NovelToon NovelToon
AKSARA DI BALIK TATTO

AKSARA DI BALIK TATTO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: WA_19019

Di mata Arum, Angkasa Wardana tampak seram badan tinggi besar, bertato ukiran Jawa di lengan kanan, dan berwibawa. Namun, di balik penampilan itu, tersimpan suara lembut dan tutur kata halus. Pertemuan tak sengaja si penulis novel dengan pengusaha sukses itu, perlahan mengungkap makna mendalam di balik setiap goresan tinta dan tato yang menghiasi lengan lelaki itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WA_19019, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AROMA KENANGAN DAN KERTAS YANG TERTUKAR

Waktu seolah berjalan begitu lambat bagi angkasa,namun terasa begitu cepat bagi Arum.

Di kedai kopi,angkasa duduk dengan tenang,tapi dadanya berdegup kencang. Matanya tak lepas menatap ke arah gadis yang sejak tadi duduk di sebrang mejanya.

Bagi Angkasa,melihat Arum sama seperti menemukan kembali barang berharga yang hilang bertahun tahun. Gadis itu tidak berubah,masih sama cantiknya,polosnya,dan sorot mata yang lembut,tulus. Sorot mata yang sama seperti tujuh tahun lalu.

"heh! Bengong aja,biasanya kalo lagi nongkrong gini kamu banyak banget yang dibahas?" ucap Dewa memecah lamunan angkasa. Tidak lupa dengan senyum jahilnya

Dewa tau kalo sahabatnya itu lagi jatuh cinta, dia melihat semua gelagat sahabatnya itu. Angkasa yang biasanya dingin dan datar,sekarang sorot matanya berbinar.

Angkasa berdehem pelan "gak apa apa,cuma suasananya enak buat diem"

Dewa terkekeh pelan,badannya dia condongkan ke depan " suasananya yang enak...apa pemandangannya yang bikin betah,hah?" godanya,sambil menaik turunkan alisnya.

Wajah angkasa memerah malu,dia tidak merespon godaan dari sahabatnya itu.hanya kembali memutar mutar gelas kopinya itu.

matanya kini tak sengaja tertuju ke tangan kanan Arum yang lagi megang pulpen,menulis sesuatu diatas buku catatan keci bersampul coklat tua.

Ah ya,Arum adalah penulis. Dia baru ingat kalo dia pernah dengar dari orang orang,kalo gadis cantik itu sering membawa buku catatan itu kemana saja.

Didepan mejanya,Arum sama sekali tidak sadar jika dirinya dari awal masuk sudah di perhatikan seintens itu oleh laki laki bertato yang duduk di seberang mejanya. Dia terlalu asik mecoret coret kertas,menuangkan ide dan segala rasa kagumnya.

Di matanya Angkasa yang duduk di seberang sana adalah tokoh yang cocok untuk menjadi materi cerita yang sangat menarik.

"Tinggi besar,bahu bidang,tatapan tajam tapi terasa teduh....dilengan kanannya ada tatto ukiran aksara jawa yang indah. Keliatan sangar dan dingin,tapi ada sesuatu dari caranya dia duduk,caranya bicara,caranya menunduk hormat untuk mengucapkan terima kasih kepada pelayan saat mengantarkan pesanannya,sosok yang kontradiktif. Menarik sekali buat jadi tokoh utama..." begitu yang arum tulis di buku catatannya.

"kamu ngapain sih,rum? Dari tadi sibuk nulis terus. Kita kan lagi santai jadi nikmatin dong waktu luang kita ini." celoteh Intan sambil minum jus jeruknya

Arum mengangkat wajahnya dan tersenyum ke arah Intan " iya nih,Tan. Tapi kamu liat gak disana,yang duduk dekat kaca....Mas mas yang badannya tinggi besar,yang ada tatonya. Wah penampilan dan aura nya keren banget. Jadi aku langsung dapet ide deh buat karakter baru di ceritaku"

Intan menoleh sekilas dan kebali menatap Arum dengan senyum jahilnya " Wah,hati hati rum. Nanti kalo kamu beneran jatuh cinta sama tokoh yang kamu tulis gimana? Lagian mas itu keliatannya dingin,kaku. Pasti orangnya seram dan galak."

Arum geleng cepat " Aku rasa gk y,Tan. Tatapannya....tatapannya itu loh,tajam tapi teduh.

tatapannya seperti orang yang lelah,dan sabar. Kayak yang dia lagi punya beban berat tapi tetep mau berbuat baik."

Mendengar bantahan Arum yang begitu yakin membuat Intan geleng geleng kepala,sahabatnya itu memang terlalu peka.

Tak terasa waktu cepat berlalu. Suasana kedai kopi mulai makin rame. Banyak orang yang berkunjung. Saat mereka berempat bersamaan bangkit dari duduknya,kebetulan sekali jalan mereka juga berpaspasan saat akan menuju meja kasir.

Tangan Arum yang sedang memegang buku catatan kecil bewarna coklat tua itu gak sengaja nyenggol lengan kekar Angkasa. Buku catatan itu jatuh ke lantai, bersamaan dengan buku catatan angkasa yang juga jatuh karna dia kaget.

Dua buku itu terlempar,halamannya terbuka. Dan posisinya tertukar.

"Ah maaf, maaf y mas." seru Arum dengan wajah panik dan bersalah, dia buru buru berjongkok dan mau ambil buku itu.

