NovelToon NovelToon
Kaisar Abadi Penentang Surga

Kaisar Abadi Penentang Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Sepuluh ribu tahun yang lalu, Kaisar Pedang Kekosongan, Jian Chen, dikhianati oleh tunangannya (Permaisuri Surgawi Luo Xue) dan saudara angkatnya saat mencoba menerobos ke Alam Ilahi Primordial. Jiwanya hancur berantakan. Namun, setetes Darah Primordial misterius yang ia temukan di Reruntuhan Kekacauan menyelamatkan satu fragmen jiwanya.

Sepuluh ribu tahun kemudian, Jian Chen terbangun di tubuh seorang pemuda bernama sama di Benua Bintang Jatuh (Dunia Fana terendah). Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Bawaan" yang meridiannya hancur. Dengan ingatan masa lalunya, pengetahuan alkimia tingkat dewa, dan teknik kultivasi terlarang Seni Melahap Surga Primordial, Jian Chen memulai kembali langkahnya dari bawah. Ia bersumpah untuk membelah langit, menghancurkan para pengkhianat yang kini telah menjadi Penguasa Surga, dan mengungkap rahasia sejati di balik Darah Primordial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan di Paviliun Beladiri

Matahari pagi baru saja menyembul dari ufuk timur, menyirami Kota Daun Gugur dengan cahaya keemasan yang hangat. Pedagang mulai menjajakan barang dagangan mereka di jalanan batu, dan hiruk-pikuk kehidupan fana mulai terdengar.

Di gerbang utama Kediaman Klan Jian yang megah, dua penjaga berzirah kulit sedang bersandar malas pada tombak mereka.

"Hei, kudengar dari orang-orang Tuan Muda Jian Hu, si 'Sampah' akhirnya menemui ajalnya kemarin di dasar tebing," bisik penjaga berwajah tirus sambil tersenyum mengejek.

Penjaga kedua yang bertubuh gempal tertawa pelan. "Sudah waktunya. Tanpa perlindungan Patriark, dia hanya parasit yang menghabiskan jatah pil klan. Bulan depan saat Turnamen Klan tiba, Tuan Muda Jian Hu pasti akan diangkat menjadi pewaris resmi. Kita harus bersiap menjilat—"

Kata-katanya terputus secara tiba-tiba, seolah ada tangan kasat mata yang mencekik lehernya. Matanya membelalak lebar, menatap lurus ke arah jalanan berkabut di depan gerbang.

Dari balik kabut tipis sisa embun pagi, sesosok pemuda berpakaian hitam berjalan dengan langkah santai namun sangat teratur. Wajahnya tampan dengan garis rahang yang tegas, namun sepasang matanya yang hitam pekat memancarkan aura sedingin jurang es abadi. Tidak ada lagi sisa-sisa pemuda pucat dan penyakitan yang selama ini menjadi lelucon klan.

"T-Tuan Muda Jian Chen?!" Penjaga berwajah tirus mundur selangkah, mengusap matanya tidak percaya. "B-bukankah kau... kau seharusnya..."

Jian Chen tidak menghentikan langkahnya. Ia bahkan tidak melirik kedua anjing penjaga itu, melewati gerbang utama seolah-olah mereka hanyalah dua patung batu yang tak bernyawa.

Namun, tepat saat ia melewati mereka, sebuah tekanan Niat Membunuh (Killing Intent) yang sangat tipis—bahkan tak sampai seperseribu dari apa yang ia gunakan pada Macan Kumbang Bayangan—terlepas dari tubuhnya.

Bruk! Bruk!

Kedua penjaga itu langsung jatuh berlutut, wajah mereka pucat pasi dan seluruh tubuh mereka gemetar hebat. Udara di sekitar mereka terasa seberat timah. Baru setelah sosok berpakaian hitam itu menghilang di balik tikungan koridor klan, mereka berani menghela napas, paru-paru mereka terasa terbakar seolah baru saja lolos dari eksekusi mati.

"A-apa yang baru saja terjadi? Aura apa itu?!"

Jian Chen terus berjalan melewati taman-taman dan paviliun klan. Tujuannya pagi ini sangat jelas: Paviliun Bela Diri dan Sumber Daya.

