NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Happy reading<<<<<<<<<

<

 

Brugh

"Terserah.. Dan Lo mau mati pun Gue nggak peduli." ujar Alvian melempar sembarangan kotak P3K itu. dan kemudian pergi dari gudang menuju kamarnya.

"Sialan, kenapa Gue kelepasaan."

frustasi Alvian mengingat wajah hancurnya Imlie.

"Sialan, pergi dari pikiran Gue pembunuh." teriak Alvian mencoba membuat menghilangkan wajah Imlie dari ingatannya.

"Apa luka yang dia dapat sudah terlalu dalam sehingga dia berfikir sepeerti itu." batin Alvian frustasi sebagian dari dirinya peduli tapi sebagian dirinya menyimpan kebencian yang besar terhadap Adiknya itu.

Ceklek

"Nak, sini Bibi obatin ya." ujar Bik Ajeng saat beliau dan Bi Pipit baru masuk. Mereka merasa sedih melihat Imlie sangat terpukul seperti tidak ada semangat untuk hidup lagi tatapannya hanya kosong dengan air mata yang terus berdesak untuk keluar.

Kali ini Imlie hanya menangis dalam diam, bahkan di saat Bik Ajeng membersihkan lukanya dan Bi Pipit secara diam diam menyuapi Imlie dengan taletan.

"Ya Allah, kalau saja Non Imlie anak Saya.

Sudah Saya curahkan dia

dengan kasih sayang yang banyak." batin Bik Ajeng karena beliau belum di karunia anak.. Beliau pejuang garis dua.

Imlie hanya makan tanpa berbicara dia hanya mengikuti perkataan kedua Bibi itu tanpa berbicara.

"Yasudah, Non minum ya." ujar Bi Pipit.

"Makasih Bik, tapi.. Aku takut nanti di marahin karena sudah makan tanpa izin." ujar Imlie yang akhirnya membuka suara.

"Nggak Papa Non, lagian itu makanan Bibi beli pakai uang Bibi. Berarti itu bukan makanan dari

rumah ini Non." jawab Bik Pipit dan Bi Ajeng hanya mengusap kepala Imlie.

"Makasih Bi Pipit, Bik Ajeng, kalian sangat baik..." ujar Imlie memeluk kedua wanita itu dan kedua Bibi itu tidak mampu menahan air mata mereka.

Setelah lama di dalam gudang itu akhirnya kedua Bibi itu keluar dan kembali ke kamar mereka masing masing karena paksaan dari Imlie. Karena Imlie tidak mau mereka di pecat.

Imlie pun kembali bersandar di dinding dengan memeluk erat tubuhnya. Sehingga dia tertidur

dalam keadaan duduk nan mengenaskan.

Ceklek

Pintu pun di buka dan masuklah Bi Ajeng.

"Nak, ke kamar ya. Udah pagi waktunya sekolah." ujar Bik Ajeng.

Imlie pun kaget dan bangun dari tidurnya.

"Makasih Bik. Aku ke kamar dulu ya." ujar Imlie karena dia tau pasti Papanya sudah memberikan perintah pada Bik Ajeng untuk membiarkannya keluar dari gudang tersebut..

Saat berjalan keluar Imlie

harus melewati meja makan karena memang itu jalannya.

Dia berjalan dengan menunduk karena di tatap tajam oleh Papa dan ibunya.

"Kau seharusnya bersyukur Saya tidak menghukum mu lebih dari pada ini." ujar Pak Mahen tapi Imlie tidak peduli dan hanya berjalan saja membuat amarah Pak Mahen kembali tersulut.

"Ck, Anak sialan. Kurang aja Kamu, hah." bentak Pak Mahe ingin berdiri.

"Pa, udah. Jangan rusak pagi ini dengan meladeni anak pembawa sial itu." ujar Buk Melani sinis.

Ceklek

Sesampainya di kamar Imlie langsung menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Saat berendam di bathup Imlie tersenyum tipis.

"Yang kemarin biarlah berlalu. Gue masih punya stok kesabaran untuk melawan dunia kedepannya lagi. Gue belum mau nyerah begitu aja, Imlie hari ini Lo harus semangat lagi." batin Imlie seperti biasa.

Dia pun mandi dengan cepat dan memakai seragamnya dan terakhir memberikan sentuhan lipbalm di bibir ranumnya.

