sabrina di sampingnya. "Aku akan menjamin keselamatanmu. Kau tunggu di sini dan aku akan membawa Xander ke sini."...
...Jeff mendudukkan Sabrina di sebuah bangku....
...Sabrina hanya mengangguk patuh. Jeff pun mulai melangkah untuk menuju kandang Xander yang tidak jauh dari sana....
..."Rumah ini bisa di jadikan lapangan bola juga?"...
...Sabrina melihat sekelilingnya. Halaman itu begitu luas, bahkan Sabrina bisa berlarian dan bermain sepeda di sana....
...Sabrina mengalihkan pandangannya pada sebuah pohon besar yang di sekitarnya di kelilingi oleh bunga....
...Sabrina merasa tertarik melihatnya. Dia pun memilih melangkah ke sana untuk melihat-lihat karena Jeff juga belum kembali....
...Sabrina berhenti tepat di salah satu tanaman yang merupakan bunga mawar putih. Dia mendekatkan wajahnya dan menghirup aroma semerbak wangi mawar itu....
aku suka
aku suka🥰