Sebagai Tuan Muda klan, secara nominal ia masih berhak mendapatkan sepuluh Pil Pengumpul Qi tingkat rendah dan seratus Koin Emas setiap bulan. Ia tahu jatahnya pasti telah dipotong secara diam-diam oleh faksi Paman Keduanya selama ini. Tapi hari ini, ia datang bukan untuk mengemis. Ia datang untuk mengambil apa yang menjadi haknya, sekaligus melihat apakah ada teknik bela diri klan yang bisa ia gunakan untuk menutupi Seni Melahap Surga Primordial-nya di depan umum.

Bangunan Paviliun Bela Diri berlantai tiga itu menjulang kokoh di pusat kediaman. Saat Jian Chen melangkah masuk ke aula lantai pertama, tempat itu sudah cukup ramai oleh belasan pemuda-pemudi klan yang sedang antre untuk menerima jatah bulanan mereka.

Di pusat ruangan, berdiri seorang pemuda berpakaian sutra biru bersulam emas, dikelilingi oleh para penjilatnya. Pemuda itu memiliki alis tebal dan wajah yang memancarkan arogansi absolut. Dia adalah Jian Hu, putra dari Paman Kedua Jian Chen.

"Hahaha! Bagus, kau sudah melakukan tugasmu dengan baik kemarin, Wang Lu," suara tawa arogan Jian Hu menggema di aula.

Di depannya, pelayan berwajah bopeng, Wang Lu, berdiri dengan senyum canggung, namun matanya masih menyiratkan ketakutan yang belum hilang sejak kejadian semalam.

"T-Tentu saja, Tuan Muda Hu," jawab Wang Lu dengan suara bergetar. Ia tidak berani menceritakan bagaimana ia mengompol karena tatapan Jian Chen. Ia hanya melapor bahwa Jian Chen masih hidup namun terluka parah di kamarnya.

"Cih, nyawa si Sampah itu memang alot. Jatuh dari tebing saja tidak mati," Jian Hu mendengus dingin. "Tapi tidak masalah. Sebentar lagi Turnamen Klan. Jika dia berani muncul, aku akan secara pribadi mematahkan keempat anggota tubuhnya di atas arena. Mulai hari ini, jatah pil bulanan si Sampah itu resmi menjadi milikku!"

"Oh? Sejak kapan anjing diizinkan menentukan pembagian sumber daya tuannya?"

Sebuah suara yang tenang, datar, namun tajam bagai sembilu tiba-tiba memotong tawa di ruangan itu.

Seluruh aula langsung sunyi senyap. Belasan pasang mata menoleh ke arah pintu masuk.

Wang Lu adalah orang pertama yang melihat sosok berpakaian hitam itu. Seketika, kakinya lemas dan ia jatuh terduduk di lantai, menunjuk dengan jari gemetar. "D-dia... T-Tuan Muda..."

Jian Hu mengerutkan keningnya, matanya menyipit saat melihat Jian Chen berjalan masuk dengan tangan terselip santai di balik punggungnya. Keterkejutan melintas sebentar di wajahnya sebelum digantikan oleh seringai buas.

"Jian Chen! Kau benar-benar punya nyali sebesar langit," Jian Hu melangkah maju, melepaskan aura Kondensasi Qi Tingkat Tiga miliknya untuk mengintimidasi. "Kudengar kau terluka parah dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Tapi melihatmu bisa berjalan ke sini, sepertinya tulangmu memang terbuat dari lumpur yang liat."

Jian Chen berhenti hanya tiga langkah di depan Jian Hu. Tatapannya menelusuri Jian Hu dari atas ke bawah, persis seperti seseorang yang sedang mengevaluasi kualitas seekor babi ternak.

"Tingkat Tiga Kondensasi Qi. Napasmu tidak teratur, Qi-mu mengambang, dan langkahmu berat. Fondasimu penuh dengan kotoran dari pil murahan," Jian Chen menggelengkan kepalanya pelan. "Kau menyebut dirimu jenius? Menyedihkan."

Keheningan yang mematikan mencekik aula itu. Para anggota klan lainnya menahan napas. Apakah Jian Chen sudah gila? Berani menceramahi Jian Hu, jenius nomor dua di generasi muda klan, tentang kultivasi?

Wajah Jian Hu langsung memerah padam akibat amarah yang meledak. Arogansinya tidak mengizinkan sampah seperti Jian Chen menghinanya di depan umum.

"Cari mati!" raung Jian Hu.

Tanpa peringatan, tubuh Jian Hu melesat ke depan. Udara di sekitarnya berdesir saat ia mengalirkan Qi ke lengan kanannya. Otot lengannya membengkak, dan ia melayangkan pukulan lurus yang menargetkan dada Jian Chen.