Ting

Imlie pun memeriksa hpnya dan ternyata banyak sekali notifikasi dan panggilan yang masuk ke hpnya dari Om, Tante, dan Bang Abian.

"Ya Allah, Gue sampai lupa kabarin mereka. Pasti mereka sangatlah khawatair. Imlie Lo bodoh banget sih." batin Imlie kemudian menelfon Bang Bian.

"Assalamualaikum Ab......."

"WAALAIKUMSALAM DEK. KAMU BISA BISANYA YA ABANG TELFON NGGAK DI ANGKAT SMS NGGAK DI BALAS. KAMU BIKIN

ABANG, OM, DAN TANTE

KHAWATIR DEK. GIMANA KEADAAN KAMU SEKARANG? BAIK BAIK AJA KAN DEK?" baru saja Imlie ingin berbicara Abang sepupunya itu sudah memotongnya dengan berbiacara panjang lebar.

"Iy.....

"NAK, TANTE KAN UDAH BILANG KALAU ADA APA APA LANGSUNG KABARI TANTE AJA SAYANG.. LILI NGGAK PAPA KAN? AMAN AMAN AJA KAN SAYANG?" kini giliran Tante Citra yang memotong perkataan Imlie.

"Alhamduli.......

"LILI...... sini Ma biar Papa yang bicara dengan Putri Papa....

IMLIE DI SANA BAIK BAIK AJA KAN? MEREKA TIDAK MENYAKITIMU KAN NAK?" kini Om Cakra yang merebut handphone itu.

"Astagfirullah.. Pa, Ma. Biar Bian yang bicara saja." ujar Abian merebut ponsel itu. Imlie memijit kepalanya tidak tau mau menajawab yang mana dulu.

"Gimana diam aja Dek? Aman aman aja kan?" kali ini Abian yang bertanya.

"Alhamdulillah.. Lili baik baik aja kok Bang, Om, Tante.. Makasih ya udah khawatirin Lili. Kemarin Lili nggak sempat buka hp

soalnya... Maaaf ya." ujar Imlie merasa bersalah.

"Alhamdulillah. Yasudah kalau baik baik saja.. Nanti kapan kapan kita jadikan jalan jalan Dek?" tanya Abian.

"Insyaaallah Bang, nanti kalau Lili ada waktu Lili bakal langsung kabari Abang ya...." setelah itu Imlie kembali berbincang dengan Om dan Tantenya. Hingga sambungan telefon itu mati.

Ting

Satu pesan yang masuk ke hpnya lagi membuat Imlie membuka pesan itu.

Kak Aryan>>>>>>>>>>

"Keluar, Gue di depan gerbang Lo."

Itulah pesan dari Aryan dan Imlie langsung tersenyum tipis. Selemah ini dia jika di beri perhatian dari Pria yang sudah sangat menyakitinya. Biarlah rasa Cinta dan rasa marah Imlie sama takarannya. Entah, akan sampai kapan.

"Imlie, semangat. Hari ini Lo akan bekerja." batin Imlie dan mengambil tasnya menyampirkannya di bahunya.

Setelah itu dia keluar dari kamarnya. dan dia menemukan

keluarganya di ruang tamu, Imlie hanya menunduk lagi dan lagi walaupun sudah di tolak berulang kali dia masih saja mengulurkan tangannya untuk menyalimi orang tuanya. Tapi, nihil selalu di tepis atau di diamkan saja sehingga Imlie memilih menarik tangannya kembali.

"Assalamualaikum." salam Imlie dan pergi keluar rumahnya. Sedangkan terdengar kembali canda tawa dari keluarganya. Ya, Lolita dan Alvian belum ke sekolah mereka izin untuk tiga hari kedepan. Karena Papanya mengajak mereka berlibur ke Korea untuk merayakan terjalinnya kerja sama

antar perusahaan Candrawinata Group dan Perusahaan Alveric group.

Seperti biasa Imlie tidak di undang.

Setelah Imlie berlari keluar gerbang dia menemukan Aryan yang sedang duduk di atas motornya dengan cool. Lagi lagi Imlie terpesona dengan Cowoknya ini.

"Gue tau Gue ganteng." ujar Aryan menyadarkan Imlie.

"Apaan sih." ujar Imlie dan kemudian menerima helm dari tangannya Aryan dan memakainya setelah itu naik di jok belakang.

"Pegangan.." ujar Aryan dan Imlie memeluk perut Cowoknya dengan erat takut jatuh.