Tapi gerakan Angkasa lebih cepat, dengan satu gerakan tangan kekarnya yang bertato itu mengambil dua buku sekaligus. Saat jarinya menyentuh buku catatan milik Arum,rasanya dia seperti tersengat listrik,ada getaran aneh yang dia rasakan. Dia menatap wajah Arum yang kini berada tepat di dekatnya hanya berjarak berapa sentimeter aja.

Angkasa bisa mencium wangi lembut bunga melati dan aroma yang manis yang menguar dari tubuh gadis itu. Aroma yang masih sama seperti tujuh tahun lalu.

Arum menatap balik Angkasa,mata mereka bertemu,jantung Arum berdegup kencang. Ada rasa asing yang melintas di dadanya. Seolah olah tatapan ini pernah dia lihat dulu,entah dimana. Tapi sekejap rasa itu hilang,terganti dengan rasa gugup dan segan karna pria di depannya menatapnya begitu mengintimidasi.

"ini...bukunya mbak." ucap Angkasa pelan

Suaranya berat,rendah dan begitu lembut terdengar jelas di telinga Arum.

Arum tertegun sesaat. Apa ini? Ko selembut itu? Padahalnya dia keliatan sangar.

"Eh....i-iyaa. Terima kasih banyak y,Mas. Maaf tadi gak sengaja nyenggol." jawab Arum dengan rasa gugupnya,pipinya memerah malu.

Dia mengambil bukunya dan berbalik badan cepat menyusul Intan yang sudah menunggu di luar " Ayo,Tan. Ayo cepetan."

Arum pergi buru buru dan tidak sadar kalo buku catatan yang dia bawa tertukar dengan buku catatan milik angkasa.

Angkasa masih diam berdiri disana,memegang buku catatan bersampul coklat tua yang ternyata milik Arum. Dia menatap punggung gadis itu yang menjauh,sampai hilang di balik pintu kaca.

Dewa yang melihatnya langsung menepuk bahu sahabatnya "Sa,kenapa? Itu buku siapa?"

Angkasa menatap buku itu. Sampulnya sederhana,ada noda bekas kopi sedikit disudutnya. Dia bagian depan tertulis nama pemiliknya dengan tulisan tangan miring yang indah,tebal,rapih,dan feminim :

ARUM SEKARWANGI

Jantung Angkasa berdegup kencang kayak mau meledak. Nama itu, nama lengkap itu. Akhirnya dia tau nama gadis yang dia cari selama ini.

"gak apa apa,Wa. Ini punya gadis tadi kayaknya ketuker pas gak sengaja kesenggol tadi buku kita jatuh." jawab Angkasa pelan dengan senyum tipis,senyum yang jarang sekali dia perlihatkan ke orang lain. "ini bukan kesalahan,ini takdir" batinnya

Dia memeluk buku kecil itu ke dadanya,di dalam buku ini ada isi hatinya Arum,ada dunianya. Dan sekarang buku ini ada ditangannya.

Dia akan mengembalikannya,tentu saja. Tapi bukan sekarang,dia akan gunakan buku ini untuk alasan supaya dia bisa bertemu lagi sama Arum.

Angkasa akan mencari cara buat ketemu Arum lagi.

Di luar sana,di dalam mobil yang sedang melaju pelan. Arum baru sadar,saat dia membuka bukunya untuk menulis lagi. Dia melihat sampul hitam mengkilap dengan ukiran kecil huruf A.W disudutnya.

"loh! Ini bukan bukuku." gumam Arum dengan matanya yang melotot,dia membuka buku itu melihat tulisan tangan Tegas,lurus,kokoh di dalamnya. Tulisan tangan milik lelaki itu ANGKASA WARDANA .

"loh,kenala Rum? Muka kamu kok kaget gitu,ada apa?" Tanya Intan bingung

"Tan....buku aku ketuker,aku malah bawa buku punya mas mas yang tadi. Mas yang bertato itu." jawab Arum lesu

Arum memegang buku itu erat erat, ada rasa aneh di hatinya. Dia merasa seolah olah takdir sedang merangkai benang merah diantara mereka berdua.

Dan di ujung sana Angkasa sedang duduk di dalam mobilnya,membalik halaman demi halaman buku milik Arum. Membaca setiap kata,setiap kalimat indah yang ditulis gadis itu.

Dia berhenti di satu halaman,dimana disana ada sketsa gambar kasar....sketsa tangan laki laki dengan ukiran aksara jawa ditangannya.

Dia kaget,ternyata Arum memperhatikan dirinya juga tadi saat di kedai kopi. Angkasa tersenyum lebar.

"Sampai jumpa lagi,Arum" batinnya

"kali ini aku pastikan,kita gk bakal terpisah lagi"

1
Achmad
sudah tamat kah
Wulandari Ayuningtyas: belum masih berlanjut
total 1 replies
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat✍️☕😍
Wulandari Ayuningtyas: iya bener banget....semangat juga buat kk y
total 1 replies
Achmad
menarik sekali Thor ceritanya
Wulandari Ayuningtyas: wah terimakasih
total 1 replies
Achmad
semangat Thor
Achmad
semangat sehat
Achmad
semangat Thor
Achmad
saya suka Thor lanjut semangat
Wulandari Ayuningtyas: ok semangattt😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!