NovelToon NovelToon
JANJI PERNIKAHAN TUAN AROGAN

JANJI PERNIKAHAN TUAN AROGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: La Rumi

Zenna Amalia bukanlah perempuan suci. Ia memiliki masa lalu yang kelam, pernah menjadi simpanan pewaris kaya bernama Rendy Wangsa demi membiayai pengobatan ibunya yang sakit kanker.

"Di luar sana, mana ada laki-laki yang sudi bersamamu, apalagi kalau mereka tahu, kamu bukan lagi perempuan yang punya kesucian dan kehormatan?" kata Rendy keji, sebelum mencampakkan Zenna.

Setelah kehilangan segalanya, Zenna berusaha kembali ke jalan yang benar, rela menebus dosa dengan menikahi seorang lelaki arogan bernama Bram Atmaja.

Bram tahu semua masa lalu Zenna, bersedia menikahinya, demi memenuhi wasiat mendiang ayah tirinya, yang juga merupakan ayah kandung Zenna. Meski dari awal, ia juga sudah memperingatkan Zenna bahwa dirinya adalah pria kasar dan arogan, dan barangkali tak akan pernah mencintai Zenna seumur hidupnya.

Pernikahan yang berlangsung dengan itikad penebusan dosa, tanpa cinta pada awalnya, dan dikejar bayang-bayang gelap masa silam, akankah berujung bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La Rumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Pernikahan Tuan Arogan - Bab 32

"Maafkan aku, Paman."

Raut muka Bram kini digurati penyesalan. Sementara Paman Darwin tak henti memandangnya dingin dan garang.

"Aku butuh sumpahmu untuk tidak mengusik kedudukan dan kekuasaanku, jika kamu memang mau kubantu memenangkan pertarungan dengan Rendy. Lakukan!"

Bram menghela napas panjang dan berkata perlahan, "Maafkan aku... tapi aku tak bisa menjanjikan apapun."

Paman Darwin membelalak.

"Apa katamu?!"

"Aku terikat wasiat sebagai pengelola warisan Atmaja, sementara sang pewaris utama tetaplah Zenna. Itu artinya semua keputusan ada di tangannya, dan sesuai ketentuan hukum, aku tak boleh melangkahinya. Paman tentu paham itu, kan?"

Paman Darwin kian meradang.

"Tapi tetap saja--"

"Maaf aku tak bisa menjanjikan apapun, tapi aku bisa mengupayakan satu hal untuk Paman," sela Bram tegas. "Jika Paman membantuku dan Zenna keluar dari masalah ini, selamat dan hidup, maka aku akan membujuk Zenna untuk mengurungkan niatnya menjadi Ketua Dewan Komisaris. Dan aku yakin Zenna juga akan setuju, sebagai penghargaan atas semua perjuangan Paman untuknya. Zenna bukan perempuan berhati keji, dan ia sangat tahu terima kasih--Paman harus tahu itu."

Ekspresi Paman Darwin tak melunak.

"Jadi, kamu mau menjadikan jabatan penting yang sudah kuemban puluhan tahun sebagai nilai transaksi dalam kasus kali ini, begitu? Kamu kira itu membuatku senang, Nak?!"

Bram membalas datar dan tak gentar, "Jika Paman benar-benar peduli pada pewaris Atmaja seperti yang selalu Paman gembar-gemborkan selama ini, Paman akan tetap berjuang menyelamatkannya meski tak mendapat keuntungan apapun. Jabatan itu harusnya tak lebih penting dari nyawa keponakanmu sendiri, bukan begitu?"

Rahang Paman Darwin mengeras. Urat di pelipisnya berdenyut halus—tanda yang jarang muncul, kecuali saat ia benar-benar hampir kehilangan kendali.

Kamu berani menantangku, bocah tengik?!

Tetapi makian itu tersimpan rapat. Paman Darwin tak menyuarakan sepatah kata pun, dan pergi lebih dulu dengan kemarahan yang memancar jelas dari setiap ketukan berat sepatu dan ayunan jemari yang mengepal erat.

Bram memandang punggung sang paman hingga lenyap di tikungan. Ekspresinya sukar ditebak.

