NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:771
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

"Tuan Kira, aku sudah salah! Aku nggak seharusnya berpikiran untuk merebut properti mu. Aku terima pembayaran utangmu! Lepaskan lah aku! Aku sudah nggak tahan!"

Saat melihat Kira tidak bermaksud untuk berhenti, Budi pun akhirnya memohon.

Setelah mendengar ucapan Budi, Kira baru membuang tongkat kayunya. Budi pun menarik napas lega. Dia diam-diam berkata dalam hati.

'Akhirnya berhenti juga. Nanti aku baru balas dendam lagi!'

"Plak! Plak!" Kira menampar wajah Budi.

“Katakan padaku, apa uang perak, koin perunggu, dan batang emas nya itu uang palsu?"

"Nggak, itu semua uang asli. Aku sengaja berbohong supaya bisa merebut properti mu!"

Saat melihat tatapan tajam Kira, niat Budi untuk balas dendam pun sirna.

"Plak! Plak!" Kira menamparnya lagi.

“Sekarang, aku sudah bisa bayar utangnya?"

"Bisa!"

Budi buru-buru mengangguk.

"Plak! Plak!" Kira menampar sambil bertanya,

"Jadi, kamu mau uang emas, uang perak, apa koin perunggu?"

"Uang perak!" jawab Budi dengan gemetar.

Uang emas kebanyakan, sebatang uang emas sudah lebih dari 40 ribu rupiah. Sementara koin perunggu terlalu berat.

"Plak! Plak!" Kira menamparnya lagi.

"Sekarang, suka-suka aku mau bayar pakai apa, yang penting pakai uang! Keluarkan surat pinjaman dan surat taruhan itu. Hitung sendiri koin perunggunya sampai 30 ribu rupiah, lalu pergi!"

Budi berkata dengan memelas,

“Kami sudah kamu pukuli hingga babak belur, mana bisa kami angkat begitu banyak koin perunggu lagi."

Koin perunggu sebanyak 30 ribu rupiah beratnya sudah 60 kilo gram.

"Plak! Plak!" Kira menamparnya lagi.

"Jadi, kamu nggak setuju?"

"Setuju! Setuju!"

Berhubung takut dipukul lagi, Budi buru-buru mengeluarkan surat pinjaman dan surat taruhan itu. Kemudian, día perlahan-lahan bangkit sambil menahan rasa sakit.

Kira mencibir,

“Kamu memang pantas di beri pelajaran! Cepat bawa uangmu dan pergi dari sini!"

Budi merasa malu sekaligus marah. Dia langsung menyuruh keempat anak buahnya untuk mengangkat 30 ribu rupiah koin perunggu itu, lalu berjalan keluar dengan tertatih-tatih.

"Aaahh..!"

Setelah meninggalkan Dusun Samadi, Budi baru berteriak kesal. Amarahnya sudah sepenuhnya meledak.

Budi sudah meminjamkan 30 ribu rupiah kepada Kira, Alhasil, dia bukan hanya tidak menerima bunga sepeser pun, tetapi malah dipukul hingga babak belur.

Setelah mendominasi Desa selama puluhan tahun, ini adalah pertama kalinya dia menerima penghinaan yang begitu besar!

Budi sudah menerima uang dari Tuan Narto dari ibu kota Provinsi. Apabila gagal menjatuhkan Kira, dia tidak akan bisa mempertanggungjawabkan nya kepada Tuan Narto.

“Pak Budi!" Seorang anak buahnya berkata,

"Mau panggil orang dari Dusun Silali buat balas dendam? Selama bertahun-tahun, kita nggak pernah ditindas seperti ini!"

"Nggak, memangnya kenapa kalau bisa memukulnya? Aku mau dia jatuh miskin! Aku juga mau dia mati! Kalian cepat pergi jalankan tugas ini!"

Budi sangat kesal. Dia pun merencanakan sebuah rencana buruk.

Setelah Budi pergi, sebagian besar warga dusun langsung berhamburan masuk ke dalam rumah Kira hingga halaman rumah nya penuh. selama ini, warga dusun sudah sering di tindas, di ancam, dan bahkan di pukul oleh Budi karena masalah pajak serta kerja rodi.

