"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Disaat semua orang merasa panik dan sibuk mencari keberadaannya, ternyata Aurel sendiri sedang kebingungan karena lupa jalan menuju rumah sakit.
Tadi saat sedang menunggu kak Nessa, Aurel yang melihat ada rombongan yang lewat di depan rumah sakit merasa penasaran. Akhirnya Aurel memutuskan untuk keluar dan mengikuti rombongan tersebut.
Tapi saat akan kembali ke rumah sakit Aurel lupa jalan pulangnya. Setelah berkeliling, Aurel yang merasa lelah memutuskan untuk duduk di pinggir jalan sambil menangis.
"Hiks...hiks...hiks...".
"Mommy, Daddy. Aku capek".
"Kalian semua dimana,apa aku gak bisa lagi bertemu lagi dengan kalian semua" ucap Aurel dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.
Dari kejauhan, Excel yang sedang mengendarai motornya tanpa sengaja melihat seorang gadis yang terasa tidak asing.
"Tunggu, bukankah dia gadis yang di rumah sakit tadi. Sedang apa dia duduk di pinggir jalan seperti orang hilang" gumam Excel.
Excel yang merasa penasaran memutuskan untuk menghampirinya.
"Kamu?".
"Kamu gadis yang tadi ada di rumah sakit kan?" tanya Excel.
"Kakak tampan".
"Huwaaaaa... Tolong aku kak" ucap Aurel yang kembali menangis.
"Eh... Eh... Shut... Diam jangan nangis dong" ucap Excel dengan panik.
"Hiks...hiks...hiks...".
"Tapi aku sedih kak, aku gak bisa pulang. Aku capek jalan sejak tadi" ucap Aurel.
"Iya, tapi gak pakai nangis juga. Lihat, semua orang menatap kearah kita. Nanti mereka fikir aku orang yang mau berbuat jahat sama kamu. Udah, sekarang kamu diam dulu ya" ucap Excel.
"I-iya kak. Tapi aku minta tolong anterin aku pulang" ucap Aurel dengan suara yang masih terisak.
"Iya" ucap Excel.
"Wah kakak tampan baik banget, makasih banyak kak" ucap Aurel yang langsung memeluk Excel.
Excel yang tiba-tiba mendapat sebuah pelukan merasa sangat terkejut. Tubuhnya langsung terdiam kaku. Ini pertama kalinya Excel dipeluk oleh seorang wanita selain sang mommy.
"Apa ini, kenapa aku jadi berdebar gini" batin Excel.
"Em... Aku mau bantu kamu, tapi lepasin dulu pelukannya" ucap Excel dengan gugup.
"Oh iya, maaf kak. Tadi aku reflek karena terlalu senang" ucap Aurel.
"Ehem... I-iya gak papa" ucap Excel mencoba menghilangkan rasa gugupnya.
"Sial, ada apa sama gue. Kenapa gue bisa salah tingkah gini si" batin Excel.
"Kak, kenapa wajah kakak merah. Apa kakak tampan sakit?" tanya Aurel dengan polosnya.
"Me-merah. Oh iya, eh maksudnya enggak. Aku baik-baik aja" ucap Excel.
"Tapi wajah kakak beneran merah loh. Yakin gak sakit?" tanya Aurel memastikan.
"Enggak, mukaku merah karena kena sinar matahari. Iya, hari ini kan panas banget, jadi mukaku jadi merah" ucap Excel.
"Oh gitu. Iya si, hari ini emang panas banget" ucap Aurel.
"Untung aja dia percaya sama ucapan gue" batin Excel.
"Em.. Kakak tampan" panggil Aurel.
"Iya, kenapa?" tanya Excel. Entah kenapa Excel tidak keberatan dirinya dipanggil dengan nama tersebut.
"Aku harus, dari tadi aku udah jalan jauh banget" cicit Aurel.
"Oh kamu harus ya. Tunggu sebentar ya, aku belikan kamu minuman dulu" ucap Excel.
"Boleh kalau gak merepotkan kakak tampan" ucap Aurel sambil tersenyum.
"Senyum itu, ya ampun kenapa gue suka sama senyuman itu".
"Eh ya ampun, sadar Excel. Lagi mikirin apa si Lo" batinnya.
"Yaudah, lebih baik kamu duduk di bawah pohon itu aja ya biar gak kepanasan. Aku beli minuman dulu buat kamu" ucap Excel.