Dering telepon tiba-tiba mengalun dari saku celana Bram. Ia meraih dan menatap layar ponselnya selama beberapa detik, lalu mengangkatnya.

"Halo?"

Alis tebalnya berkerut ketika mendengar suara di seberang telepon. Netra hitamnya sejurus kemudian melebar, tampak terkejut sekaligus waspada.

Sejurus kemudian, Bram mengangguk.

"Baik. Aku segera ke sana."

***

Seminggu setelah sadar dari koma dan dirawat intensif, kondisi Zenna berangsur membaik--tetapi tidak sepenuhnya.

Zenna akhirnya bisa mempertahankan kesadaran lebih lama dan berkomunikasi lebih lancar. Ia sudah bisa bernapas normal tanpa selang oksigen, dan bahkan mulai bisa makan dan minum sedikit-sedikit.

Namun ada gejala krusial yang muncul dan menjungkirbalikkan segalanya. Entah bagaimana, Zenna tiba-tiba tak bisa menggerakkan bagian bawah tubuhnya sama sekali. Kedua tungkainya selemas kertas dan tak bereaksi dengan pemicu apapun.

Dokter Kenan memeriksanya dengan teliti, dan menyimpulkan efek samping racun itu telah mengganggu sistem saraf pusat, hingga menyebabkan kelumpuhan.

Kebenaran itu menghancurkan hati Zenna. Rasanya jauh lebih buruk daripada menelan racun itu sendiri.

Zenna sangat terguncang ketika tahu bahwa ia telah diracun di malam pesta pernikahannya, dan pelaku utamanya belum terungkap apalagi tertangkap. Ia cukup depresi saat harus menjalani perawatan di kamar ICU sendiri tanpa boleh ada yang menjenguk atau mendampingi, kecuali dokter dan perawat. Dan kala mendapati dirinya lumpuh, Zenna merasa hidupnya seketika jatuh di titik terendah.

Kenapa... kenapa ini semua terjadi...? Apakah ini hukuman atas semua dosa masa lalu yang sudah kulakukan...?

Dokter Kenan sampai harus menyuntikkan obat penenang karena Zenna sempat histeris. Obat itu membuatnya jatuh tertidur, dan ketika ia kembali terjaga, ia seakan menjelma cangkang kosong yang ditinggalkan hangat dan warna cahaya.

Ia bahkan tak bisa merasakan apa-apa saat seseorang tiba-tiba muncul dan mendekatinya.

"Bagaimana kondisimu, Zenna? Sudah lebih baik?"

Wajah runcing tampan dengan netra kelam dan suara rendah bagai hembusan udara dingin dari kedalaman jurang gelap itu sungguh menjadi penyempurna bagi nasib buruk Zenna.

"Re... Rendy...?"

Harusnya dia terguncang. Harusnya dia gemetar ketakutan dan hilang akal sekarang. Tetapi dosis tinggi obat sedatif sukses membuat Zenna alpa dari segala jenis reaksi dan rasa.

"Aku turut berduka atas apa yang sudah menimpamu, Zenna," kepedihan memancar tanpa pura-pura di raut muka dan sorot mata hitam Rendy. "Andai kamu tidak menikah dengan Bram... tentu semua ini tak perlu terjadi."

Zenna mengerjap. Sungguh ganjil rasanya menerima kehadiran dan penuturan Rendy seperti ini, namun tak bisa menyikapi atau melakukan apa-apa.

"Apa... maksudmu...?"

Rendy menatap tajam Zenna.

"Bram dan keluarganya-lah yang sudah meracunimu, Zenna. Mereka ingin membunuhmu untuk merebut warisan Atmaja darimu. Kamu harus tahu itu."

Zenna hanya bisa menatap hampa.

"Tidak... mungkin..."

"Itulah kebenarannya," tegas Rendy. "Aku sudah mengumpulkan beberapa bukti, tapi belum cukup kuat untuk menyeret pelaku ke balik jeruji besi. Meski begitu, mereka tak akan berhenti di sini, Zenna. Mereka akan terus berusaha menghabisimu. Tetapi belum terlambat bagiku untuk menolong dan melindungimu. Izinkan aku."

Zenna harus bersusah payah untuk menelan ludah.

"Tidak... aku... tidak... mengerti..."