Namun, tidak ada seorang pun yang berani memukul Budi hingga dia berteriak minta ampun seperti Kira. Warga dusun pun menatap Kira dengan hormat.

Saat melihat wibawa Kira menjadi makin besar di hati warga dusun, Agus pun berkata,

"Kira, kamu memang sudah mengalahkan Pak Budi hari ini. Tapi, apa kamu pernah mikir? Dia itu orang pemerintah, memangnya dia bakal mengampuni mu?"

Semua warga dusun pun terlihat takut.

Jangankan memukul orang pemerintah seperti Budi, orang yang tidak membayar pajak saja sudah bisa di jebloskan ke penjara pengadilan daerah atau dipaksa kerja rodi. Setelah diperlakukan begini oleh Kira, Budi tidak mungkin mengampuninya.

"Kalian nggak perlu khawatir!"

Kira menyuruh Doddy mengambilkan nya sebuah bangku. Kemudian, dia berdiri di atasnya dan berbicara dengan lantang sambil menatap ke sekeliling,

"Pak Budi itu cuman kepala desa yang berkuasa di desa. Tapi, apa kalian tahu tingkatan nya di kabupaten?"

Para warga dusun menggeleng. Kira menjelaskan,

"Ada seorang wakil patih di pengadilan daerah, sedangkan di kabupaten besar, ada patih. Di kabupaten kecil kita ini cuman ada pejabat sipil dan jenderal militer. Mereka semua adalah pejabat besar, tapi sisanya adalah pejabat kecil. Sebenarnya, kepala desa bahkan nggak termasuk pejabat kecil. Mereka nggak punya status apa pun di pengadilan daerah. Lagian, mereka juga belum tentu pernah ketemu sama wakil patih seumur hidup mereka!"

Penduduk desa pun tercengang.

Biasanya, Budi selalu menggertak mereka dengan nama pemimpin kabupaten. Budi juga selalu mengatakan bahwa dia bisa dengan mudah mengirim penduduk desa ke militer.

Namun, dia ternyata tidak termasuk pejabat di pengadilan daerah. Dia bahkan tidak pernah bertemu dengan pemimpin kabupaten. Selama ini, Budi ternyata hanya berlagak hebat!

Setelah mendengar penjelasan Kira, Agus langsung merasa malu.

Awalnya, dia mengira Budi bersikap begitu arogan pasti karena memiliki pendukung di pengadilan daerah.

"Jadi kalau benar-benar ke pengadilan daerah, Budi sama sekali nggak lebih hebat dariku, kok!"

Kira lanjut bertanya,

"Kalian tahu apa yang diperlukan kalau mau mengadu ke pengadilan daerah?"

Semua warga dusun menjadi bersemangat.

Rakyat jelata rata-rata takut akan segala sesuatu yang berhubungan dengan pemerintah. Mereka pada dasarnya berusaha untuk menghindar dari orang pemerintah. Jadi, mereka tidak begitu mengerti tentang sistem pemerintahan.

"Apa lagi selain uang!? Pemerintah lebih mementingkan harta dari pada nyawa rakyat jelata!"

Seorang warga dusun yang berpengalaman pun mengeluh dengan kesal,

“Benar! Hanya ada dua macam pihak berwajib, yang adil atau yang mata duitan."

Kira berkata dengan lantang,

“Kalau pemimpin kabupaten adil, Budi nggak mungkin berani pergi ke pengadilan daerah. Dengan perbuatan kejinya hari ini, pergi ke pengadilan daerah sama saja dengan mengantar maut!"

Para warga dusun mengangguk.

Meskipun ada banyak orang yang tidak masuk ke dalam rumah Kira, mereka juga bisa mendengar apa yang di ucapkan nya dari luar.

"Kalau pemimpin kabupaten itu mata duitan." lanjut Kira.

