NovelToon NovelToon
Takhta Di Balik Seragam

Takhta Di Balik Seragam

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Action / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:659
Nilai: 5
Nama Author: Hailwise

SMA Merdeka bukan sekadar tempat belajar. Di balik pagar tinggi dan seragam rapi, ada hierarki tak tertulis yang mengatur segalanya. Di puncak kekuasaan terdapat "Lima Raja" — pemimpin dari lima kelompok besar yang menguasai setiap sudut sekolah, dari kantin, lapangan olahraga, hingga koridor kelas. Peraturan mereka lebih ditakuti daripada peraturan sekolah, dan ketertiban di sekolah itu dijamin lewat kekuatan fisik dan kesetiaan.

Rio Adhitama, siswa pindahan dari kota lain, datang dengan niat sederhana: ingin bersekolah dengan tenang dan lulus dengan nilai bagus. Ia berjanji pada ibunya yang sedang sakit untuk tidak mencari masalah. Namun, nasib berkata lain. Penampilan Rio yang dingin, tatapan tajamnya, dan naluri bertarung yang ia sembunyikan sejak lama membuatnya menjadi pusat perhatian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hailwise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadirnya Salah Satu Raja

Namun di saat itu, sebuah suara berat terdengar dari balik pagar tanaman yang rimbun di pinggir halaman. Suara itu dingin, penuh penghinaan, dan sangat berwibawa.

"Dasar sampah. Sepuluh orang nyerang satu anak baru aja gak bisa menang. Malu-maluin banget sih kalian."

Semua kepala, termasuk Rio, menoleh ke sumber suara itu. Di sana, berdiri seorang pemuda bertubuh tinggi besar, berotot raksasa, dengan rambut hitam lurus yang disisir ke belakang dan wajah yang sangat tampan namun dingin dan kejam. Di sebelahnya berdiri dua orang pengawal pribadinya yang juga terlihat mengerikan. Itu adalah Raka. Pemimpin tertinggi kelompok Naga Hitam, salah satu dari Lima Raja, orang yang namanya saja sudah cukup membuat seluruh siswa SMA Merdeka gemetar ketakutan.

Raka melangkah masuk ke halaman itu dengan santai, seolah sedang berjalan di istananya sendiri. Ia berjalan melewati anak buahnya yang tergeletak di tanah tanpa menoleh sedikit pun, matanya yang tajam hanya tertuju pada satu orang: Rio.

Jantung Rio berdegup sangat kencang. Ia tahu, ini adalah momen penentuan nasibnya.

Raka berhenti tepat di depan Rio, jaraknya sangat dekat. Ia menatap Rio dari atas ke bawah dengan pandangan yang mengerikan, pandangan seekor ular kobra yang sedang mengamati mangsanya.

"Lo hebat ya, anak baru?" ucap Raka pelan, suaranya rendah namun menembus hingga tulang sumsum. "Bisa ngalahin anak buah gue. Berani nolak aturan gue. Dan yang paling penting... kemarin sempat-sempatnya ngobrol akrab sama musuh gue, Bara."

Raka tersenyum miring, senyum yang tidak sampai ke matanya.

"Gue gak peduli lo hebat atau enggak. Di sekolah ini, yang punya kuasa mutlak itu gue. Bara cuma gangguan kecil. Dan lo... lo baru aja nentang gue. Lo pikir dengan lo bisa ngelawan dikit, lo udah jadi apa-apa? Salah besar."

Raka mengangkat tangannya perlahan, dan dari balik semak-semak, puluhan anak buah Raka lainnya yang ternyata sudah mengintai sejak tadi, keluar serentak membawa tongkat kayu dan besi. Rio terkepung sepenuhnya kali ini. Tidak ada jalan keluar.

"Gue kasih tau satu hal, Rio..." bisik Raka tepat di depan wajah Rio. "Di sini, kekuatan fisik aja gak cukup. Yang menang itu yang punya kekuasaan terbanyak. Dan lo... baru aja masuk daftar musuh gue paling atas. Mulai detik ini, lo gak bakal bisa ngelangkah sejengkal pun di sekolah ini tanpa gue tau. Gue bakal bikin hidup lo jadi neraka sampai lo minta ampun sama gue, atau sampai lo keluar dari sekolah ini dengan kaki patah."

Raka mundur selangkah, mengangkat tangannya memberi isyarat pada anak buahnya.

"Ajarin dia arti rasa sakit. Tapi jangan sampe mati atau cacat permanen. Gue mau dia hidup, sadar siapa tuannya di sini, dan akhirnya jadi budak gue dengan sukarela. SERANG!"

Rio menarik napas panjang, mengeratkan gigi, dan mengambil sikap bertahan terbaiknya. Di hadapannya berdiri puluhan orang yang siap menghancurkannya, di belakangnya tembok tinggi, dan di atas segalanya, ancaman dari penguasa sekolah yang paling kejam. Di balik seragam putih abu-abunya, Rio menyadari bahwa janjinya untuk hidup tenang baru saja hancur lebur. Ia tidak mencari masalah, tapi masalahlah yang menjemputnya. Dan di saat itulah, di tengah kepungan yang tidak mungkin dimenangkan itu, Rio menyadari satu hal: jika ia ingin bertahan hidup, jika ia ingin melindungi orang yang dicintainya, dan jika ia ingin mengubah nasibnya, ia tidak punya pilihan lain selain berjuang sampai titik darah penghabisan.

Perang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!