Teknik Bela Diri Fana Tingkat Menengah: Tinju Pemecah Batu!

Angin dari pukulan itu bersiul tajam. Pukulan ini membawa tenaga lebih dari 750 kilogram (tiga banteng). Jika mengenai dada manusia biasa, tulang rusuknya akan hancur dan jantungnya akan meledak. Jian Hu benar-benar berniat membunuhnya berkedok "kecelakaan latihan".

Beberapa gadis di aula menjerit dan menutup mata mereka, tidak berani melihat tubuh Tuan Muda yang cacat itu hancur berantakan.

Namun, yang terjadi selanjutnya membuat waktu di Paviliun Bela Diri seakan berhenti berdetak.

Plak!

Suara benturan tumpul bergema. Bukan suara tulang yang hancur, melainkan suara kulit bertemu kulit.

Mata Jian Hu hampir copot dari rongganya. Pukulannya yang mengandung kekuatan penuh terhenti seketika di udara, tidak mampu maju satu inci pun.

Tepat di depannya, Jian Chen berdiri tanpa memindahkan posisinya sedikit pun. Tangan kanannya terangkat dengan santai, telapak tangannya mencengkeram erat tinju Jian Hu seolah sedang menangkap lemparan bola kapas dari seorang balita.

"T-tidak mungkin..." Jian Hu menggemeretakkan giginya, mencoba menarik tangannya kembali, tetapi cengkeraman Jian Chen seperti catok baja seberat ribuan ton. Ia tidak bisa bergerak!

"Hanya ini tenaga dari seekor anjing yang menyalak keras?" Suara Jian Chen terdengar dingin di telinga Jian Hu.

Jian Chen bahkan tidak repot-repot mengaktifkan Meridian Primordial-nya. Ia tidak menggunakan setetes Qi pun. Ia murni menggunakan kekuatan fisik mentahnya—baja otot yang ditempa dari esensi iblis dan sumsum tulang—yang dengan mudah setara dengan 1.000 kilogram murni!

"Lepaskan aku, brengsek!" Jian Hu mulai panik. Ia mengayunkan kaki kirinya dengan putus asa ke arah lutut Jian Chen.

Mata Jian Chen berkilat dengan Niat Membunuh yang kejam. "Karena kau sangat suka mematahkan tulang, biarkan aku mengajarimu bagaimana rasanya."

Tangan Jian Chen tiba-tiba memuntir tinju Jian Hu dengan sudut yang sama sekali tidak wajar.

KRAAAAAAK!

"ARRRRGHHHHH!!!"

Jeritan melengking yang mengerikan meledak dari tenggorokan Jian Hu. Tulang pergelangan tangannya, jari-jarinya, hingga lengan bawahnya patah dan terpelintir keluar menembus dagingnya. Darah segar muncrat menodai lantai paviliun.

Sebelum Jian Hu bisa jatuh ke tanah karena rasa sakit, Jian Chen melangkah maju. Tangan kirinya terayun layaknya kilat, menampar wajah Jian Hu dengan punggung tangannya.

PLAAAK!!!

Suara tamparan itu terdengar seperti ledakan petir di ruang tertutup. Tubuh Jian Hu terlempar ke udara seperti boneka kain yang putus benangnya. Ia terbang sejauh tujuh meter, menabrak pilar kayu raksasa di tengah aula dengan suara dentuman keras, lalu jatuh berdebum ke lantai.

Setengah wajahnya hancur. Seluruh giginya rontok dan berceceran di lantai bersamaan dengan genangan darah. Jian Hu kejang-kejang beberapa kali sebelum akhirnya jatuh pingsan tak sadarkan diri.

Aula itu sesunyi kuburan.

Rahang para anggota klan yang menonton hampir jatuh menyentuh lantai. Wang Lu yang duduk di lantai kembali mengompol untuk kedua kalinya dalam dua hari, tubuhnya gemetar seolah sedang melihat iblis yang bangkit dari neraka.

Sang "Sampah Bawaan" yang meridiannya hancur... baru saja mengalahkan Jian Hu dalam satu serangan?! Dan dengan cara yang sangat brutal?!

"Hentikan kekejaman ini!"