"Oh gitu, yaudah deh. Aku tunggu disana ya" ucap Aurel.
"Hem... Ingat tunggu disana dan jangan kemana-mana" ucap Excel.
"Oke siap komandan" ucap Aurel sambil memberikan tanda hormat.
"Gadis pintar" ucap Excel tanpa sadar mengelus rambut Aurel.
"Eh apaan si gue, kenapa tangan gue bisa lancang banget gini si" batin Excel saat sadar apa yang dirinya lakukan.
Excel yang salah tingkah bergegas membelikan minuman untuk Aurel. Sedangkan Aurel sendiri berjalan menuju bawah pohon untuk berteduh.
Tidak lama Excel membawa bungkusan plastik berisi minuman.
"Ini minum, tadi kamu bilang haus kan" ucap Excel.
"Apa ini kak?" tanya Aurel yang memang tidak pernah melihat minuman seperti yang Excel bawa.
"Ini es teh namanya. Disekitar sini gak ada minimarket, jadi aku cuma bisa belikan kamu minuman ini aja" ucap Excel.
"Em... Ini gimana cara minumnya?" tanya Aurel.
"Tunggu, kamu belum pernah meminum minuman seperti ini?" tanya Excel.
"Belum" jawab Aurel dengan jujur.
"Belum?".
"Seriusan?" tanya Excel terkejut.
"Serius kak, bahkan aku baru pertama kali lihat ada minuman seperti ini bentuknya" ucap Aurel.
"Astaga, dia sebenarnya baru keluar dari goa ayah gimana. Masa sampai gak tahu ada minuman seperti ini" batin Excel.
"Yaudah sini biar aku kasih tahu cara minumnya ya" ucap Excel yang langsung membuka bungkus minum tersebut dan menaruh sedotan.
"Nih minum" ucap Excel sambi memberikan minuman tersebut pada Aurel.
Aurel sendiri langsung mencoba minuman yang Excel beli.
"Gimana kamu suka?" tanya Excel saat melihat reaksi Aurel.
"Wah aku suka banget, ini enak" ucap Aurel dengan antusias. Entah haus atau memang Aurel suka, minuman tersebut langsung habis dengan cepat.
"Ah segar banget. Makasih ya kak" ucap Aurel.
"Kamu gak takut aku masukin sesuatu di minuman tadi. Kok kamu percaya banget sama aku" ucap Excel.
"Kenapa aku harus takut. Kan semua orang itu baik, jadi kenapa juga aku harus takut" ucap Aurel.
"Astaga kenapa dia bisa sepolos ini. Apa dia gak tahu di dunia ini gak cuma ada orang baik. Tapi banyak orang jahatnya juga" batin Excel.
"Oh iya kamu ingat tempat tinggal kamu kan. Biar aku bisa antar kamu pulang" ucap Excel.
"Em... Enggak. Selama ini aku jarang banget keluar. Bahkan bisa di hitung dengan jari berapa kali aku keluar dari mansion".
"Itupun aku selalu keluar bersama keluargaku. Aku gak pernah keluar sendirian. Mommy dan Daddy tidak pernah mengizinkanku keluar dari mansion" ucap Aurel.
"Apa?". Lagi dan lagi Excel terkejut mendengar ucapan Aurel.
"Jadi selama ini kamu selalu di rumah?" tanya Excel.
"Iya. Mommy dan Daddy gak pernah mengizinkanku keluar. Aku gak tahu apa alasan mereka, tapi mereka selalu bilang kalau di luar itu bahaya".
"Padahal setelah aku rasakan diluar gak bahaya kok. Bahkan aku jadi bisa bertemu dengan teman baru kaya kakak tampan. Ini pertama kalinya loh aku bisa punya teman" cerita Aurel.
"Jadi gadis ini memiliki keluarga yang sangat posesif. Tapi kasihan juga ya dia, gak pernah keluar hanya untuk sekedar main atau jalan-jalan ke mall" batin Excel.
"Em... mungkin orang tua kamu takut terjadi sesuatu sama kamu. Makanya dia melakukan semua itu".
"Contohnya hari ini, kamu tersesat kan karena keluar dari pengawasan kedua orang tua kamu" ucap Excel.
"Oh iya benar juga si kata kakak. Aku janji setelah pulang nanti akan jadi anak yang lebih patuh lagi" ucap Aurel.
"Bagus, ini baru namanya anak baik" ucap Excel.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