NovelToon NovelToon
CINTA KEDUA DI BALIK HIJAB.

CINTA KEDUA DI BALIK HIJAB.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Komedi / Romantis
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Setelah lima tahun berjuang tanpa hasil, Ardiah akhirnya menyerah pada desakan keluarga suaminya. Ia meminta Ferdi menceraikannya demi memenuhi keinginan ibunya untuk menikah lagi.

Dengan hati hancur, mereka pun berpisah. Namun dari rasa sakit itu, Ardiah bangkit dengan penampilan baru, memakai hijab dan kembali bekerja sebagai desainer interior di sebuah perusahaan besar.

Di sana, ia bertemu Haikal Akram, CEO muda yang dulu sering mengganggunya saat kuliah. Awalnya Ardiah tak suka padanya, tapi seiring waktu, sikap Haikal berubah menjadi lebih dewasa dan penuh perhatian.

Sementara itu, Ferdi mulai menyadari kesalahannya setelah melihat Ardiah tumbuh menjadi wanita kuat dan mandiri.

Apakah cinta pertama bisa kembali? Atau justru Ardiah akan menemukan kebahagiaan sejati bersama Haikal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENYELUSURI JEJAK.

Malam semakin larut, namun bayang-bayang kegelapan seolah tidak hanya menyelimuti kota, melainkan juga mengurung seluruh isi kepala Haikal. Pria itu duduk di kursi belakang mobilnya dengan wajah yang tampak luar biasa kacau. Rambutnya yang biasa tertata rapi kini acak-acakan akibat jemarinya yang terus-menerus meremas kepala, frustrasi.

Ponsel di genggamannya sudah tidak terhitung berapa ratus kali menekan nomor yang sama. Namun, suara operator yang monoton dan dingin kembali menjawab, "Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan."

"Sial!" umpat Haikal lirih, melempar ponselnya ke kursi kosong di sampingnya. Ia meraup wajahnya dengan kasar. "Ke mana kau pergi, Diah? Kenapa harus mematikan ponselmu?"

Roni yang fokus menyetir sesekali melirik bosnya dari spion tengah dengan rasa iba. "Pak Bos, tenang dulu. Kita tidak akan bisa berpikir jernih kalau dalam kondisi panik seperti ini."

"Bagaimana aku bisa tenang, Ron? Istriku pergi dalam keadaan terluka karena kebodohanku sendiri!" sahut Haikal dengan nada suara yang meninggi, sarat akan keputusasaan yang mendalam.

Haikal terdiam sejenak, memutar otak. Detik berikutnya, matanya langsung berkilat tajam setelah menyadari sesuatu. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, menepuk bahu Roni. "Ron, telepon pihak keamanan rumah sakit sekarang. Suruh mereka buka rekaman CCTV di area lobi saat Diah keluar tadi siang. Lacak nomor plat taksi kuning yang dia tumpangi!"

"Baik, Pak. Segera saya urus," jawab Roni sigap.

Sembari mengemudikan mobil dengan satu tangan, Roni menggunakan headsetnya untuk menghubungi jaringan kenalannya di bagian keamanan rumah sakit rekanan mereka. Beruntung, status Haikal sebagai CEO Artha Design membuat proses birokrasi itu berjalan kilat. Kurang dari lima belas menit, sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Roni, berisi tangkapan layar nomor plat kendaraan taksi tersebut.

"Sudah dapat, Pak Bos. Plat nomornya B 1943 TAA. Ini dari armada taksi kota pusat. Saya akan langsung hubungi pangkalan pusat mereka untuk melacak posisi pengemudinya," lapor Roni.

Pengejaran malam itu membawa mereka mendatangi sebuah pangkalan taksi besar di pinggiran kota. Setelah menunjukkan identitas dan mendesak pihak manajemen, mereka akhirnya berhasil menemui sang supir taksi yang membawa Ardiah tadi siang. Supir paruh baya itu tampak kebingungan saat didatangi oleh dua pria berpenampilan parlente.

"Pak, tolong ingat-ingat. Tadi siang Anda membawa wanita berhijab yang naik dari lobi rumah sakit, kan? Ke mana Anda mengantarkannya?" tanya Haikal tidak sabar, menyodorkan foto Ardiah di layar ponselnya.

Supir taksi itu memandangi foto tersebut, lalu menjentikkan jarinya. "Ah, iya! Benar, Mas. Mbak ini yang naik dari rumah sakit. Waktu naik, wajahnya pucat sekali seperti orang habis menangis."

"Lalu, Anda antar ke mana, Pak?" kejar Haikal, jantungnya berdegup kencang.

"Saya antar ke Terminal Bus Antarkota, Mas. Dia minta diturunkan tepat di depan lobi keberangkatan utama," jawab sang supir jujur. "Tapi kalau ditanya tujuan busnya kemana, saya benar-benar tidak tahu. Begitu dia bayar, dia langsung jalan terburu-buru masuk ke dalam."

Mendengar kata 'terminal bus', separuh harapan Haikal runtuh. Terminal antarkota adalah tempat yang sangat luas dengan ratusan armada yang berangkat ke berbagai penjuru pulau setiap jamnya. Menemukan satu orang di sana dalam waktu yang sudah terlambat beberapa jam seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

"Terima kasih, Pak," ucap Haikal lemah. Ia berbalik menatap Roni. "Ron, ke terminal sekarang juga!"