"Bukannya aku memandang rendah Budi, tapi dia nggak mungkin mengeluarkan lebih dari 20 ribu rupiah. Nggak peduli berapa banyak uang yang bakal dia habiskan, aku bakal langsung keluarin ratusan ribu rupiah!"

Setelah mendengar ucapan Kira, semua warga dusun langsung tersentak.

Uang sebesar 100 ribu rupiah sudah bisa membeli sekitar 1 hektar tanah. Budi yang begitu pelit pasti tidak rela mengeluarkan uang sebesar itu. Namun, Kira rela.

Dia memang benar-benar pemboros. Bahkan berjudi saja bisa kalah sampai puluhan ribu rupiah. Jadi, dia pasti rela mengeluarkan lebih banyak uang untuk memenangkan gugatan. Agus juga tersentak mendengarnya.

Bahkan sebelum gugatan dimulai, Kira sudah bersiap-siap untuk menghabiskan ratusan ribu rupiah. Dia memang benar-benar boros.

"Intinya, kalau dia berani pergi ke pengadilan daerah, dia juga nggak bisa berbuat apa-apa. Kita pasti menang!"

Kira terlihat sangat percaya diri, seolah-olah masalahnya sudah terselesaikan. Semua warga dusun pun menjadi lega.

Setelah mendengar ucapan Kira, mereka tahu bahwa Budi tidak mungkin menang, baik dengan cara adil maupun dengan cara menyogok. Sekarang, warga dusun pun merasa Budi, si tiran lokal itu sudah tidak sehebat dulu.

Agus mengerutkan keningnya dan berkata dalam hati,

'Sejak kapan bocah ini jadi begitu hebat? Baru bicara beberapa patah kata saja sudah bisa membodohi semua orang.'

Kira berkata lagi,

"Hari ini, kalian semua sudah membantu keluarga ku yang mendapat masalah. Aku sangat berterima kasih pada kalian!"

Herman, Sofyan, dan belasan orang lainnya pun terlihat bangga.

Sementara warga dusun lain nya yang tidak berani masuk ke rumah Kira malah terlihat malu.

"Untuk berterima kasih atas bantuan kalian dan juga agar semua orang bisa hidup lebih baik, aku putuskan untuk membentuk tim penangkap ikan. Pilihlah satu orang dari setiap keluarga untuk berpartisipasi. Paman Basan jadi ketuanya. Sedangkan Tony, Danu, dan Doddy jadi wakil ketua," ujar Kira.

Basan terlihat tenang, Sementara Tony membusungkan dadanya dan mengaitkan tangan nya di punggung. Dia sudah menunjukkan sikap seperti wakil ketua.

Danu mengangguk pada semua orang yang terlihat iri, sedangkan Doddy hanya meringis pada semuanya.

Semua warga dusun sangat antusias. Dalam dua hari ini, mereka sudah memikirkan cara untuk bisa bergabung dengan tim penangkap ikan Kira.

Kira lanjut berkata,

“Sekarang, mari kita bicarakan soal upahnya. Tiap bulan, Paman Basan dapat 4.000 rupiah. Sementara Danu, Doddy, dan Tony dapat 3.000 rupiah. Para kerabat yang membela Wulan sore tadi dapat 2.000 rupiah, sisanya dapat 1.000 rupiah. Di akhir bulan, aku bakal menilai kinerja kalian. Setelah dikurangi dengan pengeluaran, 30% pendapatan penjualan akan ku jadikan bonus. Orang yang kinerjanya makin bagus bakal dapat bonus makin banyak!"

Basan, Danu, Doddy, dan Tony langsung tercengang setelah mendengar ucapan Kira.

Kira hanya menggunakan posisi ketua dan wakil ketua sebagai alasan untuk membedakan tingkatan gaji mereka.

Herman, Hamid, Sofyan, Said, Surya, dan Danur yang datang membantu Wulan pun langsung bersemangat.

Dalam sebulan, mereka sudah bisa menghasilkan 2.000 rupiah. Dengan begitu, mereka sudah bisa menghasilkan 24 ribu rupiah dalam setahun. Itu masih belum termasuk bonus!

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!