"Kamu akan mengerti. Ini semua demi kebaikanmu," kata Rendy lembut--dan di mata Zenna, itu justru membuat mantan kekasihnya terlihat semakin berbahaya. "Kamu jangan khawatir. Aku akan membawamu ke tempat yang sangat aman setelah ini. Kujamin para pembunuh itu tak akan bisa menyentuhmu lagi. Kamu aman dalam perlindunganku."

Zenna bahkan tak bisa menolak apalagi berontak saat beberapa tim medis, termasuk Dokter Kenan, muncul dan bersiap mengeluarkan Zenna dari kamar ICU. Tubuh dan emosinya sepenuhnya lumpuh.

"Kalian... akan... membawaku... ke mana...?" rintih Zenna.

Tetapi tak ada yang menjawab. Roda-roda brankar bergerak dengan mudah saat para perawat mendorongnya, seakan Zenna yang terbaring lemah di atasnya sama sekali bukan beban.

Zenna sungguh ingin menjerit, menangis, dan melompat, tetapi tak bisa.

Tidak... jangan... tolong... siapa saja tolong aku...

Bram, tolong aku!

***

1
sryharty
duuuh bener2
Shamira Zee
Aduh mau apa lagi si aki-aki ini? Bram lekaslah sembuh... apa Rendy yang berusaha mencelakainya lagi? Jahat banget sih!
sryharty
kapan ini orang jahatnya pada mati,,
sryharty: jika tidak Minggu ini mungkin bulan depan
total 2 replies
sryharty
mending menepi dulu biar zenna tenang dan tetap waras
bram pantai aja dari jauh
La Rumi: Mantau sambil ngopi biar gak ngamok /Coffee/
total 1 replies
Nyonya Billy
Sifat arogannya Bram keluar...
La Rumi: Emosian anaknya ya kak
total 1 replies
Nyonya Billy
Tegang seperti di film...
Nyonya Billy
Wah tegang...
Shamira Zee
Kasihan Zenna jadi trauma. Tapi ya jangan minta pisah juga dong... sama aja musuh dan Rendy yang menang kalau gitu.

Semangat nulisnya thor... makin ke sini makin seru ceritanya, narasinya juga bagus, layak dimarathon dan ditunggu updatenya /Good/
La Rumi: thank you kak ❤️
total 1 replies
Shamira Zee
Rendy kayaknya masih bakal jadi ancaman berikutnya ya... semoga Bram dan Zenna lekas pulih. Dokter Kenan ini kayaknya disuruh jahat sama Paman Darwin... tapi dia nyelametin Zenna... apa itu artinya, aslinya dia baik?
Shamira Zee
Tegang banget kayak film action. Bram bener-bener jadi pahlawan. /Sob/ Dan akhirnyaa Rendy dan Aurel ditangkap. /Grin/
Shamira Zee
Ayo Bram cepat selamatkan Zenna /Sob/
Shamira Zee
Wah Zenna dalam bahaya ini... apa Bram bisa menolong tepat waktu? /Scare/
sryharty
orang jahatnya banyak banget
La Rumi: biar polisi ada kerjaan dan penjaranya penuh sampai meleduk kak
total 1 replies
Lord Aaron
Orang kaya ditangkap ngaruh gak sih? Gak kayaknya. Paling ntar juga bebas.
La Rumi: tergantung duit ya kak
total 1 replies
Nyonya Billy
Waduh...
Nyonya Billy
Racun lagi...?
Nyonya Billy
Gimana ini konsepnya... tukar ranjang apa gimana? 😅
La Rumi: tukar duit kak /Facepalm/
total 2 replies
Shamira Zee
Jadi pewaris dan orang kaya ternyata gak enak ya... duh konfliknya makin pelik ini. Dan Paman Pandu kenapa... apa diracun? Makin ke sini makin dar der dor ceritamu, thor 👍
Shamira Zee
Wee dar der dor sekali ini... mamanya Zenna baik dan manis, tapi sayang hidupnya tragis. Pandu juga. Dan apa-apaan itu Rudra nyuruh anaknya main tebar benih aja... Rendy ini sintingnya nurun mbahnya ya? /Shame/
Shamira Zee
Lhoo ada apa antara om-nya rendy dan ibunya zenna?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!