Tiba-tiba, suara tua yang dipenuhi amarah mengguncang aula dari lantai dua. Sosok pria tua berjubah abu-abu melompat turun layaknya burung elang, mendarat di antara Jian Chen dan tubuh Jian Hu yang pingsan.

Itu adalah Penatua Li, salah satu tetua penjaga Paviliun Bela Diri, seorang ahli yang berada di tahap Pembentukan Fondasi Awal. Matanya menatap Jian Chen dengan campuran kemarahan dan ketidakpercayaan.

"Jian Chen! Meskipun kau adalah Tuan Muda, melumpuhkan sesama anggota klan dengan cara sekejam ini sangat melanggar aturan klan! Apakah kau ingin dihukum mati?!" bentak Penatua Li. Aura Pembentukan Fondasi-nya menekan berat ke arah Jian Chen.

Menghadapi tekanan yang bisa membuat kultivator Tingkat Empat biasa berlutut muntah darah, Jian Chen tetap berdiri tegak bak pedang ilahi yang menancap di bumi. Angin dari tekanan itu hanya mampu mengibaskan ujung rambut dan jubahnya.

"Aturan klan?" Jian Chen tersenyum sinis, menatap lurus ke mata Penatua Li tanpa sedikit pun rasa takut. "Di mana aturan klan itu saat anjing ini menyuruh bawahannya mendorongku dari tebing kemarin? Di mana aturan klan itu saat jatah sumber dayaku dipotong paksa selama tiga tahun terakhir?"

Penatua Li terdiam, wajahnya sedikit menegang. Ia tahu kebusukan faksi Paman Kedua, namun ia selama ini menutup mata demi posisinya sendiri.

Jian Chen mengambil satu langkah maju, auranya sama sekali tidak kalah dominan dari sang Penatua. "Penatua Li, buka matamu dan lihat dengan jelas. Dia menyerangku lebih dulu dengan niat membunuh di depan banyak saksi. Aku hanya 'membela diri'. Dan sebagai Tuan Muda yang sah, menghukum bawahan yang tidak sopan adalah hak prerogatifku."

Jian Chen kemudian mengulurkan tangan kanannya yang masih bersih dari darah.

"Sekarang, serahkan jatah bulananku. Aku mengambil semuanya, termasuk jatah milik Jian Hu, sebagai kompensasi biaya pengobatan atas gangguan emosional yang ia sebabkan padaku."

Mata Penatua Li melebar. Pemuda ini benar-benar gila dan tidak kenal takut! Namun, saat Penatua Li mencoba memindai kultivasi Jian Chen, ia terperanjat hebat. Ia tidak bisa merasakan tingkat kultivasi pemuda ini dengan jelas, tetapi vitalitas yang memancar dari tubuh Jian Chen semeriah naga yang baru bangun!

Sampah ini... dia tidak lagi cacat! Sesuatu telah terjadi padanya, batin Penatua Li, keringat dingin mulai merembes di punggungnya. Sebagai orang tua yang licik, ia tahu arah angin klan sedang berubah drastis.

Tanpa mengatakan sepatah kata pun untuk membantah, Penatua Li mengeluarkan sebuah kantong kecil dari balik jubahnya dan melemparnya ke arah Jian Chen. "Ini jatah kalian berdua. Sekarang pergilah dari paviliun ini sebelum Paman Keduamu tiba."

Jian Chen menangkap kantong itu, menimbangnya sebentar, lalu tersenyum tipis. Ia bahkan tidak repot-repot mencari teknik bela diri murahan klan lagi. Ia berbalik dan berjalan keluar aula dengan tenang.

"Sampaikan pesanku pada Paman Kedua," suara Jian Chen melayang di udara saat sosok hitamnya menghilang di balik pintu. "Dua bulan lagi, saat Turnamen Klan... aku akan mengambil kembali semua yang menjadi milikku. Dan aku akan mematahkan siapa pun yang menghalangi jalanku."

1
selenophile
lagi
Nanik S
Aturan baru sang Monster👍👍👍
Nanik S
Paman dan keponakan yang rakus
Nanik S
Maaantaaap dapat harta karun
Nanik S
Dapat cincin Gratis
Nanik S
Mantap Pooool 👍👍👍
Bambang Widono
👍👍👍💯💯💯💯💯💯👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Optimus prime
cerita nya bagus...TPI lebih bagus ga ush pake bahasa inggris thor...👍👍
Nanik S
Pulang menghadapi Anjing dan pieraanya
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Hadir dan cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!