Karena Aryan kalau membawa motor suka ngebut.

"Kak, bisa pelan pelan nggak." teriak Imlie.

"Nggak bisa Sayang!!! Kita harus sampai dengan cepat sebelum terlambat." balas Aryan.

"Kak, Aku lapar tadi nggak sempat sarapan.

Boleh nggak kita cari makan dulu?" tanya Imlie.

"Oke." jawab Aryan. Dan menghentikan motornya di depan

sebuah kafe, mereka masuk dan Imlie memesan nasi goreng Aryan hanya menatap Imlie yang makan.

"Pelan pelan makannya. Gue nggak bakal ambil makanan Lo." ujar Aryan gemes sendiri dengan Pipi gadisnya yang kembung karena makanan ini.

Imlie hanya mengangguk.

"Bibir Lo pucat banget, Lo sakit?" tanya Aryan menempelkan tangannya di dahi Imlie.

Imlie menggeleng dan terus memakan makannya.

"Oke, Aku udah kenyang Kak. Ayo! Kita pergi." ujar Imlie setelah

Aryan membayar pesanan itu. Mereka pun kembali melakukan perjalanan menuju sekolah.

Sesampai di sekolah untung mereka belum terlambat Imlie turun sambil pegangan di bahu Aryan. Dengan perhatian Aryan melepaskan helm itu dari Imlie, dan Imlie malah menunduk malu pipinya sudah memerah di tatap seperti itu.

"Gemes.. Cup." ujar Aryan dan malah mencuri sebuah kecupan di hidung mancung gadisnya. Membuat mata Imlie melebar dengan semburat merah di wajahnya semakin kentara.

"Kak." lirih Imlie.

"Gemesin banget Lo." ujar Aryan kemudian merapikan rambut Imlie yang menutupi wajahnya.

"Wah, wah, romantis banget ketua sama pawangnya.. Di kecup nggak tuh." ujar Ravel keras sehingga menambah pekikan tertahan dari para siswi yang sejak tadi syok melihat itu. Ini pertama kalinya Aryan mengecup seorang gadis bahkan Viona pun tidak pernah palingan cuman di rambut.

"Ya Allah, beruntung banget Imlie."

"Allahuakbar.. Jantung Gue

masih aman kan."

"Astagfirullah mata Gue udah kagak suci lagi di kecup nggak tuh."

"Ck, sok suci Lo. Cuman di kecup hidungnya tolol bukan bibirnya."

"Beruntung banget Imlie.. Dia gadis pertama yang di cium bang Aryan. Memang ya kita akan kalah dengan pacarnya sendiri."

Ujar para Siswi heboh sedangkan Viona yang ikut menyaksikan itu di buat emosi dia menatap tajam Imlie.

"Awas aja Lo Imlie." batin Viona.

"Yadudah, ayo!" ajak Aryan dan menggenggam tangannya Imlie kemudian membawanya menuju kelasnya Imlie. Sepanjang perjalanan mereka di hadiahi pekikan tertahan dari para Siswi. Imlie hanya menunduk malu.

"Kenapa diam, hmm? Malu?" tanya Aryan setelah sampai di depan kelas. Imlie hanya mengangguk sambil menunduk.

"Lain kali jangan gitu Kak. Malu tau." ujar Aryan.

"Ooh berarti lain kali kecupnya di bibir aja, hmm?" tanya Aryan menggoda gadisnya.

"Kak, nggak gitu konsepnya."

kaget Imlie.

"Hehehe, siapa tau Lo tertarik kan. Gue hanya menawarkan karena bibir Gue limited edison nggak semua orang bisa rasain kecupan dari Gue. Dan Kalau Lo mau Lo bakal menjadi yang pertama." ujar Aryan dengan sombongnya.

"Dih, nggak ya, belum halal." ujar Imlie.

"Kode nih? Yasudah setelah lulus Gue halalin Lo deh." ujar Aryan.

"Kak, Aku serius tau." ujar Imlie.

"Apa sayang, mau di seriusin secepatnya, hmm?" goda Aryan semakin gencar untung mereka berbicara dengan suara pelan. Kalau tidak sudah di pastikan banyak murid yang pingsan.

"AR." sedang asyik menggoda Imlie. Eh, suara campreng yang terdengar dari Viona langsung memasuki indra pendengaran dua kekasih itu.

"Ya. Udah ada lagi sih Ulat bulu." batin Imlie.

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!