Sesampainya di Terminal Bus Antarkota, suasana malam masih tampak riuh oleh calo dan calon penumpang. Haikal melangkah lebar menyusuri deretan loket tiket yang berjejer panjang. Ia memandangi satu per satu papan pengumuman digital yang menampilkan rute tujuan bus malam yang tersedia.

Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur...

Netra mata Haikal mendadak terkunci rapat saat membaca tulisan 'Jawa Tengah'. Detik itu juga, sebuah memori dari percakapan acak mereka di masa lalu mendadak melintas di kepalanya. Kala itu, saat mereka sedang membahas latar belakang keluarga untuk dokumen pernikahan, Ardiah pernah bercerita dengan suara lirih.

"Aku sudah tidak punya orang tua, Haikal. Tapi aku masih punya seorang nenek yang tinggal di sebuah desa kecil di pinggiran Wonosobo, Jawa Tengah. Beliau adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa di dunia ini, tempatku pulang kalau dunia sedang terasa terlalu berisik."

Haikal menepuk dahinya sendiri. "Wonosobo... Jawa Tengah! Pasti dia pulang ke rumah neneknya!" seru Haikal, matanya kembali memancarkan secercah harapan yang sempat padam.

Pria itu langsung berbalik arah, berjalan cepat menuju tempat parkir mobil di mana Roni sedang menunggu. "Ron, siapkan mentalmu. Malam ini juga, kita lakukan perjalanan darat menuju Jawa Tengah."

Roni terbelalak kaget, melirik jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam. "Malam ini juga, Pak Bos? Jaraknya sangat jauh, bisa memakan waktu delapan sampai sembilan jam perjalanan darat lewat tol."

Haikal membuka pintu mobil dan langsung duduk di kursi depan, tepat di samping kemudi. Tatapan matanya lurus menembus kaca depan, dipenuhi oleh sebuah tekad yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun.

"Aku tidak peduli seberapa jauh jalannya, Ron. Aku tidak akan bisa tidur tenang sebelum menemukan istriku kembali. Ini kesalahanku, dan aku yang harus menjemputnya pulang," tegas Haikal dengan nada suara yang dalam dan mantap. "Kalau kau lelah, biar aku yang menyetir bergantian nanti. Yang penting, kita berangkat sekarang."

Roni menghela napas panjang, namun senyum tipis terukir di wajahnya. Ia kagum dengan kesungguhan bos mudanya yang satu ini. "Baik, Pak Bos. Sesuai perintah. Jawa Tengah, kita datang."

Deru mesin mobil mewah itu kembali menderu membelah keheningan malam, bergerak cepat memasuki gerbang tol antarkota. Di dalam kegelapan kabin mobil, Haikal menatap lurus ke aspal jalanan yang diterangi lampu sorot kendaraan. Di dalam hatinya, ia terus merapalkan doa yang tidak putus-putus.

Tunggu aku, Ardiah. Apapun yang terjadi, aku akan menemukanmu dan membawa segenap maafku bersamamu...

1
Lia siti marlia
nah kan kelimpungan jadinya 🤭maka kalau mau apa apa di obrolin dulu ...ngasih kejutan yang mengancan kesejahteraan rumah tangga kamu kal kal🤭🤭🤭
Eliermswati
smngat kal smga bs mndpt maaf dr istri mu dan bs segera d bwa plng😂😂smngt thor up nya
Nana Biella
semangat kal
Wardah Saiful
baguus critanya
Lia siti marlia
benar kamu mamah mu ikal kamu terlalu terburu buru 🥺🥺🥺ternyata aku swlah menilaimu kamu terlalu gegabah ikal ...sekara terima akibat nya diah petgi kamu harus bertanggung jawab atas kecerobohan mu 🥺🥺😭😭
Suren
ini mantap Diah suami mu ini
Alim
mantap
Jaya Fandi
suami yg luar biasa,,jgn disia" kn Diah,,
Mira Hastati
bagus
Lia siti marlia
nah itu baru suami bijak 😍😍mantap kal kamu hebat menerima kekurangan dengan cara memperbaiki💪💪💪
Rima R P
aku baru nemu novel mu ka selama ini penggemar noveltoon langsung suka sama karya yg ceo bujang lapuk.. kenapa ga di lanjutin ka padahal cerita nya bagus banget please ka lanjutin aja aku yakin banyak yg suka ko kalo udah tau dan baca🥺
Hikari_민윤기
di tunggu crezy upnya..
udah tak kasih kopi buat temen begadang...
sunaryati jarum
Nah,kan hati Diah mulai leleh,jadi perjanjian kontrak nanti dijadikan abu saja,Nak Ikal
sunaryati jarum
Buat Diah lupa niatnya untuk pisah darimu.Buat Diah terikat kuat di dalam hatinya hanya kamu.
Lia siti marlia
pandangan tentang suami mulai berubah entar entar mulai ada benih beni cinta dong diah😍😍😍😍
Suren
gercep Haikal..jgn biar kan Diah sampai minta cerai. buat dia hanyut dlm keromantisan yg kamu buat..good jobb👍
Lia siti marlia
sedikit sedikit yah ikal menggoda perasaan ardiah terus dikit dikit kecup kening entar kecup yang lainnn🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Jaya Fandi
ya ampuunn biang kerok ,,
Lia siti marlia
kalau orang kaya beneran sayang nya sayang bangetttttt cintanya cinta bangettttt gak kaya OKB 🤣🤣🤣
Lia siti marlia
hais siapa lagi tub yang manggil jangan jangan c ferdi lagi🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!