Khalisa Aiza az-zahra anak dari pasangan abah mustofa dan uma Maryam, berumur 24tahun.
.
Damian dzaky alvarendra duda tampan yang berumur 35, Damian ialah ceo dari perusahaan d'a group . perusahaan yang ia bangun dengan usahanya sendiri.
.
"apa! mommy ingin jodohin aku dengan anak sahabat mommy. ayolah mom, damian sudah dewasa! damian bisa mencari istri sendiri buat damian mom " kata damian
"kalau bisa kenapa kamu dapat mantan istri model dedemit " sewot mommy
"mommy gak mau tau, kamu harus ikut ke rumah sahabat mommy. " lanjut tegas mommy
bagaimana kelanjutan nya? apakah damian akan menerima perjodohan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27
...aku sudah pernah merasakan...
...semua kepahitan dalam hidup...
...dan yang paling pahit ialah...
...berharap kepada manusia...
...(ALI BIN ABI THALIB)...
...****************...
Damian dan Khalisa sudah berada di kamar nya selepas makan malam. Sedangkan yoga setelah makan malam ia langsung pamit pulang karena yoga butuh istirahat.
"mas kangen sama kamu sayang" manja Damian memeluk istri nya yang berada di atas tempat tidur.
"khalisa juga kangen sama mas" kekeh khalisa mengelus tangan suami nya yang sedang bertengker di perut khalisa.
"sayang, apa ustadz itu ngeganggu kamu saat mas sedang pergi? " tanya Damian dengan hati hati
Khalisa berpikir sesaat ia berpikir ustadz siapa yang di maksud oleh suami nya. sesaat kemudian khalisa baru menyadari siapa yang di maksud suami nya.
"ustadz ilham maksud mas? " tanya balik khalisa sambil mendongak menatap suami nya. Damian yang mendengar istri nya menyebut nama laki laki tersebut mendengus kesal.
cup
Damian mengecup bibir mungil sang istri, khalisa melototkan mata nya sedangkan Damian terkekeh pelan melihat ekspresi wajah istri nya.
"mass" rengek khalsia yang malu dengan apa yang di lakukan suami nya.
"itu hukuman jika istri mas menyebut nama laki laki lain dari bibir ini hmm" tutur Damian sambil mengelus bibir sang istri
Khalisa mendengus pelan , bisa bisa nya suaminya cemburu karena ia menyebut nama laki laki lain.
"tadi pertanyaan mas belum di jawab lohh! " kata Damian
khalisa terdiam sebentar mengingat kejadian kemarin
"gak kok mas beliau gak ngeganggu khalisa, cuman kemarin beliau hanya menyapa khalisa dan khalisa juga langsung pergi setelah membalas sapaan nya" ujar khalisa
"harus nya kamu tinggalin aja jangan hiraukan jika dia itu menyapa kamu sayang" kesal Damian dengan wajah tekuk nya.
"mana bisa mas, ini kan di pesantren kalau khalisa menghiraukan tidak enak kalau ada santri melihat kelakuan khalisa" ucap dengan lembut
"udah ayok, kita istirahat mas pasti capek karena perjalanan jauh. " kata khalisa mengajak suami nya untuk istirahat dan tidak membahas hal yang tidak penting.
"ayo sayang, tapi olahraga dulu ya" ucap Damian dengan tatapan meseum, khalisa yang melihat wajah suami nya mendadak salah tingkah.
Mereka akhirnya melakukan aktivitas suami istri, Damian maupun Khalisa menikmati sentuhan sentuhan yang membuat mabuk mereka.
***
pagi hari nya, suasana di pondok seperti biasa banyak santri berlalu lalang untuk menuju ke sekolah.
Khalisa sendiri sekarang berada di kamar mandi sedang memuntahkan cairan bening di temani oleh suami nya yang berada di samping nya.
Uweak uweak uweak
"sayang kita ke rumah sakit ya" ajak Damian dengan wajah khawatir
Khalisa menggelengkan kepala nya dengan lemah
"gak mau mas, mungkin ini hanya masuk angin" ucap lirih Khalisa
"tapi mas khawatir sayang, kita ke rumah sakit ya" ajak Damian sekali lagi, khalisa tetap menggelengkan kepala nya.
"huftt yaudah, ayo mas papah ke tempat tidur" kata Damian lalu menuntun istri nya ke arah ranjang.
setelah menidurkan khalisa di kasur Damian mengelus rambut sang istri.
"mas buat bubur ya buat kamu, tunggu sebentar sayang" ucap Damian lalu mengecup kening sang istri.
Damian turun ke bawah menuju dapur untuk membuat bubur. Di dapur masih berada uma Maryam. uma Maryam yang melihat menantu nya langsung menawarkan sarapan.
"sarapan dulu nak, maaf ya tadi kami duluan yang sarapan. oiya mana khalisa sedari tadi uma gak melihat nya turun. " kata uma Maryam
"khalisa lagi tidak enak badan uma sedari tadi dia mual, Damian sudah mengajak nya ke rumah sakit tapi dia nya tidak mau. ini Damian mau buat bubur buat dia" kata Damian dengan wajah yang masih khawatir.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamu'alaikum para readers mohon dukungannya ya🙏.. semoga kalian suka baca novel yang aku buat.. jangan lupa di like ya kawan biar aku semangat up nya🙏☺😙😘